The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 43 : Memakan Iblis


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Djarot yang sangat geram karena guild White Tiger diremehkan berkata, "Akan ku tunjukan pada kalian semuanya bahwa aku mampu mengalahan dirimu dalam sekejap saja..." ucapnya dengan tersenyum menyeringai.


"Hahahaha...!! Lucu sekali, kau hanya bergurau saja..." Alexa malah tertawa dan semakin meremehkan lawannya.


Djarot tak peduli, iapun memfokus energi pada telapak tangannya dan menembakan laser, "Sllash...!!" Tembakan itu menghancurkan beberapa cloning air akan tetapi secara perlahan mereka pulih.


"Kau lihatkan seranganmu tak berarti apapun..."


Si cyborg tak peduli dan iapun terus menembakan laser dari telapak tangannya.


"Hey, apa kau itu tuli? Bukankah sudah ku katakan seranganmu tak berguna..." Alexa mulai jengkel pada sikap lawan yang terus saja menembak cloning airnya.


"Khi..." Djarot 'si cyborg' malah tersenyum menyeringai yang kemudian menjelaskan rencananya, "Kau itu bodoh, ya?"


"Baik itu menembakan laser ataupun membuat cloning sama-sama membutuhkan energi jadi diantara kita berdua yang kalah lebih dulu adalah orang yang kehabisan energi..."


Alexa yang menyadari rencana lawan menjadi sangat geram, "Sialan...!!!"


Djarot tak peduli pada teriakan lawan dan terus saja menembak, "Ya, mari kita bertaruh siapa yang lebih dulu kehabisan energi, kau atau aku?"


Alexa menggunakan teknik serangan yang serupa dengan sebelumnya, ia dan seluruh clon menggunakan cambuk air untuk menyerang, "Terima ini!!"


Tetapi serangan cambuk yang sangat banyak itu dapat dihindari oleh Djarot 'si cyborg' dengan mudahnya.


"Apa...!! Bagaimana mungkin?" Ucap Alexa yang melihat serangannya tak berpengaruh tidak sama seperti sebelumnya.


"Khi..." Djarot tersenyum menyeringai, "Kau pikir aku diam saja? Ya, meski mimisan tapi aku tetap mengatur strategi..."


"Dada milikmu memang besar-besar dan gondal-gandul sangat menggoda akan tetapi aku mengaktifkan sebuah sistem unik..."


"Asal kau tau saja bahwa aku punya sebuah sistem yang memungkinkan diriku menghilangkan sifat mesum..." jelas Djarot dengan penuh rasa bangga meski dirinya sendiri tak pernah menyangka sistem menghilangkan hawa nafsu yang terkesan aneh berguna dalam pertarungan.


"Aku akan membunuhmu, manusia kaleng...!!" Teriak Alexa yang terus melesatkan serangan cambukan dari berbagai arah.


Djarot 'si cyborg' menjadi murka karena diejek lawan, "Kau sudah kalah!!! Iapun mengganti tembakan laser dengan sebuah kobaran api...!!!"


"DHUUAARR...!!!" Seluruh clon habis terbakar dilahap kobaran api.

__ADS_1


Air meledak dan membasahi semua hal seakan terjadi hujan akan tetapi Alexa berhasil selamat dengan melindungi diri menggunakan semacam kubah air, "Dia membuatku muak...!!!"


"Kaulah yang membuatku muak...!!!!" Teriak Djarot 'si cyborg' dan iapun menghentakan kaki ke permukaan tanah yang basah dengan energi listrik.


"100 ribu volt...!!!!!"


Sebuah aliran listrik melesat cepat dan menyebar ke segala arah pada permukaan tanah yang basah.


"ARRGGHH...!!!!!" Teriak Alexa berserta orang-orang Black Tiger yang berada diwilayah itu.


Ya, merekapun benar-benar gosong seakan habis tersambar petir.


"Hah... hah... hah..." Djarot 'si cyborg' menekuk lututnya karena terlihat sangat kelelahan dan hampir kehabisan energi.


"Aku menang...!!!!!" Teriak 'si cyborg' itu penuh kepuasan dengan rasa senang.


Pria dengan tubuh cyborg itu terjatuh ke tanah setelah membuat banyak sekali penyihir Black Tiger tumbang tak berdaya karena satu serangan mematikan itu.


*


Ya, meskipun begitu perjuangan mereka membalas dendam belum berakhir karena Erinka dan Ragna belum mampu menumbangkan lawannya.


Dibawah tanah guild Black Tiger.


Ragna berlarian dilorong bawah tanah dengan dikejar oleh Gojou, "Yang benar saja!!!" Teriak Ragna yang panik, "Tanpa kekuatan saja dia sudah sangat kuat apa lagi sekarang dia telah menunjukan kemampuanya..."


"Aku benar-benar dalam posisi yang tak menguntungkan..." pikir Ragna yang meski kabur tetap mencari cara untuk melawan Gojou.


