
Pertarungan memanas.
Salah satu Komandan Pasukan Sihir yaitu Jack Rakan bertarung melawan pemimpin divisi ke-5 Batalion Bayangan yaitu Gamora.
"Terbukalah!!!"
Gamora menatap ke atas dan sebuah portal terbuka lalu pedang-pedang mulai jatuh menghujaninya, "Sial..." iapun terpaksa berlarian untuk menghindari serangan yang datangnya dari atas.
Ia menggenggam erat pedang besarnya yang berkobar api dan sesekali menangkis pedang yang datang dari atas dengan tebasan-tebasan.
"Sekaran aku mengetahui bahwa julukan 'si seribu pedang' miliknya bukan isapan jempol belaka..."
"Sepertinya dia benar-benar mampu menciptakan 1.000 pedang..." gumam Gamora yang berlarian ke sana ke mari untuk menghindari setiap pedang yang melesat dari atas.
*
Dikejauhan Jack Rakan mengamati, "Selain kuat dia juga lincah juga..." ucapnya dengan santai, ia bahkan menyempatkan diri untuk merokok, "Hah..." secara perlahan ia menghembuskan asap rokok.
"Yah, aku harus segera mengakhiri pertarungan ini sebelum aku benar-benar kehabisan energi..." ucapnya dengan menghembuskan asap rokok lagi.
*
"Sllash!! Sllash!!" Gamora menangkis pedang-pedang yang datang menggunakan tebasan-tebasan akan tetapi ia masih sangat kerepotan.
"Aku tak bisa terus-menerus bertahan!! Aku harus melawan balik akan tetapi bagaimana caranya?" Pikir pemimpin ke-5 Batalion Bayangan itu.
Mendadak hujan dari angkasa terhenti dan hal itu membuat Gamora bertanya-tanya, "Apa yang terjadi?"
"Tap... tap... tap..." Jack Rakan berlari ke arah Gamora dan langsung saja melesatkan tebasan yang digenggamnya dengan satu tangan, "Cthing!!" Meski mendadak tapi Gamora masih dapat menangkis serangan dari Jack Rakan.
"Boleh juga..." ucap sang Komandan Pasukan Sihir itu, ia lalu melesatkan serangan berupa tebasan-tebasan tanpa jeda, "Sllash!! Sllash!!"
Gamora kerepotan mengatasi serangan Jack Rakan yang berritme cepat itu dan bahkan sekujur tubuh bagian depannya tersayat-sayat.
Jack Rakan terlihat santai, ia yang melesatkan tebasan bertubi-tubi dengan genggaman satu tangan kanannya itu bahkan menyempatkan diri untuk merokok dengan tangan kirinya, "Hah..." ia menghembuskan asap rokok secara perlahan.
__ADS_1
"Sial, apakah dia meremehkanku..." Gamora terlihat jengkel karena lawan menyerangnya dengan tebasan yang hanya menggunakan satu tangan saja.
"Pertahananmu terbuka..." ucap Jack Rakan yang melihat sebuah celah dan ia melesatkan tendangan dari depan tepat mengenai dada Gamora, "Jbuuak...!!"
Gamora terdorong ke belakang dan agak sempoyongan.
"Terbukalah!!"
Secara mendadak sebuah portal muncul lagi dilangit dan pedang-pedang kembali menghujani pemimpin ke-5 itu.
Ya, Gamora tak memiliki jeda untuk istirahat bahkan jeda untuk bernafas karena ia harus mengatasi serangan hujan pedang dari atas.
Dilain sisi, Jack Rakan malah menancapkan pedangnya ke tanah lalu ia duduk ditanah menyempatkan diri untuk merokok dan berkata dengan entengnya, "Ya, sesekali istirahat dan merokok itu memang sangat diperlukan dalam kondisi seperti apapun..." ucapnya yang sesekali menghembuskan asap rokok.
Gamora terlihat sangat geram saat melirik ke arah lawan dan ternyata ia sedang sangat santai, "Sialan, bisa-bisanya ia duduk manis dengan merokok ditengah-tengah pertarungan..." gumamnya dalam hati.
"Aku serasa dipermainkan..." ucapnya dengan menangkis serangan-serangan yang datangnya dari atas, ia yang kesal mendadak meningkatkan energi dan meledakan kobaran api dari kedua pijakan kakinya, "DYYEESS...!!!"
Hal itupun membuat Jack Rakan bergerak, "Yah, sepertinya ia akan melakukan sesuatu yang luar biasa dan hal itu membuat permainan ini berakhir..." ucapnya yang perlahan berdiri tegak.
Tekanan energi Gamora terus saja meningkat dan iapun mengaktifkan sebuah sihir tingkat tinggi, "Mana Zone!!"
