
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Edward mulai serius dan iapun menggunakan kekuatan makluk mitologi yang ia simpan ditubuhnya.
"Inilah kekuatan terkuat yang ku miliki!! Kekuatan legendaris dari sang rubah merah berekor sembilan yaitu Kyuubi...!!!!" Ucap Edward dengan penuh rasa percaya diri, iapun terlihat sangat membanggakan kekuatannya itu.
Dilain sisi Ragna dan Kanna terlihat sangat geram karena merasakan tekanan energi sihir yang meluap-luap dari lawan mereka.
"Kanna..."
"Aku tau!! Dia sangat kuat..." Kanna sangat geram
Edward yang telah menggunakan kekuatan makluk mitologi yaitu Kyuubi berkata dengan penuh semangat, "Baiklah, langsung kita mulai saja..."
"DYYEESS...!!!" Iapun melesat cepat dengan sekali pijakan kuat sampai-sampai membekas pada permukaan tanah.
Ragna mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan lalu menciptakan dinding kegelapan, "Kanna, jika pertahananku hancur maka kau harus segera menjauh!!"
"Aku mengerti!!"
Edward melesat sangat cepat dan iapun menerjang dinding kegelagan itu begitu saja, "Hahahaha...!!!"
Dinding kegelapan hancur dan Edward mengarah pada Ragna sementara Kanna sesuai arahan langsung melompat menjauh.
Edward mengepalkan tangan berbalutkan api dan melesatkan pukulan langsung pada Ragna, "Terima ini!!"
Ragna diam saja akan tetapi beberapa mili sebelum pukulan itu mengenainya iapun langsung menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!!"
"DYYEESS...!!!" Pukulan Edward mengenai permukaan tanah dan menghempaskan bongkahan tanah ke atas hingga membumbung tinggi.
"Zink!!" Ragna muncul kembali disamping Kanna.
"Meskipun diriku memiliki sihir regenerasi tapi jika terkena serangan seperti itu akibatnya akan sangat fatal..."
Ragna geram, "Aku sudah tau!! Akupun juga beruntung memiliki kemampuan teleport karena jika tidak pasti akan sangat sulit menghindari serangan seperti itu..."
"Hey, Kanna!!"
"Apa?"
__ADS_1
"Sebenarnya seberapa kuat makluk mitologi Kyuubi itu?"
"Aku tak tau!! Aku yang hidup ditengah hutan belantara sama sekali tak tau seberapa kuat Kyuubi itu..." jelas Kanna.
"Begitu ya"
"Akan tetapi ku tau satu hal bahwa aura yang dipancarkan oleh Kyuubi adalah aura buas terkuat yang pernah ku rasakan..."
"Akupun juga seperti itu!! Dihutan belantara aku bertemu dengan berbagai makluk buas akan tetapi aura mereka tak sehebat Kyuubi..." jelas Ragna.
"Tap... tap... tap..." Edward keluar dari kepulan asap dan menatap tajam ke arah keduanya, "Ayolah, kita disini untuk bertarung bukan mengobrol jadi tunjukan padaku seberapa tajam taring kalian..."
Keduanya tak menjawab dan memilih tidak emosi lalu bergerak dengan tenang.
Edward tersenyum menyeringai lalu berkata, "Ya, kalau kalian tak mau menyerangku maka biarkan aku yang menyerang kalian..." iapun melesat dengan sekali pijakan kuat hingga pijakannya membekas pada permukaan tanah.
Edward memukul dengan kepalan tangan berbalutkan api, "DYYEESS...!!" Pukulannya itupun sengaja dilesatkan pada permukaan tanah yang ada tepat dihadapan keduanya dan meskipun begitu Ragna maupun Kanna tetap terhempas karena kuatnya serangannya.
"Hahahahaha...!!" Edward tertawa lepas akan tetapi mendadak Ragna muncul tepat dihadapannya, iapun memukul akan tetapi Edward mampu menghindar dengan memundurkan satu langkah ke belakang.
"Cih..." Ragna agak kesal karena serangannya tak mengenai sasaran.
Edward segera mengepalkan tangan yang berbalutkan api dan membalas dengan menghantam wajah Ragna, "Jbbllast!!" Pukulan kuat itupun membuat Ragna terhempas menembus beberapa bangunan.
Dilain sisi Kanna berlari cepat dan langsung saja menusuk dengan pedang yang digenggamnya ditangan kanannya, "Cthing!!!" Meskipun begitu Edward menahan dengan cakar tangan kanannya yang tajam.
Kanna menghindar dengan melompat ke belakang dan serangan tersebut mampu memotong bangunan yang letaknya dikejauhan, "Meski aku memiliki sihir regenerasi ku yakin jika terkena serangan seperti itu tubuhku akan terbelah menjadi beberapa bagian..." pikirnya dalam hati.
