
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Penyerangan terhadap guild Black Tiger berakhir dan para anggota White Tiger itupun berniat kabur.
Akan tetapi disaat mereka bergegas pergi secara mendadak tekanan energi kuat terasa dan seolah-olah gravitasi menjadi berat, "Apa!!" Keempatnya seakan tak bisa bergerak.
Master Black Tiger berdiri kembali meski sebagaian kepalanya hancur dan iapun terlihat sangat marah.
"Kalian tak akan pergi kemanapun..." dengan kemampuan elektrik luka dikepalanya itu secara perlahan pulih.
Djarot 'si cyborg' menjadi sangat geram dan iapun kembali berbalik lalu menembakan laser dari telapak tangannya, "Sllash..."
"Tidak akan mempan..." ucap Master Black Tiger menepis serangan laser itu dengan mudah menggunakan telapak tangan, "Hahahaha...!! Kalian tak akan pergi kemanapun...!!"
Iapun meningkatkan energi akan tetapi hal yang lebih mengejutkan terjadi yaitu seseorang jatuh dari angkasa tepat didepan Master Black Tiger dengan hantaman yang sangat keras hingga membentuk sebuah cekungan, "Biarkan anak-anakku meninggalkan tempat ini...!!!"
Ya, dia adalah master guild White Tiger.
Master Black Tiger terkejut pada kemunculan Master White Tiger yang jatuh begitu saja dari langit.
Tapi tak hanya dia, orang-orang Black Tiger yang berkumpul mengepung dan bahkan empat anggota White Tiger juga terkejut.
"Itu Master Mark!!"
"Dia adalah pemimpin guild White Tiger!!"
"Dia adalah penyihir kelas atas!!" Ucap orang-orang yang merupakan penyihir Black Tiger.
Reynhard, Erinka, Ragnj dan Djarot yang berdiri dibelakang punggung Master Mark menundukan muka dan terlihat menyesal karena mengabaikan perintah Master White Tiger.
"Master, maafkan kami karena mengabaikan perintahmu..." ucap Erinka.
"Aku sama sekali tak menyesal!! Dia orang jahat dan aku telah melihat semua kejahatannya di dalam ruang bawah tanah..." teriak Ragna.
Reynhard memegang kepala Ragna dan menjatuhkannya ke tanah, "Sudah, kau diam saja..." ucapnya dengan memegangi kepalanya agar tak berdiri.
Djarot 'si cyborg' yang merupakan orang tertua diantara keempatnyj juga tertunduk, "Kami menyesal, Master..."
Master Mark melirik ke belakang dan berkata dengan ekspresi serius, "Simpan penyesalan kalian untuk nanti dan kalian akan menerima hukuman atas semua perbuatan yang telah kalian lakukan..."
"Ya, tapi sekarang terlebih dahulu aku harus menyelesaikan masalah yang telah kalian perbuat..." Master Mark beralih menatap tajam ke depan tepatnya pada pemimpin Black Tiger.
__ADS_1
Master Black Tiger nampak serius akan tetapi secara perlahan ia tersenyum menyeringai lalu tertawa lepas, "Hahahahaha...!!! Master Master Mark, sudah ku duga kita akan bertemu jadi bagaimana kabarmu?"
Master Mark menatap tajam dan berkata dengan serius, "Master Black Tiger, jika kau menanyakan kabarku maka aku akan menjawabnya dengan 'aku baik-baik saja' tapi aku kemari untuk memintamu melepaskan anak-anakku..."
"Biarkan mereka pergi dari sini..."
"Itu tidak mungkin..." ucap Master Black Tiger dengan singkat tapi tatapan matanya tajam, "Mereka telah mengacak-acak tempatku jadi tak mungkin mereka ku biarkan pergi begitu saja..."
Erinka menjadi tersulut emosi, "Kalian yang memulainya dulu!! Jika salah satu dari kalian tak membunuh Tuan Boon maka kami tak akan menyerang...!!!"
"Hah?? Apa kalian punya bukti bahwa kami pelaku penyerangan itu??" Ucap Master Black Tiger dengan sorot mata tajam.
"Anu... kalau soal itu..." Erinka kebingungan untuk menjawab karena memang sebelumnya tak punya cukup bukti.
Reynhard yang membenamkan wajah Ragna ke tanah berkata, "Sudahlah, Erinka!! Kau diam saja!!"
"Posisi kita tak diuntungkan dan sejak awal memang ada orang-orang yang sengaja membuat kita bersalah dan mempertontonkan kesalahan kita itu..."
"Secara sembunyi-sembunyi ada kelompok yang menginginkan White Tiger bubar..." ucap Reynhard.
Erinka menjadi terdiam membisu dan tak dapat berkata-kata lagi.
Master Mark berkata, "Anak-anakku memang bersalah tapi tak bisakah kau memaafkan mereka??"
