The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 14 : Raja Goblin


__ADS_3

Sekawanan goblin mulai memasuki gerbong-gerbong kereta dan sepertinya semua gerbong sudah dikuasai oleh mereka kecuali gerbong ke-7 yang merupakan tempat Erinka dan Ragna berada.


Mereka berdua bergerak menuju gerbong ke-8 akan tetapi sekarang ini mereka berdua berada diatas kereta.


Ragna dan Erinka naik ke atas gerbong dengan alasan supaya tak diketahui oleh para goblin.


"Ini terlalu berbahaya..." ucap Erinka dengan merangkak.


"Hah? Aku tak mendengarmu!!" Teriak Ragna yang ada dibelakang


Kereta itu bergerak dengan sangat cepat dan hal itupun sedikit membuat Erinka takut, ia bergumam dalam hati, "Jika kita jatuh maka dipastikan kita akan mati..."


Erinka berteriak dengan suara lantang meski tak terdengar oleh telinga sebab angin berhembus terlalu kencang, "Kita harus bergegas menuju ke gerbong 8 dan menyelamatkan para penumpang yang lainnya..."


"Hah?? Apa?? Maaf saja tapi aku tak mendengarmu..." jawab Ragna yang berada dibelakang Erinka, iapun bergumam dalam hati, "Cih, si gadis bangsawan angkuh itu semangat sekali!! Ya, pastinya itu karena misi ini level A jadi banyak bayarannya..."


Keduanya bergerak diatas gerbong dengan penuh kehati-hatian.


"Aku mulai duluan...!!" Teriak Erinka penuh semangat yang berada didepan dengan berayun dari arah samping lalu melompat masuk ke dalam gerbong lewat jendela bagaikan seorang koboi.


Ragna bergumam lagi dalam hati, "Yah, meski dia mata duitan tapi ku akui dia memiliki keberanian yang luar biasa..." ucapnya yang kemudian menyusul Erinka dengan aksi yang sama.


Hal yang sangat mengejutkan terpampang jelas dihadapan mereka yang membuat keduanya langsung terbelalak penuh emosi marah saat sudah berada didalam gerbong kereta tersebut.


Gerbong kereta sudah menjadi acak-acakan dengan semua penumpang pria sudah terbunuh dan penumpang wanita sedang diperkosa oleh para goblin itu.


"Sialan..." teriak keduanya dengan lantang karena sudah sangat emosional itu.


Dua penyihir itupun segera menggunakan kemampuannya, Erinka dengan kobaran api merah dilengan kanannya sementara Ragna melapisi kedua kepalan tangannya dengan elemen kegelapan.


"HIIAA...!!"


"JBBLLAAST...!! JBBLLAAST...!!" Mereka yang sangat emosional tak butuh waktu lama untuk menyingkirkan makluk-makluk itu.


"Hah... hah... hah..." keduanya mengatur nafas setelah mengalahkan semua goblin yang berada diatas gerbong kereta.


Keduanya merasa sangat kasihan pada para penumpang wanita yang terlihat trauma dan shock sampai-sampai tak mampu bicara.


"Sial, kita terlambat..." ucap Ragna yang terlihat tertunduk dan menyesal.


Erinka terlihat tegar akan tetapi ia sangat emosional saat melihat keadaan gerbong kereta dimana para goblin membunuh para pria dan memperkosa para wanita.

__ADS_1


Mereka benar-benar biadap..." gumam Ragna.


"Para goblin itu tak dapat diampuni..." Erinka benar-benar geram.


"Memang seperti inilah cara hidup goblin, mereka sangat hina karena membunuh para pria dan memperkosa wanita untuk memperbanyak kaumnya..." ucap Erinka.


Ragna berkata, "Mungkin kita akan banyak melihat kejadian seperti ini digerbong lainnya jadi persiapkan dirimu..."


"Ya, aku tau!! Jadi mari kita bantai para goblin itu..." ucap Erinka dengan ekspresi serius.


Setelah menyelamatkan gerbong ke-8 keduanya bergerak menuju gerbong ke-9 dengan cara menjebol pintu penghubung dua gerbong dengan cara paksa.


"Hey, kalau bisa lewat pintu mengapa tadi kita repot-repot naik ke atas gerbong?" Tanya Ragna


"Yah, biar keren saja dan juga cara ini baru terpikirkan sekarang!!..." jawab Erinka dengan tegas dan serius untuk menutupi semua kebodohannya.


"Dasar, gadis angkuh bodoh..." gumam Ragna dalam hati.


Di gerbong 9 mereka berdua juga menemukan hal tragis yang sudah terjadi yaitu para penumpang pria telah dihabisi dan para penumpang wanita telah diperkosa.


