The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 83 : Pertarungan Orang Dewasa II


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Pemimpin ke-8 Batalion Bayangan perlahan menunjukan kemampuannya dan iapun melapisi seluruh tubuhnya dengan besi hitam.


Denjirou berlari ke arah Satoru dan iapun melesatkan tebasan menyilang pada bagian dada, "Shriing!!!!" Tebasan kedua pedangnya itupun tak mampu menggores kulit keras sang 'Dragon Slayer'


"Mustahil!!!" Pikir Denjirou.


Satoru melesatkan serangan balasan dengan menendang dari arah depan, "Jbbuuak!!!" Denjirou menahan dengan menyilangkan kedua tangan dan terdorong ke belakang, "Cih, kuat sekali!!" Pikir pria White Tiger itu.


"Pak Gamou!! Dia kuat..." ucap Denjirou.


"Ya, aku tau dan kita harus berhati-hati menghadapinya..." ucap Pak Gamou serius.


Satoru melesat ke arah Denjirou dan menyerang dengan cakaran, "Aku tak punya waktu untuk meladeni kalian...!!!"


"Cthing!!!" Denjirou menahan dengan pedangnya akan tetapi serangan kuat lawan membuatnya terlempar.


Pak Gamou berubah bentuk menjadi bison dan iapun berlari kencang ke arah lawan dengan serudukan, "DYYEESS...!!!" Satoru mampu menahannya dan meski ujung tanduk Pak Gamou yang tajam mengenai dadak lawan tapi tepat saja tak mampu menggores lapisan tubuh Satoru.


"Apa!!!" Pak Gamou terkejut karena secara perlahan kaki belakangnya melayang dari tanah, "HIIAA...!!!!" Satoru mencengkram kedua tanduk Pak Gamou lalu mengangkatnya dan iapun berputar lalu melemparkannya.


"DYYEESS...!!!" Pak Gamou terlempar hingga menembus dinding bangunan diseberang jalan.


"Aku tak punya waktu untuk meladeni kalian!! Aku punya misi menangkap Burung Api Phoenix..." ucapnya dengan mengembangkan sayap api.


Iapun berniat terbang dan secara perlahan kakinya mengambang dari permukaan tanah akan tetapi mendadak angin pemotong melesat dan mengenai tubuhnya.


Satoru jatuh lagi ke tanah dan iapun mencari orang yang telah menyerangnya itu.

__ADS_1


Ya, pelakunya tentu saja adalah Denjirou, "Kau tak akan pergi kemanapun..."


Satoru merasa kesal dengannya akan tetapi ia yang lengah membuat Pak Gamou punya kesempatan dengan menubruknya dari arah samping, "Jbbuuak!!" Satoru terlempar jauh hingga menembus dinding bangunan yang terletak dipinggir jalan.


Pak Gamou berubah wujud menjadi hibrid bison dan meski ia telah menghempaskan lawan tapi ia tau betul bahwa 'sang dragon slayer' tak semudah itu kalah.


"Hati-hati, Denjirou..."


"Ya, aku tau!! Lapisan besi diseluruh tubuhnya itu sangat keras sehingga serangan kita tak begitu berdampak padanya..." ucap Denjirou dengan sorot mata tajam.


Dari kepulan asap yang merupakan tempat jatuhnya Satoru secara mendadak terasa energi yang sangat kuat, "Wuuss...!! Wuuss...!!" Sang Dragon Slayer mengibaskan sayapnya dan membuat dedebuan menghilang.


"Baik, jika kalian menginginkan pertarungan maka kalian mendapatkannya!!!!" Ucap Satoru dengan sorot mata tajam, iapun memperkuat pijakan kedua kakinya dan melesat cepat dibantu oleh kibasan sayap.


Iapun melesatkan tendangan dengan dua kaki dari arah depan dan Pak Gamou bersiap menahan dengan gada besi berdurinya, "Jbbuuak...!!" Pak Gamou terlempar dan punggungnya sampai membentur batang pohon yang tumbuh ditepi jalan.


"Ugh!!" Ia agak kesakitan akan tetapi secara perlahan Pak Gamou berusaha berdiri tegak.


