
Ragna akhirnya sampai disebuah ruang bawah tanah yang merupakan tempat berbagai makluk ditahan untuk dijadikan penelitian.
Ragna menjadi sangat khawatir pada keadaan Rikka dan iapun buru-buru mencari keberadaannya diantara sel-sel makluk hidup itu.
Ya, setelah mencari cukup lama akhirnya Ragna menemukan sel tahanan Rikka, "Ketemu!! Aku telah menemukan Rikka!!" Ucapnya dengan tersenyum lebar.
Ia berjalan cepat lalu berdiri tegak dihadapan sel Rikka dan nampak sedih begitu melihat keadaan Rikka yang sekarang, "Sial, dia penuh luka!! Sebenarnya apa yang telah mereka perbuat padanya?"
Rikka yang sedang tertidur tak mengetahui keberadaan Ragna.
"Tap... tap... tap..." mendadak terdengar langkah kaki mendekat ke arah sel tahanan Rikka dan hal itupun membuat Ragna panik.
"Siapa yang datang?" Pikir Ragna yang akan sembunyi akan tetapi orang tersebut terlebih dahulu menyadari keberadaannya.
"Apa yang sedang kau lakukan ditempat ini?" Tanya orang itu dengan sorot mata tajam dan orang itu tak lain adalah pemimpin ke-9 Batalion Bayangan, ia adalah Hiruko.
Ragna kebingungan untuk menjawab dan ia merasakan aura mengerikan dari Hiruko, "Dia memiliki aura pembunuh yang kuat!! Ia mungkin adalah pemimpin elite ditempat ini!!" Pikirnya.
"Ah.... aku sedang memberi makan para makluk yang ditahan ditempat ini..." ucap Ragna.
"Begitu rupanya!! Aku mengerti..." Hiruko dengan mudahnya percaya, "Kalau begitu cepat tinggalkan tempat ini..."
"Ah... Ya..." jawab Ragna yang pura-pura menjauh padahal ia sedang mengamati dari kejauhan.
Hiruko berada tepat didepan sel tahanan Rikka, ia menatap tajam lalu dengan sebuah kunci ia membuka kurungan tersebut kemudian masuk ke dalamnya lalu menguncinya lagi untuk berjaga-jaga bila tahanan yang ada didalam sel kabur, "Kurang ajar!!" Ucapnya ketika melihat Rikka tertidur pulas.
"Jbbuuak!!" Iapun tanpa ragu menendang perut Rikka dan hal itupun membuat Ragna yang mengamati dari kejauhan sangat geram.
Ragna masih menahan diri untuk bertindak mengingat ia sekarang berada dimarkas musuh.
"Ugh!!" Rikka meringis kesakitan dengan memegangi perutnya.
"Hahahaha...!! Ayolah segera berdiri tegak dan aku akan menyiksamu lagi!! Puaskan aku karena hari ini kau akan dibawa ke markas pusat...!!"
Hiroku mengangkat rantai yang mengikat kedua lengan sehingga gadis kecil itupun ikut terangkat, "Hahahaha...!!" Hiroku mengepalkan tangan berniat melancarkan pukulan pada perut Rikka.
"Zink!!!" Ragna sudah tak tahan lagi dan iapun mendadak muncul tepat dihadapan Hiroku lalu langsung menendang wajahnya, "Jbbuuak!!!"
__ADS_1
Rikka terjatuh akan tetapi Ragna menangkapnya, "Siapa kau?"
"Ini aku..." Ragna membuka penutup kepalanya.
Rikka langsung berubah menjadi sangat ceria akan tetapi dilain sisi ia menjadi sangat khawatir pada Ragna yang berada dimarkas musuh, "Kenapa kakak ada disini?"
"Tentu saja untuk menyelamatkanmu..." jawab Ragna tanpa ragu.
Hiruko menjadi sangat geram ketika melihat Ragna berdiri tepat membopong Rikka, "Kau tak akan pergi kemanapun..."
Ragna menatap tajam, "Apa kau yang telah membuat Rikka menderita?"
Hiruko tersenyum menyeringai lalu tertawa lepas dan berkata, "Hahahaha...!! Benar sekali!! Aku yang melakukannya!! Aku telah menyiksa gadis kecil itu!!"
"Kurang ajar!!" Ragna benar-benar marah.
Pemimpin ke-9 Batalion Bayangan itupun tak merasa takut pada Ragna dan ia langsung saja melemparkan pisau belati-belatinya pada Ragna.
Ragna hanya menatap tajam lalu dari punggungnya muncul kegelapan yang kemudian membentuk sebuah kepalan tangan berukuran besar, "Jleebb...!! Jleebb...!!" Pisau-pisau menancap pada telapak tangan lengan kegelapan itu.