"Sialan...!!!" Teriak Erinka dan Ragna yang langsung emosi begitu melihat hal tragis itu terjadi.


Mereka berdua langsung mengamuk dan menyerang para goblin laknat yang keji itu.


Setelahnya mereka berusaha menenangkan para penumpang yang tersisa dan kemudian berteriak secara serentak, "Ayo bergerak...!!"


Ya, keduanya menyadari harus segera bertindak karena mungkin saja seluruh gerbong kereta telah dikuasai oleh para goblin.


Mereka berlari ke gerbong 8 lalu 7 dan memerintahkan semua penumpang untuk berkumpul digerbong 9 agar aman.


Kemudian setelah mengamankan para penumpang, Ragna dan Erinka segera bergegas menuju ke gerbong 6 lewat pintu begitu saja.


"...!!!" Keduanya terkejut begitu sampai di gerbong 6 karena hal tragis juga tengah terjadi tetapi yang paling mengejutkan adalah goblin digerbong itu jumlahnya sangat banyak.


"Erinka..." ucap Ragna dengan sikap waspada, ia meningkatkan energi dan menggunakan kemampuannya sehingga kkedua tangan terlapisi sihir elemen kegelapan.


"Ya, aku tau..." ucap Erinka dengan tatapan serius, ia juga menggunakan kemampuannya yaitu melapisi lengan kanan dengan kobaran api.


Mereka berdua menyadari bahwa jumlah pasukan goblin semakin banyak yang artinya mereka berdua semakin dekat dengan pemimpin para goblin.


"Nampaknya pemimpin para goblin ini sudah menyadari keberadaan kita dan mengirimkan lebih banyak pasukan..."

__ADS_1


"Itu lebih bagus!! Jika mereka berkumpul pada satu titik maka kita dengan cepat bisa menghabisi semua goblin..." ucap Erinka yang tengah bersemangat.


Dengan sekali pukulan tangan kanan yang berbalutkan api, gadis bangsawan itu mampu mengalahkan para goblin.


Lalu Ragna dengan kegelapan dikedua tangan yang mampu berubah bentuk sesuai dengan keinginannya, "Kalian tak bisa diampuni..." ucapnya yang kini kegelapan dikedua tangannya berbentuk menjadi telapak tangan raksasa, iapun mencengkram para goblin dan melemparkannya keluar gerbong.


"Hah... hah... hah..." keduanya mulai kelelahan dan mencoba mengatur nafas.


"Sial, mereka seakan tiada habisnya..." pikir keduanya yang kesal dan mulai kelelahan.


Keduanya yang terus bertarung membuat para goblin bergerak serentak menuju ke gerbong 6


Ragna yang mulai kelelahan berkata, "Hey, Erinka!! Bukankah goblin adalah makluk yang tak memiliki otak?"


Erinka terdiam dan paham, "Kau menyadarinya, ya? Sepertinya mereka telah diperintah untuk datang kemari oleh pemimpin mereka..."


"Ya, tentu saja!! Firasatku sebentar lagi pemimpin kelompok mereka akan muncul..."


"Itu bagus..." Erinka tersenyum menyeringai.


Para goblin terus saja berdatangan sehingga gerbong 6 penuh dengan musuh, Erinka dan Ragna berdiri saling membelakangi karena terkepung.


Mendadak gerbong 6 berguncang cukup keras karena sebuah langkah kaki terdengar mendekat.


Keduanya sangat waspada ketika para goblin membukakan jalan.


Ya, goblin yang berukuran besar dengan otot-otot kekar penuh luka telah berdiri dihadapan Erinka dan Ragna.


"Dia sang pemimpin..." gumam Erinka dan Ragna dengan sorot mata tajam.


Mereka berdua sangat waspada karena menyadari bahwa goblin besar itu adalah pemimpin para goblin atau tepatnya Raja Goblin dikawanan itu.


Sang raja goblin berteriak, "Berani-beraninya kalian menghajar para bawahanku...!!!!"


"...!!" Erinka maupun Ragna menjadi terkejut karena goblin yang berdiri dihadapan mereka dapat bicara yang artinya sangat cerdas.


*****


Dikejauhan seorang pria menunggangi kuda putih dan nampaknya ia sedang bergerak mengejar kereta yang penuh goblin itu.


Ia berpenampilan ksatria dan merupakan salah satu anggota Guild White Tiger.

__ADS_1


"Hah... akhirnya terkejar juga!!" Ucapnya dengan nafas lega.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 15 : Keturunan Pahlawan


__ADS_2