The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 123 : Komandan Pasukan Penyihir


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Pemimpin divisi ke-9 Batalion Bayangan yang baru muncul ditengah-tengah kerumunan para penumpang yang melarikan diri.


"Aku pemimpin divisi ke-9 Batalion Bayangan tak akan memberikan ampun pada kalian semua!!!"


Semuanya berlarian dalam kepanikan akan tetapi pemimpin ke-9 itupun melemparkan pisau-pisau ke arah mereka, "Jleebb...!! Jleebb...!!" Pisau-pisau itupun melukai bahkan mampu menghabisi nyawa siapa saja yang kena.


"Hahahaha..." dalam pembantaiannya, sang pemimpin ke-9 itu tertawa lepas penuh dengan kepuasan, ia mengambil kembali pisau-pisau dari tas punggungnya dan melemparkan kembali pada para penumpang yang berhamburan


Tetapi Kanna segera berdiri tegak dan menarik kedua pedangnya lalu menangkis pisau-pisau yang melesat, "Cthing!! Cthing!!"


Pemimpin ke-9 itu tersenyum menyeringai meski serangannya dapat diatasi, "Ketemu kau...!!"


"Memangnya siapa kau?"


"Hahahaha...!! Namaku adalah Hiruko dan aku merupakan pemimpin divisi ke-9 Batalion Bayangan yang baru..."


"Cih, jadi singkat cerita kau adalah pemimpin dari orang-orang yang membajak kereta?"


"Benar sekali!!" Jawab pria yang bernama Hiruko itu.


Kanna menatap tajam dan iapun berkata, "Kalau begitu menghabisimu akan mengakhiri semua kekacauan ini!!"


"Tepat sekali!!" Jawab Hiruko.


"Tap... tap... tap..." Kanna yang terlanjur emosi nggan berbicara dengan lawannya dan iapun berlari maju lalu tanpa ragu melesatkan tebasan-tebasan, "Sllash!! Sllash!!"


"Cthing!! Cthing!!" Pemimpin ke-9 itu dengan mudahnya menangkis setiap tebasan yang datang menggunakan pisau-pisau yang ada disela-sela jarinya, "Khihihi..." ia sama sekali tak merasa kesulitan dalam menangkis setiap serangan yang datang, ia bahkan tetap mampu tersenyum menyeringai, "Kau boleh juga..."


Kanna melesatkan tebasan dan kali ini lebih cepat lagi tetapi meski begitu Hiruko dengan mudah mengatasinya.


"Hahahaha...!! Menyenangkan sekali!!" Ucapnya dengan tersenyum lebar dan mendadak pisau-pisau melesat entah dari mana dan tepat mengenai punggung Kanna, "Jlleebb...!! Jleebb..."


"Apa!!! Bagaimana mungkin?" Kanna terkejut dan meringis kesakitan.


"Hahahaha... menyenangkan sekali!! Kau pasti terkejut akan tetapi biar ku katakan padamu apa tipe sihirku..." ucap Hiruko dengan rasa bangga, "Pisauku bukan pisau biasa dan dengan sihirku aku mampu mengendalikannya..."

__ADS_1


Kanna mencabuti satu persatu pisau yang menancap pada punggungnya dan melemparkannya ke arah lawan.


Hiruko dengan mudahnya mampu menangkap pisau-pisau itu, "Kau lihat, 'kan? Inilah sihirku yang sebenarnya..."


Kanna berkata, "Sungguh sihir yang membosankan..."


"Memangnya apa sihirmu?"


"Kau penasaran? Ya, tapi sayangnya aku tak akan memberitahu mu..." ucap Kanna yang kemudian berlari mendekat pada lawan lagi.


Hiruko dengan kemampuannya mengangkat semua pisau-pisau ke udara lalu menjatuhkannya serentak sehingga jatuhnya bagaikan hujan.


"...!!!" Kanna terkejut dan iapun menangkis setiap serangan yang datang dengan kedua pedangnya.


Petarung dari White Tiger itupun mengalami kesulitan sehingga tak jarang pisau-pisau yang tajam menusuk tubuhnya, "Sampai kapan kau akan bertahan?" Ucap Hiruko dengan ekspresi senang.


Dikejauhan Rikka mengamati dari kejauhan nampak kasihan saat Kanna tertusuk oleh pisau-pisau, "Bagaimana ini? Ia menderita karena diriku?"


*****


Lalu ditepian jurang tempat kereta berada, Ragna masih harus berjuang melawan Satoru.


Keduanya berlari mendekat lalu mengepalkan tangan dan saling melesatkan pukulan, "HIIAA...!!!"


"Jbbuuak...!!" Pukulan keduanya saling mendarat diwajah masing-masing.


"Namaku adalah Kurogami Ragna..."


"Tapi kok warna rambutmu putih?


"Hey, apakah aku bisa memilih warna rambut atau namaku sendiri?"


"Tidak bisa!! Warna rambut pemberian tuhan sementara soal nama adalah urusan orang tua..." ucap Satoru.


"Benar sekali!! Jadi sekarang jangan mempermasalahkan kalau rambutku putih tapi namaku Kurogami..." ucap Ragna agak kesal, "Kau akan kalah jadi berhenti mempermasalahkan hal sepele..."


"Justru kaulah yang akan mati, bocah!!" Ucap Satoru.


Ragna meningkatkan energi dan dipunggungnya muncul 10 lengan tambahan dari elemen bayangan sementara itu Satoru memperkeras lapisan besi yang ada diseluruh tubuhnya.


