The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 109 : Devil Slayer


__ADS_3

"Hah?" Ragna tak mengerti, "Apa maksudmu dengan hadiah?"


"Kemari dan mendekatlah..."


Ragna yang tak mengerti mendekat tanpa bertanya lagi dan begitu ia berada didekat Kanna secara tiba-tiba Ragna mendapatkan ciuman darinya.


"Hmm... apa itu hadiahnya?"


"Hadiahnya bukan ciuman..." jawab Kanna dengan entengnya.


"Lalu untuk apa kau menciumku?"


"Hehehe... hanya ingin saja..."


Ragna terdiam dan iapun bergumam dalam hati, "Wanita memang sulit dimengerti..."


"Jadi apa hadiahnya?"


Belum sempat menjawab Edward yang sangat kesal sudah berada dihadapan mereka, "Jangan abaikan aku, sialan!!!!!" Teriaknya dengan melesatkan pukulan.


"DYYEESS...!!!" Ragna maupun Kanna mampu menghindar akan tetapi pukulan Edward yang mengenai permukaan tanah menciptakan sebuah cekungan lagi.


"Ragna, apa kau penasaran dengan hadiahnya?"


"Cih, jujur saja aku sekarang telah kehilangan rasa penasaranku karena yang ku pikirkan sekarang ini hanyalah cara mengalahkannya..."


"Khihihi..." Kanna tersenyum menyeringai lalu tertawa, "Hadiah yang akan ku berikan padamu nantinya dapat kau gunakan untuk mengalahkannya..."


Ragna agak kesal, "Berhenti bertele-tele dan cepat katakan saja karena kita ada ditengah-tengah pertarungan..."


"Aku punya sempel daging iblis..."


"Apa!!" Ragna terkejut


"Karena kau adalah 'Devil Slayer' yang dirumorkan bisa mendapatkan kekuatan dari memakan daging iblis maka ku harap daging iblis ini dapat meningkatkan kekuatanmu..." ucap Kanna dengan mengeluarkan potongan kecil daging iblis yang ukurannya sebesar kuku jari tangan dari saku celananya.


Iapun langsung saja memberikannya pada Ragna.


"Dari mana kau mendapatkannya?"


"Setelah aku selesai menjalankan misi tanpa sengaja aku bertemu dengan sesosok iblis hebat dengan kemampuan sihir memanipulasi es..."


"Aku bertarung mati-matian melawannya dan dalam pertarungan itupun aku berhasil mendapatkan sedikit dagingnya..."

__ADS_1


"Ya, awal aku ingin menyerahkan sempel daging itu pada Master Mark untuk diteliti akan tetapi sepertinya benda itu akan lebih berguna untukmu..." jelas Kanna.


Ragna akhirnya mengerti.


"Sementara kau memproses kekuatan iblis maka biarkan aku menahan Edward untuk sementara waktu..."


Ragna berkata, "Baik, ulurlah waktu untukku dan juga jangan mati..."


Kanna tersenyum menyeringai, "Kau bisa mengandalkanku..."


Edward melesat ke arah Ragna dan iapun langsung saja menyerang dengan tendangan, "Zink!!" Ragna mendadak menghilang dengan kemampuan teleport, "Menyebalkan sekali!!!"


Lubang ditubuh Kanna perlahan pulih karena sihir regenerasi iapun menggenggam erat dua pedangnya dengan erat lalu menatap tajam pada lawan tarungnya, "Baiklah, selama sayangku tak ada disini maka aku akan melawanmu untuk mengulur waktu..."


Dengan kedua lengan berbalutkan kobaran api yang menyala-nyala, Edward menatap tajam dan berkata, "Aku tak tau apa yang kalian rencanakan akan tetapi hal itu percuma saja dihadapanku..."


"Kita lihat saja nanti..." ucap Kanna dengan berlari menyerang lawan.


*****


Sementara itu.


"Zink!!" Ragna berteleport dan muncul disebuah bangunan kosong yang letaknya sangat jauh dari pertarungan.


"Aku telah meninggalkan Kanna bersama dengan pria berbahaya itu..." iapun menatap sempel daging iblis berukuran kecil yang ia letakan pada telapak tangannya,"Ku harap ini berhasil..."


"Gleg..." daging kecil itupun sekali telan dan telah masuk ke tenggorokan Ragna, "ARRGGHH...!!" Iapun berteriak sangat keras dan terlihat kesakitan.


Pandangan matanya samar-samar lalu mendadak Ragna menjadi tak sadarkan diri dan terjatuh pada lantai bangunan itu.


*****


Dipertarungan, Kanna melawan Edward.


