The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 117 : Anak Iblis II


__ADS_3

Ragna dan kedua rekannya semakin dekat dengan Perserikatan Penyihir dan mereka sampai sebuah kota yang sangat ramai, indah dan tentu saja megah.


Saat ini mereka bertiga berada ditempat penitipan barang untuk menitipkan kereta kuda yang sebelumnya digunakan dalam perjalanan.


"Hmm... setelah ini kita kemana?" Ucap Kanna yang bertanya.


"Tentu saja kita ke stasiun terdekat..."


"Cih, lagi-lagi naik kereta..." ucap Erinka yang masih agak trauma.


"Yah, mau bagaimana lagi!! Menurut peta kita akan melewati jalur pegunungan yang terjal dan tiada transportasi lain selain kereta..." jelas Ragna.


"Terserah saja!! Ayo cepat berangkat!!" Ucap Erinka dengan menggendong tas punggung besar miliknya.


"Siap...!!!" Jawab keduanya serentak dengan mengikuti dari belakan, keduanya juga membawa tas punggung besar yang isinya barang bawaan masing-masing.


Mereka berjalan kaki secara perlahan menuju ke stasiun terdekat karena beratnya barang bawaan yang ada dipunggung masing-masing.


Lalu lalang penduduk sangatlah ramai dan padat sehingga membuat ketiganya yang membawa barang bawaan sangat susah berjalan.


Ragna yang berjalan bergandengan dengan kedua rekannya berkata, "Jangan sampai terlepas dan jika terlepas pasti kita akan terpisah yang tentu saja nantinya akan sangat merepotkan..."


"Aku tau..." ucap Erinka.


"Aku juga tau..." sahut Kanna.


Meski butuh waktu agak lama karena dalam perjalanan berdesak-desakan dengan lalu lalang aktifitas para penduduk tapi pada akhirnya ketiganya sampai juga di stasiun kereta terdekat.


"Fiuh..." Ragna menghela nafas lega.


"Hah... hah... hah..." dilain sisi Erinka dan Kanna yang kelelahan perlahan mencoba menjatur nafasnya, "Lelah sekali..." gerutu Erinka.


"Aku berkeringat tapi tak masalah karena biasanya bau tubuhku lebih menyengat lagi..." ucap Kanna.


"Njir, kau ini benar-benar tahan akan bau busuk..." ucap Ragna yang agak jijik, "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ini?"


"Cih, memesan tiket dan biarkan aku saja yang melakukannya!! Kalian para orang hutan tak memang tak dapat diandalkan..." ucap Erinka dengan ekspresi agak kesal, ia yang telah kelelahan membawa tas punggung penuh dengan barang bawaan terpaksa menuju ke loket untuk mendapatkan tiket kereta.


Ya, Ragna dan Kanna diam saja diruang tunggu lalu setelah beberapa saat waktu berlalu Erinka pun datang menghampir keduanya, "15 menit lagi kereta yang akan kita tumpangi datang..."


"Oh..." Kanna dan Ragna merespon dengan datar.

__ADS_1


Siang hari dan saat itu pengunjung stasiun tak sebanyak pagi hari


*


Waktu pun terus berjalan dan tak terasa 15 menit telah berlalu.


Kereta uap datang tepat pada waktunya lalu didalam salah satu gerbong ada gadis iblis yang sembunyi didalam sebuah box kayu mengamati.


"Eehh...!!" Iapun melihat keluar dan merasa ada yang janggal, "Bau ini sama seperti bau kakak..." ucapnya dan iapun bergegas untuk pergi dari kotak box.


Kereta itupun terhenti, Ragna, Kanna dan Erinka segera masuk ke dalam salah satu gerbong kereta kemudian setelah semua penumpangnya mendapatkan tempat duduk kereta itupun kembali berjalan seperti semula.


Mereka bergerak meninggalkan kota lalu dari jendela kereta Ragna dan Kanna terheran-heran saat melihat pemandangan indah dari dalam kereta yang bergerak sangat cepat, "WAAHHH...!!!!"


Erinka menjadi agak risih pada sikap kedua rekannya, iapun bergumam dalam hati, "Dasar kampungan!! Mereka seakan baru pertama kali naik kereta..."


Kereta itupun keluar kota lewat belakang lalu bergerak menuju perbukitan yang tentu saja membuat pemandangan menjadi sangat indah.


Ragna dan Kanna yang menikmati perjalanan bersendau gurau sementara itu Erinka yang merasa risih pada sikap keduanya mulai marah.


