
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Dihalaman gedung guild Sabertooth terlihat seorang wanita yang berumur sekitar 34 tahun sedang mondar-mandir tak karuan.
Dari raut wajahnya, ia terlihat sangat khawatir dan risau.
"Tap... tap... tap..." terdengar suara langkah kaki dari dalam gedung guild Sabertooth.
Seorang pria yang terlihat cupu dan seperti kutu buku keluar dari dalam guild.
"Gi mana? Ada kabar dari mereka?" Tanya wanita yang sejak tadi hanya mondar-mandir.
"Tidak ada!! Mereka belum juga mememukan keberadaannya..."
"Kalau begitu ngapain kau menemuiku?"
"Yah, kalau itu..." pria cupu seperti kutu buku itu bingun untuk menjelaskan dan sedang mencari-cari alasan.
"Ah, sudahlah!!! Aku akan pergi sendiri..."
"Kau tak boleh pergi, Master!!!"
Wanita itu adalah Master Sabertooth, "Kau tak bisa menghalangiku!! Sekarang masuklah!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam.
Secara perlahan pria kutu buku itupun masuk kembali ke dalam guild meski ia sendiri tak menginginkannya, "Kau tak boleh pergi, Master!!!" Teriaknya dengan terus berjalan ke dalam meski ia dalam keadaan menoleh ke belakang.
Master Sabertooth tak peduli dan iapun menggunakan sihirnya, "Angin bawalah aku terbang..." secara perlahan wanita itupun terangkat ke udara lalu melesat cepat mengendarai angin yang berhembus.
*
Lalu ditengah-tengah samudera.
Para perompak dari berbagai sisi telah mengepung dan mulai menembaki kapal yang mereka tumpangi dengan meriam.
"Serang...!!!"
"Tembak!!"
"Tenggelamkan kapal mereka!!!" Teriak para perompak itu yang mengitari dari berbagai sisi.
Mereka dalam kondisi terdesak akan tetapi Denjirou maju ke arah depan kapal dengan memegang erat sebilah pedangnya, "Kalian telah menculik Sumika istriku tercinta dan hal itu tak bisa diampuni..." ucapnya dengan sorot mata tajam dan iapun meningkatkan energi.
Pria tiga istri dari White Tiger itupun berkonsentrasi lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, "Sllash!!!!" Angin pemotong melesat dan satu kapal perompak terbelah lalu tenggelam.
__ADS_1
"...!!!!" Semua perompak itu pun terkejut pada kehebatan Denjirou yang sebenarnya.
"Kapten, satu kapal itu telah tenggelam..." ucap salah satu perompak.
Kapten perompak nampak shock saat melihat serangan hebat itu dan kebingungan mencari cara bagaimana mengatasinya, ia juga sangat geram dan marah, "Sialan, jatuhkan kapal mereka entah bagaimana caranya...!!!!"
"Siap...!!!" Jawab perompak itu pun tanpa ragu akan tetapi ia juga bingung harus melakukan apa.
Denjirou yang berada dibagian paling depan kapal kembali meningkatkan energi sihirnya, ia terlihat sangat fokus dan berkonsentrasi.
Lalu semua energinya terfokus pada sebilah pedang yang ia genggam dengan dua tangan, "HIIIAAA...!!!!!" Pria dengan tiga istri itupun melesatkan tebasan, "Sllash!!!!"
Angin pemotong berukuran besar melesat akan tetapi nyaris saja membelah salah satu kapal perompak lagi, "Sial, aku meleset..." ucap Denjirou dengan perlahan mengatur nafas.
"Tap..." Ragna mendadak muncul dan berdiri tepat disamping Denjirou, "Keren!! Kekuatanmu hebat sekali, Denjirou-senpai!!"
"Jangan terlalu memujiku..." ucap Denjirou yang terlihat kelelahan, "Seranganku sangat menguras energi sihir dan juga gampang sekali meleset bila hembusan angin laut terlalu kencang..."
"Yap, aku tau itu..." ucap Ragna dengan tersenyum lebar.
Denjirou menjadi sangat kesal, "Memangnya apa yang kau ketahui?"
"Aku tau bahwa angin laut saat ini tak mendukung kemampuanmu tetapi angin laut tak berpengaruh pada kemampuanku, jadi aku akan beraksi..."
Denjirou semakin tak mengerti, "Memangnya apa yang akan kau lakukan?"
Ragna tersenyum lebar, "Zink!!" Mendadak ia pun berteleport lalu tak butuh waktu lama Ragna kembali lagi dengan membawa 3 kemudi kapal musuh, "Khihihi..."