"Aku harus segera menghabisinya karena dibawah tanah ada banyak penelitian yang bahkan guild saja dilarang..." pria dengan lapisan batu diseluruh tubuhnya itu mengepalkan tangan dan memfokuskan energi pada kepalan tangannya itu lalu menghantam dinding lorong sekuat tenaga.


"Jbbuuak...!!!!!"


"Krak...!!!!" Retakan-retakan tercipta dan perlahan menyebar ke segala arah memenuhi lorong itu.


Ragna yang terkejut dengan tindakan lawan sedikit memperlambat langkah kakinya, iapun menatap langit-langit lorong sambil berlari, "Yang benar saja!!! Apakah dia mau menguburku hidup-hidup..."


"Tidak, dia ingin membuatku berhenti dengan meruntuhkan jalan lariku..."


"Tapi harus ku akui kekuatan dari pukulannya luar biasa..." pikir Ragna dalam hati.


Gojou menjadi kesal karena usahanya gagal dan Ragna mempercepat langkah kakinya lagi, "Sial, tak berhasil..." iapun memutuskan untuk berlari lebih cepat.


Mereka berdua bermain kejar-kejaran untuk waktu yang lama hingga Ragna menemui jalan buntu, "Bagaimana ini?" Iapun sadar bahwa jalan buntu tersebut tercipta kerena pukulan lawan yang membuat langit-langit jatuh lalu menutup jalan.


"Hahahaha...!!!! Kena kau...!!!" Teriak Gojou dengan mengepalkan tangan dan langsung melesat lalu tanpa ragu memukul.


Ragna terkejut akan tetapi ia dengan cepat menciptakan sebuah telapak tangan raksasa dari elemen kegelapan untuk menahan serangan lawan.

__ADS_1


"Jbbuuak...!!!!!"


Gojou tak peduli dan memukul telapak tangan kegelapan itu sekuat tenaga hingga membuat Ragna terlempar menembus beberapa dinding tanah.


"Ugh!!" Ragna mencoba berdiri lagi meski tertimpa beberapa reruntuhan, "Sial, kuat sekali!!" Iapun memegangi kening kepalanya yang terlihat benjol, "Huh? Tempa macam apa ini?"


Ragna yang terlempar berada disebuah ruangan yang cukup luas.


Iapun mengamati tempat itu dengan seksama dan disana ada berbagai macam alat penyiksaan lalu di dinding-dinding ruangan terdapat sel-sel tahannya yang di dalamnya terdapat tulang belulang serta tengkorak.


Gojou muncul dari lubang yang tercipta di dinding, "Ahh... sial, padahal tak boleh ada seorangpun yang mengetahui tempat ini..." ucapnya dengan nada datar.


Ragna yang menyadari tempat itu penuh dengan tindak kejahatan menjadi sangat geram, iapun menatap Gojou dengan sorot mata tajam seakan ia adalah orang yang bertanggung jawab, "Tempat apa ini...!!??"


Gojou menjawab dengan datar, "Ahh... ini adalah tempat kami meneliti beberapa makluk mistis ataupun hewan dan juga kami kadang menyiksa musuh ditempat ini..."


"Ya, karena kau sudah mengetahui tempat ini maka aku memberitahuimu dan juga kau harus dilenyapkan..."


Ragna yang mengetahui asal tulang belulang dari hewan dan manusia yang disiksa menjadi semakin geram, "Sialan, ku bunuh kau!!!!" Teriaknya dengan penuh emosi yang tanpa ragu melesat ke arah musuh.


Gojou mengepalkan tangan, iapun mampu menghindari serangan lawan dan balas memukulnya, "Jbbllast...!!!" Sekali lagi Ragna terkena pukulan, terhempas hingga menembus dinding.


"Orang lemah tak boleh marah..."


Ragna berada disebuah ruangan dan tanpa sengaja dihadapannya ada sebuah bongkahan daging yang terlindungi oleh kotak kaca, "Apa ini?"


"Jangan sentuh dan jangan mendekatinya!!!" Gojou muncul dan langsung berteriak, "Itu adalah daging iblis yang merupakan bahan penelitian kami yang berharga...!!!!!"


Ragna terdiam lalu tersenyum menyeringai, iapun menghancurkan kotak kaca itu dan mengambil daging iblis.


"Mau kau apakan?"


"Hehehe... tentu saja aku mau memakannya" secara perlahan Ragna memasukannya ke dalam mulut.


"Uhuk...!!!" Begitu sampai diperut itupun terlihat sangat kesakitan, tubuhnya memutih dan pandangan matanya seakan memudar karena keracunan, "ARRRGGGHH...!!!!" Iapun berteriak sekeras mungkin.


"Dasar bodoh!!!" Ucap Gojou yang jengkel.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 44 : Bersiaplah Untuk Dihajar!!


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2