
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Dua guild penyihir yaitu White Tiger dan Sabertooth yang sedang menjalankan misi gabungan diserang oleh sebuah organisasi terlarang yaitu Batalion Bayangan.
Erinka dan Lisha yang dalam kepungan orang-orang berpakaian hitam tertutup berdiri saling membelakangi.
"Hey, wanita dari White Tiger!!"
"Namaku Erinka..."
"Iya, ya, hey Erinka!! Aku bukan petarung tapi ahli medis jadi aku bergantung padamu..." ucap Lisha.
Erinka agak kesal, "Dasar, kau hanya beban!! Lain kali kalau kau merepotkanku bersikaplah yang sopan padaku..." Erinka mengambil item sihir yang berupa pedang besar dari punggungnya.
Ia menggenggam erat dengan tangan kanan lalu menggunakan kemampuan sihirnya sehingga lengan sampai kepalan tangan bagian kanannya terlapisi kobaran api merah, "Akan ku habisi kalian semua..." ucap wanita dari White Tiger itu dengan mengacungkan pedang besarnya yang berkobar-kobar itu.
*
Lalu dibagian kapal yang lain ada Denjirou beserta dengan ketiga istrinya yang terkepung.
"Siapa mereka?" Tanya Sumika.
"Entah, tapi mereka mengenakan pakaian hitam tertutup dan masuk ke kapal kita tanpa permisi yang artinya mereka bukan orang baik..." ucap Makio.
"Kalau begitu mari tendang mereka dari kapal..." sahut Tifa.
Denjirou menarik dua pedang yang ada dipunggungnya, "Baik, mari habisi mereka..."
"Tidak perlu!! Denjirou-sama tak perlu ikut campur!! Biar kami yang mengurusnya!!" Teriak ketiga istri Denjirou yang langsung saja menyerang.
"Hah..." Denjirou menyarungkan kedua pedangnya lagi, "Enak juga punya tiga istri yang sayang padaku..."
*
Dilain sisi semua pasukan berpakaian hitam yang mengepung Kai Sinaga telah tumbang.
Si keturunan pahlawan itupun menyarungkan kembali sebilah pedangnya secara perlahan, "Hah... mereka hanya sekumpulan orang-orang lemah..." ucap Kai dengan menghela nafas panjang.
"Aku ingin tau seperti apakah lawan yang mampu memojokan Pak Tua Gamou..."
*
Dibagian depan kapal ada pertarungan
__ADS_1
Ragna melawan pemimpin ke-9 Batalion Bayangan.
"Hahahaha...!!" Koga tertawa lepas dan iapun menjilat darah Ragna yang menetes pada pedangnya, "Aku bisa melihat dengan jelas kemenanganku..."
Ragna menjadi sangat kesal dan ia berteriak, "Kau hanya beruntung, sialan!!!"
"Zink!!" Iapun menghilang lagi dengan kemampuan teleport.
Koga tersenyum menyeringai, "Akan ku bunuh kau, bocah!!!!"
Ragna muncul dibelakang punggung lawan akan tetapi Koga dengan cepat berbalik lalu melesatkan tebasan dengan memutar tubuhnya, "Cih..." iapun kesal karena Ragna mampu menghindar dengan menunduk berjongkok.
Ragna balas memukul dagu lawan, "Jbbuuak...!!" Koga terdorong ke belakang, ia hampir kehilangan keseimbangan dan agak sempoyongan.
"Lincah sekali, dia!!!" Ucap Koga yang dengan cepat berdiri tegak, iapun mencari-cari keberadaan lawan, "Dimana dia?"
Ragna sudah menghilang dengan kemampuan teleport dan ia muncul lagi dibelakang Koga lalu langsung mencengkram kepala bagian belakangnya dan menghantamkan ke depan, "Jbbuuak!!!" Kepala Koga menancap pada lantai kapal.
"Sekarang kesempatanku!!!" Ucap Ragna dengan meningkatkan energi dan kegelapan meluap dari pijakan kaki, iapun mengepalkan tangan lalu melapisinya dengan kegelapan sehingga kepalan tangannya berubah membesar, "HIIAA...!!" Ia berlari ke arah lawan yang masih terjebak dan memukulnya sekuat tenaga, "Jbbllast!!!"
Koga terlempar keluar dari kapal tersebut.
Pak Gamou yang melihat hal itu bergumam dalam hati, "Dia lincah, berbakat dan serangannya kuat!! Lawan yang membuatku kerepotan dapat diatasinya..." ia kagum pada Ragna.
Ragna menatap tajam ke tempat musuh yang jatuh, "Ayolah, kau tak mungkin kalah hanya karena tenggelam..."
