The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 148 : Kembali Pulang


__ADS_3

Dihadapan Sang Kaisar Sihir, dua pemimpin Batalion Bayangan serasa dipermainkan dan dibuat tak berdaya oleh kemampuan waktu.


"Nah, sekarang maukah kalian menyerah?"


"Tidak akan!!" Jawab keduanya serentak.


"Kami akan berjuang sampai akhir!!" Teriak Gamora dengan meledakan api dari kedua pijakan kakinya lalu dalam sekejap saja ia melesat bagaikan roket.


Gamora menusuk secara langsung pada wajah lawan.


"Time Return!!" Tuan Julius menggunakan kemampuannya lagi dan hal itupun membuat Gamora yang ujung pedangnya hampir menusuk wajah lawan mundur lagi ke belakang dan iapun berdiri ke tempatnya semula.


"Cih..." Fibel geram, iapun membaca mantra sihir digrimoire sihirnya.


Ya, tak butuh waktu lama kiltan-kilatan petir menghujani Sang Kaisar Sihir.


Julius Nova menatap ke atas dan mengaktifkan kemampuannya, "Time Stop!!" Waktupun terhenti lalu hal itu membuat Tuan Julius mampu menghindari serangan tersebut.


"Bagaimana caranya kami menang?" Pikir keduanya serentak.


Tuan Julius tersenyum menyeringai dan berkata dengan entengnya, "Percuma saja!! Pertarungan ini buang-buang waktu saja!!"


"Ya, meski aku memiliki waktu itu sendiri tapi aku memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan..."


Mendadak Sang Kaisar Sihir berubah menjadi sangat serius, "Maaf saja, tapi aku akan menangkap kalian untuk diintrograsi..."


Keduanya waspada akan tetapi mendadak saja Tuan Julius muncul tepat dibelakang keduanya.


"Apa!!" Gamora terkejut dan langsung menjaga jara akan tetapi Fibel yang memiliki respon lambat terlambat.


Tuan Julius mengaktifkan kemampuannya yang lain, "Time Prison!!" Pemimpin ke-7 Batalion Bayangan itupun terperangkap pada sebuah bola energi yang dimana ia tak dapat bergerak sedikitpun.


Gamora marah lalu berteriak, "Apa yang kau lakukan padanya?"


"Tenang saja, aku tak melakukan hal buruk pada rekanmu..." jelas Tuan Julius dengan entengnya, "Aku hanya mengurungnya dalam penjara waktu, ia tak akan bisa bergerak didalam sana dan tak akan bisa melakukan apapun termasuk melarikan diri..."


"Jadi intinya kau ingin menangkap kami hidup-hidup?"


"Benar sekali!!" Jawab Tuan Julius dengan penuh percaya diri tinggi karena merasa mampu menangkap keduanya.


Gamora menjadi sangat geram, "Kau tak mungkin bisa menangkapku...!!!" Iapun meningkatkan energi sehingga kobaran api meledak dari pijakan kedua kakinya.

__ADS_1


"Meski dengan kemampuan waktu sekalipun dia akan kesulitan mendekatiku karena kobaran api disekitarku ini..." pikir Gamora.


Tetapi mendadak Tuan Julius muncul tepat dibelakang Gamora dan ingin meraih leher bagian belakangnya.


"Kau tak akan pernah bisa menangkapku..." Gamora terkejut akan tetapi ia segera berbalik dan melesatkan tebasan.


Meskipun begitu Tuan Julius dengan kedua jari tangan kanannya mampu dengan mudahnya menangkap ujung mata pedang milik Gamora, "Time Destruction!!"


Ya, kemampuan waktu milik Tuan Julius sekejap saja mampu menghancurkan pedang musuh hingga menjadi debu.


"Tidak mungkin!!" Gamora shock.


Tuan Julius segera mencengkram wajah Gamora dengan telapak tangan kirinya, "Time Prison!!" Gamora pun terperangkap dalam bola energi yang merupakan penjara waktu.


"Fiuh, selesai juga..." ucap Tuan Julius dengan dibelakang punggungnya ada Gamora dan Fibel yang terperangkap dalam bola energi, penjara waktu.


Iapun menatap daerah sekitar yang telah hancur karena pertarungan, "Aku akan memperbaiki tempat ini..." iapun meningkatkan energi lalu menggunakan kemampuannya.


"Time Return!!" Dari pijakan kedua kaki Sang Kaisar Sihir terpancar sebuah gelombang waktu yang setiap apa yang dilaluinya kembali seperti sedia kala.


Ya, segala kerusakan akibat pertarungan kembali seperti semula.


Kemampuan Tuan Julius bahkan membuat luka-luka dan energi milik Jack Rakan dan Erinka pulih seperti sebelum bertarung, "Tap... tap... tap..." keduanya berjalan mendekat pada Sang Kaisar Sihir.


