
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Suasana menjelang malam dan Master White Tiger yaitu Master Mark datang ke guild.
"Ada urusan apa Master kemari?" Ucap Erinka yang semangatnya hilang karena yang datang adalah master White Tiger dan bukan pelanggan.
"Yah, aku hanya mampir sebentar..."
"Lalu ada urusan apa ditempat ini?" Tanya Ragna.
"Aku berniat menempelkan selebaran ini pada papan misi!! Singkatnya aku mendapatkan misi kelas 'S' yang sangat berbahaya tapi ini misi gabungan..."
Erinka merebut selebaran yang dibawa oleh Master Mark dan berkata, "Kau tak perlu menempelkan misi ini!! Aku akan mengambil misi ini untuk ku sendiri...!!!" Iapun terlihat bersemangat.
Ragna sedikit curiga, "Memangnya misi gabungan seperti apa itu?"
"Kalian hanya perlu berkerja sama dengan mereka yaitu guild lain untuk menaklukan makluk mitologi yang kadang kala muncul untuk mengamuk..."
"Memangnya makluk mitologinya apa?" Tanya Ragna.
"Entahlah..."
"Hey, jangan banyak tanya karena hal itu bisa membuatmu bimbang!! Kita yang tak punya uang lebih baik kerjakan misi ini tanpa pikir panjang meski nyawa taruhannya..." Ucap Erinka.
Ragna bergumam dalam hati, "Akhirnya sifat aslinya muncul juga!! Dasar wanita mata duitan yang tak peduli pada segala resiko yang ada..."
"Yap, master..." Erinka terlihat begitu bersemangat, "Kapan misi itu dijalankan?"
"Karena misi ini darurat tingkat 'S' maka kalian bisa menjalankannya secepatnya..." jawab Master Mark dengan entengnya.
"Okey, sip..." Erinka tersenyum lebar, iapun mencengkram krah baju bagian belakang Ragna dan berlari keluar pintu guild, "Kami pergi dulu...!!!!" Teriaknya dengan semangat.
"Hehehe... selamat jalan dan semoga beruntung!!" Ucap Sistina dengan tersenyum sambil melambaikan tangan, "Ngomong-ngomong Master, monster mitologi apakah yang akan mereka hadapi?"
"Yah, lebih baik kau tak usah tau saja!! Makluk ini sangatlah kuat dan mengerikan..."
"Bukankah kalau begitu mereka dalam bahaya?"
"Hahahaha..." Master Mark malah tertawa, "Tenang saja, mereka bersama dengan teman lamaku jadi mereka pasti aman..."
"Khihihi... begitu rupanya!! Yah, aku jadi lega..." ucap Sistina.
"Oh, ya!! Aku lupa bilang kalau kelompok mereka juga akan ikut..."
"Yang kau maksud mereka itu siapa, Master?"
"Tentu saja Denjirou dan ketiga istrinya..." jawab Master Mark.
__ADS_1
"Khihihi... jika saja aku bisa ikut misi ini pasti aku akan senang sekali!!" Ucap gadis bartender itu dengan tersenyum lebar.
*****
Ragna dan Erinka berjalan ditengah gelapanya kota.
Erinka dengan semangat berjalan didepan sementara itu Ragna mengikuti dibelakangnya.
"Kau tampak semangat sekali..."
"Iya dong, coba kau pikirkan aku tak punya uang untuk makan dan bayar kontrakan dan tiba-tiba aku dapat uang banyak jadinya aku pasti sangat senang sekali!!!" Jelas Erinka.
"Kalau dipikir-pikir benar juga sih? Jika tak ada misi ini kita pasti akan jadi gembel..." ucap Ragna setuju.
Erinka yang semangat berteriak, "Aku akan menyelesaikan misi ini dan punya banyak uang lagi...!!!!"
"Aku juga ikut senang..." ucap Ragna yang ikut bahagia saat melihat rekannya ceria.
Erinka yang senang itupun berlari dengan tergesa-gesa lalu saat diperempatan jalan ia yang tak memperhatikan jalan bertabrakan dengan seseorang, "Bruuk...!!!" Keduanya sama-sama terlempar.
Erinka si gadis bangsawan memegangi pantatnya, "Aduh sakit sekali!!"
"Kau tak apa?" Tanya Ragna.
Erinka tak mempedulikan pertanyaan Ragna dan ia segera berdiri lalu membungkukkan badan, "Aku minta maaf..." ucapnya pada orang yang baru saja ditabraknya.
"Ini semua terjadi karena salahku!! Aku ceroboh..."
Orang itupun berdiri tegak lalu meletakan telapak tangan kanannya pada kepala Erinka yang sedang membungkuk, "Makanya kalau jalan hati-hati, gadis angkuh..."
