The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 134 : Empat Lawan Tiga II


__ADS_3

Gamora berniat menghabisi Ragna dalam sekali serang, ia mengangkat pedangnya ke atas dengan menggunakan kedua tangannya.


Ragna hanya bisa bertahan, "Sekarang selesai sudah..." ia pasrah saja pada keadaan.


Tetapi sebelum sempat Gamora menebaskan pedangnya terlebih dahulu sebuah pedang raksasa melesat dari angkasa dan jatuh tepat pada Gamora.


"...!!" Gamora terkejut akan tetapi ia mampu menepis pedang raksasa itu dengan pedangnya sendiri, "Cthing!!" Iapun memasang sikap waspada.


"Tap... tap... tap..." Jack Rakan, Erinka dan Kanna muncul tepat dari belakang punggung Ragna.


"Kenapa kalian lama sekali munculnya padahal aku sudah babak belur..." ucap Ragna yang agak kesal.


"Yah, itu memang resiko dari sang tokoh utama..." ucap Jack Rakan dengan entengnya.


"Cih, alasanmu itu sangat tidak masuk akal!! Lagi pula siapa yang kau maksud tokoh utama?" Ucap Ragna bertambah kesal.


Erinka menarik pedang besar yang merupakan item sihir dari punggungnya dan ia meningkatkan energi sehingga lengan kirinnya terlapisi kobaran api hingga menyelimuti pedang besarnya, "Kau masih mampu bertarung, Ragna?"


"Tentu saja!!" Ucap Ragna dengan melapisi kedua kepalan tangannya menggunakan kegelapan.


Kanna menarik dua buah pedang dari punggungnya dan menatap tajam ke arah Hiruko lalu berkata, "Pria yang memiliki sihir mengendalikan pisau itu adalah mangsaku..."


"Terserah kau saja..." ucap Ragna.


Ketiga anggota Guild White Tiger itu bersiap bertarung dan Jack Rakan sebagai Komandan Pasukan Penyihir berkata dengan nada malas, "Baiklah anak-anak mereka itu sangat kuat dan kita tak mungkin menang bila bertarung dengan ketiganya sekaligus jadi prioritas kita hanya kabur bukan bertarung..."


"Kami mengerti...!!" Jawab ketiganya dengan sorot mata tajam dan bersemangat.


"Hah..." Jack Rakan menghela nafas panjang dan iapun bergumam dalam hati, "Ketiga anak ini sama sekali tak mengerti!! Sorot mata ketiganya mengatakan bahwa mereka akan bertarung sampai mati dan sama sekali tak terlihat keraguan yang artinya mereka tak ingin kabur dari pertarungan ini..."


Jack Rakan memberikan perintah, "Baiklah, serang mereka!!!"


"HIIAA...!!!!" Teriak ketiganya dengan serentak sambil berlari ke arah musuh.


Gamora sebagai pemimpin ke-5 dan merupakan terkuat diantara mereka berkata, "Kita sama sekali tak boleh meremehkan mereka!! Mari bertarung dan menang!!"


"Ya...!!!" Jawab Hiruko dan Fibel serentak.


Ketiganya berlari penuh semangat, Fibel melayang ke udara dan iapun membuka grimoire sihirnya lalu membaca mantra didalamnya.


Ya, tanah bergetar lalu bergerak naik turun tak beraturan sehingga membuat ketiga anggota White Tiger itu kesulitan untuk berdiri tegak.


Jack Rakan yang melihat hal itu bergumam dalam hati, "Grimoire sihir memang sejak dulu selalu merepotkan..." iapun memunculkan sebuah pedang dari tanah lalu melemparkannya ke arah musuh, "Wuuss...!!"


Fibel sedang berkonsentrasi lalu sebuah pedang mengarah pada wajahnya, "Apa!!" Konsentrasinya buyar sehingga permukaan tanah yang bergerak-gerak kembali ke semula.


"Cih..." Fibel terpaksa menghindar meski tetap saja pedang yang dilemparkan Jack Rakan menggores pipinya.

__ADS_1


Ketiganya dapat berlari lagi tanpa halangan.


Gamora meningkatkan energi pada kedua kakinya sehingga kedua kakinya berkobar api dan iapun melompat ke atas bagaikan roket yang diluncurkan, iapun bergumam dalam hati, "Pria yang mampu menciptakan pedang itu jauh lebih berbahaya!! Kami harus menyingkirkannya lebih dahulu bila ingin menang!!"


Jack Rakan segera mengambil pedang dari permukaan tanah, "Dia datang!!" Gumamnya dalam hati.


Gamora jatuh tepat dihadapan Jack Rakan dan iapun langsung mengayunkan pedang berbalutkan apinya sekuat tenaga, "Sllash!!"


Jack Rakan tak tinggal diam, ia yang saat ini serius juga mengayunkan pedangnya sekuat tenaga, "Sllash!!"


