
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Salah satu Komandan Pasukan Penyihir dari Kerajaan Albion muncul.
Ragna yang terjatuh ditanah dengan posisi tengkurap sedikit mendongakkan kepalanya dan ia yang telah kehilangan banyak darah samar-samar melihat wajah sang Komandan Pasukan Penyihir itu, "Siapa dia?" Gumamnya dalam hati yang tak bisa bergerak karena terlalu banyak darah yang keluar darinya.
Ragna pun teringat pada Master Sabertooth yang dulunya pernah menolak diangkat jadi salah satu Komandan Pasukan Penyihir, "Orang ini mungkin setara atau lebih kuat dari pada Master Sabertooth..."
Sang Komandan Pasukan Penyihir itu berdiri tepat dengan ekspresi santai dihadapan Satoru bahkan sesekali ia menghembuskan asap rokok dengan perlahan, "Hah..." iapun memasukan rokoknya ke dalam mulutnya lagi, "Tak akan ku biarkan kau menyakiti anak muda itu..." ucap pria berumur 38 tahun itu dengan malasnya.
Satoru menatap tajam dan dapat merasakan aura berbahaya yang terpancar dari Sang Komandan Pasukan Penyihir itu, "Sialan, setelah aku babak belur malah muncul orang kuat tepat dihadapanku!!"
"Aku harus menghindari pertarungan dengannya..."
Dengan sorot mata tajam, Satoru yang telah terluka berkata, "Cih, namamu Jack Rakan?"
"Benar..." jawabnya dengan malas.
"Baiklah, aku sudah tak tertarik pada pertarungan ini dan aku akan segera pergi dari tempat ini!!"
Jack Rakan menghembuskan asap rokok secara perlahan dan ia berkata dengan malasnya, "Maaf saja, kau tak akan pergi kemanapun karena aku akan segera menghabisimu..."
"Apa maksudmu?"
"Hah..." Jack Rakan menghela nafas panjang, "Apa kau tuli? Akan ku ulangi ucapanku..."
"Kau tak akan pergi kemanapun karena aku akan segera menghabisimu..." ucapnya dengan memasukan rokok ke dalam mulutnya lagi.
"Jadi kau menginginkan pertarungan, ya? Baik, aku akan meladenimu..." ucap Satoru dengan ekspresi geram meski terdengar menantang Jack Rakan tapi sebenarnya mulut dan keinginan Satoru berbeda, ia menyadari bahwa tak mampu bertarung lagi, "Baik, jika hanya melarikan diri darinya kurasa aku mampu melakukannya..." gumamnya dengan suara pelan.
"Sombong sekali dirimu..." ucap Jack Rakan dengan malasnya, "Baiklah, waktumu untuk hidup hanya 10 detik..."
"Apa!!! Bukankah kau yang sombong!!" Teriak Satoru dengan ekspresi sangat marah.
__ADS_1
"Satu... dua... tiga..." Jack Rakan mulai berhitung dan ia tak peduli dengan apa yang dirasakan oleh lawannya, "Empat... lima... enam..."
"Tujuh... delapan..."
"Sialan!!!!" Teriak Satoru yang melesat cepat dengan sekali pijakan, iapun tanpa ragu melesatkan cakaran.
"Sembilan... sepuluh..." ucap Jack Rakan dengan santainya, "Waktumu habis..." beberapa centi lagi cakar tajam Satoru mengenai kepala Jack Rakan akan tetapi mendadak beberapa pedang melesat dan langsung menusuk Satoru dari belakang, "Jlleebb... Jlleebb..."
"Uhuk!!" Seketika Satoru langsung memuntahkan darah, "Apa!! Bagaimana mungkin? Dari mana datangnya pedang-pedang ini?"
Satoru menoleh ke belakang akan tetapi disaat yang bersamaan sebuah pedang melesat dan mengenai tepat keningnya hingga menembus kepala, "Jlleebb..." pemimpin ke-8 Batalion Bayangan itupun jatuh ke tanah bersimbah darah.
Ragna yang tengkurap ditanah hanya bisa terdiam membisu saat melihat lawannya mati dalam sekejap saja, "Bagaimana mungkin?" Gumamnya dalam hati yang tak ingin mempercayai kenyataan yang terjadi.
"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan Jack Rakan mendekati Ragna, "Kau tak apa, nak?"
"Ah... ya, aku baik saja"
Jack Rakan menghembuskan asap rokok secara perlahan, "Hah..." iapun merokok lagi, "Maaf, karena telah mengambil mangsamu, nak..."
"Tak masalah..." jawab Ragna dengan entengnya, "Tuan, aku tak mengerti bagaimana bisa dia mati tertusuk pedang padahal sebelumnya anda tak membawa senjata apapun?"
"Hah..." Jack Rakan menghembuskan asap rokok lagi dan sedikit menjelaskan, "Kemampuan sihirku adalah memunculkan pedang dari berbagai tempat itu saja..."
