The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 127 : Menyusup II


__ADS_3

"Markas mereka ada disana!!!" Dengan jari telunjuknya dari atas air terjun, Jack Rakan menunjuk ke bawah tepatnya ke tengah hutan belantara yang dimana disana ada kepulan asap.


Ketiganya terkejut.


"Hey, letaknya kok jauh sekali!!" Ucap Ragna.


"Benar, kenapa seolah kita bergerak menjauh lokasi markas mereka?" Tanya Erinka.


"Apa benar itu markas mereka?" Kanna agak ragu.


Jack Rakan dengan ekspresi malas mulai menjelaskan, "Asal kalian tau saja, aku pernah menyusup ke tempat itu akan tetapi entah mengapa aku langsung ketahuan begitu mendekati wilayah mereka..."


"Aku berpendapat bahwa mereka pasti memasang sensor pada wilayah mereka jadi kita tak bisa sembarangan mendekat..."


"Owh..." ketiganya mengangguk paham, "Lalu bagaimana caranya kita menyelamatkan Rikka sekarang?" Tanya Kanna.


"Mana ku tahu!! Aku hanya menunjukan lokasi markas mereka tetapi aku tak tau cara membobol markas mereka..." ucap Jack Rakan.


Ketiganya menemui jalan buntu lagi akan tetapi setelah berfikir sejenak, Ragna mendapatkan ide, "Aku mungkin punya sebuah rencana..."


"Hah?? Memangnya rencana apakah kau miliki?" Tanya Erinka.


Ragna pun mulai menjelaskan idenya, "Bagaimana kalau biar aku saja yang pergi sementara kalian?"


Erinka bertanya, "Apa maksud dari kata-katamu itu?"


"Ah, begini!! Aku memiliki kemampuan teleport jadi biarkan aku saja yang melakukan penyusupan dan kalian semua cukup nonton saja dari kejauhan..."


"Kalian bisa beraksi bila kami terdesak atau mungkin setelah aku mendapatkan Rikka kembali..." jelas Ragna.


Erinka dan Kanna terdiam lalu keduanya memahami apa yang telah dikatakan Ragna, "Baik, kita lakukan rencanamu itu..." ucap Erinka.


"Tapi ingat!! Kau juga harus selalu hati-hati..." ucap Kanna.


"Sip...!!!" Jawab Ragna penuh semangat.


Jack Rakan dengan malasnya berkata, "Pergilah, nak!!"


"Aku sudah tau!!" Ucap Ragna yang kemudian pergi menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


Jack Rakan menghembuskan asap rokok dan menatap ke arah markas musuh yang letaknya dikejauhan, "Hah..."

__ADS_1


"Kita juga harus mempersiapkan diri bila harus bertarung nanti..."


*****


Sementara itu.


Diperkemahan pasukan ilegal yaitu Batalion Bayangan nampak biasa saja sama seperti hari-hari biasa lainnya.


Para penjaga berkeliling perkemahan dan tak melihat hal yang janggal dimanapun.


Lalu disalah satu tenda yang merupakan tenda paling besar yaitu tenda utama, Hiruko sedang berbicara dengan pemimpin Batalion Bayangan yang lainnya.


Mereka duduk disebuah meja bundar dengan suasana gelap gulita bagaikan tempat perjudian.


"Hahahaha...!! Sebagai pemimpin divisi ke-9 yang baru pencapaianku sangat luar biasa bahkan melampaui kalian berdua!!"


"Kalian memang kuat akan tetapi aku jelas-jelas punya potensi!!" Ucap Hiruko dengan membanggakan dirinya sendiri, "Aku akan dipromosikan dan jabatanku akan dinaikan terlebih saat ini posisi pemimpin ke-8 sedang kosong karena Satoru mati dalam pertarungan..."


Dua pemimpin Batalion Bayangan yaitu pemimpin divisi ke-5 dan ke-6 merespon biasa saja pencapaian dari Hiruko itu.


"Bodoh!!" Ucap pemimpin divisi ke-6 yang merupakan seorang wanita, ia menjadi cukup risih pada apa yang dikatakan oleh Hiruko, "Pencapaian? Kau bilang menangkap seorang gadis kecil adalah sebuah pencapaian? Jangan buat aku tertawa, bodoh!!"


"Kau hanya orang baru yang kebetulan saja menduduki jabatan pemimpin divisi ke-9..." ejek pemimpin divisi ke-6 yang merupakan seorang penyihir wanita, ia bernama Fibel.


Fibel sang pemimpin ke-6 malah mengejek lagi, "Bukankah kau sudah mendengarnya dengan jelas? Bahwa menangkap gadis iblis kecil bukanlah sebuah pencapaian yang luar biasa!! Bagiku menangkap gadis iblis kecil itu hanya sebuah permainan..."