"HIIAA...!!!!" Satoru melesat cepat dengan sekali pijakan, iapun meningkatkan kecepatannya lagi dengan kibasan sayapnya lalu tepat dihadapan Ragna iapun mengepalkan tangan dan langsung saja memukul.


Ragna menatap tajam dan iapun menghentakan kaki kanan ke depan, "DYYEESS...!!" Sebuah dinding es mendadak muncul dari tanah dan menghalangi Satoru, "Apa!!" Satoru terkejut.


Dari sisi yang berlawanan Ragna langsung saja melesatkan pukulan bertubi-tubi meski masih terhalang dinding es, "Jbbllast!! Jbbllast!!" Satoru terkena serangan telak karena kelengahannya sendiri.

__ADS_1


"HIIAA...!!!" Ragna terus saja memukuli lawan hingga akhirnya Satoru terlempar menabrak dinding tebing.


"DYYEESS..." Dinding tebing itupun hancur begitu Satoru menghantamnya dan iapun terkubur hidup-hidup.


"Hah... hah... hah..." nafas Ragna tak beraturan setelah melancarkan serangan tanpa jeda itu, ia terlihat sangat lelah, "Aku belum terbiasa menggunakan elemen es sehingga energiku terkuras lebih banyak dari pada biasanya..." gumamnya dalam hati.


Mendadak bebatuan yang runtuh terlempar ke udara lalu Satoru keluar dari dalamnya, ia juga nampak kelelahan dan juga mulai mengatur nafasnya, "Jika saja seluruh tubuhku tak terlapisi oleh besi mungkin saja aku sudah mati dari tadi..."


"Uhuk..." mendadak Ragna terbatuk dan ia yang menutup mulutnya dengan telapak tangannya menyadari bahwa dirinya terluka pada tubuh bagian dalam, "Sial..." Ragna menyadari bahwa dirinya sekarang ini sudah sangat melemah dan harus segera mengakhiri pertarungannya.


"Khi..." dilain sisi Satoru tersenyum menyeringai, ia yang memiliki lapisan besi diseluruh tubuhnya mampu mengurangi dampak setiap serangan sehingga kondisi tubuhnya jauh lebih baik dari pada Ragna, ia dengan nada sombong berkata, "Sepertinya aku yang akan memenangkan pertarungan ini..."


"Tidak, meskipun itu dalam mimpi sekalipun aku tetaplah yang akan menang..." Ragna masih bersikeras, ia yang telah terluka berusaha berdiri tegak meski kakinya bergemetaran.


"Lebih baik kita buktikan saja..." Satoru memperkuat pijakan kakinya dan menyiapkan kuku cakarnya yang tajam.


"Ya, mari kita buktikan saja..." Ragna memfokuskan semua energi kegelapgan pada kepalan tangan kanan sehingga kepalan tangan berubah menjadi sangat besar.


Pertaruhan dimulai.


Satoru melesat sangat cepat dengan sekali pijakan yang dipadukan dengan kepakan sayapnya, ia menyerang dengan tusukan.


Kecepatan Satoru membuat Ragna yang terluka tak mampu mengantisipasi datangnya serangan, "Jlleebb...!!" Tubuh Ragna tertusuk pada bagian dada sedalam jari telunjuk dan, "HIIAA...!!!!" Ragna membalas dengan mengayunkan kepalan tinju besarnya sekuat tenaga, "Jbbllast!!"


Satoru terkena serangan telak pada bagian wajah dan iapun terlempar jauh ke belakang hingga menabrak dinding tebing dan membuatnya runtuh jatuh menimpa dirinya.


"Uhuk!!" Ragna terlihat sangat lelah dan hal itupun diperburuk dengan muntah darah, "Sial..." pandangan matanya buyar dan marah mengalir deras dari luka tusukan yang ada didadanya, ia yang tak mampu lagi mempertahankan diri akhirnya jatuh tengkurap ditanah.


Dilain sisi Satoru perlahan berdiri lagi setelah tertimpa puing-puing bebatuan, ia terluka parah akan tetapi karena lapisan besi pada seluruh tubuhnya Satoru dapat meminimalisir segala luka yang dideritanya, "Menyebalkan sekali!!" Gumamnya dengan suara pelan.


Dengan langkah perlahan ia mulai mendekat pada Ragna yang sudah tak mampu bangkit lagi, "Sepertinya kau sudah mengerahkan seluruh kekuatanmu pada serangan terakhir barusah hingga bahkan dirimu tak sanggup lagi bangkit lagi..."


Ragna terdiam penuh rasa kesal, ia hanya bisa menatap tajam saat langkah demi langkah lawannya berjalan mendekatinya, "Sial, aku kalah..." gumamnya dalam hati.


Satoru berdiri tepat dihadapan Ragna dan Ragna yang terjatuh ditanah dengan posisi tengkurap hanya bisa mendongak ke atas.


"Sekarang akan ku habisi kau..." ucap Satoru dengan menyiapkan kuku cakar tajamnya.


Ia berniat menusuk dan Ragna hanya bisa pasrah karena tak dapat bergerak akan tetapi mendadak seorang pria muncul, "Tap... tap... tap..." iapun melangkahkan kaki mendekat.


"Aku tak akan membiarkan dirimu menyakiti pemuda itu..." ucapnya dengan menghembuskan asap rokok dari mulutnya.


"Memangnya siapa kau?"


Pria itupun berkata dengan nada malas, "Namaku adalah Jack Rakan 'si seribu pedang' dan aku merupakan salah satu komandan pasukan penyihir Kerajaan Albion..."

__ADS_1


"Salam kenal!!"


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 124 : Mundur


__ADS_2