Koga melesat dari bawah laut, langsung melompat dan berdiri tegak diatas kapal tersebut, "Hahahahaha...!! Ku akui kau kuat, bocah..."
Koga memperhatikannya dengan seksama, "Menarik juga!! Ternyata kau punya dua kemampuan sihir yaitu teleport dan kegelapan..."
"Memang apa pedulimu..." ucap Ragna dengan melompat ke arah lawan dan iapun memukul dengan tangan kanan, "Jbbuuak!!" Pukulannya itu ditangkis dengan mudah menggunakan telapak tangan kanannya.
Koga mencengkram kepalan tangan Ragna dan membantingnya ke lantai, "Ugh!!" Ragna kesakitan.
Koga berniat menginjak kepala Ragna akan tetapi ia dengan cepat menghindar menggunakan kemampuan teleport, "Zink!!!"
"Sial, kemampuan teleport benar-benar merepotkan..." gumam Koga dalam hati.
"Zink!!" Ragna muncul lagi dibelakang punggung lawan, ia menyatukan dua kepalan tangan dan langsung saja menghantam, "Jbbuuak!!!" Koga menahan dengan menyilangkan kedua tangannya dan pukulan Ragna seakan tak berpengaruh padanya.
"Hahahahaha...!!" Koga menendang Ragna, "Jbbuuak!!!"
Ragna terlempar keluar kapal akan tetapi sebelum jatuh ke laut terlebih dahulu ia menggunakan kemampuan teleport, "Zink!!!" Ia muncul tepat dihadapan lawan.
"Hah... hah... hah..." Ragna mencoba mengatur nafas dan nampaknya ia sangat lelah karena berulang kali menggunakan kemampuan teleport.
"Hahahaha... sepertinya berteleport berulang kali sangat menguras energimu..." ucap Koga.
"Kalau iya memang kenapa?" Jawab Ragna dengan sorot mata tajam.
"Tidak ada apa-apa!! Hanya saja aku telah menang..." ucap Koga dengan menggenggam erat pedang ditangan kanannya dan menebas, "Cthing!!!!" Tebasan itu ditahan menggunakan pedang besar oleh Erinka yang mendadak muncul.
__ADS_1
"Sayang sekali!! Aku memang kalah akan tetapi aku berhasil mengulur waktu..." ucap Ragna dengan menyeringai.
Koga kesal akan tetapi ia segera menjaga jarak dengan melompat ke belakang, "Cih..."
Erinka menoleh ke belakang dan nampak kasihan pada Ragna yang babak belur, "Menyedihkan sekali!!! Memangnya lawan yang kau hadapi itu seperti apa hingga kau babak belur?"
"Jangan mengejekku!!! Tetap waspada kerena dia kuat sekali!!"
"Iya, iya, aku mengerti..." ucap gadis bangsawan itu dengan menggenggam erat pedang besarnya menggunakan dua tangan.
Ya, tak hanya Erinka akan tetapi Kai dan Denjirou berserta dengan ketiga istrinya telah selesai membereskan pasukan yang memakai pakaian hitam tertutup itu.
"Kau terkepung!!" Ucap Erinka.
"Sepertinya dia bos mereka..." sahut Denjirou.
Kai berkata pada Ragna, "Kerja bagus..."
"Terima kasih..." jawab Ragna dengan perlahan berdiri tegak.
Ya, Koga telah terkepung oleh 7 orang petarung akan tetapi hal yang sangat mengejutkan terjadi yaitu secara mendadak laut bergetar hebat seolah terjadi gempa bawah laut.
Hal itupun membuat kapal yang mereka tumpangi terombang-ambing tak menentu.
Sementara dipermukaan laut terjadi pertarungan antara gabungan dua guild yaitu White Tiger dan Sabertooth melawan mereka yang berasal dari Batalion Bayangan.
Didalam dasar laut yang sangat dalam sesosok monster yang sangat mengerikan dan bahayanya tak dapat diukur perlahan membuka mata, "WOOAARRGGH...!!!" Iapun meraung dengan sangat keras.
"Yang barusan itu apa?" Ucap Ragna yang mendengar teriakan dari dasar laut.
Koga nampak geram, "Apa kalian datang kemari tanpa tau apapun?"
"Apa maksudmu?" Tanya balik Kai dengan sorot mata tajam, ia menganggap kata-kata Koga hanya gurauan.
"Bodoh, kalian kemari tanpa tau apapun!!! Diperairan ini merupakan sarang dari salah satu Leviathan..."
"Ya, monster laut itu adalah Kraken 'sang gurita raksasa'..." ucap Koga dan secara mendadak tentakel-tentakel raksasa keluar dari air laut yang gelap itu.
Merekapun dalam bahaya besar...!!!!!
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 65 : Tenggelam
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****