"Sebuah permainan yang dapat dengan mudah dimenangkan..."


"Apa!!!!" Hiruko menjadi agak emosi dan geram, "Permainan katamu?"


"Benar sekali!!!"


"Meskipun kau menganggapnya menanggap gadis iblis kecil itu adalah permainan tapi nyatanya kau juga tak mampu menangkap gadis iblis kecil itu!!! Lagi pula menangkapnya membuat Satoru mati jadi menangkap gadis kecil itu adalah sebuah pencapaian yang besar..." teriak Hiruko.


"Hahahaha...!! Itu anggapanmu saja!!" Ejek Fibel lagi.


"Gadis tengik sialan!!!"


Pemimpin ke-5 mulai risih karena Hiruko terus saja menyombongkan diri, pria dengan pedang besar dipunggungnya itupun berkata dengan sorot mata tajam, "Sudah cukup!!! Diamlah Hiruko!!"


Sontak Hiruko yang sebelumnya berbesar diri dan bangga menjadi diam dan tak berkutik.

__ADS_1


"Menangkap gadis kecil itu memang sungguh pencapaian yang luar biasa akan tetapi perlu diingat kita juga telah kehilangan Satoru dalam pertaruan, jadi apa kau mengerti?"


"Ya, aku mengerti..." jawab Hiruko dengan wajah tertunduk.


Pemimpin ke-5 Batalion Bayangan itupun memasang raut wajah serius dan berkata, "Kita dalam masalah baru!! Dari laporan yang ku dengar bahwa Satoru telah dihabisi oleh salah satu Komandan Pasukan Penyihir kerajaan Albion..."


"Kita organisasi ilegal dan belum saatnya kita berurusan dengan pihak kerajaan jadi kita harus mengantisipasi langkah selanjutnya..."


Sang pemimpin ke-6 yaitu wanita pengguna grimoire sihir berkata, "Aku telah melaporkan hal itu pada pusat dan pusat memberikan perintah yang mengejutkan yaitu mereka memerintahkan pada kita untuk segera meninggalkan markas ini agar keberadaan kita tak ketahuan oleh pihak kerajaan Albion..."


"Oh, begitu rupanya..." pemimpin ke-5 paham, "Kalau begitu ku serahkan masalah pemindahan markas padamu, Hiruko..."


Meski masih kesal akan tetapi Hiruko berusaha tetap prefisional, "Siap, aku mengerti..."


Pasukan Batalion Bayangan telah mengambil sikap dan mereka berniat memindahkan markas mereka lagi.


*****


Sementara itu, Ragna yang sedang melakukan penyusupan berada dikejauhan gerbang pintu masuk.


"Disini tempat Rikka ditahan..." gumam Ragna yang bersembunyi dibalik batang sebuah pohon dan iapun mengamati gerbang pintu masuk yang penuh penjagaan.


"Ya, meski aku dapat masuk menggunakan kemampuan teleport tapi melakukannya tanpa membuat keributan adalah hal yang sangat susah..." gerutu Ragna, "Ya, sekarang apa yang harus ku lakukan?"


Ragna berfikir sejenak lalu mendapatkan ide untuk menyusup, "Zink!!" Iapun berteleport masuk melewati tembok gerbang kayu itu lalu berteleport lagi, "Zink!!"


Ia muncul dikamar mandi dan tepat saat seseorang juga sedang mandi, "KYYAA...!!!!"


"Siapa kau!! Dari mana kau datang!!"


"Jbbuuak!! Jbbuuak!!" Ragna segera memukuli pria itu hingga babak belur dan iapun segera mengambil pakaian pria itu dan mengenakannya.


"Yah, muncul dikamar mandi kurasa memang ide yang terbaik..." gumam Ragna dalam hati, iapun menatap tubuh pria yang tak sadarkan diri itu dan berkata, "Maafkan aku, ya?"


Ragna segera bergegas keluar, ia yang sekarang telah mengenakan pakaian serba hitam mulai membaur dengan yang lainnya tanpa ada satu orangpun yang mencurigainya.


"Yap, sekarang tinggal mencari tempat Rikka ditahan lalu segera melarikan diri dari tempat ini..." pikir Ragna dengan simpelnya.


Mendadak perut Ragna berbunyi dengan keras dan hal itupun membuat jalan pikirannya berubah lagi, "Yap, kurasa aku harus cari makan dulu sebelum beraksi menyelamatkan Rikka..." ucapnya yang kemudian mencari-cari dapur tempat memasak.


Ragna sudah masuk ke dalam kamp perkemahan dan iapun siap beraksi menyelamatkan Rikka yang ditahan!!!

__ADS_1


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 128 : Ketemu!!


__ADS_2