The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
5


__ADS_3

Pemimpin kedua Batalion Bayangan muncul dan pertarungan yang tak dapat dihindari terjadi.


Erinka meningkatkan energi apinya sehinga item sihir yang ia genggam berkobar-kobar api merah, "HIIIAAA...!!" Ia pun menebaskan pedangnya.


"WUUSS...!!" Sebuah gelombang api yang sangat kuat melesat bergerak ke arah pemimpin kedua.


"Konyol sekali!! Apa kau pikir mampu menyerangku dengan cara seperti itu?" Ucap pemimpin kedua dengan mengarahkan telapak tangan kanan ke depan dan menembakan gelombang cahaya.


"Sllash!!"


"DHHUUAARR...!!" benturan dua kekuatan terjadi sehingga atap bangunan hancur.


Erinka yang melindungi Rikka dibalik punggungnya menatap tajam ke arah musuh sementara itu sang pemimpin kedua tetap meremehkan lawannya.


"Kau tak mungkin bisa mendaratkan serangan padaku..." ucap pemimpin kedua dengan senyuman penuh ejekan.


"Zink!!" Mendadak Ragna muncul tepat dihadapan pemimpin kedua dan ia langsung saja melesatkan pukulan pada wajah lawan, "Jbbuuak!!"


Pemimpin kedua yang lengah terkena pukulan Ragna dan ia sampai terdorong ke belakang, "Kurang ajar!!!!!!" Teriaknya dengan penuh emosi


Ragna menjadi sangat waspada.


Kilauan cahaya melapisi kedua kaki pemimpin kedua dan iapun melesat secepat cahaya ke arah Ragna, "Sllash!!"


Pemimpin kedua menyerang perut Ragna dengan pukulan akan tetapi sebelum mengenai sasaran terlebih dahulu Ragna menghilang dengan kemampuan teleportasi miliknya, "Zink!!"


Ragna muncul tepat disamping Erinka, "Fiuh, nyaris saja perutku berlubang..."

__ADS_1


"Kau tak apa?"


"Ya, aku baik-baik saja akan tetapi telat menghindar maka aku akan mati..."


"Kita harus hati-hati dalam menghadapinya..."


"Sepertinya aku bisa mengatasi kecepatannya dengan kemampuan teleport..."


"Kalau begitu bagus..." ucap Erinka.


Keduanya sekali lagi berdiri tegak melindungi Rikka.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 156 : Penyusup


Pemimpin kedua Batalion Bayangan muncul dan pertarungan yang tak dapat dihindari terjadi.


Erinka meningkatkan energi apinya sehinga item sihir yang ia genggam berkobar-kobar api merah, "HIIIAAA...!!" Ia pun menebaskan pedangnya.


"WUUSS...!!" Sebuah gelombang api yang sangat kuat melesat bergerak ke arah pemimpin kedua.


"Konyol sekali!! Apa kau pikir mampu menyerangku dengan cara seperti itu?" Ucap pemimpin kedua dengan mengarahkan telapak tangan kanan ke depan dan menembakan gelombang cahaya.


"Sllash!!"


"DHHUUAARR...!!" benturan dua kekuatan terjadi sehingga atap bangunan hancur.


Erinka yang melindungi Rikka dibalik punggungnya menatap tajam ke arah musuh sementara itu sang pemimpin kedua tetap meremehkan lawannya.

__ADS_1


"Kau tak mungkin bisa mendaratkan serangan padaku..." ucap pemimpin kedua dengan senyuman penuh ejekan.


"Zink!!" Mendadak Ragna muncul tepat dihadapan pemimpin kedua dan ia langsung saja melesatkan pukulan pada wajah lawan, "Jbbuuak!!"


Pemimpin kedua yang lengah terkena pukulan Ragna dan ia sampai terdorong ke belakang, "Kurang ajar!!!!!!" Teriaknya dengan penuh emosi


Ragna menjadi sangat waspada.


Kilauan cahaya melapisi kedua kaki pemimpin kedua dan iapun melesat secepat cahaya ke arah Ragna, "Sllash!!"


Pemimpin kedua menyerang perut Ragna dengan pukulan akan tetapi sebelum mengenai sasaran terlebih dahulu Ragna menghilang dengan kemampuan teleportasi miliknya, "Zink!!"


Ragna muncul tepat disamping Erinka, "Fiuh, nyaris saja perutku berlubang..."


"Kau tak apa?"


"Ya, aku baik-baik saja akan tetapi telat menghindar maka aku akan mati..."


"Kita harus hati-hati dalam menghadapinya..."


"Sepertinya aku bisa mengatasi kecepatannya dengan kemampuan teleport..."


"Kalau begitu bagus..." ucap Erinka.


Keduanya sekali lagi berdiri tegak melindungi Rikka.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 156 : Penyusup

__ADS_1


__ADS_2