The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 115 : Mendapatkan Lisensi


__ADS_3

Diistana kerajaan Albion.


"Tap... tap... tap..." seorang pria dengan jubah hitam yang terlihat sangat ngantuk dan tentu saja malas sedang berjalan perlahan dilorong, "Huuaammss..." iapun menguap dengan mulut terbuka lebar.


Ia adalah salah satu dari 9 komandan penyihir yang berada secara langsung dibawah perintah Kaisar Sihir.


Pria itu bernama Jack Rakan 'si seribu pedang'


Jack Rakan pergi menuju ke sebuah pintu dan mengetuknya, "Tok... tok..."


"Masuklah!!"


Secara perlahan ia membuka pintu tersebut dengan menguap karena malas, "Huuaamms... ngantuknya..." gumamnya dalam hati.


Ya, ruangan yang Jack Rakan adalah ruangan milik Kaisar Sihir, Julius Nova.


"Hmm... Tuan Julius, ada perlu apa kau denganku?" Ucap Jack Rakan dengan malasnya.


"Hahahaha, ternyata kau sudah sampai juga, Jack..." Tuan Julius menjawab dengan terseyum lebar.


"Aku tau kau sedang sibuk..."


"Ya, aku sibuk menamatkan gameku..." sahut Jack Rakan dengan malasnya.


"Aku punya misi yang bisa kau kerjakan..."


"Merepotkan sekali..." gumam Jack Rakan dalam hati, "Jadi misi seperti apa yang harus ku kerjakan agar aku bisa kembali bermalas-malasan...."


Tuan Julius menjelaskan dengan serius, "Aku menerima laporan bahwa ada sebuah pertarungan luar biasa hebat antara dua penyihir misterius melawan iblis es..."


"Dua penyihir misteri?" Jack Rakan agak penasaran, "Memang seperti apa mereka?"


"Akupun tak tau tetapi dari laporan yang ku dengan masing-masing dari mereka setara dengan komandan pasukan sihir..."


"Kuat banget dong..." sahut Jack Rakan.


"Benar sekali!!"


Jack Rakan bertanya, "Jadi misi seperti apa yang harus ku lakukan?"


"Aku ingin kau memeriksa pertarungan mereka dan aku ingin tau apa tujuan mereka bertarung!! Mereka sekuat komandan pasukan sihir jadi tak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa mengacam kerajaan Albion... "


"Aku mengerti dan aku akan segera kesana..." ucap Jack Rakan dengan entengnya, "Ngomong-ngomong dimana lokasi pertarungan mereka?"


"Dekat perserikatan penyihir..."


"Kenapa anda tak minta bantuan pada perserikatan penyihir bila lokasinya dekat dengan mereka?"


"Entahlah, tapi aku punya firasat buruk tentang perserikan penyihir yang membuatku tak bisa mempercayai mereka..."


"Oh, aku mengerti!! Memang benar perserikatan penyihir itu berisikan orang-orang kotor jadi kita bisa percaya sepenuhnya pada mereka..." Jack Rakan berbalik, berjalan menuju pintu keluar dan berkata, "Aku pergi!!"


"Tunggu!!"


Jack Rakan berbalik lagi, "Memangnya ada apa lagi?"


"Jack Rakan, kau memang kuat akan tetapi jangan terlalu memaksakan diri dan mereka kuat jadi sebisa mungkin jangan terlibat pertarungan dengan mereka..."


"Aku mengerti..." Jack Rakan keluar ruangan, "Terima kasih telah mengkhawatirkanku..."

__ADS_1


*****


Di guild White Tiger.


Ragna sedang mengobrol dengan si gadis bartendei yaitu Sistina.


"Dengan berbagai keuntungan dari linsensi penyihir jadi bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan lisensi itu?" Ucap Ragna dengan datar sambil menengguk secangkir kopinya.


"Hmm, agak sulit untuk mendapatkannya..."


"Kenapa sulit?"


"Ada dua lisensi, pertama dari perserikatan guild lalu dari pihak kerajaan..."


"Untuk mendapatkan lisensi dari pihak kerajaan maka terlebih dahulu kau harus memiliki lisensi dari perserikatan guild..."


"Kelihatannya mudah..."


"Jangan meremehkan!! Diibukota kerajaan kau harus bersaing dengan para bangsawan untuk mendapatkan lisensi..."


"Dan perlu diingat lagi bahwa para petarung dari bangsawan itu sangat terlatih, memiliki kapasitas mana yang luar dan tentu saja mereka kuat..."


"Apa diantara para bangsawan itu juga ada mereka yang merupakan keturunan pahlawan seperti Reynhard?"


"Ya, tentu saja ada..."


Ragna terdiam dan beberapa kali menengguk secangkir kopinya hingga habis, "Meskipun sulit tiada salahnya mencoba mendapatkan lisensi penyihir..."


"Hehehe..." Sistina tertawa, "Ada satu masalah lagi..."