"DYYEESS...!!!!" Ledakan hawa panas menyebar ke segala arah.
Seluruh tempat berubah warna menjadi merah membara, "Tap... tap... tap..." Gamora melangkahkan kaki keluar dari kepulan asap, ia tampak berbeda.
Ukuran tubuh Gamora berubah menjadi dua kali lipat lalu ia berubah menjadi sangat kekar dan juga warna tubuhnya menjadi merah dari ujung kaki sampai rambut, "Hah..." ia menghembuskan nafas berupa asap panas.
"Panas sekali!!" Jack Rakan berjalan mendekatinya dan berdiri tepat dihadapan Gamora, "Kau memiliki mana zone?"
"Memangnya kenapa bila aku menggunakan mana zone?"
"Tidak ada apa-apa hanya saja itu teknik yang sangat rumit dan merupakan teknik kelas tinggi yang tak sembarang orang bisa menguasainya..."
"Hahahaha...." Gamora tertawa lepas, "Benar sekali!!! Teknik ini adalah kebanggaanku..."
__ADS_1
Jack Rakan yang semula bersikap santai kini berubah menjadi serius, "Baik, mari kita lihat seberapa kuat kau yang sekarang..."
Sang Komandan Pasukan Sihir itu berlari ke arah lawan dan iapun tanpa ragu melesatkan tebasan, "Sllash!!" Gamora hanya diam saja ditempat.
"Apa!!" Jack Rakan terkejut ketika pedang yang menebas lawan langsung saja meleleh karena panas.
"Sialan!! Hawa panasnya meningkat sangat pesat saat ia menggunakan Mana Zone" gumam Jack Rakan dalam hati, iapun menghujani Gamora dengan pedang-pedang.
Tetapi Gamora diam saja karena setiap pedang yang menyentuhnya langsung saja meleleh bagaikan es yang mencair.
"Cih..." untuk pertama kalinya Jack Rakan yang sebelumnya santai berubah menjadi sangat geram, ia menyadari bahwa kemampuan lawan yang sekarang sangat merepotkan.
Gamora tersenyum menyeringai lalu berkata, "Saat aku menggunakan Mana Zone energi ku meningkat pesat begitu juga dengan hawa panas dan kekuatan fisikku juga meningkat pesat..."
"Dan tak hanya itu saat aku menggunakan Mana Zone aku bisa mengendalikan semua yang berwarna merah diarea ini..."
"Hahahaha... sekarang ini aku tak lagi bisa kau serang dengan pedang yang artinya pertarungan ini sudah jadi kemenanganku..."
Jack Rakan sangat geram akan tetapi mendadak ia tersenyum menyeringai, "Menarik sekali!! Sudah lama aku tak bertemu dengan lawan yang bisa membuatku bertarung secara sungguh-sungguh..." iapun menciptakan sebuah portal dipermukan tanah lalu menarik sebilah pedang yang kemudian digunakan untuk menebas lawannya.
"Sllash!!!" Pedang tersebut langsung saja meleleh begitu menyentuh tubuh Gamora.
Jack Rakan menarik pedang lagi dari permukaan tanah, ia menebas dan pedang tersebut meleleh lagi, "Sllash!!"
Jack Rakan mengulangi hal itu berulang kali tanpa peduli serangannya percuma saja, "Hahahaha...!!" Ia yang biasanya santai dan bosan akan pertarungan tertawa lepas dan berubah menjadi sangat menikmati pertarungan.
Dilain sisi Gamora menjadi sangat jengkel, "Apakah kau tak mendengarkan juga!! Seranganmu itu tak berguna padaku!!!" Iapun geram dan perlahan mengangkat pedang besarnya dengan satu tangan, "Sllash!!!" Dengan sekali tebasan angin pemotong berlapiskan api melesat.
"Cthing!!" Jack Rakan menangkis dengan pedangnya akan tetapi pedang tersebut langsung meleleh begitu digunakan, "Hahahaha...!!" Dengan tawa lepasnya ia menarik dua pedang dari portal yang muncul dipermukaan tanah.
"Ini mulai menarik saja!!!" Ia yang semula santai berubah menjadi brutal, Jack Rakan berlari ke arah lawan lalu melompat dan menebas menggunakan dua pedang secara bersamaan, "Sllash!!" Dua pedangnya itu langsung saja meleleleh.
Gamora malah merasa dirinya diremehkan, "Menyerah sajala!!!! Pedang-pedangmu tak akan mempan padaku lagi...!!!"
Pertarungan sesungguhnya antara Komandan Pasukan Sihir dan pemimpin ke-5 Batalion Bayangan baru saja dimulai!!!
__ADS_1
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 138 : Kuwalahan