
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Koga memiliki sihir perubahan tipe hewan dan ia bisa berubah menjadi seekor serigala berbulu hitam, "AAUUOOWW...!!!" Iapun meraung.
Kai dan Ragna waspada.
Lalu Koga dengan sorot mata tajam segera berlari ke arah keduanya dengan sangat cepat, "Zink!!" Mendadak Ragna muncul di arah disamping lalu menendang akan tetapi dengan instingnya yang tajam Koga mampu menghindar.
"Apa!!!!" Ragna terkejut.
"Jangan pikir aku sama seperti yang sebelumnya!!!" Teriak Koga dengan balas melesatkan tendangan, "Jbbuuak...!!" Ragna sempat menahan dengan menyilankan kedua lengan akan tetapi tetap saja ia terlempar dan jatuh menimpa kursi dan meja bar.
Ragna terjatuh akan tetapi Koga segera berlari ke arahnya dan menerkam, "Sial..." Ragna kehabisan waktu akan tetapi Kai memberikan bantuan dengan berlari lalu menusuk.
"Jleebb...!!!" Koga menahan tusukan itu dengan telapak tangannya yang membuat pedang Kai menembusnya.
"Sialan!!!! Sakit tau!!!" Teriak Koga yang balas menendang perut Kai, "Jbbuuak!!!"
Kai terlempar hingga menembus bangunan tembok bar lalu Koga kembali berfokus pada Ragna, "Sial, dia tak ada!!!" Iapun sangat geram ketika tau Ragna sudah menghilang dengan kemampuan teleport.
"Zink!!!" Ragna muncul diatas dengan menyatukan dua kepalan tangan yang berlapiskan kegelapan, "HIIAA...!!!!" Iapun menghantam akan tetapi Koga menahan dengan menyilangkan kedua tangannya.
"Sialan!!" Ucap Koga yang menahan pukulan Ragna, iapun sampai menekuk lututnya.
"Zink!!" Ragna menghilang lagi dengan kemampuan teleport dan iapun muncul dibelakang punggung Koga.
Koga yang memiliki insting tajam segera berbalik akan tetapi Ragna menendang wajahnya tepat saat ia berbalik, "Jbbuuak!!!"
Koga menjadi sempoyongan akan tetapi ia berusaha tetap berdiri tegak, "Bocah sialan..." iapun mengusap mulutnya yang berdarah.
"Zink!!!" Ragna menghilang lagi dengan kemampuan teleport.
Koga menjadi sangat waspada dan menyadari meski dirinya memiliki insting tajam tapi kemampuan teleport sangat sulit untuk diatasi.
"Zink!!!" Ragna muncul dikejauhan dan langsung menendang sebuah meja, "Jbbuuak!!" Meja itupun terlempar ke arah Koga.
__ADS_1
Koga yang memiliki insting tajam mengepalkan tangan dan memukul meja yang mengarah padanya dengan satu pukulan.
"Zink!!!" Ragna muncul tepat dihadapannya dan langsung menyatukan dua kepalan tangan lalu memukul kepalanya dari atas, "Jbbuuak...!!!"
"Ugh!!" Koga sangat merasa kesakitan dan serangan terakhir dari Ragna itu sukses membuat dirinya pusing lalu pandangan mata samar-samar.
Ragna tak menyia-nyakan kesempatan, iapun berlari ke arah lawan, "HIIAA...!!!" Iapun menghantam dagu Koga dengan dengkulnya, "Jbbuuak...!!!" Koga yang pandangan matanya samar-samar jadi terlempar jauh hingga menembus dinding bar.
"Hah... hah... hah..." Ragna terlihat kelelahan setelah melesatkan serangan bertubi-tubi dan iapun perlahan mengatur nafas.
Kai keluar dari lubang yang ada didinding lalu berjalan ke arah Ragna, "Sepertinya kau berhasil mengalahkannya..."
"Ya, sepertinya begitu..." jawab Ragna dengan nafas yang tak beraturan, "Sekarang kita tinggal mengurus pria yang satunya lagi..."
"Benar, dan sekarang sepertinya ia sedang mengejar Erinka dan Lisha..." ucap Kai.
