The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 97 : Mandi Dan Rapi


__ADS_3

Ragna memutuskan tak lari lagi lalu ia memilih menghadapi Kanna secara langsung.


Kini ia yang kesal berdiri tegak berhadapan dengan Kanna.


"Aku tak akan pergi kemanapun lalu karena aku sudah muak denganmu maka akan ku hadapi kau..."


"Oh, begitu!! Aku juga akan menghajar orang yang telah mengejekku..."


Ragna menjadi semakin jengkel dan ia malah memprovokasi, "Hey, Siapa yang mengejek? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya bahwa dirimu itu bau busuk..."


"Aku tak bau!!! Aku dicintai semua orang bahkan kucing-kucing mengikutiku..." teriak Kanna.


"Itu karena bau amis dari tubuhmu lalu mereka menganggap dirimu ikan asin...!!!!" Bentak Ragna.


Kanna menarik dua pedang yang tersarung dipinggangnya dan iapun langsung saja berlari lalu menusukan pedang digenggaman tangan kanannya.


"Cih..." tusukan itupun mengarah tepat pada wajah akan tetapi Ragna memiringkan kepala untuk menghindar.


Lalu Kanna menebas dengan pedang yang digenggamnya ditangan kiri, "Sllash!!"


"Zink!!" Ragna menghindar dengan menghilang menggunakan kemampuan teleport dan ia muncul tepat dibelakang punggung Kanna.


Ragna mengangkat kedua tangan ke atas lalu melapisi kedua tangannya dengan kegelapan dan mengatukan kedua tangan tersebut lalu memukul, "Jbbllast!!" Beruntung Kanna mampu mengelak dan pukulan Ragna hanya mengenai permukaan tanah.


Kanna segera menjaga jarak akan tetapi ia menendang lagi tong sampah yang sebelumnya membuat Ragna jatuh, "Jbbuuak!!" Tong sampah itupun melesat kembali pada Ragna.


Tetapi Ragna dengan mudahnya menangkap tong sampah itu menggunakan dua cengkraman tangan yang sudah dilapisi kegelapan.


Ragna lengah karena Kanna dengan cepat berlari dan menendang perutnya dari arah depan, "Jbbuuak!!" Iapun terdorong ke belakang hingga punggungnya menyentuh dinding sebuah bangunan.


Kanna tak tinggal diam, ia berlari secepat mungkin dan menusuk.


"...!!" Ragna terkejut ketika ujung mata pedang yang tajam hampir menusuk wajahnya akan tetapi ia dengan cepat menunduk.


"WOW...!!" Iapun sontak terkejut ketika wajahnya yang menunduk hampir mengenai buah dada Kanna yang hanya mengenakan bra.


"Cih" Kanna dengan cepat menghantam wajah Ragna menggunakan dengkul, "Jbbuuak!!" Iapun mimisan dan segera menjaga jarak.


Kanna segera menyerang Ragna akan tetapi satu pedangnya tertancap pada dinding bangunan dan sulit ditarik.


"Sial, hidungku..." gerutu Ragna dengan memegangi hidungnya yang berdarah karena dengkul Kanna.


Pada akhirnya Kanna mampu menarik pedangnya dan iapun siap bertarung lagi akan tetapi Ragna segera berlari dan memukul dengan kepalan tangan super besar karena terlapisi kegelapan.


"HIIAA...!!!" Keduanya saling melesatkan serangan, Kanna dengan tusukan pedang dan Ragna dengan pukulan super besar berbalutkan kegelapan.


Ya, disaat yang tak terduga, Erinka jatuh dari angkasa sebelum sempat keduanya menjatuhkan serangannya masing-masing.

__ADS_1


"Ku bilang berhenti!!!!" Teriak Erinka yang dengan dua kepalan tangannya memukul kepala keduanya, "Tyeng!! Tyeng!!"


Keduanya seketika saja keduanya jatuh ke tanah dan kepala mereka berdua benjol.


"Hah... hah... hah..." Erinka mencoba mengatur nafasnya dan iapun terlihat sangat kesal.


"Brengsek!! Padahal kalian satu guild tapi mengapa bertarung sampai ingin bunuh membunuh..." ucap Erinka.


Keduanya perlahan berdiri tegak dan merasa bersalah, "Maafkan kami..." ucap keduanya serentak.


"Dasar, padahal kalian itu sama..."


"Eeehhh...!!??" Kanna agak bingung, "Maksud dari kata-katamu itu apa?"


"Kanna, asal kau tau saja!! Ragna itu juga sama sepertimu, ia sebelum juga tinggal dihutan belantara tanpa ada seorangpun yang menemaninya!!..." ucap Erinka, "Ya, bisa dibilang kalian berdua sama-sama seperti monyet..."


