
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Pada akhirnya Pak Tua Boon yang merupakan penyihir kelas atas dari guild White Tiger berhasil dikalahkan oleh Jigra yang merupakan 'Dragon Slayer' dari guild Black Tiger.
Alasan yang mendasari kekalahan Pak Tua Boon karena ia tak mampu menggunakan kekuatan penuhnya dalam pertarungan sebab lemak ditubuhnya belum pulih.
Iapun yang kalah berakhir dengan mati ditangan si Dragon Slayer.
Ragna dan Erinka adalah anggota pertama yang sampai dibangunan guild White Tiger dan keduanya langsung terbelalak begitu sampai ditempat itu.
"Sialan...!!!!!!" Teriak Ragna dengan mengepalkan tangan dan iapun terlihat sangat geram penuh amarah.
Ia meledakan kegelapan dan menutupi bangunan guild berserta dengan tubuh dua rekannya itu menggunakan elemen kegelapan agar tak menjadi tontonan banyak orang.
Erinka masih terdiam mematung.
"Tap... tap... tap..." terdengar langkah kaki mendekat ke arah kerumunan orang-orang itu.
Ya, langkah kaki itu berasal dari Master Mark, keturunan pahlawan Reynhard Sinaga dan Djarot si Cyborg.
Djarot menembakan meriam dari lubang yang ada ditelapak tangannya sebagai peringatan ke atas, "DHUUAARR...!!!" Ledakan yang cukup besar terjadi dilangit.
"Semuanya, tinggalkan tempat ini...!!!!" Teriak Mastrer Mark dengan lantang pada kerumunan.
Kerumunan warga sipil itu perlahan membubarkan diri setelah mendengar peringatan dari guild White Tiger. Mereka tau betul bahwa sedang terjadi masalah jadi lebih baik segera meninggalkan tempat itu agar tak terlibat masalah.
Kerumunan memudar dan ketiga anggota White Tiger itu mendekat pada Ragna dan Erinka.
Erinka menolehkan wajah pada ketiganya dan ia yang biasanya sombong, cerewet lalu angkuh menjadi sangat sedih, "Master..." ucapnya dengan lirih dan air mata mengalir deras.
Tergambar kesedihan yang sangat nyata diwajah Erinka.
Ragna masih berdiri dengan membelakangi guild dan dari punggungnya kegelapan darinya menutupi bangunan guild, "Master!!! Siapa yang telah melakukan semua ini...!!!!" Teriak Ragna dengan penuh emosi.
Master Mark menjawab dengan tegas, "Tahan emosimu!!! Jika kita bertindak sesuai dengan perasaan maka masalah ini tak akan selesai...!!!!!"
__ADS_1
Ragna menjadi terdiam.
Para kerumunan sudah menghilang semuanya dan Master Mark berkata, "Kita harus segera memakamkan jasad Pak Tua Boon dan segera mengobati Sistina..."
"Baik..." ucap Ragna dan iapun menonaktifkan kegelapan yang menutupi guild.
Djarot si Cyborg menggunakan roket pendorong dikedua kakinya untuk memotong tali yang menggantung Pak Tua Boon dan segera membungkus jasad itu dengan kain putih.
Lalu Reynhard memberikan sebuah handuk untuk menutupi tubuh Sistina yang telanjang dan tak sadarkan diri, Erinka memberikan perawatan pertama dengan api biru Sang Phoenix.
"Kita bawa mereka ke rumah sakit terdekat dan juga jangan melakukan hal apapun sebelum investigasi dilakukan..." ucap Master Mark.
"Baik..." jawab anggota guild yang ada disana dengan raut wajah kurang bersemangat.
Mendadak sebuah pasukan sihir dengan senjata lengkap mendekat ke arah guild White Tiger.
Mereka berjumlah sekitar 100 orang dengan datang menggunakan kereta kuda.
Master Mark terkejut dan sangat geram melihat kedatangan mereka itu, iapun berdiri tegak menghadang mereka, "Untuk apa pasukan sihir datang kemari...!!!"
Salah satu pasukan penyihir yang menunggangi kuda dan merupakan pemimpin dari pasukan tersebut melompat turun, "Maaf, Master Mark!! Kami disini dikirim untuk menyelidiki perseteruan antara guild penyihir White Tiger dan guild penyihir Black Tiger..."
