The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
3


__ADS_3

Disuatu tempat tepatnya disebuah hutan.


Kilauan cahaya yang sangat terang turun dari langit dan menghancurkan hutan lebat tersebut hingga membentuk sebuah cekungan luas dan dalam.


Seorang pria berdiri tepat ditengah-tengah cekungan itu, pria tersebut memiliki rambut putih panjang dengan sebilah pedang dipunggungnya.


Ya, ia adalah pemimpin ke-2 Batalion Bayangan yang telah berhasil menyelamatkan Gamora si pemimpin ke-5 dan Fibel si pemimpin ke-7.


"Hah... hah... hah..." pemimpin ke-2 itupun perlahan mencoba mengatur nafasnya dan sesekali ia mengusap keringat dikenik wajahnya, "Sialan, bahkan hanya untuk lari darinya aku harus bersusah payah seperti ini..."


"Sang Kaisar Sihir, Julius Nova!! Dia benar-benar lawan yang tak bisa dianggap enteng..." ucap sang pemimpin ke-2 itu dengan ekspresi kesal.


Dengan dua telapak tangan kanannya, ia mencengkram gelembung energi yang merupakan penjara waktu yang mengurung Gamora dan Fibel, "Krak!!"


"DHUUAARR...!!!!" Gelembung energi yang merupakan penjara waktu yang mengurung Gamora dan Fibel itupun hancur lebur.


Gamora dan Fibel terngah-ngah dan keduanya perlahan mencoba mengatur nafasnya.


"Terima kasih karena telah menyelamatkan kami..." ucap Gamora dengan wajah tertunduk.


Fibel agak kesal, "Kami juga minta maaf karena gagal menjalankan misi..."


Pemimin ke-2 itupun merespon dengan datar, "Tak masalah bila kalian gagal mendapatkan anak iblis itu!! Kalian tidaklah lemah tapi hanya saja lawan kalian adalah Sang Kaisar Sihir, Julius Nova..."


"Ia terlalu kuat untuk kalian lawan bahkan untuk diriku sekalipun..."


Gamora mengangkat wajahnya, "Kami gagal dan juga kita kehilangan banyak anggota termasuk pemimpin ke-8 dan pemimpin ke-9"


Pemimpin ke-2 itupun malah tersenyum menyeringai, "Tak masalah bila kita kehilangan mereka. Kita bisa merekrut lagi pasukan yang telah hilang..."


"Ya, prioritas kita sekarang adalah menjalankan project kita sekarang yaitu Heaven Tower..."


Gamora agak terkejut, "Apa project itu akan segera dilaksanakan?"


"Benar sekali!!!" Sang pemimpin ke-2 itupun tersenyum menyeringai, "Persiapkan diri kalian karena kita akan melakukan sesuatu yang besar...!!"


*****


Gamora dan Fibel berhasil melarikan diri dengan bantuan pemimpin ke-2


Batalion Bayangan.


Masalah telah diselesaikan oleh Sang Kaisar Sihir, Julius Nova dan sekarang ini dihalaman sebuah penginapan ia bersama dengan Jack Rakan sedang berpamitan dengan Erinka.


"Yah, apakah rekan-rekanmu masih belum sadar juga?" Tanya Jack Rakan dengan santainya sambil menghembuskan asap rokok.

__ADS_1


"Ragna dan Kanna belum sadar juga akan tetapi keduanya baik-baik saja jadi cepat atau lambat keduanya pasti mereka akan terbangun juga..." jelas Erinka.


"Oh..." Jack Rakan menghembuskan asap rokok perlahan lagi.


Erinka agak khawatir dan meski ragu-ragu iapun memberanikan diri untuk bertanya, "Lalu bagaimana dengan masalah Rikka?"


Jack Rakan terdiam akan tetapi Tuan Julius memberikan sebuah jawaban, "Yah, setelah dipikir-pikir secara matang maka ku putuskan gadis iblis kecil itu lebih baik bersama dengan kalian..."


Wajah Erinka seketika saja berubah menjadi ceria.


"Tapi Tuan Julius, bukankah akan berbahaya bila menyerahkan gadis iblis kecil itu pada mereka?" Sebagai Komandan Sihir Jack Rakan merasa agak keberatan.


"Memang benar sangat berbahaya bila menyerahkannya pada mereka karena oraganisasi itu ku yakin akan berusaha keras untuk mendapatkan gadis iblis itu..."


"Akan tetapi White Tiger itu merupakan guild penyihir yang kuat jadi ku yakin mereka nantinya akan mampu mengatasi Batalion Bayangan bila mereka datang..."


