
"Ugh!!" Satoru perlahan bangkit lagi setelah dihempaskan oleh Erinka, iapun melihat lapisan besi yang ada diperutnya nampak sobek, "Sialan, aku terlalu meremehkan gadis itu..."
Satoru berdiri tegak lalu memperkuat pijakan kaki dan dengan sekali kepakan sayap, iapun melesat sangat cepat, "WUUSS...!!!"
Didalam gerbong kereta Erinka mengusap darah akibat luka goresan dari lawan, "Aku harus berhati-hati..."
"Hampir saja wajahnya terkena luka fatal..." gadis bangsawan angkuh itupun jadi sangat waspada.
Satoru melesat sangat cepat dan menabrak dinding gerbong begitu saja, "DYYEESS...!!" Gerbong itupun hancur lebur terpotong menjadi dua bagian.
Rikka yang melihat kejadian itu menjadi sangat takut dan memeluk pinggang Kanna dengan erat-erat.
Kanna tersenyum lalu mengelus kepala gadis kecil itu dan berkata, "Kau tak perlu khawatir karena semuanya akan baik saja..."
"Kurasa masalah disini dapat diselesaikan oleh Ragna dan Erinka jadi kita tinggalkan saja tempat ini..."
"Emm..." Rikka mengangguk tanda ia setuju.
Akibat hantaman Satoru, bagian tengah kereta jadi terangkat lalu hampir masuk ke jurang.
Sebagaian pasukan Batalion Bayangan terjatuh dari gerbong kereta dan mereka terjun bebas ke dalam jurang.
Ragna yang berpegangan pada sebuah besi menatap ke arah gelapnya jurang, "Sialan, jika terjatuh ku yakin aku akan mati..."
Iapun menciptakan lengan panjang dari elemen kegelapan lalu pergi menjauh ke tempat yang lebih aman, "Aku akan melakukan evakuasi pada para penumpang lainnya yang masih terperangkap..."
*
Erinka bertemu kembali dengan Satoru akan tetapi kali ini dalam posisi tak diuntungkan.
Satoru terbang melayang diudara sementara itu Erinka berpijak pada atap gerbong yang miring karena hampir masuk ke jurang, "Sial, dia hampir membuat kereta ini terjun ke jurang..." ucapnya dengan suara pelan dan sorot mata tajam pada Satoru.
"Gadis kecil, kau telah membuatku marah..."
__ADS_1
"Kau juga telah membuatku marah..." ucap Erinka dengan mengacungkan pedang besarnya yang penuh kobaran api itu, "Kemarilah dan mari segera selesaikan semua ini!!"
"Kurang ajar sekali!!" Ucap Satoru dengan terbang menukik ke bawah, ia mengepalkan tangan dan langsung saja memukul, "Cthing!!!" Pukulan kuat itupun ditahan dengan pedang besar Erinka.
"HIIAA...!!" Satoru memperkuat tekanan sehingga atap gerbong yang merupakan tempat berpijak Erinka hancur, "Sial..." Erinka terpojokan dan iapun meningkatkan energi sihirnya sehingga kobaran api yang ada pedangnya semakin panas.
"Cih..." Satoru terpaksa mundur, "Boleh saja, gadis kecil!! Tapi bagaimana dengan yang ini?" Iapun terbang ke arah samping kereta dan menendang gerbong kereta dengan sangat kuat, "Jbbuuak!!"
Gerbong kereta tersebut berguncang lalu secara perlahan terperosok masuk jurang, "Yang benar saja!!!" Teriak Erinka yang kehilangan pijakan dan ikut terjatuh ke dalam jurang.
Ragna yang melihat sebagian kereta itu jatuh bergumam dalam hati, "Fiuh, aku beruntung telah selesai mengevakuasi semua penumpangnya..." iapun terlihat sangat lega.
Satoru menatap ke dasar jurang yang gelap dan penuh dengan bebatuan tajam, "Apa gadis kecil itu masih hidup?" Pikirnya yang sebelumnya melihat Erinka jatuh ke dalam jurang.
Erinka sendiri masih selamat akan tetapi didasar jurang ia nyaris tertusuk bebatuan tajam, "Aku hampir mati..." iapun menggunakan lengan kanan yang terlapisi kegelapan untuk berpegang pada dinding jurang yang curam.
Meski curam tapi kegelapan yang ada ditangan kanan Erimka dapat berubah bentuk sesuka hatinya jadi ia dapat berpegangan dan bertahan.
"Aku akan memberikan pelajaran pada orang itu..." ucap Erinka yang berubah menjadi sangat geram.