"Eehh...!!??" Erinka terkejut dan iapun merasa mendengar suara tak asing dari orang yang ada dihadapannya, ia segera mengangkat kepalanya, "Denjirou...!!!!!"
"Mana mungkin aku sudi memanggimu seperti itu?" Ucap Erinka yang agak jengkel.
"Aku lebih tua darimu jadi hormati aku!!!" Bentak Denjirou.
"Aku tetap tak mau!!!"
Ragna hanya terdiam dan memperhatikan kemunculan Denjirou, ia bergumam dalam hati, "Bukankah dia juga anggota White Tiger yang dulu ku lihat bersama dengan 3 wanita sekaligus?" Ia mencoba mengingat kejadian pertama kali bergabung dengan guild.
Ragna berjalan mendekati Erinka dan Denjirou, "Anu... siapa kau?"
"Eehh..." Denjirou mengalihkan pandangan pada Ragna, "Bukankah kau si anggota baru itu?"
"Yap, benar sekali!!" Ucap Ragna dengan ramah.
Erinka yang kesal membisikan sesuatu pada Ragna, "Kau tak perlu mengenalnya Ragna!! Dia hanya lelaki mesum..."
"Mesum?" Ragna bertanya-tanya.
"Aku dengar apa yang kalian katakan..." ucap Denjirou yang menguping.
"Hehehe... maaf mengatakan hal yang buruk padamu..." ucap Ragna dengan tersenyum dan ia berkata blak-blakan, "Lalu apa maksud yang dikatakan Erinka barusan? Apakah kau benar-benar seorang pemuda mesum?"
"Cih, jadi kau melihatnya, ya?" Gumam Denjirou dengan suara pelan dan iapun berkata pada Ragna untuk memperjelas kejadian yang sebenarnya, "Hey bocah baru!! Biar kau beritahu padamu bahwa tiga perempuan itu adalah kekasihku jadi kami tak berbuat mesum..."
__ADS_1
"Hahahaha... penjelasanmu tak masuk akal!!" Ejek Erinka, "Meski mereka kekasihmu tapi tak seharusnya kau melakukan hal romantis didepan publik!! Gara-gara kau reputasi guild jadi tercemar!!"
"Berisik!!! Diamlah kau gadis angkuh!!!" Bentak Denjirou akan tetapi Erinka terus saja mengejek.
Tak butuh waktu lama 3 perempuan datang ke arah Denjirou dan Erinka yang sedang berdebat.
Mereka adalah rekan-rekan Denjirou dan mereka adalah Sumika, Tifa dan Makio.
"Denjirou-sama, ada apa ini?" Tanya Sumika.
"Tidak ada apa-apa!! Gadis angkuh ini hanya membuatku kesal saja..."
Tifa menatap Erinka dan menjadi sangat geram, "Hey, Erinka!! Berhenti menggoda Denjirou-sama!!!"
"Meskipun dia lelaki terakhir dimuka bumi ini aku tak sudi bersama dengannya...!!!"
"Apa!!! Berhenti menjelek-jelekan Denjirou-sama..." Makio ikut jengkel.
Tiga lawan satu, merekapun berdebat.
Denjirou sampai menepuk jidat, "Kelakuan ketiganya benar-benar membuatku pusing..."
"Memangnya kalian ini sebenarnya siapa?" Tanya Ragna pada Denjirou.
"Baiklah, waktunya memperkenalkan diri!! Aku adalah Denjirou yang merupakan penyihir dua pedang dan aku adalah bangsawan..." ucap pria dengan rambut hitam itu.
"Dan wanita itu adalah Sumika..." ucap Denjirou dengan menunjuk wanita yang membawa tombak dipunggunya, Sumika memiliki rambut pirang panjang terurai.
"Dia adalah Tifa..." Denjirou menunjuk ke arah wanita yang dipinggangnya ada sebilah pedang lalu ia memiliki rambut hitam sebahu.
"Lalu yang terakhir adalah Makio..." ucap Denjirou dengan menunjuk wanita yang membawa senapan dipunggungnya, Makio memiliki rambut hitam panjang yang diikat ponytail.
"Oh, sekarang aku jadi lebih mengenal anggota guild yang lainnya..." ucap Ragna, "Tapi aneh juga kau bisa memiliki 3 pacar sekaligus..."
"Mereka bukan pacarku!! Mereka adalah istriku..."
"Kau bercanda?"
"Tidak..."
Ragna yang tak percaya bertanya langsung pada tiga wanita itu, "Apa kalian istri dari Denjirou?"
"Benar..." jawab ketiganya secara spontan.
Ragna menarik nafas panjang lalu berteriak, "Bikin iri aja...!!!!!"
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 58 : Sabertooth
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****