Master Black Tiger tersenyum menyeringai dan memprovokasi, "Sayang sekali kesalahan mereka tak bisa dimaafkan jadi mereka harus dibawa ke pengadilan..."
"Oh..." Master Mark merespon dengan datar akan tetapi tekanan energi sihirnya perlahan meningkat hingga membuat tanah tempatnya berpijak retak.
Master Black Tiger melanjutkan kata-katanya, "Hey, bagaimana? Apakah kau menerima tawaranku itu?"
Master Mark mendadak memasang sorot mata tajam, "Kau bercanda?" Iapun mengepalkan tangan dan tanpa ragu memukul, "Jbbuuak...!!"
"Mana mungkin aku menyerahkan anggota ku hanya untuk bernegosiasi denganmu, sialan...!!!"
Pemimpin terkuat Black Tiger yang tanpa pertahanan itu terlempar jauh kembali ke lantai dua guild.
Keempat anggota White Tiger terkejut pada sikap master mereka.
Master Mark berteriak dengan lantang, "Aku sudah muak dengan semua tindakanmu jika kau mengajakku berperang maka aku akan meladeninya...!!!"
"Sialan...!!!" Didalam guild Marter Black Tiger bergumam dan perlahan berdiri, iapun langsung menembakan laser dari telapak tangannya, "Sllash...!!"
Tembakan laser itu dihindari dengan mudah oleh Master Mark, "Aku sudah sangat marah jadi seriuslah jika kau ingin melawanku...!!!"
Master Black Tiger melayang diudara dan berteriak pada semua anggota guild yang mengepung, "Serang mereka...!!!!"
"Maju!!!"
"Habisi mereka!!!"
__ADS_1
"Jangan beri ampun!!" Teriak pasukan Black Tiger yang bergerak serentak maju.
Master Mark berkata dengan ekspresi serius pada anggota guild White Tiger, "Aku tak bisa melindungi kalian jadi kalian harus melindungi diri kalian sendiri dan sebisa mungkin lari dari tempat ini..."
"Ya, sebisa mungkin aku akan mencoba mengulur waktu dan membukakan jalan lari untuk kalian tapi jangan khawatir karena aku akan menyusul kalian nanti..." ucap Master Mark tanpa keraguan.
"Siap, kami mengerti...!!" Jawab anggota White Tiger secara serentak.
Ragna mengumpulkan sisa-sisa energinya dan iapun melapisi kepalan tangannya dengan kegelapan sehingga ukurannya menjadi besar, "Berikan kami jalan, sialan...!!!!"
"Jbbllast...!!!" Dengan sekali pukulan Ragna mampu menghempaskan beberapa petarung Black Tiger.
Erinka juga beraksi, ia meningkatkan energi dan melapisi lengan kanannya dengan kobaran api, "Kalian mengganggu saja...!!" Erinka menggenggam erat pedang besarnya dengan tangan kanan yang berkobar api itu sehingga pedang itu juga terlapisi api.
"Enyahlah dari jalan kami...!!!" Gadis bangsawan itupun mengayunkan pedang besarnya sekuat tenaga, "Sllash...!!!" Tebasannya itu bahkan mampu menciptakan gelombang api.
Gelombang api tersebut mengenai musuh dan menumbangkannya akan tetapi mereka terlalu banyak sehingga terasa tak berkurang.
"Cih, mereka tiada habisnya dan serangan kalian seakan tak berarti..." ucap Reynhard yang terlihat agak kesal.
"Kalau begitu giliranku..." ucap Djarot 'si cyborg' dan iapun memfokuskan energi pada kedua matanya lalu menembakan laser, "Sllash..."
"DHUUAARR...!!" Tembakan laser itu menciptakan ledakan lumayan besar dan menumbangkan banyak lawan akan tetapi keempatnya yang berusaha lari nampak kesal karena jumlah mereka seakan tak berkurang.
*****
Dilain sisi Master Mark menatap tajam Master Black Tiger yang melayang diudara.
"Hahahahaha...!!! Kalian tak akan bisa meninggalkan tempat ini!! Kalian bagaikan serangga yang terperangkap dalam jaring laba-laba..." ucap Master Black Tiger dengan tawa lepas.
Dengan sorot mata tajam dan penuh keseriusan, Master Mark berkata, "Kalian tak akan pernah bisa menghentikan kami..."
"Ya, akan ku pastikan anak-anakku pergi jauh dari tempat ini..." Master White Tiger meningkatkan energi sehingga tanah tempatnya berpijak menjadi retak-retak bahkan berubah menjadi cekungan luas dan dalam.
Kekuatan sejati mereka baru akan ditunjukan dan bagaimanakah nanti pertarungan keduanya?
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 50 : Pertarungan Antar Master II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1