"Apa!!!!" Denjirou terkejut dengan cara pikir Ragna yang begitu simpel akan tetapi sangat efektif menghadapi situasi yang tengah dihadapi oleh mereka.
"Khehehe... tapi sayangnya sekarang energiku telah menipis dan sepertinya aku tak bisa melakukan teleportasi lagi..." jelas Ragna dengan entengnya.
"Tak masalah, jalan kita telah terbuka..." ucap Denjirou dengan sorot mata tajam ketika melihat tiga kapal perompak yang telah kehilangan kemudi berubah menjadi tak terkendali lalu terombang-ambing oleh arus gelombang lautan.
Para perompak menjadi sangat panik karena tiga kapal mereka yang telah kehilangan kendali mulai menabrak satu sama lainnya.
"Kapten, bagaimana ini!!"
"Kapal-kapal kita saling bertabrakan karena terbawa arus lautan!!"
Kapten para perompak itupun menjadi sangat geram dan ia yang tengah emosi langsung memberikan perintah, "Langsung saja tenggelamkan kapal-kapal kita yang kehilangan kendali!!"
"Apa!!! Tapi orang-orang kita masih berada diatas kapal itu?"
Kapten perompak itu balas menata tajam, "Apa kau mau mengabaikan perintahku? Atau kau mau dilemparkan ke laut?"
"Tentu saja tidak..." jawab bawahan itu dengan rasa ketakutan, "Aku akan segera menjalankan perintah anda..."
"Ya, itu bagus..."
Kapal-kapal perompak yang berlayar tak beraturan itu pun ditembaki dengan bola-bola meriam meski masih ada awak kapal diatasnya.
__ADS_1
"Itu tindakan gila!! Mereka malah saling menenggelamkan!!" Ucap Erinka.
"Bukankah itu bagus yang artinya jalan kita terbuka lebar..." ucap Pak Gamou, "Kai, kita pergi dari sini!!"
"Aku tau!!!" Jawab Kai yang dengan sigap memutar kemudi kapal dan kapal pun bergerak maju menuju sela-sela lautan yang tiada kepungan kapal perompak.
Ya, karena perbuatan Ragna jalan mereka untuk kabur semakin terbuka lebar.
Kapten perompak menjadi semakin geram, "Sialan, mereka melarikan diri!!!" Ucapnya ketika kapal lawan dapat lolos dari kepungan dan perlahan bergerak menjauh.
Kai mengendalikan kapal dengan lihainya akan tetapi 9 kapal perompak tetap mengejar mereka, "Sialan, mereka keras kepala juga..." gumamnya dalam hati.
"DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Mereka pun menembakan meriam dan terjadi ledakan dikanan dan dikiri kapal.
Semuanya beralih ke belakang kapal.
Denjirou berkata, "Kita harus melakukan sesuatu dengan memperjauh jarak antara kita dan mereka..."
"Aku tau tapi energiku yang sedikit tak memungkinkan diriku untuk berteleport!! Kenapa kau tak mencoba menyerang mereka dengan angin pemotongmu, Denjirou-senpai?" Ucap Ragna
"Bodoh, aku juga sudah kehabisan energi..." bentak Denjirou.
Ragna bergumam dalam hati, "Kami sudah susah payah berjuang tapi apakah semuanya akan berakhir seperti ini?"
Mendadak Erinka berteriak, "Biar aku saja yang mengatasi mereka...!!!"
"Hah?" Semua menatap ke arahnya.
Erinka memasang sorot mata tajam, iapun mulai berkonsentrasi lalu meledakan kobaran api biru, "...!!!" Semuanya terkejut dan menyadari bahwa api biru milik Erinka adalah api Phoenix.
"Semenjak insiden kemarin aku telah banyak belajar dan melatih kekuatan sang Phoenix..." ucap Erinka yang kobaran api membentuk sebuah sayap dipunggungnya, "Inilah kekuatanku!!!"
"Wuuss...!!!!" Dengan sekali pijakan saja Erinka terbang melesat sangat cepat, "HIIAA...!!!" Ia pun mengarah pada kapal utama milik para perompak itu.
"...!!!" Semua perompak yang ada disana tak terkecuali kapten mereka terkejut.
Erinka menggenggam erat pedang besarnya yang merupakan item sihir dan menerjang kapal perompak itu begitu saja, "DHUUAARR...!!" Kapal utama milik mereka itu meledak dalam kobaran api biru.
"Khehehe..." Erinka tertawa penuh dengan rasa bangga.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 74 : Master Sabertooth II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****