"Apa!!!!" Sontak Hiruko terkejut.
"Ya, ada 10 pisau disini..." ucap Ragna dengan mengambil sebuah pisau yang telah masuk ke dalam lengan bayangan.
"Baik, tanpa pisau kau tak dapat menggunakan kekuatan sihirmu akan tetapi meskipun kau tak berdaya tapi tetap saja aku tak akan mengampunimu..." ucap Ragna dengan sorot mata tajam.
Hiruko menjadi sangat geram dan langsung saja berlari ke arah Ragna, "Siapa juga yang butuh pengampunan darimu..!!!!"
"Zink!!" Mendadak Ragna muncul tepat dibelakang punggung Hiruko lalu dengan sorot mata tajam ia berkata, "Akan ku balas semua perbuatan yang telah kau lakukan pada Rikka!! Bersiaplah!!"
Hiruko terkejut dan langsung saja berbalik akan tetapi Ragna mengambil sebuah pisau dari kegelapan miliknya dan menusuk mata pemimpin ke-9 itu tanpa ragu, "Jlleebb...!!!!"
"ARRGGH...!!!!!" Hiruko berteriak kesakitan dengan memegangi mata kirinya yang mengalir darah deras.
Ragna belum selesai, ia mengepalkan tangan kanan dan membalutnya dengan kegelapan sehingga ukurannya berubah menjadi besar lalu memukul perut Hiruko, "Jbbuuak...!!" Pemimpin ke-9 itupun terlempar hingga membentur dinding sel dan sampai membuatnya bengkok.
"Berdiri!! Aku belum selesai!!" Ucap Ragna dengan sorot mata tajam, iapun menciptakan lengan-lengan bayangan dari punggungnya dan memukuli Hiruko, "Jbbuuak!! Jbbuuak!!"
__ADS_1
"Buat aku puas!!!" Teriak Ragna tanpa ampun dengan melancarkan pukulan lengan-lengan bayangan secara bertubi-tubi pada pemimpin ke-9 itu.
"Hah... hah... hah..." Ragna mulai mengatur nafasnya dan ia perlahan menata emosinya kemudian ia secara perlahan berjalan ke arah Rikka, "Kau tak apa?"
Rikka tak menjawab dan iapun langsung berlari ke arah Ragna lalu memeluknya dari depan, "Aku takut!! Aku takut sekali, kak..."
Ragna meletakan telapak tangannya ke atas kepala Rikka dan mengelus secara perlahan, "Tak masalah kau takut akan tetapi sekarang semua akan baik saja!!"
"Emm..." gadis kecil itupun hanya mengangguk.
"Hahahahaha...!!!" Hiruko yang babak belur tertawa lepas dan secara perlahan berdiri lagi, ia terlihat sangat geram pada perbuatan Ragna, "Yang benar saja!! Kalian tak mungkin bisa pergi dari tempat ini!!"
Ragna melepaskan pelukan Rikka, "Tunggulah, sebentar..."
"Zink!!" Mendadak ia berteleport dan muncul dibelakang punggung Hiruko lalu memukul wajahnya dengan tangan kosong sekuat tenaga, "Jbbuuak...!!"
Pemimpin ke-9 Batalion Bayangan itupun jatuh tersungkur bahkan kepalanya membentur sel tahanan, "Kami akan pergi dari tempat ini apapun yang terjadi dan tak akan ada yang bisa menghentikan kami!!" Ucap Ragna dengan sorot mata tajam.
Ia yang telah puas menghajar lawannya lalu berjalan ke arah Rikka, "Rikka, ayo pergi dari sini!!"
"Emm..." gadis iblis itupun menjawab dengan tersenyum.
Ragna lalu menghancurkan rantai-rantai yang mengikat gadis kecil itu secara paksa dan keduanya lalu keluar dari sel tersebut.
Rikka bertanya, "Kak Ragna, sewaktu aku dibawa oleh musuh aku melihat banyak sekali pasukan mereka dari tempat ini dan kita pasti tak akan bisa pergi dengan mudah..."
"Aku tau!! Ada sekitar 2.000 sampai 3.000 pasukan musuh ditempat ini..." ucap Ragna dengan berfikir.
"Lalu apa yang akan kau lakukan agar kita bisa keluar dari tempat ini?" Tanya Rikka.
"Diamlah, aku sedang berfikir..." ucap Ragna yang tengah berkonsentrasi untuk mencari sebuah ide, "Ketemu!!"
"Apanya yang ketemu?"
Ragna tersenyum menyeringai lalu tertawa, "Hehehehe... aku telah menemukan sebuah cara agar kita bisa melarikan diri dari tempat ini!!!"
"Cara yang akan kita gunakan sangat heboh!!!"
__ADS_1
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 130 : Lari