
Seorang pria berdiri didekat gerbong kereta yang terjatuh didasar jurang.
Iapun berpakaian seperti seperti ninja tertutup dari kaki hingga kepala, "Sepertinya dia telah mati..." ucapnya ketika melihat mayat Goblin Penyihir yang terbakar.
"Tap..." seorang yang berpakain ninja lagi datang ke tempat itu, "Bagaimana?" Tanya ninja yang pertama.
"Goblin yang satunya juga sudah mati terpotong-potong dan tak ku sangka mereka bisa melarikan diri dari laboratorium lalu membuat keributan sampai seperti ini..." jelas ninja yang kedua.
"Beruntung telah ada orang yang mengurus mereka jadi kita tak perlu campur tangan dan terlibat dalam masalah ini..." ucap ninja yang pertama.
"Ya, tapi kita harus segera melapor pada Tuan Liu..." ucap ninja yang kedua.
"Benar..." jawab ninja pertama yang setuju.
Mereka berdua merapal jutsu, "Poofftt...!!" Ya, keduanya meledakan asap dan menghilang bersama dengan asap tersebut.
Organisasi merekalah yang menjadi penyebab dari masalah yang ditimbulkan oleh para goblin.
*****
Terlalu dini untuk menghadapi organisasi mereka dan kali ini berpindah ke tempat Ragna, Erinka dan Reynhard.
Ketiganya berada digedung walikota dan bertemu langsung dengan pemimpin tertinggi dikota itu.
"Apa...!!!" Bentak Erinka dengan menggebrak meja walikota, "Aku tidak terima hal ini...!!!! Kami telah berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan tapi apa yang kami dapatkan? Tidak ada!! Hah? Apa kau bercanda??"
Walikota yang duduk ditempat itu malah merokok dan dengan santainya berkata, "Aku ini serius dan juga aku tak sudi membayar kalian..." iapun bahkan menghembuskan asap rokok ke arah wajah Erinka, "Siapa yang kalian selamatkan? Kalian hanya menghancurkan stasiun!!"
Erinka yang memiliki sifat bringas menjadi semakin marah akan tetapi ia mencoba bersabar karena menyangkut bayaran misi yang mereka kerjakan, "Aku tetap tak bisa menerima hal ini!! Yang kami lakukan adalah misi resmi dan kami berhasil menjalankannya tanpa kegagalan tapi kau tak mau membayar kami..."
"Terus terang kami akan menuntutmu dalam pengadilan...!!!" Erinka malah berani mengancam.
"Hohoho... Aku jadi takut" ucap Walikota tempat itu dengan santainya seakan mengejek Erinka, "Kalian memang menjalankan misi resmi akan tetapi kalian melakukan kegagalan besar..."
Ketiganya terkejut dan tak mengerti, "Apa maksud anda, Tuan?" Tanya Ragna dengan nada sopan.
"Ya, kalian memang berhasil menumpas para goblin akan tetapi karena perbuatan kalian stasiun jadi hancur terbakar oleh kobaran api..."
Erinka mencoba mencari alasan, "Tapi kami berhasil menyelamatkan nyawa banyak orang!! Kami menjalankan misi tanpa ada korban jiwa yang berjatuhan..."
__ADS_1
"Hahahahaha..." walikota tempat itu malah tertawa lepas dan berkata dengan nada licik, "Di stasiun memang tiada korban jiwa akan tetapi semua penumpang pria yang ada didalam kereta terbunuh oleh para goblin dan semua itu karena salah kalian..."
"Apa...!!!" Ketiganya terkejut karena malah merasa dipojokkan.
"Ya, kami telah mengirim berkas-berkas dan barang bukti kepengadilan lalu kami akan menuntut ganti rugi pada Guild White Tiger atas kesalahan yang kalian perbuat..."
Erinka menjadi sangat geram begitu mendengar kata-kata dari walikota itu, "Mati saja kau...!!!!" Iapun mencekiknya sambil berteriak dengan keras.
"Hey, hey, hey, sudah hentikan!!" Reynhard menghentikan perbuatan Erinka itu karena akan menimbulkan masalah baru.
Erinka berhasil ditenangkan lalu Reynhard menatap tajam dan berkata dengan serius, "Kami akan pergi dari tempat ini dan juga katakan saja dengan jujur jika kau tak mau membayar kami sejak awal..."
