The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
6


__ADS_3

Kapal yang ditumpangi oleh Ragna dan teman-temannya ditelan bulat-bulat oleh sang hiu raksasa, Megalodon.


Meskipun begitu Ragna, Regios dan Kanna berhasil selamat karena melompat dari kapal tepat sebelum kapal ditelan sang monster lautan.


Ia menatap ke gelapnya langit malam dan melihat cahaya terang dari sang rembulan, "Sial, Megalodon itu tak menyerang kapal-kapal itu yang artinya makluk mitologi itu ada dipihak mereka..."


"Aku tak habis pikir orang sehebat apa yang mampu mengendalikan hiu raksasa itu..."


Ragna perlahan mengatur nafasnya dan setelah rasa lelahnya sedikit berkurang, ia lalu berdiri tegak, "Ya, dengan makluk itu diperairan ini maka jalan pelarian kami akan jauh lebih sulit dari pada yang dibayangkan..." ucapnya yang kemudian beranjak pergi ke tengah pulau.


"Ku harap Regios dan Kanna baik-baik saja..." ucap Ragna yang saat ini berjalan menyusuri hutan bakau yang terletak mengelilingi pulau tersebut.


Pasukan patroli dari pihak musuh lalu lalang memeriksa sekitar pulau dan hal itu membuat Ragna harus hati-hati dalam melakukan penyusupan.

__ADS_1


Ia yang bersembunyi pada semak-semak bergumam dalam hati, "Sepertinya markas mereka ada pada puncak sulur itu..."


"Merepotkan sekali karena harus mencari Erinka dan Rikka ditempat seluas ini..." pikirnya yang kemudian melanjutkan perjalanan setelah pasukan patroli musuh pergi.


Ia berjalan menyusuri hutan lalu bergerak ke pusat pulau akan tetapi pergerakan Ragna jadi terhenti sebab begitu ia keluar dari hutan sebuah dinding raksasa yang tinggi menjulang menghalanginya.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 160 :


Kapal yang ditumpangi oleh Ragna dan teman-temannya ditelan bulat-bulat oleh sang hiu raksasa, Megalodon.


Meskipun begitu Ragna, Regios dan Kanna berhasil selamat karena melompat dari kapal tepat sebelum kapal ditelan sang monster lautan.


Ia menatap ke gelapnya langit malam dan melihat cahaya terang dari sang rembulan, "Sial, Megalodon itu tak menyerang kapal-kapal itu yang artinya makluk mitologi itu ada dipihak mereka..."

__ADS_1


"Aku tak habis pikir orang sehebat apa yang mampu mengendalikan hiu raksasa itu..."


Ragna perlahan mengatur nafasnya dan setelah rasa lelahnya sedikit berkurang, ia lalu berdiri tegak, "Ya, dengan makluk itu diperairan ini maka jalan pelarian kami akan jauh lebih sulit dari pada yang dibayangkan..." ucapnya yang kemudian beranjak pergi ke tengah pulau.


"Ku harap Regios dan Kanna baik-baik saja..." ucap Ragna yang saat ini berjalan menyusuri hutan bakau yang terletak mengelilingi pulau tersebut.


Pasukan patroli dari pihak musuh lalu lalang memeriksa sekitar pulau dan hal itu membuat Ragna harus hati-hati dalam melakukan penyusupan.


Ia yang bersembunyi pada semak-semak bergumam dalam hati, "Sepertinya markas mereka ada pada puncak sulur itu..."


"Merepotkan sekali karena harus mencari Erinka dan Rikka ditempat seluas ini..." pikirnya yang kemudian melanjutkan perjalanan setelah pasukan patroli musuh pergi.


Ia berjalan menyusuri hutan lalu bergerak ke pusat pulau akan tetapi pergerakan Ragna jadi terhenti sebab begitu ia keluar dari hutan sebuah dinding raksasa yang tinggi menjulang menghalanginya.

__ADS_1


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 160 :


__ADS_2