The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 101 : Aku Keturunan Pahlawan


__ADS_3

Reynhard yang telah menemukan cara untuk melawan Albert menyuruh Djarot 'si cyborg' pergi.


Iapun mengeluarkan tekniknya, "Mana Zone"


Reynhard menyebarkan energinya ke seluruh tempat dan iapun terlapisi oleh pusaran angin pemotong, "Sekarang aku bisa melawanmu dengan teknik ini..." ucapnya dengan menggenggam erat sebilah pedangnya menggunakan dua tangan sehingga pedang tersebut juga terlapisi oleh pusaran angin.


Albert menjadi sangat kesal dan iapun berkata, "Apa kau pikir hanya dengan menggunakan 'Mana Zone" kau bisa mengalahkanku, sialan!!!!!" Iapun meningkatkan energi dan dari kedua kakinya meluap-luap lava pijar yang menyebar ke segala arah.


Lalu dikedua tangannya terlapisi lava pijar, "Aku juga bisa menggunakannya!!!"


"Mana Zone"


Albert bisa menggunakan teknik wilayah sama seperti yang dilakukan Reynhard dan hal itu membuat 'si keturunan pahlawan' menjadi sangat geram.


Iapun menggenggam erat sebilah pedangnya dengan dua tangan sehingga pusaran angin yang melapisinya semakin kuat, "Jika dua penyihir sama-sama mengakifkan 'Mana Zone' maka yang lebih berpengalaman akan menang..."


"Akupun tau hal itu...!!!" Teriak Albert dengan melesat cepat menggunakan letupan lava pijar dari kedua kakinya, iapun melancarkan pukulan berbalutkan lava pijar, "HIIAA...!!!"


Reynhard memperkuat pijakan kedua kakinya, menggenggam pedangnya dengan dua tangan, mengangkatnya ke atas dan menebaskan sekuat tenaga, "HIIAA...!!!"


"Cthing!!!!" Tebasan Reynhard berbenturan dengan kepalan tinju lava pijar milik Albert.


Benturan serangan keduanya dan bentrokan energi mereka membuat ruang bawah tanah itu bergetar seperti seakan mau runtuh.


"Cih!!" Keduanya yang imbang dan langsung melompat mundur untuk menjaga jarak.


"Dia kuat juga..." pikir Albert.


Reynhard melesat sangat cepat dengan mengaktifkan 'Mana Zone'. Iapun mendadak muncul dibelakang punggung Albert bagaikan hembusan angin.


Reynhard langsung menusukan pedangnya yang berbalut pusaran angin, "...!!!!" Albert terkejut, iapun mengelak akan tetapi meski telah menghindar serangan Reynhard tetap saja mampu menggores wajah Albert.


Albert segera menjaga jarak dan terlihat sangat kesal ketika pipinya mengalir darah segar, "Cih..."


"Aku keturunan sang pahlawan jadi aku tak akan kalah darimu..." ucap Reynhard yang kembali melesatkan tusukan pedang dari jarak jauh.

__ADS_1


"WUUSS..." Pusaran angin pencabik melesat dan Albert yang terdesak tiada pilihan lain selain menahan dengan cengkraman tangan yang sudah berbalutkan lava pijar.


"ARRGGH!!" Albert meringis kesakitan saat lapisan lava pijar ditangannya hilang tak bersisa karena menahan pusaran angin.


Reynhard melesat mendekat lagi akan tetapi Albert segera mengepalkan tangan kiri yang sudah berbalutkan lava pijar, "HIIAA...!!!" Sebuah bola magma melesat.


Reynhard terkejut akan tetapi karena jarak antara ia dan serangan itu sudah terlalu dekat dan tak memungkinkan untuk menghindar jadi ia memilih meningkatkan pusaran angin yang ada diseluruh tubuhnya dan menerjang bola magma itu.


"DHUUAARR...!!" Bola magma itupun meledak dan hancur berkeping-keping.


Reynhard keluar dari ledakan dan langsung memberikan serangan tebasan dari atas, "Sllash!!" Albert berhasil menghindar dengan melompat ke belakang lalu setelah menghindar iapun melancarkan pukulan berbalut lava pijar.


"Cthing!!!" Reynhard menahan dengan pedangnya meski pada akhirnya ia terdorong juga dari tempatnya berpijak, "Ugh!!" Punggungnya sampai menyentuh dinding tanah.


"Kena kau!!" Albert melesat ke arahnya dan langsung saja menghantam dengan tinju lava pijar.


"...!!!" Reynhard terkejut dan segera menghindar dengan menunduk, "Jbbllast!!"


