The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 33 : Dragon Slayer


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Guild White Tiger menjadi tempat yang sangat sepi begitu hari sudah larut yang tentunya sudah tiada pengunjung yang ada disana.


Guild sekaligus tempat makan dan minum itu bagaikan kuburan bila larut malam.


Saat ini, disana hanya ada dua anggota White Tiger yaitu Sistina seorang gadis bartender yang sedang bersih-bersih guild.


Dan Pak Tua Boon yang sibuk makan untuk menggemukan badannya lagi, "Hahahaha... aku telah memiliki banyak uang dan aku bisa makan sepuasnya!!! Ini semua karena misi bersama Erinka-chan dan Ragna..."


Sistina berjalan ke arah Pak Tua Boon dan meletakan beberapa makanan, "Silakan dinikmati, Tuan Bon!!"


"Ya, terima kasih..."


Setelah meletakan makanannya dimeja Sistina kembali bersih-bersih lagi, iapun kembali menyapu dan mengepel lantai.


Ya, baginya malam hari yang larut adalah waktu yang tepat untuk membersihkan mengingat karena saat siang banya pengunjung yang datang.


Sistina nampak senang meski kegiatannya hanya menjaga dan menata guild agar tak berantakan, ia hanya merupakan gadis penyihir yang memiliki posisi bartender bukan petualang.


Mereka berdua menjalani malam yang tenang dan sunyi di gedung White Tiger akan tetapi diluar seseorang yang memiliki aura mengerikan mendekat pada guild itu, "Ayo mulai!!!" Iapun tersenyum menyeringai penuh hasrat.


Iapun datang untuk memulai sesuatu yang buruk.


Pak Tua Boon yang meruapakan penyihir kelas atas menghentikan aksi makannya dan menatap tajam pada pintu masuk, "Sistina, berbahaya dan menunduklah!!!" Iapun segera melompat dan mendekap gadis bartender itu lalu tiarap dilantai.


"DHUUAARR...!!!" Pintu masuk hancur dan melesat ke dalam, jika saja keduanya tak tiarap dilantai mungkin saja terbentur.


"Apa yang terjadi?" Ucap Sistina yang tak mengerti.


Pak Tua Boon menatap tajam ke sumber ledakan yang masih tertutup debu, "Aku juga tak mengerti akan tetapi aku tau betul bahwa kita sedang diserang?"


"Diserang?? Diserang oleh siapa??" Si gadis bartender itu bertanya-tanya.


"Cih, akupun juga tak tau siapa pelakunya..." ucap Pak Tua Boon dengan ekspresi geram saat dedebuan yang semula tebal perlahan menipis, "Hati-hati..." ucapnya dengan serius dan sorot mata tajam.

__ADS_1


Dedebuan menghilang dan muncul seorang pria dengan rambut runcing-runcin dan cukup panjang, "Hahahaha...!!" Ia malah tertawa lepas setelah meledakan pintu masuk.


Ya, dia adalah Jigra dari Guild Black Tiger yang merupakan 'Dragon Slayer'


Pak Tua Boon yang merupakan penyihir kelas atas  menatap tajam dan mampu merasakan aura mengerikan pada Jigra, "Untuk apa penyihir Black Tiger menyerang kami?"


"Hah?? Apakah otakmu sudah tumpul pak tua?? Bukankah kami adalah saingan kalian?" Ucap Jigra dengan sorot mata tajam.


Iapun melesat dengan cepat ke arah Pak Tua Boon, "Aku kemari untuk membunuhmu...!!!"


Pak Tua Boon terkejut dan iapun segera melemparkan Sistina yang ada pada dekapan tangannya.


Jigra menggunakan item sihir berupa sarung tangan besi yang membara dan langsung memukul, "Jbbllast...!!!!" Pak Tua Boo menahan dengan menyilangkan dua tangan meskipun begitu ia terdorong dari tempatnya berpijak.


"Cih, setelah menggunakannya  ditambang kekuatanku belum pulih dan akupun tak yakin bisa mengalahkannya..." gumam Pak Tua Boon dalam hati, iapun merasakan rasa sakit yang luar biasa karena pukulan Jigra membekas dilengannya.


Pak Tua Boon berteriak dengan lantang, "Lari dari sini, Sistina...!!!!"


Gadis bartender itu kebingungan untuk melakukan apa, "Baik..." iapun berniat pergi untuk mencari bantuan.