"Hahahaha..." Edward tertawa lepas, "Gadis kecil, mengapa kau menghindar padahal aku hanya ingin memotongmu kecil-kecil?"
Kanna menjadi sedikit kesal, "Sayang sekali!! Kaulah yang akan terpotong-potong..." iapun berlari maju lalu menendang sebuah puing bangunan yang menghalangi jalannya, "Wuuss..."
"Serangan seperti itu tak ada gunanya..." Edward menepisnya dengan tangan kanan.
"Zink!!" Puing bangunan yang melesat itu hanya pengalihan saja, Ragna mendadak muncul tepat diatas Edward, ia menyatukan dua kepalan tangan yang berbalutkan kegelapan lalu menghantam kepala Edward, "Jbbuuak!!!"
"DYYEESS...!!!!" Kepala Edward jatuh dengan keras membentur permukaan tanah tapi meski begitu ia yang memiliki fisik kuat segera berdiri tegak, "Sialan!!!!" Edward berteriak penuh emosi.
"Tap... tap... tap..." Kanna berlari secepat mungkin dan langsung menebas dada Edward secara menyilang, "Sllash!!!"
"Cruat!!!" Darah segera keluar dari dada Edward tepat pada tebasan Kanna.
Edward yang memiliki ketahanan fisik luar biasa itupun tetap berdiri tegak dan malah semakin geram, "Ku bunuh kalian!!!!" Iapun mengepalkan tangan berbalutkan api lalu langsung memukul Ragna.
"Zink!!!" Ragna dengan cepat menghilang dengan kemampuan teleport sebelum terkena serangan itu.
"DHHUUAARR...!!" Pukulan Edward yang tak mengenai sasaran itupun menghancurkan bangunan dikejauhan.
__ADS_1
"Cih..." Edward sangat geram karena pukulannya gagal mengenai Ragna dan iapun beralih menatap Kanna, "Gadis kecil!! Kau memang dapat beregenerasi tetapi apakah kau juga dapat bertahan dari serangan ini?" Iapun membuka mulutnya.
Edward memfokuskan energi pada satu titik lalu sebuah bola api berukuran besar mulai terfokus pada mulutnya.
Bola api itupun menyusut dan ukurannya memadat berubah menjadi sangat kecil dan warnanya hitam pekat, "...!!!!" Kanna terkejut saat melihat hal itu.
"HIIAA...!!!!" Bola api yang telah memadat itupun ditembakan dan melesat sangat cepat.
Kanna menyadari bahwa dirinya tak bisa lari dari serangan itu jadi ia memutuskan menahan dengan menyilangkan dua pedangnya itu.
"Shrriing...!!!!!" Bola api padat itupun terus mendorong Kanna ke belakang, "Sial, aku harus melemparkan serangan ini ke suatu tempat..." pikirnya yang terdesak.
Kanna berniat melemparkannya ke angkasa akan tetapi bola api pada yang lainnya melesat lagi dan mengenai tepat pada bola api padat yang sebelumnya, "Apa!!!!" Kanna terkejut.
"DHHUUAARR...!!" Ledakan besarpun tercipta.
"Khehehe..." Edward tertawa penuh dengan kepuasan.
Beberapa saat kemudian ledakan yang semula penuh kobaran api perlahan berubah menjadi asap.
Hembusan anginpun menerpa kepulan asap lalu ledakan yang baru saja terjadi meninggalkan sebuah cekungan.
"Hah?" Edward terkejut ketika melihat sebuah bola kegelapan ditengah-tengah cekungan itu, "Apa itu?" Pikirnya.
Ya, secara perlahan bola kegelapan itupun terbuka dan nampaklah Ragna yang melindungi Kanna dari ledakan.
"Terima kasih..." ucap Kanna, "Berkat dirimu aku tak hancur berkeping-keping..."
"Tapi ku lihat perutmu berlubang...."
"Tak masalah karena dengan sihir regenerasi pasti luka-lukaku akan segera pulih..." jelas Kanna dengan entengnya.
"Begitu, ya?" Kekhawatiran Ragna akhirnya menghilang.
Edward yang melihat keduanya masih hidup menjadi sangat senang, "Hahahaha, kalian boleh juga!!!!" Iapun berlari ke arah keduanya secepat mungkin.
Ragna sangat geram dan merasa dalam kondisi yang tak diuntungkan karena Kanna sedang dalam proses pemulihan, "Sial, apa yang harus kami lakukan?" Ucapnya dengan suara pelan.
Kanna tiba-tiba bertanya, Hey, apa benar kau seorang 'Devil Slayer'?"
"Ya, memangnya ada apa?"
"Baguslah, aku punya hadiah untukmu..."
"Hah?" Ragna tak mengerti.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 109 : Devil Slayer
__ADS_1