Mereka bertiga meninggalkan tempat itu tanpa permisi, "Sialan...!!!" Walikota malah geram dan iapun bahkan membanting kursinya sendiri ke lantai hingga hancur.
Iapun merasa diremehkan dan direndahkan oleh ketiganya, "Dasar bocah tak tau diri...!!!"
Ketiganya keluar dari gedung walikota itu dan terlihat Erinka sangat kesal dari raut wajahnya sementara itu Ragna dan Reynhard nampak biasa saja.
"Huh... aku masih marah pada si walikota itu dan jika saja kau tak menghentikanku mungkin dia sudah babak belur..." ucap Erinka dengan melirik ke arah Reynhard.
Reynhard menanggapi dengan datar, "Sudahlah, turunkan amarahmu yang tak akan menghasilkan apapun..."
"Cih..." Erinka masih tetap kesal dan tak terima akan kenyataan yang ada, "Ini bukan masalah uang tapi karena dia sangat tak menghargai kita dan bahkan walikota sialan itu berniat menuntut kita dipengadilan...!!!"
"Kita telah berjuang dengan sangat keras bahkan nyaris mati tapi malah tak dihargai hal itu benar-benar membuatku emosi..." ucap si gadis bangsawan itu.
"WAH...!! Ternyata isi kepalamu tak hanya uang saja tapi ada yang lain yaitu sedikit keadilan..." ucap Ragna seenaknya.
"Loe mau gue pukul...!!!" Ucap Erinka yang bertambah kesal.
Ragna terdiam dan bergumam dalam hati, "Padahal aku memujinya tapi mengapa dia malah marah padaku!! Dasar wanita aneh..."
Mereka berdua berjalan perlahan untuk menuju guild White Tiger.
Reynhard bertanya pada Ragna, "Sebenarnya siapa kau?"
"Hah?? Apa maksudmu??"
"Erinka berkata padaku bahwa kau hilang ingatan tapi bagaimana mungkin kau bisa memiliki sihir yang berasal dari iblis?? Sihir Devil Slayer..."
__ADS_1
Ragna kebingungan menjawab, ia menghembuskan nafas panjang dan berkata, "Maaf, aku tak bisa menjawab pertanyaanmu itu!!! Aku kehilangan semua ingatanku dan yang tersisa hanyalah nama adikku yaitu Kurogami Ai..."
"Oh..." Reynhard yang merupakan keturunan pahlawan paham.
"Memang ada apa?"
"Keturunan pahlawan sangat membenci pengguna sihir Devil Slayer meski dimasa lalu beberapa pahlawan terbantu dengan sihir itu..." jelas Reynhard.
"Aku tak mengerti akan apa yang kau katakan itu??"
"Tak perlu mengerti tapi yang jelas banyak orang yang membenci sihirmu jadi jangan pernah menggunakan sihirmu ditempat umum..."
"Aku mengerti..." jawab Ragna yang mengangguk paham.
"Sebagai keturunan pahlawan kau berada dalam pengawasanku..." ucap Reynhard dengan tatapan tajam.
"Iya, aku tau..."
Erinka yang berjalan paling depan berteriak pada dua rekannya yang ada dibelakang, "Ayo cepat!!! Guild White Tiger sudah ada didepan mata...!!
"Iya kami datang...!!" Keduanya mempercepat langkah kaki.
*****
Kota yang mereka tempati saat ini bernama Arsenia.
Arsenia merupakan sebuah kota indah yang berdiri beberapa bangunan klasik seperti eropa.
Kota itu memiliki beberapa sungai yang mengalir melewati kota dan aliran sungai itu mengalir ke laut lepas.
Ya, Arsenia juga merupakan kota pelabuhan lalu tak lupa disana berdiri beberapa guild penyihir dan salah satunya adalah White Tiger.
Tak butuh waktu lama ketiganya sampai disebuah bangunan yang letaknya ditepi kota dan bangunan itu adalah Guild White Tiger.
Erinka membuka pintu masuk ke dalam guild secara perlahan, "Ya, selamat datang diguild White Tiger..." ucapnya dengan girang.
Akhirnya mereka sampai juga diguild White Tiger!!
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 22 : Orang-orang Aneh
__ADS_1