Master Mark bertanya dengan penuh keseriusan dan wajah geram, "Dan siapa orang yang telah mengirim kalian kemari??"
"Dia adalah salah satu dari Dewan Sihir yaitu Tuan Liu..."
"Master Mark, biarkan kami melakukan tugas..." mereka berjalan melewati Master Mark begitu saja.
Anggota White Tiger hanya terdiam membisu saat melihat pasukan sihir datang dan melakukan investigasi pada guild mereka yang telah hancur.
Master Mark menyadari banyak hal yang janggal dan terlihat sangat geram, "Kurang ajar!!! Ada kelompok yang sengaja ingin memojokan kami...!!!"
Erinka mendekat pada Master Mark, "Jadi Master sekarang apa yang harus kita lakukan?"
"Tetap diam dan jangan lakukan apapun...!!! Ada kelompok yang sengaja ingin memprovokasi kita..."
"Tapi untuk sekarang kita urus saja jenazah Pak Tua Boon dan rawat Sistina..."
"Baik, master..." jawab Erinka dengan wajah tertunduk.
"Aku ada urusan sebentar dengan para keparat yang telah membuat masalah ini..." ucap Master Mark dengan berjalan pergi menjauh.
Pasukan sihir melakukan tugasnya yaitu menginvestigasi bangunan guild White Tiger itu dengan teliti akan tetapi disaat yang sama anggota guild pergi ke rumah sakit untuk mengantar Jenazah Pak Tua Boon dan merawat Sistina.
__ADS_1
Mereka anggota White Tiger tak mau berurusan dengan pasukan sihir sekarang ini.
*
Di rumah sakit tepatnya di ruang tunggu.
3 pria dari White Tiger nampak memasang ekspresi wajah murung karena penyerangan itu.
"Yang benar saja!!" Teriak Djaro 'Si Cyborg' dengan memukul tembok dan teriakannya itu membuat semua sorot mata tertuju padanya, "Ini adalah sebuah penyerangan tapi mengapa orang-orang dari pasukan sihir itu menyebutkan sebagai perselisihan...!!"
"Sialan!! Kita bahkan tak melakukan apapun meski itu disebut perselisihan...!!!!"
Reynhard menanggapi dengan kepala dingin ucapan rekannya itu, "Aku tau kau kesal tapi bukan kau saja yang kesal saat ini semua anggota guild merasakan hal yang sama jadi turunkan nada bicaramu karena kita ada di rumah sakit..."
"Cih..." Djarot 'Si Cyborg' melirik ke kanan dan ke kiri dan menyadari bahwa seluruh pandangan mata tertuju ke arahnya.
Ragna yang merupakan anggota baru bertanya, "Hey, bukankah kejadian itu baru saja terjadi tapi mengapa salah satu Dewan Sihir sudah mengetahuinya dan bahkan ia mengirimkan pasukan? Ini adalah sebuah hal aneh yang tak bisa ku mengerti..."
Kedua rekannya hanya terdiam.
"Jawab aku!! Apa yang kalian sembunyikan dariku??"
Reynhard berkata dengan nada tenang meski dirinya saat ini benar-benar marah, "Di kota Arsenia berdiri beberapa guild. Dua diantaranya White Tiger dan Black Tiger yang selalu saja berselisih..."
"Entah apa yang jadi masalahnya tapi orang-orang dari Black Tiger selalu saja membenci White Tiger dan sepertinya guild besar itu menaruh rasa iri pada guild kita yang hanya guild kecil..."
Djarot 'Si Cyborg' berkata, "Yang paling membuatku jengkel adalah orang-orang Black Tiger memiliki koneksi yang luar biasa yaitu Dewan Sihir Arsenia, Liu Ge Peng adalah rekan bisnis mereka..."
"Black Tiger dan Liu Ge Peng dari yang ku dengar menjalankan bisnis ilegal meski tidak dapat dibuktikan secara hukum..."
Reynhard berkata lagi, "Entah apa yang menjadi masalah kali ini tapi ini adalah pertama kalinya orang-orang Black Tiger berani menyerang kita secara langsung..."
Ya, setelah mendengar penjelasan itu Ragna menjadi mengerti bahwa hubungan Black Tiger dan White Tiger sangatlah buruk.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 36 : Rusuh
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****