The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 24 : Saingan


__ADS_3

Siang hari dengan langit cerah tanpa awan dan terik matahari menyinari


Ya, meski lambat dan berjalan secara perlahan akan tetapi setelah melewati gerbang kota Arsenia dan beberapa perbukitan merekapun sampai dipertambangan yang letaknya ditengah-tengah hutan.


Ragna dan Erinka melompat turun dari kereta, "Fiuh... Kita akhirnya sampai!! Mari selesaikan misi ini dan dapatkan uangnya..." ucap si mata duitan, Erinka.


"Ya..." Ragna juga terlihat bersemangat.


Pak Tua Boon turun dari kereta secara perlahan karena berat tubuhnya yang sangat besar, "Hahahahaha...!! Kalian semangat sekali...!!!"


"Ya, tentu saja karena ini demi uang...!!" Ucap Erinka secara blak-blakan.


Ragna nampak heran dan bergumam dalam hati, "Hadeh... dasar mata duitan!!"


"Hahahahaha... aku juga melakukan semua ini demi uang jadi mari segera selesaikan misi ini...!!!" Ucap Pak Tua Boon dengan menggendong tas besar dipunggungnya.


Mereka bertiga segera bergerak menuju mulut pertambangan.


Erinka dan Ragna berada berjalan didepan karena dapat bergerak dengan lincah sementara itu Pak Tua Boon terlihat tertinggal karena tubuhnya yang terlampaui gemuknya.


Dimulut tambang ada beberapa penambang yang berkumpul dan dari raut wajah mereka terlihat mereka panik bercampurkan dengan cemas.


"Anu..." Erinka yang mendekat hendak bertanya tapi sedikit ragu.


Ragna berteriak secara blak-blakan, "Kami dari guild White Tiger dan kemari untuk menyelamatkan para penambang yang terperangkap...!!!"


Semua pandangan tertuju pada keduanya.


"Benar, kami dari White Tiger...!!!" Erinka yang semula ragu ikut berteriak juga.


Salah satu penambang yang merupakan pemimpin mereka berkata, "Maaf tapi kami sudah mengirim permintaan misi pada guild Black Tiger dan mereka tengah berada didalam tambang..."


"Apa...!!!!" Seketika amarah Erinka menjadi meluap-luap tak terkendali, "Seharusnya misi ini milik kami bukan milik mereka!!! Ini uang kami tau...!!!"


"Kemarilah dan akan ku hajar kalian semua karena telah membuat kami repot-repot datang kemari...!!!" Ucap Erinka dengan marah-marah.

__ADS_1


"Hey, hey, hentikan!!!" Ragna memegangi lengan rekannya itu dari belakang.


Pak Tua Boon yang sibuk makan cemilan akhirnya sampai ke kerumunan penambang itu, "Hahahahahaha...!!! Jadi kalian meninta bantuan pada guild lain, ya?"


"Ya, karena ini mendesak..."


"Aku tak bisa menyalahkan kalian karena ini menyangkut nyawa seseorang tapi apakah orang-orang dari guild Black Tiger itu telah keluar dari pertambangan dan berhasil menyelamatkan para penambang yang terperangkap?" Tanya Pak Tua Boon.


Pemimpin penambang itu kebingungan untuk mencari jawabannya, "Emm... Anu... Mereka masih didalam dan selama 4 jam juga belum keluar..."


Pak Tua Boon berkata dengan entengnya, "Nah, karena ini misi penyelamatan yang menyangkut nyawa seseorang jadi bagaimana jika kami masuk ke dalam sana dan nanti kita lihat siapa yang lebih dahulu menyelesaikan misi ini??"


"Hmm..." pemimpin penambang itu terdiam sejenak, "Aku bisa mempertimbangkan hal itu karena menyangkut nyawa seseorang!! Ya, kami akan membayar siapa yang lebih dahulu menyelesaikan misi penyelamatan ini..."


"Hahahahaha...!!! Kalau begitu ayo anak-anak kita masuk!!" Ucap Pak Tua Boon dengan tanpa ragu berjalan memasuki pertambangan itu.


Erinka dengan ekspresi agak kesal berkata pada penambang yang ada diluar, "Dengar, ya? Segera siapkan uang kalian karena kamilah yang akan menyelesaikan misi ini!!!"


"Hmph...!!" Iapun memalingkan wajah dan pergi berlari ke dalam tambang.