Jack Rakan masih belum sepenuhnya percaya, "Bagaimana mungkin guild kecil itu bisa menahan organisasi besar dan berbahaya seperti mereka? Katakan padaku, Tuan Julius, kau pasti punya alasan tersendiri?"


Tuan Julius tersenyum menyeringai lalu berkata, "Tidak ada alasan khusus akan tetapi di White Tiger ada pemilik kemampuan Phoenix, Kyuubi dan juga Devil Slayer..."


"Aku dulunya berasal dari guild itu jadi tau betul seberapa kuat mereka..."


"Dan juga kau tak perlu risau karena kekuatan tempur rahasia milik White Tiger itu sangatlah kuat yaitu tiga anggota dari mereka masing-masing setara denganku..."


"Memangnya untuk apa aku bohong..." jawab Tuan Julius dengan tersenyum.


Erinka pun terdiam dan tak percaya bahwa White Tiger yang merupakan guild kecil tempat ia bergabung menyimpan kekuatan hebat.


"Anu, memangnya siapa 3 anggota White Tiger yang anda maksud itu?"


"Hmm... kau pasti belum mengenal mereka akan tetapi kata-kataku bisa kau percaya..."


"Mereka itu hebat dan kemunculan mereka hanya disaat tertentu saja..."


Erinka seketika terdiam.


Jack Rakan mulai percaya dan menyerah Rikka pada mereka, "Yah, baiklah!! Entah yang dikatakan Tuan Julius itu benar atau hanya kebohongan semata tapi karena Tuan Julius sudah percaya pada kalian maka aku juga secara terpaksa percaya..."


"Ku serahkan gadis iblis kecil itu pada kalian..."


"Tentu, anda bisa percaya pada kami..." jawab Erinka tanpa ragu.


Tuan Julius berkata, "Nah, karena semua masalah telah selesai maka kami pergi dulu dan jangan lupa bila Ragna sadar aku titip salam padanya..."


"Siap...!!!!"

__ADS_1


Ya, dua orang dari kekaisaran Albion itupun pergi.


*****


Beberapa saat kemudian.


Disebuah ruangan penginapan Ragna mulai membuka matanya, "Ugh!!" Iapun menatap ke sekeliling dan nampak jadi kebingungan, "Dimana aku?"


"Kakak!!" Rikka si iblis kecil yang berada didekatnya secara spontan berteriak kegirang, "Aku sangat senang sekali kakak sadar!!!"


"Oh, Rikka..." ucap Ragna sambil mengelus pipi Rikka, "Dimana kita sekarang ini?"


"Kita ada dipenginapan..." sahut Erinka yang mendadak muncul dari balik pintu.


Ragna merespon dengan datar dan terlihat tenang, "Begitu rupanya, jika kita berada dipenginapan itu artinya semua telah berakhir..."


"Cih..." Erinka menjadi kesal dan langsung saja berjalan ke arah Ragna, iapun mencubit hidung temannya itu hingga membuatnya kesulitan bernafas, "Kenapa kau bisa setenang itu?" Ucapnya dengan ekspresi mengerikan.


"Kakak, hentikan!! Kau membuatnya kesulitan bernafas..." perbuatan Erinka itu sontak membuat Rikka panik.


"Cih..." Erinka melepas tangannya dari hidung Ragna dan ia langsung duduk pada kursi lalu menyilangkan dua tangan, "Masa bodoh dengan keadaanmu saat ini!! Aku tak peduli bila kau terluka atau sekarat yang jelas kau adalah sumber masalahnya kali ini..."


Ragna tak mengerti dan bertanya, "Apa maksudmu?"


Erinka semakin kesal, "Bodoh, ternyata kau sama sekali tak ingat telah berubah menjadi sesosok iblis yang sangat mengerikan..."


"Kau mengamuk dan menghancurkan segala yang ada..."


"Apa!!! Kau pasti bohong!!" Sontak Ragna pun terkejut.


"Untuk apa aku bohong padamu!! Tanyakan saja pada Rikka!!" Bentak Erinka.


Ragna melirik ke arah si gadis iblis, "Apa itu benar Rikka..."


Rikka tertunduk lalu menggangguk.


Hal itupun membuat Ragna agak sedih, "Sialan, apa yang telah ku lakukan?" Iapun terlihat kesal pada diri


"Berhenti bersedih!! Ada yang ingin ku tanyakan padamu!!"


Ragna mengangkat wajahnya, "Memangnya apa itu?"


Erinka menatap tajam dan terlihat serius, "Sebenarnya apa yang saat itu terjadi padamu? Mengapa kau bisa sangat brutal?"


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 150 : Dragon Slayer Es II

__ADS_1


__ADS_2