"Hehehe... kau tak perlu memujiku seperti itu..." ucap Tuan Julius yang merasa besar kepala.


"Anu..." Erinka agak ragu untuk bertanya, "Mau anda apakan mereka berdua?" Iapun menunjuk ke arah Gamora dan Fibel yang sekarang ini berada dipenjara waktu.


"Hmm..." Tuan Julius berfikir lalu berkata, "Sebenarnya ini rahasia kami para ksatria sihir kerajaan akan tetapi karena kau sudah mengetahui sebagian rahasia itu maka akan ku jawab pertanyaanmu..."


Erinka terdiam dan mendengarkan dengan seksama.


"Mereka itu berasal dari organisasi yang sangat berbahaya dan telah lama dalam pengawasan kami..."


"Ya, meski berbahaya tapi pergerakan mereka secara nyata baru dimulai akhir-akhir ini..."


"Mereka secara terang-terangan mengumpulkan makluk-makluk mistis berbahaya, iblis dan bahkan artefak kuno..."


"Mereka sedang mengumpulkan kekuatan militer dan hal itu tak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa mengacam keamanan kerajaan Albion..." jelas Tuan Julius.


Jack Rakan berkata, "Mereka berdua adalah anggota dari grub elite organisasi itu dan masing-masing kekuatannya setara dengan Komandan Pasukan Sihir..."

__ADS_1


"Kami tak bisa membiarkan mereka berdua berkeliaran bebas menjalankan aksinya..."


"Ya, keduanya ditangap dan akan diintrograsi..."


"Kami harus mendapatkan informasi dari mereka yang berhubungan dengan anggota mereka, tujuan mereka dan markas mereka..."


"Owh, begitu ya?" Erinka mengangguk paham.


Tuan Julius dengan tersenyum lebar berkata pada keduanya, "Nah, karena semua telah usai marilah kita pulang bersama..."


"Ya..." jawab keduanya.


Merekapun beranjak pergi akan tetapi mendadak hal yang sangat mengejutkan terjadi, "Sllash!!" Secepat cahaya seseorang bergerak dan mendadak saja sudah berdiri tepat dibelakang Tuan Julius.


"Apa!!!" Ketiganya terkejut.


"Jbbllast...!!" Iapun langsung saja melesatkan sebuah tendangan pada punggung Tuan Julius hingga membuatnya terlempar.


"Sialan!!" Jack Rakan segera menarik pedang dari sebuah portal dan langsung saja menebas.


"Lambat sekali!!" Orang itupun dengan mudahnya mampu menghindari tebasan Jack Rakan dan bahkan ia membalas dengan melesatkan pukulan tepat pada wajah Sang Komandan Pasukan Sihir itu, "Jbbllast...!!!"


Ya, dua penyihir kuat itupun terlempar jauh sekali dan sekarang ini hanya tersisa Erinka.


Erinka sendiri diam mematung dan tau betul bahwa ia tak dapat berbuat apapun, ia secara spontan bergumam dalam hati, "Dia kuat sekali!!"


Gadis bangsawan itupun mengambil pedang besar dari punggungnya, "Siapa kau...!!!!!"


Orang itupun tersenyum menyeringai, "Aku adalah Pemimpin Ke-2 Batalion Bayangan..."


Erinka merasa takut dan tau betul tak dapat melakukan apapun, ia hanya bisa waspada akan tetapi disaat yang tepat Tuan Julius bangkit lagi dan langsung saja mengeluarkan tekniknya, "Time Stop!!!"


Sebuah gelombang energi melesat dan setiap apa yang dilaluinya membuat waktu terhenti.


Akan tetapi Pemimpin ke-2 Batalion Bayangan itupun langsung saja meledakan energi kuat, "Mana Zone!!" Dari seluruh tubuhnya langsung memancarkan kilauan cahaya yang menyebar ke segala arah.


Ya, waktupun terhenti dalam sekejap akan tetapi Sang Pemimpin ke-2 itu telah hilang membawa Gamora dan Fibel yang terkurung dalam penjara waktu.


Jack Rakan yang sudah berdiri tegak lagi berkata, "Sialan, mereka bahkan bisa lari dari Tuan Julius yang artinya mereka sangat kuat..."


Tuan Julius tetap tenang dan bahkan tersenyum menyeringai, "Sungguh disayangkan kita tak dapat menangkap mereka dan kehilangan informasi penting tentang organisasi mereka..."

__ADS_1


"Ya, meski mereka kuat tetapi mereka lari dan artinya mereka tau betul tak bisa menang dariku..."


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 149 : Dragon Slayer Es


__ADS_2