The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 62 : Pasukan Rahasia


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Dilangit yang biru awan-awan putih bergerak secara perlahan, angin berhembus pelan dan air terasa tenang dengan gelombang ombak menggulung-gulung beraturan.


Burung-burung berterbangan kesana kemari dilangit yang cerah itu.


Sebuah kapal layar yang ukurannya tak terlalu kecil dan juga tak terlalu besar mengapung dilaut biru yang tenang itu.


Ya, kapal itu membawa anggota guild White Tiger dan Sabertooth.


Ragna dan Pak Gamou berada dibagian depan kapal, "hah..." Ragna menarik nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan, "Udara ditengah lautan sangat segar sekali!!"


"Aku setuju denganmu, nak..." ucap Pak Gamou yang berada didekat Ragna.


"Hehehe... Pak Gamou, memangnya sekuat apa anda? Kenapa anda bilang sejajar dengan mendiang Pak Tua Boon?"


"Hahahaha... Pak Boon, ya?" Ucap Pak Gamou dengan tersenyum menyeringai, "Ya, mungkin saja bila terjadi pertarungan dalam jangka pendek dia bisa mengalahkanku dengan mudah akan tetapi bila pertarungan berlangsung lebih dari 1 jam mungkin aku dapat mengalahkannya..."


"Kok gitu?"


"Kau ingat kemampuan Pak Boon?"


"Yap, tentu saja!! Kemampuannya adalah mengubah lemak menjadi kekuatan dan energi..." jelas Ragna.


"Kemampuannya itu memiliki batasan yaitu tergantung seberapa banyak lemak yang ia miliki dan kekuatannya jika tidak diistirahatkan lalu digunakan secara terus menerus maka akan semakin melemah..."


"Jadi singkatnya Pak Boon tak cocok bertarung dalam waktu yang lama sedangkan kemampuanku berlawanan dengan miliknya..." jelas Pak Gamou dengan tersenyum menyeringai.


"Hmm... memangnya apa kemampuan anda?"


"Hey, itu rahasia dan hanya orang bodoh yang mengatakannya pada orang lain..."


"Cih..." Ragna merasa diejek karena telah memberitahukan kemampuannya pada Pak Gamou.


Suasana lautan saat mereka berlayar sangatlah bagus dan mendukung untuk bersantai.


Diujung kapal bagian depan ada Ragna dan Pak Gamou yang sibuk saling bercerita, keduanya sedang menikmati hembusan angin segar.

__ADS_1


Di bagian samping kiri kapal ada Denjirou dan ketiga istrinya yang menikmati waktu luang dengan memancing, mereka bertiga seakan sedang berbulan madu saja.


Lalu dibagian kanan kapal ada Erinka dan Lisha yang sedang berjemur dan mengganggap seperti dipantai. Keduanya terlihat menikmati perjalanan ini.


Hanya Kai yang seorang diri berada diruang kemudi, ia terlihat serius dengan melihat sebuah peta, "Kita hampir sampai dikordinat yang ditunjukan oleh peta..." gumam pria itu dalam hati.


Suasana saat itu bagaikan seperti liburan saja karena mereka terlihat sangat lengah akan tetapi semuanya perlahan berubah ketika mereka memasuki sebuah perairan.


Angin mendadak berhenti berhembus, ombak lautan mendadak berubah semakin kuat, langit menjadi gelap gulita dan munculah kabut diwilayah itu.


Hal itu membuat mereka sangat waspada, Denjirou dan ketiga istrinya berhenti memancing lalu Erinka dan Lisha bangkit dari tempat mereka berjemur.


Pak Gamou yang berada dibagian depan kapal berteriak pada Kai yang ada diruang kemudi, "Kai, apa yang telah terjadi?"


"Tap... tap... tap..." Kai keluar ruangan dengan membawa peta, ia mentap jauh ke depan, "Kita telah sampai pada tempat yang ditunjukan oleh peta dan sebentar lagi kita sampai dititik kordinat dimana kita akan menjalankan misi..."


"Begitu, ya?" Pak Gamou mulai paham bahwa ada bahaya yang mendekat, "Semuanya persiapkan senjata kalian masing-masing!!!"


"Siap!!!" Jawab mereka yang ada disamping kanan kiri kapal, mereka jadi waspada dan mulai mengambil senjatanya masing-masing.


Ragna menatap ke depan dengan sorot mata tajam meski berkabut, iapun bergumam dalam hati, "Jadi ditempat ini banyak kapal-kapal yang menghilang, ya?"