"Apa itu?"


"Mendapatkan lisensi dari perserikatan guild memanglah gratis akan tetapi untuk mendaftarkan diri untuk mendapatkan lisensi dari pihak kerajaan dibutuhkan biaya sebanyak 10 keping emas..."


"Hehehe, kenyataannya memang begitu..."


"Cih, lagi-lagi masalah uang!! Sebenarnya apakah mereka tak ingin melihat kerajaan ini maju sih?" Ucap Ragna yang terlihat kesal setelah mengetahui sistem mendapatkan lisensi.


"Jbbrrak...!!" Mendadak Erinka dan Kanna muncul dengan mendobrak pintu masuk hingga copot, "Dia disana!!!"


"Woiy, hati-hati!!! Kita punya banyak hutang dan kalian malah merusak pintu masuk!!" Bentak Sistina yang biasanya pendiam.


Sontak keduanya menjadi sangat takut, "Maafkan kami karena tak hati-hati..." mereka berdua berjalan mendekati Ragna.


"Hmph...!!" Dihadapan Ragna keduanya nampak marah dan berkacak pinggang.


"Kenapa kau meninggalkan kami?" Ucap Erinka dengan nada membentak.


"Benar, tidak sopan!! Padahal kami sedang berdebat dan seharusnya kau jadi penengahnya..." ucap Kanna agak kesal.


"Kau menyebalkan!!"


"Benar, kau benar-benar menyebalkan..." ucap Kanna.


"Hadeh..." Ragna menggaruk-garuk kepala bagian belakang dan ia agak malas menanggapi dan iapun bergumam dalam hati, "Bagaimana bisa mereka kompak marah padaku padahal sebelumnya saling berdebat?"


"Anu, Sistina..."


"Ya, ada apa?"

__ADS_1


"Bisakah kau memberitahuku lokasi tempat perserikatan penyihir itu berada?"


"Tentu saja..." ucap Sistina yang kemudian pergi untuk mengambil sebuah peta lokasi perserikatan penyihir.


"Eeehh...!!!" Kanna dan Erinka terkejut ketika Ragna menyebutkan tentang perserikatan penyihir.


"Perserikatan penyihir?" Ucap Kanna.


"Benar..."


"Memangnya apa yang akan kau lakukan ditempat itu?" Tanya Erinka.


"Tentu saja aku ingin mendapatkan lisensi sebagai penyihir..."


"Lisensi penyihir itu apa?" Tanya Kanna yang kurang mengerti.


"Hmm, jadi kau juga belum punya lisensi penyihir, ya?" Ucap Erinka.


"Tentu saja belum..."


"Lisensi penyihir adalah sebuah surat pengakuan dari kerajaan bahwa kau benar-benar penyihir yang dapat diandalkan oleh masyarakat..." jelas Ragna seadanya meski ia juga tak sepenuhnya tau.


"Sebenarnya lisensi itu tak terlalu dibutuhkan..." ucap Erinka.


"Apa kau tak punya?" Tanya Ragna.


"Cih..." Erinka agak kesal, "Bukan tak punya atau apalah!! Tapi aku menganggap bahwa lisensi penyihir itu tidak penting..."


"Oh, terserah kau saja..." Ragna tak peduli.


"Aku juga ingin mendapatkan lisensi penyihir..." ucap Kanna.


"Kalau begitu mari pergi bersama..." ucap Ragna.


"Eemm..." Kanna menjawab dengan mengangguk.


Sistina selesai mencarikan peta lokasi tempat berdirinya perserikatan penyihir dan iapun memberikannya pada Ragna, "Ini ambilah!!"


"Terima kasih..." ucap Ragna yang terlihat senang dan bersemangat, "Mari pergi dapatkan lisensi!!!"


"Yeah..." jawab Kanna dengan semangat juga.


Setelah mendapatkan lokasi tempat tujuan mereka, keduanya lalu bergegas menuju pintu keluar, Sistina melirik ke arah Erinka, "Ada apa?"


"Bukankah seharusnya kau tau apa yang seharusnya dilakukan?" Tanya balik Sistina.


Erinka agak kesal, "Iya deh aku ikut mereka..." iapun berlari mengejar keduanya.


"Tunggu aku!! Aku ikut..." ucap Erinkag


Keduanya menoleh ke belakang, "Apa yang membuatmu berubah pikiran?" Tanya Ragna.


"Jangan banyak bertanya!! Aku juga ingin mendapatkan lisensi penyihir!!" Ucap Erinka.


"Eeehhh...??" Kanna terkejut pada perubahan sikap Erinka.


Ragna tak peduli dan iapun tersenyum menyeringai lalu berkata dengan semangat, "Yosh!!!! Mari mulai bertualang!!!"


"Ya..." jawab Erinka dan Kanna serentak.

__ADS_1


Mereka bertiga pergi dan seperti apakah petualangan yang menanti mereka?


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 116 : Anak Iblis


__ADS_2