"Apa!!! Kalau begitu mereka berdua dalam masalah!!" Ragna terkejut.
Lalu tanpa pikir panjang keduanya sepakat mengejar pria yang satunya lagi tetapi sebelum mereka keluar dari bar itu mendadak Koga muncul dari balik pintu, "Kalian tak akan pergi kemanapun karena aku akan menghabisi nyawa kalian..." ucapnya dengan sorot mata tajam.
Keduanya menjadi sangat waspada dan sama-sama bergumam dalam hati, "Sial, dia kuat sekali...!!"
Kai berbisik pada Ragna, "Sepertinya kita tak akan bisa pergi dari tempat ini sebelum mengalahkan pria ini..."
"Akupun juga berfikir begitu..." jawab Ragna dengan suara pelan.
"Krak!! Krak!!" Lantainya menjadi retak-retak dan hal itupun membuat Ragna maupun Kai melompat ke belakang.
Koga melesat ke arah Kai dengan sekali lompatan dan iapun langsung saja menyerang dengan cakaran, "Cthing!!!!" Kai menahan dengan pedang akan tetapi cakaran Koga begitu kuat dan bertenaga sehingga iapun terlempar ke belakang.
"Sial..." Kai yang melayang diudara mampu menjaga keseimbangan iapun malah berpijak pada langit-langit dan melesat kembali ke bawah.
"Kena kau!!" Kai melakukan serangan berupa tusukan akan tetapi Koga mampu menghindar dengan melompat ke belakang.
"Sayang sekali!! Seranganmu itu sangat mudah ku hindari..." ejek Koga akan tetapi ia yang lengah membuat Ragna memiliki kesempatan untuk menjalankan sebuah rencana.
Ragna menciptakan dua lengan kegelapan yang sangat panjang lalu digunakan untuk mencengkram kaki Koga dari belakang, "Sekarang lakukan!!" Teriak Ragna dengan menarik kaki itu dan secara spontan Koga jatuh.
"Ugh!!" Iapun berusaha berdiri lagi akan tetapi Kai melompat dan langsung menusuk punggungnya, "Jleebb...!!!" Pedang tersebut menembus tubuh Koga.
"ARRGGHH...!!!" Koga berteriak kesakitan dan iapun menggeliat lalu berguling-guling agar Kai jatuh dari punggungnya, "Sialan!!!! Pergi dari punggungku!!!"
Kai bersikeras dan iapun menggenggam erat pedangnya agar tetap menusuk.
__ADS_1
"Sial...!!!" Koga berdiri tegak lalu membenturkan punggungnya ke lantai, "Jbbuuak!!"
"Ugh!!!" Kai terkena dampaknya akan tetapi ia tetap bertahan.
Koga berdiri lagi dan sekali lagi berniat membenturkan punggungnya ke lantai lagi, "Jatuhlah!!!" Teriaknya dengan lantang.
Ragna bergerak cepat dan iapun melompat tinggi lalu memukuli Koga sebelum sempat ia membenturkan punggungnya ke lantai, "Jbbuuak!! Jbbuuak!!"
Dari belakang Kai menusuk dan dari depan Ragna memukuli Koga.
Ya, pemimpin ke-9 Batalion Bayangan itu kini tengah terdesak.
*****
Sementara itu.
Lisha menarik tangan Erinka dan keduanya tengah berlari dijalanan kota.
"Kita harus menjauh sejauh mungkin..." ucap Lisha yang berlari didepang
"Tetapi kita mau kemana?"
"Entahlah, yang jelas kita harus keluar dari jangkauan mereka..." jelas Lisha yang panik.
Erinka bergumam dalam hati, "Aku tau mereka sangat berbahaya akan tetapi mengapa mereka mengincarku?"
Mendadak Lisha berhenti dan hal itu membuat Erinka menabrak punggungnya, "Hey, mengapa berheti!!"
"Lihat..." Lisha menunjuk ke depan, "Kita sudah terkejar..."
Ya, dihadapan keduanya pemimpin ke-8 Batalion Bayangan tengah menghadang.
"Maafkan aku tapi kami membutuhkan sang Phoenix..." ucapnya dengan datar.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 81 : Dragon Slayer
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****