Kanna menggenggam erat kedua pedangnya dan memutar-mutarnya bagaikan baling-baling, iapun berlari mendekat, "Sllash!! Sllash!!" Kanna menebas tanpa jeda.


"Shring!! Shring!!" Edward juga melesatkan serangan cakaran.


Keduanya melakukan serangan cepat dengan sorot mata penuh kefokusan, "Siapa yang lengah lebih dulu ia akan kalah..." pikir keduanya yang terus saja menyerang.


Ya, setelah waktu saling serang meyerang berjalan selama 15 menit, keduanya lalu menjaga jarak dengan melompat ke belakang untuk mengatur nafas, "Hah... hah... hah..." Edward terlihat sangat kelelahan.


Pria yang menyegel makluk mitologi dalam tubuhnya itupun bergumam dalam hati, "Sial, aku hampir mencapai batasanku..."

__ADS_1


"Jika pertarungan berlangsung lebih lama lagi maka aku akam kalah dan jika aku memaksakan diri lebih dari ini maka aku akan kehilangan jati diriku dan Kyuubi yang ku segel akan mengambil alih lalu mengamuk..." pikirnya.


"Huupps...!!!" Kanna menarik nafas panjang dan iapun berlari ke arah puing-puing bangunan lalu menendangnya, "Wuuss... Wuuss..." puing-puing bangunan itupun melesat ke arah Edward.


"Sllash!! Sllash!!" Dengan cakarnya yang tajam, Edward mudah saja memotong puing-puing bangunan yang mengarah padanya.


"Apa yang tengah dipikirkan gadis itu? Bukankah tindakannya itu buang-buang waktu?" Pikir Edward dan ia kemudian menyadari hal yang dilakukan Kanna lalu menjadi sangat kesal sekali, "Gadis kecil sialan!!!"


"Dia menyadari diriku mulai melemah dan berusaha mengulur waktu selama mungkin..."


"Dia mampu merasakan gejolak energi Kyuubi yang ada didalam tubuhku..."


Edward yang geram berkata, "Akan ku bunuh dia secepatnya..." ia yang semula diam mengatasi puing-puing yang datang beralih melesat maju secepat mungkin.


"Dia menyadarinya bahwa aku hanya mengulur waktu..." gumam Kanna yang kemudian berlari menjauh.


"Tak akan ku biarkan kau lari, gadis kecil...!!!!" Teriak Edward dengan melemparkan bola-bola api.


Bola-bola api itupun jatuh tepat dihadapan Kanna yang sedang berlari dan memaksanya berlari secara zig-zag untuk menghindar.


Pergerakan melambat karena Kanna harus menghindari setiap serangan yang datang dan hal itupun membuat jarak diantara keduanya semakin dekat.


Edward mengepalkan tangan berbalutkan api dan iapun melesat cepat dengan sekali pijakan lalu kobaran api dikedua kaki sebagai pendorong, "HIIAA...!!!" Ia langsung saja memukul dari belakang.


"...!!!" Kanna yang menoleh ke belakang terkejut pada serangan yang datang dan iapun langsung menahan dengan menyilangkan kedua pedangnya, "Cthing!!!!"


Kedua pedang Kanna patah karena hantaman kuat dari pukulan Edward dan iapun terlempar jauh.


"Sial..." gadis itupun segera berdiri lagi akan tetapi tau-tau Edward sudah berada didekatnya lalu langsung melesatkan tendangan, "Jbbuuak!!" Kanna jatuh tersungkur.


"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan Edward mulai mendekat, ia memasang sorot mata tajam, "Aku tak tau apa yang kalian rencana akan tetapi semuanya telah berakhir..."


Pria yang menyegel Kyuubi dalam tubuhnya itupun memusatkan energi api pada kepalan tangan kanan dan bersiap memukul.


Dilain sisi Kanna yang telah kehilangan kedua pedangnya hanya bisa pasrah, ia yang telah terluka dan kehabisan energi itupun terlihat tak berdaya.


"HIIAA...!!" Edward memukul dan Kanna tak bisa lagi menghindar akan tetapi mendadak dibelakang punggung Edward yang letaknya cukup jauh Ragna muncul dengan kemampuan teleport, "Zink!!!"


Ragna segera meliliti Edward dengan jaring-jaring kegelapan lalu menariknya dan kemudian membantingnya, "Jbbuuak!!" Edward jatuh tersungkur dan ia segera berdiri tegak penuh tatapan kesal.


"Aku sudah muak denganmu jadi akan ku sudahi pertarungan ini!!"


"Justru aku yang seharusnya berkata seperti itu!!!" Ucap Edward dengan sorot mata tajam.

__ADS_1


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 110 : Devil Slayer II


__ADS_2