"Aku telah mengamati pertarunganmu dan jika dibandingkan dengan kemampuanmu maka kemampuan sihirmu lebih hebat dari kemampuan sihirku..."
"Kau punya potensi nak meski belum terlatih..." ucap Jack Rakan yang mengakui kemampuan Ragna
Ragna merasa besar kepala, "Kau terlalu berlebihan memujiku..."
"Ngomong-ngomong bagaimana mungkin anda yang merupakan salah satu Komandan Pasukan Penyihir bisa berada ditempat ini?"
"Ini masalah serius, nak..." ucap Jack Rakan dengan santainya, "Mereka adalah oraganisasi ilegal pemuja kebangkitan 'Raja Iblis'..."
"Ya, aku sudah tau..."
"Oh, dan petarung yang kau lawan barusan dalam tingkat kekuatan berada diurutan ke-8..."
"Aku tak tau secara pasti tapi dari rumor yang beredar kekuatan orang dalam urutan pertama lebih kuat dari pada diriku bisa diibaratkan ia setara dengan Kaisar Sihir yaitu Tuan Julius..."
"Apa!! Sekuat itukah kelompok mereka?" Ragna terkejut.
__ADS_1
"Tak bisa dipungkiri lagi meski itu hanya rumor tapi kita harus sangat berhati-hati..."
"Anu, Tuan Jack Rakan..."
"Apa?"
"Sepertinya mereka sedang mengumpulkan kekuatan besar dan sekarang ini entah apa alasannya mereka sedang mengincar anak iblis yang kami temukan.."
"Oh, begitu rupanya!! Kalau begitu kita harus menggagalkan tujuan mereka itu..." ucap Jack Rakan dengan entengnya.
Satoru telah dikalahkan dan sekarang Ragna dibantu oleh Jack Rakan bergerak ke tempat Rikka berada.
*****
Sementara itu.
Kanna sedang melawan Hiruko yang merupakan pemimpin ke-9 Batalion Bayangan.
Hiruko menghujani Kanna dengan pisau-pisau, "Hahahahaha... kau tak akan bisa bertahan lebih lama lagi!!" Ucapnya dengan terus menerus menyerang.
Dengan menggenggam erat dua pedangnya Kanna menangkis setiap pisau-pisau yang mengarah padanya meski beberapa pisau tetap saja melukai dirinya, "Aku dapat bertahan karena sihir regenerasi akan tetapi energiku mulai menipis dan hal itu memperlambat regenerasiku..." gumamnya dalam hati yang meringis kesakitan.
Kanna tetap bertahan dengan menangkis setiap pisau-pisau yang digerakan oleh musuhnya.
Hiruko yang belum menyadari bahwa Kanna memiliki sihir regenerasi bergumam dalam hati penuh rasa heran, "Ini aneh!! Padahal sudah berulang kali terkena tusukan pisauku tapi mengapa gadis kecil itu tak tumbang juga? Ada apa dengannya?"
Pemimpin ke-9 itupun merasa jangkal dan iapun memperhatikan dengan seksama tubuh Kanna, "Begitu rupanya..." ucapnya ketika melihat luka ditubuh Kanna perlahan pulih, "Dia memiliki regenerasi dan pantas saja ia mampu bertahan lebih lama dari orang biasa..."
"Hahahaha...!!" Dengan tawa lepas Hiruko menggerakan pisau-pisau dengan lebih cepat dari pada sebelumnya.
Kanna tersayat dari berbagai sisi karena sekarang pisau-pisau bergerak tak dapat diperkirakan, "Ugh!! Sial!!" Ucapnya dalam hati yang meringis kesakitan.
Gadis White Tiger itupun kehilangan banya sekali darah sehingga pergerakannya melambat dan pandangan matanya mulai memudar lalu pada akhirnya iapun tarjatuh ditanah.
"Hahahaha...!!" Hiruko menghentikan serangan dan perlahan berjalan mendekatinya, "Sekarang waktunya dirimu mati..." ia dengan kemampuannya mengangkat seluruh pisau yang ada dan bersiap melemparkan pisau itu.
Kanna mencoba berdiri akan tetapi luka yang dideritanya terlalu parah sehingga ia jatuh lagi, "Sial..."
"Matilah!!!" Hiruko melesatkan pisau-pisau dan Kanna hanya bisa pasrah akan tetapi mendadak Rikka si anak iblis bergerak dengan berdiri tegak melentangkan kedua tangan.
"Apa!!!!" Baik Kanna maupun Hiruko terkejut.
__ADS_1
Pemimpin ke-9 itupun menghentikan serangannya setelah mangsa utama yang merupakan tujuannya menampakan diri, "Hehehe... sepertinya semua mulai berjalan lancar"
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 125 : Aku Akan Menyelamatkannya!!