"Cthing!!!"


"DYYEESS...!!" Pedang keduanya berbenturan, tanah tempat keduanya berpijak jadi hancur hingga membentuk sebuah cekungan dan bentrokan keduanya menciptakan hembusan angin kuat ke daerah sekitar.


"Kuat..." pikir keduanya yang lalu menjaga jarak.


"Zink!!" Mendadak Ragna muncul dengan kemampujn teleport tepat disamping Gamora.


Ragna memukul dengan kepalan tangan berbalut kegelapan, "Apa!!" Gamora terkejut dan lengah, "Jbbuuak...!!" Iapun terkena pukulan pada bagian perut dan terdorong ke belakang dari tempatnya berpijak semula.


"Kerja bagus!!" Jack Rakan melompat dan begitu ia berdiri tepat dihadapan musuh, ia menggenggam pedangnya dengan dua tangan lalu mengangkat pedangnya itu ke atas, "Sllash!!"


"Cthing!!" Gamora mampu menahan tebasan Jack Rakan dengan pedangnya akan tetapi ia yang tak siaga terpaksa menekuk lututnya ke tanah karena kuatnya tekanan dari lawan.


"Aku harus membantunya..." pikir Fibel yang melihat rekannya terdesak, iapun bergerak mendekat akan tetapi mendadak Erinka terbang dengan sayag Phoenix lalu menghalanginya.


Jack Rakan terus saja mendesak, "Kenapa kau keras kepala sekali padahal aku hanya ingin memenggal kepalamu?" Ucap Jack Rakan dengan entengnya.


Gamora menjadi geram dan iapun mendadak meledakan kobaran api dari seluruh tubuhnya dan hal itu memaksa Jack Rakan untuk melompat ke belakang.


"Ragna, kau tak perlu khawatir padaku!! Pergilah dan bantu teman gadismu yang sedang bertarung dengan wanita grimoire itu..."


"Siap..." Jawab Ragna yang kemudian menghilang dengan kemampuan teleport.


Jack Rakan yang merupakan salah salah satu Komandan Pasukan Sihir berhadapan dengan Gamora sang pemimpin ke-5 Batalion Bayangan.


"Kau menyuruh bocah itu pergi, apa kau pikir kau dapat mengalahkanku?"


"Entahlah..." jawab Jack Rakan dengan entengnya, "Kita tak akan tau hasilnya bila tak dicoba..."


Dua petarung kelas atas itupun saling berhadapan dengan sorot mata tajam, Gamora menggenggam erat pedangnya dengan kuat tangan, ia memperkuat pijakan kedua kakinya lalu menebas sekuat tenaga, "HIIAA...!!"


"Sllash!!"


"Wuuss..." kobaran api yang sangat tinggi melesat dengan sekali tebasan.


Jack Rakan terlihat tenang dan santai meski sebuah serangan hebat tengah mengarah padanya, "Kuat banget!! Sekarang ini aku harus melakukan apa?" Ia juga menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan lalu menebaskan sekuat tenaga, "Sllash!!!!"

__ADS_1


"Wuuss...!!" Angin kuatpun berhembus sangat cepat dan beradu dengan kobaran api itu.


"DYYEESS...!!" Kedua serangan beradu dan terlihat sama kuatnya.


Pedang yang digunakan Jack Rakan hancur sekali serangan, iapun membuangnya dan menarik sebilah pedang lagi dari tanah, iapun menatap dua serangan yaitu kobaran api dan angin yang saling beradu, "Sial, dia kuat sekali!! Apakah aku dapat mengalahkannya?" Pikirnya.


*


Disisi lain ada pertarungan Erinka yang menghadang Fibel.


Keduanya melayang diudara.


"Kau tak akan kemanapun..." ucap Erinka dengan sorot mata tajam.


Fibel geram, "Memangnya apa kau bisa menghentikan ku?" Iapun membuka lembaran grimoire sihirnya dan membaca mantra didalamnya.


Secara perlahan energi elemen mulai terfokus diudara tepat diatas kepalanya.


Ya, energi yang terkumpul itupun membentuk sebuah bola angin raksasa.


"Apa!!" Erinka terkejut.


Fibel berkata dengan sorot mata tajam, "Baiklah, apa kau bisa mengatasinya?"


*****


Sementara itu.


Kanna yang melindungi Rikka dibelakang punggungnya berhadapan dengan Hiruko.


"Kita bertemumu lagi..."


Hiruko terlihat geram, "Setelah aku mengalahkanmu apa kau tidak kapok juga gadis kecil?"


"Aku sma sekali tak takut padamu!!" Ucap Kanna dengan mengacungkan pedangnya, "Aku akan melawanmu dan kali ini kau akan ku kalahkan...!!!"


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 134 : Empat Lawan Tiga III


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2