"DHUUAARR...!!" Terjadi ledakan akan tetapi 'si keturunan pahlawan' itu baik-baik saja.


"Hah... hah... hah..." Reynhard juga mulai mengatur nafasnya dan iapun menjawab dengan sorot mata tajam, "Aku harus menang!! Tetapi aku bertarung bukan karena White Tiger ataupun Master Mark akan tetapi aku harus menang karena diriku ini keturunan pahlawan yang dulunya menghabisi 'raja iblis'..."


"Alasan yang bagus akan tetapi sekeras apapun kau berusaha hasilnya akan tetap sama!! Akulah yang akan menang!!" Ucap Albert dan iapun meningkatkan energi sehingga kedua kepalan tangannya berbalut lava pijar.


Reynhard menatap tajam dan iapun menggenggam sebilah pedang dengan kedua tangannya, ia bergumam dalam hati, "Menggunakan 'mana zone' sangat menguras stamina jadi aku harus mengakhir pertarungan ini secepatnya..."


"HIIAA...!!" Albert menyerang lebih dulu dengan melesat ke arah lawan menggunakan gaya dorong dari lava pijar yang ada dikedua kakinya, iapun memukul akan tetapi Reynhard mengelak.


"Letupan Lava" Albert menghentakan kaki ke tanah dan lava pijar melesat bagaikan gelombang saja.


Reynhard yang melihatnya bergumam dengan suara pelan, "Fokuskan energi pada satu titik..." iapun menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan lalu menyerang Albert dengan tusukan.


"WUUSS...!!!" Pusaran angin pencabik yang bergerak seperti bor.


Albert terkejut dan merasakan bahaya dari serangan balasan dari Reynhard dan iapun terpaksa melompat ke samping untuk menghindari serangan itu.

__ADS_1


Ya, serangan Reynhard mengenai dinding tanah dan menciptakan sebuah lubang yang sangat besar.


"Sialan!!" Ucap Albert ketika melihat lubang besar didinding tanah itu, iapun menatap ke tajam ke arah Reynhard, "Rupanya kau sungguh-sungguh ingin membunuhku...."


"Hah... hah... hah..." Reynhard perlahan mengatur nafasnya dan iapun terlihat kelelahan, "Jangan salahkan diriku bila kau terbunuh saat melawanku!! Bukankah kalianlah yang memulainya lebih dulu?"


Albert menjadi sangat geram, "Apa kau pikir bisa membunuhku?"


"Jangan bermimpi, bodoh!! Lihatlah dirimu saat ini!!"


"Aku bahkan merasa energimu telah melemah dan 'mana zone' milikmu perlahan memudar..."


Reynhard malah tersenyum menyeringai, "Jangan membohongi dirimu sendiri!! Aku juga merasa energimu telah melemah dan juga kurasa 'mana zone' milikmu perlahan memudar..."


"Memangnya kenapa? Aku akan tetap menang!!!!" Teriak Albert dengan berlari ke arah lawan, iapun memukul wajah Reynhard akan tetapi 'si keturunan pahlawan' itu menghindar dengan memiringkan kepala.


"Panas sekali!!" Pikir Reynhard yang terkena sedikit cipratan lava pijar, iapun segera melompat mundur menjaga jarak.


"Hahahahaha...!! Aku bisa merasakannya!! Mana Zone milikmu sudah benar-benar menghilang!!" Albert tertawa lepas lalu mengejarnya dan iapun melancarkan pukulan, "Cthing!!!!"


Reynhard mampu menahan tinju lava pijar itu dengan pedangnya, "Meski 'mana zone' milikku telah menghilang tapi tetap saja aku tak akan kalah denganmu..." ucapnya dengan sorot mata tajam.


*****


Mereka masih bertarung lagi sementara itu Djarot 'si cyborg' berlari pada saluran air bawah tanah itu.


"Aku telah selesai memetakan saluran air ditempat ini dengan komputer canggih dan sekarang waktunya bergerak..." iapun menembaki dinding saluran air yang bercabang sehingga saluran air hanya mengarah pada satu titik saja.


"Ya, tinggal sedikit lagi dan ku harap Reynhard bisa bertahan lebih lama..."


"Jika aku selesai melakukan tugasku maka akan ada air yang sangat besar sehingga mampu menyentor Albert 'si dragon slayer lava' itu..." gumam Djarot 'si cyborg'


Ya, sementara Reynhard bertarung mati-matian Djarot sedang bergerak menjalankan sebuah rencana.


Akankah keduanya berhasil mengalahkan Albert?

__ADS_1


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 102 : Terseret


__ADS_2