"Hey, kalian!! Tak bisakah kalian diam!!" Bentak Erinka yang sudah tak dapat menahan diri lagi.


"Hah?" Keduanya tak mengerti apa alasan yang membuat Erinka marah, "Sebenarnya apa yang membuatmu emosi?"


Semua pandangan mata seluruh penumpang tertuju pada Erinka yang berdiri tegak marah-marah, "Hey, bukankah perbuatanmu sendiri yang membuat semua orang terganggu..." ucap Ragna.


Erinka menatap ke sekeliling dan merasa sangat malu saat semua sorot mata tertuju padanya, "Berisik!!! Ku bilang diam!!" Teriaknya dengan memukul kepala keduanya, "Tyeng!! Tyeng!!"


Keduanya jadi memegangi kepala karena benjol, "Aduh, sakit sekali..." gumam keduanya dalam hati.


Merekapun enggan bicara lagi karena takut mendapatkan amukan dari Erinka yang nantinya membuat semua penumpang terganggu.


Kereta kembali tenang dan kondusif terlebih sekarang ini Erinka dan Kanna tertidur karena lelah.


Ragna mendadak berdiri tegak, "Aku ingin pipis..." ucapnya yang kemudian bergerak ke gerbong belakang.


Ya, iapun menuju toilet untuk melampiaskan hasratnya buang air kecil.


Lalu setelah melakukan apa yang ia inginkan Ragna bergegas kembali ke tempat duduknya semula akan tetapi ia terkejut karena mendadak pinggangnya dipeluk dari belakang, "Kakak, aku menemukanmu dan aku senang bertemu denganmu lagi..."


Orang yang memeluk Ragna tak lain adalah gadis iblis kecil yang sebelumnya sembunyi pada box kayu.

__ADS_1


Ragna tak mengerti akan apa yang terjadi dan iapun berbalik, "Anu, sepertinya kau salah orang..."


"Ini aku..." gadis iblis kecil itupun membuka penutup kepala.


Ragna agak terkejut, "Dia anak iblis..." gumamnya dalam hati ketika melihat sepasang tanduk yang ada diatas kepala gadis kecil itu.


"Anu... maaf, aku benar-benar tak mengenalmu jadi aku minta maaf..."


Gadis iblis itupun merengek, "Kakak, pasti membohongi ku!!"


"Eehh..!!" Ragna kebingungan harus merespon apa, "Aku bukan kakakmu dan juga apa wajah kakakmu benar-benar mirip denganku?'


"Kau adalah kakakku dan juga wajah kakakku jauh lebih tampan jadi kau pasti mengenakan sebuah topeng..." gadis kecil itupun menjambak dan berusaha melepaskan wajah Ragna yang dikiranya adalah topeng.


"Wajahnya asli..."


"Memang wajahku asli..." ucap Ragna yang wajahnya memerah karena ditarik-tarik.


Gadis iblis kecil itupun mulai merengek dan mulai menangis, "Hiks... Huuaaww..."


"Eeehhh...!!" Ragna jadi kebingungan, "Ada apa denganmu?"


"Hiks..." gadis kecil itupun mengusap air mata yang mengalir diwajahnya, "Baumu mirip sekali dengan kakak ku jadi apakah kau pesuruhnya?"


Ragna berfikir dan ia bergumam dalam hati, "Jika aku berkata jujur pasti ia akan menangis lagi jadi apa boleh buat aku harus membohonginya..."


"Ya, benar!! Aku adalah orang suruhan kakakmu..."


Gadis iblis itupun perlahan menjadi ceria kembali, "Benarkah itu?"


"Tentu saja!! Mana mungkin aku bohong, bauku saja mirip dengan kakakmu jadi kau bisa mempercayaiku..."


Gadis iblis kecil itu mendadak memeluk Ragna dari arah depan, "Aku sangat takut sendirian dan aku sangat senang bisa bertemu dengan orang yang jadi pesuruh kakak ku..." iapun sudah sepenuhnya percaya pada Ragna.


Ragna terdiam lalu ia membalas dengan memeluk balik gadis kecil itu, "Sudah, kau sudah tak sendiri lagi dan sekarang bersamaku semuanya akan jadi aman..." ucapnya untuk menghibur gadis kecil itu.


"Aku sangat-sangat senang..." ucap gadis kecil itu yang pelukannya semakin erat.


"Ya, akupun juga begitu karena telah menemukanmu..."


Ya, tanpa disadari Ragna telah melibatkan diri dalam sebuah masalah yang sangat besar dan rumit!!!

__ADS_1


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 118 : Siapa Namamu?


__ADS_2