Ketiga orang dari guild White Tiger berjalan semakin dalam menuju pusat tambang. Di dalam sana tempat menjadi semakin gelap akan tetapi mereka menggunakan sihir api dari Erinka sebagai penerangan.


Erinka mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi dan kepalan tangannya berkobar api.


"Hahahahaha...!!! Tak ku sangka sihir dari Erinka-chan akan berguna disaat seperti ini..." ucap Pak Tua Boon dengan tertawa lepas sambil memakan cemilan keripik kentang.


"Ya, aku tau kemampuannya berguna ditempat yang gelap akan tetapi ketiaknya bau sekali..." ucap Ragna dengan menutup hidungnya.


Erinka saat ini hanya memakai kaos putih tanpa lengan dengan mengangkat tangan kanan yang membuat ketiaknya terbuka lebar, "Masa bodoh dengan bau badanku yang jelas aku sangat menginginkan keberhasilan dalam misi ini...!!!" Erinka terlihat ambisius.


Ragna terlihat lebih santai, "Yang jadi masalah bukan bau badanmu tapi bau ketiakmu dan juga kalau soal uang kau bersemangat sekali...!!!"


"Cih..." Erinka menatap Ragna dengan sorot mata tajam, "Aku sangat bersemangat soal uang karena semua uangku hilang saat bertemu dihutan denganmu kemarin!! Dan soal bau ketiakku itu karena aku tak pakai deodorant sebab tak mampu membelinya...!!!"


"Kau paham sekarang!!!"

__ADS_1


"Iya, iya, aku paham..." pada akhirnya Ragna mengalah.


"Hahahahaha...!!" Pak Tua Boon malah tertawa dengan mulut penuh makanan, "Kalian berdua sepertinya pasangan yang menarik!!! Aku jadi iri...!!!"


"Aku bukan pasangannya...!!!!" Teriak keduanya yang malah serentak.


"Hahahahaha...!!!" Pak Tua Boon malah tertawa.


"Hmph..." Erinka malah memalingkan muka, "Pokoknya kita harus menyelesaikan misi ini dan tak boleh gagal!! Kita harus mengalahkan orang-orang Black Tiger...!!!!"


Ragna tak mengerti akan apa yang dikatakan oleh Erinka, "Hmm... guild kita adalah White Tiger jadi apakah guild Black Tiger itu merupakan guild yang serupa dengan kita? Temankah?"


"Bukan teman tapi mereka adalah pesaing atau lebih tepatnya orang-orang Black Tiger adalah musuh kita..." ucap Erinka dengan wajah serius, "Di kota Arsenia ada beberapa guild petualang dan diantaranya ada guild Black Tiger..."


"Entah dengan alasan apa tapi orang-orang Black Tiger selalu mencari masalah dengan kami dan dari sekian banyak guild di Arsenia mereka selalu menjadikan White Tiger sebagai sasaran..."


"Berbeda dengan guild kita, White Tiger merupakan guild petualang yang sangat besar dengan berbagai macam penyihir dan tentu saja mereka memiliki banyak orang kuat yang setara dengan Pak Tua Boon..." jelas Erinka dengan nada agak kesal.


"Hahahahahaha...!! Kau terlalu melebih-lebihkanku Erinka-chan!! Aku bukan petarung hebat atau semacamnya!! Ya, aku hanya orang tua gemuk yang menghabiskan sisa umurnya untuk makan..." ucap Pak Tua Boon dengan entengnya.


Ragna juga merespon dengan entengnya, "Hohoho... sekarang aku mengerti intinya guild Black Tiger adalah pesaing guild kita White Tiger..."


"Benar sekali!! Dan kali ini kita harus mengalahkan pesaing kita...!!" Erinka terlihat bersemangat dan kali ini bukan untuk uang melainkan untuk sebuah harga diri.


*****


Sementara itu didalam tambang yang jauh didasar bumi.


Orang-orang Black Tiger sedang berlarian karena berhadapan dengan masalah besar.


Sesosok makluk tinggi besar mengejar mereka dari belakang, ia memiliki tubuh kekar dan kepala banteng, "Hahahahahaha...!!!!" Makluk itu adalah minotour.


"Ayolah, jangan lari dan hadapi aku...!!!" Ucap minotour itu dengan memegang sebuah pedang besar yang berlapiskan api.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 25 : Melawan Minotaur

__ADS_1


__ADS_2