Tetapi sebelum sempat ia berdiri tegak terlebih dahulu Satoru melesatkan cakaran, "Sllash!!" Beruntung Pak Gamou mampu menghindar dan serangan tersebut hanya mengenai pohon yang semula ada dibelakang punggungnya.


Denjirou berlari dan langsung menusukan pedangnya pada dada lawan, "Cthing!!!!" Serangannya tersebut tak mampu menembus dada lawan akan tetapi Denjirou terus mendorongnya, "HIIAA...!!!!!"


Satoru terus terdorong akan tetapi ia baik-baik saja, "Bukankah ini percuma saja?" Ucap Satoru dengan mencengkram pedang Denjirou.


"Krak!!!" Dengan genggaman yang sangat erat Satoru mampu mematahkan pedang Denjirou.


"Kau hanya orang lemah!!" Iapun mengepalkan tangan dan memukul wajah Denjirou, "Jbbuuak!!!" Denjirou sempoyongan sampai berputar-putar tak karuan.


Satoru segera melesatkan tendangan pada lawannya yang tak siap itu, "Jbbuuak...!!!!" Denjirou terlempar lalu jatuh menghancurkan bangku yang terletak ditepi jalan.


"Hah... hah... hah..." Meski tak dapat dilukai tapi tetap saja Satoru merasa kelelahan apalagi melawan dua orang sekaligus, "Sial, pertarungan ini sangat menguras energiku..."


"Tap..." Pak Gamou muncul lagi tepat dihadapan Satoru dengan sorot mata tajam, "Sepertinya hanya aku dan kau seorang sekarang!!"


"Sombong sekali!! Memangnya kau mampu mengalahkanku, pak tua?" Ucap Satoru yang perlahan mengatur nafasnya.


Pak Gamou tersenyum menyeringai, "Aku dapat mendengar suara nafasmu dan sepertinya kau sangat kelelahan..."

__ADS_1


"Ya, mau dilihat dari segi manapun aku memiliki energi yang lebih banyak darimu dan tentu saja dalam hal kekuatan fisik aku jauh lebih unggul..."


Satoru menjadi geram, "Yang benar saja!! Berhentilah bermimpi, pak tua!!!" Iapun memperkuat pijakan kedua kakinya dan melesat sangat cepat dengan dibantu kepakan sayap hitamnya, "DYYEESS...!!" Bahkan tanah tempatnya berpijak semula jadi hancur.


Pak Gamou yang melihat lawan mendekat juga memperkuat pijakan kedua kakinya, "HIIAA...!!!!" Iapun menggenggam erat gada besi berdurinya dengan satu tangan yaitu tangan kanan dan memutar-mutar diudara.


Satoru berniat memukul akan tetapi sebelum pukulannya menjangkau sasaran terlebih dahulu Pak Gamou mengayunkan gada besi berdurinya dari arah samping, "Jbbuuak!!!!" Satoru menerima hantaman yang sangat kuat.


Iapun terlempar hingga menembus beberapa bangunan yang terletak ditepi jalan, "Apa seranganku berhasil?" Pikir Pak Gamou yang tak menurunkan kewaspadaannya.


Denjirou secara perlahan berdiri tegak akan tetapi ia jatuh lagi, "Sial..." iapun memutuskan untuk duduk sejenak sambil mengumpulkan energi dan mengumpulkan kekuatan.


Iapun menatap pertarungan Pak Gamou melawan pemiming ke-8 Batalion Bayangan yang sedang berlangsung, "Aku mengandalkanmu, pak tua!!!" Ucapnya dengan penuh harap saat menatap punggung Pak Gamou.


Pak Gamou tetap tak menurunkan kewaspadaannya meski telah berhasil menghempaskan lawannya, "Keluarlah!!! Tunjukan dirimu!! Aku tau kau belum kalah!!"


"Tap... tap... tap..." dari kepulan asap yang belum menghilang terdengar suara langkah kaki.


Ya, Satoru keluar dan iapun terlihat murka, "Brengsek!!!" Iapun menyibakan sayap hitamnya hingga terbuka lebar, "Baiklah, kau yang memintanya!! Aku akan bertarung serius, pak tua!!!!"


Pertarungan antar pemimpin ke-8 Batalion Bayangan melawan Pak Gamou berlanjut!!!


Dan siapakah yang akan menang nanti?"


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 84 : Kematian Pak Tua


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2