"Entah mengapa suasana ini seperti ini membuatku takut saja..."


"Aku yang terbiasa hidup ditengah-tengah hutan merasa bahwa makluk yang kita hadapi sangat berbahya..." gumamnya dalam hati dengan mengingat-ingat apa yang dikatakan Master Mark bahwa yang ia hadapi adalah sesosok makluk mitologi.


"Apa lagi ini?" Ucap Erinka dengan berpegangan pada pembatas kapal, ia geram akan tetapi bercampur dengan rasa takut karena sedang berada dilaut.


Lisha yang berada didekat si gadis bangsawan itu berkata, "Mungkin kita sudah sampai dilokasi tempat kapal-kapal yang hilang..."


"Mungkin saja..." ucap Erinka dengan terlihat semangat meski sebenarnya ia merasa sangat takut.


Pak Gamou memberanikan diri untuk mengecek sumber guncangan, ia memeriksa bagian depan kapal yang ternyata berbenturan dengan kapal lain.


Penyihir kelas atas Sabertooth itu menatap tajam seorang pria kekar dengan rambut acak-acakan dan mengenakan pakaian hitam itu, "Siapa kalian?"


"Sebelum bertanya ada baiknya kalian memperkenalkan diri lebih dahulu..." pria itu malah balas bertanya.


Pak Gamou tak mau berdebat apalagi terlibat konflik dengan mereka, "Aku adalah penyihir dari Guild Sabertooth dan namaku adalah Gamou..."


"Cih, guild resmi dari kerajaan rupanya..."


"Benar sekali dan kami disini untuk memeriksa apa yang menjadi penyebab hilangnya kapal-kapal..." jelas Pak Gamou.


Pria itupun melompat dari kapalnya dan jatuh tepat dihadapan Pak Gamou, "DYYEESS...!!" Ia jatuh dengan pijakan kuat sehingga kapal menjadi miring.

__ADS_1


"Pergilah dari sini!!!" Ucap pria itu dengan sorot mata tajam.


Pak Gamou menjadi serius, "Padahal aku tak ingin terlibat masalah denganmu..."


Pria itupun melesat dengan mengepalkan tangan lalu langsung memukul dagu Pak Gamou, "Jbbuuak!!" Pria dari Sabertooth itu terdorong darl tempatnya berpijak.


Pria ninja itupun terkihat kesal karena Pak Gamou dapat bertahan, "Sialan!!" Iapun memukuli kembali Pak Gamou, "Jbbuuak!!"


"Cih..." Pak Gamou mengusap darah yang ada pipinya dan ia yang biasanya ramah dan santai kini terlihat sangat marah,


Pria dengan pakaian hitam itupun memukul lagi akan tetapi kali ini Pak Gamou tak tinggal diam, ia langsung mengepalkan tangan dan juga memukul, "Jbbllast!!" Dua kepalan tinju saling beradu.


Pria dengan pakaian hitam itu terkejut saat mengetahui kekuatan fisik Pak Gamou, "Yang benar saja!!" Gumamnya dalam hati.


Pak Gamou menatap tajam, "Sebenarnya siapa kalian? Mengapa kalian berada ditempat ini?"


"Aku tak perlu menjawab pertanyaanmu..." ucap pria dengan pakaian hitam itu yang lalu bersiul.


Para pasukan hitam yang ada dikapal sebelah langsung melompat ke kapal yang dikendalikan oleh Kai.


Dua guild itu tau betul bahwa mereka harus menghadapi pria serba hitam itu.


Pak Gamou dengan sorot mata tajam berkata, "Aku tak tau siapa kalian dan aku tak tau tujuan kalian akan tetapi sepertinya kalian bukan kelompok baik..."


"Aku akan mengusir kalian dari perairan ini..."


"Coba saja kalau bisa!!!" Pria bertubuh kekar besar itu malah menantang dan seakan tak merasa takut meski yang dilawan adalah penyihir kelas atas.


Pak Gamou meningkatkan energi dan menggunakan kemampuan sihirnya, otot-ototnya mengembang dan ukuran tubuhnya membesar.


Ia memiliki tanduk mencuat diatas kepala, "Inilah sihirku!! Sihirku adalah tipe binatang yang membuatku bisa berubah menjadi bison..."


Penyihir kelas atas dari Sabertooth akhirnya menunjukan kemampuannya!!


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 63 : Monster Laut


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2