"Hey, aku memang berasal dari hutan tapi aku bukan monyet..." protes Ragna.


Erinka mengabaikan.


"Anu, apa maksud dari ucapanmu itu, Erinka?" Kanna masih tak percaya.


"Seperti yang ku bilang tadi bahwa Ragna itu berasal dari hutan belantara dan ia baru bergabung dengan guild White Tiger beberapa hari ini..." jelas Erinka.


"Benarkah?" Kanna berjalan ke arah Ragna dan mengendus bau tubuhnya.


"Hey, apa yang sedang kau lakukan?" Ucap Ragna yang merasa risih.


"Cih, jangan samakan aku denganmu, gadis busuk!! Tentu saja bau kita tak sama karena aku sangat rajin mandi berbeda dengan dirimu yang terlihat kumuh..."


"Mandi?" Kanna bertanya-tanya dan agak penasaran.


"Ah..." Erinka mendapatkan ide, "Hey, bagaimana kalau kau dan Ragna mandi bersama?"


"Hey, mengapa aku harus melakukan hal itu?" Protes Ragna agak keberatan.


Tetapi Erinka mendekatkan mulutnya pada telinga rekannya itu dan berbisik, "Turuti saja kata-kataku..."


"Hah?? Kenapa?" Ragna terlihat tak mengerti


Erinka menunjuk ke arah Kanna dan berkata dengan suara pelan, "Lihatlah dia!! Gadis itu sangatlah kotor dan apa kau tak kasihan padanya?"


"Ya, sudah pasti ia jarang mandi dan jika ia mau ajaklah dia untuk membersihkan diri.."


"Hmm..." Ragna menatap ke arah Kanna dan bergumam dalam hati, "Kasihan juga dia karena meski wajahnya cantik tapi rupanya sangat kotor..." iapun berfikir lalu memutuskan.


"Yap, baiklah!! Kalau dia mau akan ku ajak ia mandi..."

__ADS_1


"Itu lebih baik!!" Ucap Erinka agak senang dan bergumam dalam hati, "Guild sudah sangat sepi dan karena keberadaannya yang menyebarkan aroma busuk itu semakin memperburuk keadaan saja..."


Ragna berjalan mendekati Kanna dan bertanya, "Hmm... kau bilang bau tubuhku enak, 'kan?"


"Emm..." Kanna mengangguk.


"Apa kau juga ingin memiliki bau seperti tubuhku?"


Kanna berfikir sejenak lalu mengangguk-angguk, "Tentu saja..."


"Yap, kalau begitu mari mandi..." ucap Ragna.


"Baik, mari kita mandi..." Kanna setuju.


Masalah diselesaikan oleh Erinka dan setelah itu mereka bertiga sepakat pergi menuju kotrakan yang merupakan tempat tinggal Erinka untuk membersi


Ya, Ragna dan Kanna masuk ke kamar mandi untuk saling membersihkan diri bersama.


Meskipun agak malu-malu tapi Ragna terpaksa memandikan Kanna karena merasa sangat kasihan pada gadis itu.


"Hey, jangan bergerak-gerak seperti itu!!"


"Tapi aku sedikit geli..."


"Maaf saja, tapi aku harus membasuh seluruh bagian tubuhmu karena kau terlalu kotor..."


"Khehehe... jadi bolehkah nanti aku bergantian? Biarkan aku membasuh tubuhmu?"


"Hah?? Ya, boleh saja..."


"Eehh... benda apa yang ada dibawah perut yang letaknya diantara kedua kakimu ini?"


"Jangan sentuh!!! Ini adalah kebanggaanku!!!" Teriak Ragna dengan penuh rasa malu.


"Kok aku gak punya?"


"Ya, itu karena kau wanita..."


"Owh..." Kanna yang polos hanya mengangguk.


"Ku bilang jangan sentuh lagi...!!!!"


"Khehehe... tapi lucu..."


Sementara itu Erinka dikamarnya sendiri menyiapkan beberapa pakaian yang tak terpakai dan nantinya akan dikenakan oleh Kanna setelah selesai mandi.


Iapun mendengarkan percakapan keduanya dan mulai membayangkan hal-hal mesum, "Dasar!!! Ku harap mereka tak melakukan hal-hal yang aneh-aneh..." pikiran gilanya semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


Wajahnya memerah dan penuh pikiran kotor, ia yang sudah tak tahan memutuskan berteriak dengan keras, "Apa yang tengah ku pikirkan!!!!! Dasar diriku yang mesum dan bejat!!!!" Erinka mengatai dirinya sendiri.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 98 : Pertarungan Sesama Anggota Guild


__ADS_2