"Aku datang untukmu!!!" Teriak Erinka yang dengan melesat cepat terbang ke atas, "Wuuss...!!" Iapun mengarah langsung pada Satoru.
"Apa!!!" Satoru terkejut saat melihat lawannya masih hidup dan sekarang ini mengarah padanya.
Erinka yang melesat mendekat mengepalkan tangan berbalut kegelapan sehingga ukurannya sangat besar lalu langsung saja memukul, "Jbbllast!!" Satoru sempat menahan dengan menyilangkan kedua lengan akan tetapi karena kuatnya hantaman iapun terbang ke angkasa.
"Aku tak tau sejauh apa ia terhempas..." ucap Erinka dengan menatap ke atas dan iapun kembali menonaktifkan kegelapan yang menyelimuti lengan kanannya.
"Tap..." secara perlahan Erinka mendaratkan kakinya pada permukaan tanah dan kembali menonaktifkan kobaran sayap api biru yang ada dipunggungnya.
Erinka menatap ke atas dan berkata, "Apa semua ini telah berakhir?"
Mendadak sebuah energi kuat terasa dilangit dan energi itupun mendekati Erinka yang secara spontan langsung waspada.
__ADS_1
"DYYEESS...!!!" Satoru jatuh dengan hantaman kuat sehingga mengguncang daerah tebing terjal dan curam itu.
Sebuah bongkahan batu yang letaknya diatas mereka jadi perlahan runtuh, "Apa!!!" Sontak Erinka terkejut.
"Biarkan aku saja yang mengatasinya!!!!" Teriak Ragna yang ada dikejauhan, iapun menciptakan sepasang sayap dari elemen kegelapan lalu terbang melesat dengan sekali kepakan sayap, "WUUSS...!!"
Ragna menciptakan lagi 10 lengan kegelapan lalu memukul puing-puing bebatuan yang jatuh, "HIIAA...!!!" Ragna berjuang sekuat tenaga dengan melancarkan pukulan cepat secara bertubi-tubi.
Bebatuan yang jatuh itupun hancur lebur tak bersisa oleh pukulan bertubi-tubi dari Ragna.
Satoru yang melihat aksi dari Ragna bergumam dalam hati, "Lagi-lagi bocah itu!! Dia benar-benar keras kepala..." iapun teringat kejadian yang lalu saat dikalahkan oleh Ragna dan Kai.
Erinka langsung melesat ke arah Satoru dan menusukan pedangnya yang berkobar api tepat pada dadanya, "Cthing!!" Lapisan besi yang ada diseluruh tubuh Satoru mampu melindunginya akan tetapi karena tekanan dorongan dari Erinka, iapun terdorong ke belakang.
"Aku tak akan membiarkan dirimu pergi lagi!! Akan ku habisi kau sekarang juga..." ucap Erinka dengan sorot mata tajam.
"Yang benar saja!!" Satoru mencengkram ujung mata pedang yang tajam milik Erinka, "Jangan terlalu sombong, gadis kecil!!!"
Erinka berusaha menarik kembali pedangnya akan tetapi cengkraman tangan Satoru lebih kuat, "Sial..."
"Aku memang gagal mendapatkan Sang Phoenix kemarin akan tetapi dipertarungan ulang ini ku pastikan akan ku rebut darimu burung api Phoenix..." Satoru melepaskan cengkraman tangan akan tetapi ia langsung melesatkan tendangan pada wajah Erinka, "Jbbuuak...!!"
Erinka terlempar dan segera berdiri meski masih sempoyongan. Iapun mencoba berdiri tegak akan tetapi Satoru melesat lagi dan memukul perut Erinka, "Jbbuuak..!!"
"Uhuk..." Erinka terkena pukulan telak dan iapun terlempar ke belakang.
Satoru dengan langkah perlahan berjalan mendekati Erinka, "Kau telah membuatku marah gadis kecil jadi terimalah akibatnya..."
Erinka mencoba berdiri tegak akan tetapi ia masih merasakan sakit diperut dan diwajahnya, "Sakit sekali!!" Gumamnya dalam hati.
"WUUSS...!!"
"DYYEESS...!!" Mendadak Ragna melesat dari atas dan jatuh dengan pijakan kuat tepat dihadapan Satoru, "Ini bukan waktunya main-main lagi!!!"
__ADS_1
"Erinka tak mampu lagi bertarung jadi giliranku menggantikannya..." ucap Ragna dengan sorot mata tajam, iapun melapisi kedua lengannya dengan kegelapan sehingga kepalan tangannya berubah menjadi besar, "Tak akan ku biarkan kau bertindak seenaknya lagi...!!"
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 122 : Pemimpin Baru