"Tak akan ku biarkan kau pergi gadis kecil...!!!" Teriak Jigra dengan menghentakan kaki kuat-kuat dan dengan sihirnya ia menutupi bangunan Guild White Tiger dengan pasir.


Sistina dan Pak Tua Boon tak bisa kemanapun.


Sementara itu Pak Tua Boon menatap tajam pada lawannya dan bergumam dalam hati, "Sial, dia mengurung kami dan kami tak bisa keluar sebelum mengalahkannya..."


"Hahahahaha...!!!!" Jigra tertawa lepas setelah mampu mendominasi semua yang ada ditempat itu, "Bagaimana sihirku ini?? Hebat bukan?? Sihirku adalah 'Dragon Slayer' yang ku dapat dari membunuh naga gurun..." ucapnya dengan penuh kesombongan.


Pak Tua Boon menjadi kesal dan geram begitu terperangkap dalam pasir, "Sial, jika saja kekuatanku dalam kondisi 100 persen maka dia tak sulit untuk ku kalahkan..."


"Aku belum pulih jadi daripada melawan lebih baik aku memikirkan cara untuk kabur..." pikir Pak Tua Boon.


Jigra menjadi jengkel atas respon Pak Tua Boon, "Jangan diam saja!!! Jawab aku!!!" Iapun melesat cepat dengan didorong oleh pasir yang ada dipijakan kakinya.


Jigra tanpa ragu memukul dengan sarung tangan besi yang membara akan tetapi Pak Tua Boon juga tak segan memukul dengan segenap kekuatannya, "DYYEESS...!!!!"


"ARRGGH...!!!!" Pak Tua Boon terdorong kebelakang dan memegangi kepalan tangannya yang terbakar, iapun meringis kesakitan.


"Hahahahaha...!!!"


Lawan tertawa lepas dan Pak Tua Boon menatapnya dengan tatapan tajam.


Jigra yang merupakan 'Dragon Slayer' tipe pasir dengan sombongnya berkata, "Kau adalah penyihir kelas atas dan aku membuatmu tak berdaya..."

__ADS_1


"Ya, aku tau yang kau pikirkan sekarang!! Yang kau pikirkan adalah jika kekuatanku dalam kondisi 100 persen maka dia bukan masalah bagiku..."


"Apakah tebakanku benar?" Ucap Jigra dengan senyum menyeringai.


Tebakannya semua benar dan bahkan hampir seperti membaca pikiran Pak Tua Boon dan hal itu membuatnya sangat jengkel, "Aku tau kau sudah merencanakan semua ini dari awal..."


"Hahahaha...!! Aku tak mengerti akan apa yang kau katakan!!" Jigra meningkatkan energi dan menunjukan sihirnya yaitu sepasang sayap yang terbuat dari pasir terbentuk dipunggungnya.


Iapun terbang melesat ke arah Pak Tua Boon dan langsung memukul, "Jbbllast...!!" Kepalan tinjunya itu hanya mengenai dinding pasir karena Pak Tua Boon mampu mengelak.


"Cih..." Pak Tua Boon nampak geram dan berteriak, "Sistina!!! Maafkan aku!!! Aku tak dapat melindungi dirimu...!!!!"


Iapun berlari ke arah Jigra dan memukul, "Jbbuak!!" Dua kepalan tinju saling beradu dan Pak Tua Boon terkejut saat perlahan dirinya mengering, "Apa...!!"


"Hahahaha...!!! Semakin lama didalam wilayahku kau akan semakin mengering...!!" Ucap Jigra dengan penuh kesombongannya.


"Sial..." Pak Tua Boon dan Sistina  yang terjebak diwilayah itu semakin geram.


"Hahahaha...!!! Kalian akan mati ditempat ini!!" Jigra memukul permukaan lantai yang menyebakan getaran hebat lalu ruangan itu penuh debu.


Pak Tua Boon tak bisa melihat karena semua tertutup oleh pasir dan hal itu dimanfaatkan oleh lawan.


Jigra berlari menerjang begitu saja dan mendadak muncul dari arah depan yang tertutup pasir lalu mencengkram leher Pak Tua Boon.


"Ugh...!!!"


Jigra mulai mengerikan tubuh lawannya, "Hahahaha...!!! Aku akan mengalahkan penyihir kelas atas...!!!"


Sistina yang berada disana tak tega melihat Pak Tua Boon didesak dan kesakitan, iapun tanpa sadar berlari maju, "Aku juga bisa bertarung...!!!!"


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 34 : Tragis


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2