
Disuatu tempat, beberapa penyelundup berhasil melarikan diri dari ledakan dan mereka yang tengah dalam pecarian pihak keamanan bersembunyi digang-gang sempit untuk menemui seseorang.
"Maaf, kami gagal menjalankan misi..." ucap pria bertubuh kekar yang sebelumnya menggunakan item sihir berupa sarung tangan besi untuk melawan Erinka, "Aku tak menyangka salah satu dari mereka melakukan hal gila dengan meledakan tempat penyelundupan..."
"Tapi jangan khawatir!! Kejahatan kriminal kita tidak ketahuan oleh para petugas keamanan kota ini..."
"Meski semuanya telah hangus oleh api tapi kita bisa memulai penyelundupan lagi dari awal..." jelas pria yang menggunakan item sihir itu pada seorang pria yang duduk diantara dua bangunan yang menjulang tinggi.
Pria yang duduk dengan tenang itu perlahan berdiri tegak dan berjalan mendekat ke arah mereka yang gagal dalam penyelundupan, "Sayangnya aku tak menerima kegagalan...!!" Iapun langsung mencengkram leher pria yang sebelumnya bermasalah dengan Erinka.
"Bukan hanya gagal tapi sekarang kalian dalam kejaran pihak kerajaan..."
"Maaf, ampuni aku..." ucap pria dengan item sihir itu.
"Tiada ampun bagimu..." pria yang mencengkram leher itupun meningkatkan energi dan dengan kejamnya ia menggunakan sebuah sihir.
Pria yang menggunakan item sihir itupun langsung mengering bagaikan tak memiliki kandungan air, "ARRGGH...!!" Ia seketika tewas.
Pria yang telah melakukan pembunuhan itu menatap ke arah para penyelundup yang lainnya, "Aku tak menerima kegagalan jadi aku akan membunuh kalian semua..."
"Tunggu-tunggu!!"
"Ampuni kami!!"
"Kami hanya pekerja rendahan..."
Kata-kata itu membuat para penyelundup yang sebelumnya gagal menjadi ketakutan dan panik lalu berlarian kesana kemari tetapi dalam sekejap mereka semua dibantai habis.
Kemudian sang pria tanpa belas kasihan itu mengambil sarung tangan yang merupakan item sihir dan mengenakannya lalu berjalan menjauh.
Pria tersebut bernama Jigra, ia adalah pemilik kekuatan Dragon Slayer tipe naga gurun yang berasal dari Guild Black Tiger.
"Akan ku bunuh semua orang yang mengganggu bisnis perdagangan kami..." ucapnya dengan sorot mata tajam penuh amarah karena penyelundupan bahan peledak gagal.
Seorang pria berbahaya tengah mengincar Ragna dan Erinka.
*****
Disaat yang sama, Erinka dan Ragna tengah berada dalam kerumunan orang-orang yang asik melihat parade.
Ragna bertanya, "Ngomong-ngomong berapa jarak tujuan kita sekarang dari tempat ini??"
__ADS_1
"Jangan ditanya lagi, tujuan kita masih jauh..." jawab Erinka.
"Huff... gitu, ya?" Ragna menghembuskan nafas panjang, "Kita harus cari informasi dan ide tentang cara perjalanan kita selanjutnya..."
"Semuanya akan terasa jauh lebih mudah kalau kita punya banyak uang..." gerutu Erinka yang merupakan gadis bangsawan yang tak terbiasa hidup dengan sedikit uang.
Ragna menjadi heran pada sikap rekannya itu dan bergumam dalam hati, "Yang ada dipikirannya hanyalah uang dan uang tiada yang lain..."
Hari mulai agak siang akan tetapi keramaian semakin menjadi-jadi dengan banyaknya para pedagang dan penduduk yang melihat acara festival itu.
"Perutku mulai lapar lagi..." ucap Erinka dengan memegangi perut dan terlihat air liur dimulut karena tak tahan mencium aroma makanan yang ada dimana-mana.
"Dasar..." ucap Ragna yang agak kesal pada sikap Erinka, "Kau duduk saja disini sementara aku akan membeli beberapa makanan..."
"Ya, layani aku!! Sudah sepantasnya kau yang lelaki hutan melayani diriku yang bangsawan..."
Ragna menjadi geram dan bergumam dalam hati, "Lama-lama gua tabok juga wajah gadis ini..."
Pada akhirnya Ragna mencari makan dan Erinka duduk dibangku yang letaknya ditepi jalan, iapun menatap parade yang melintas, "Yah, aku bisa sedikit menghibur diri dengan menonton parade meski saat ini perutku kosong..."
*
Meski baru pertama kali keluar hutan tapi Ragna berjalan seorang diri diantara kerumunan, "Dasar bangsawan tak berguna!! Dialah yang mengajakku ke kota tapi kok malah aku yang cari makanan untuknya..."
Tempat yang ditemukan Ragna penuh sesak orang-orang yang mengantri dan karena membutuhkan Ragna berjalan mendekati ke kios itu, mengantri lalu setelah sampai pada gilirannya iapun bertanya, "Anu... apakah aku bisa mendapatkan makanan gratis ditempat ini?"
Seorang pelayan berkata, "Tentu saja!! Kau bisa mendapatkan makanan disini akan tetapi ada syaratnya..."
"Syarat? Memang apa syaratnya?" Ragna bertanya balik.
"Biro jasa perjalanan kami baru saja berdiri jadi kami sedang melakukan sebuah promosi perjalanan menggunakan kereta..."
"Jika kau bersedia naik kereta milik kami maka kami akan memberikan makanan gratis padamu..." jelas pelayan itu.
"WAH...!!" Wajah Ragna jadi berseri-seri karena mendapatkan keberuntungan doubel yaitu mendapatkan makanan gratis dan menemukan jalan keluar kota tanpa mengeluarkan uang.
"Apa ada mau menerima syarat itu?"
"Tentu saja aku mau!!" Jawab Ragna singkat penuh dengan semangat, ia sangat gembira dan langsung berlari ke arah Erinka yang duduk santai menahan lapar ditepi jalan.
Ragna segera menarik tangan Erinka, "Hey, apa yang kau lakukan?"
__ADS_1
"Sudahlah ikuti aku..."
"Huh?? Memang kita mau kemana??" Ucap Erinka yang penasaran.
"Khihihi..." Ragna malah tersenyum, "Kau akan tau nanti..."
Ragna menarik Erinka dan membawanya ke kios makanan gratis dimana mereka sedang melakukan promosi besar-besaran.
Pelayan disana menjelaskan semuanya pada mereka berdua.
Erinka sontak menjadi sangat terkejut, "Apa...!!! Kalian mengadakan event perjalanan dimana kita bisa melakukan perjalanan gratis dan juga mendapatkan beberapa pelayanan cuma-cuma...??"
"Benar sekali..." jawab pelayan wanita itu dengan tersenyum.
"Kalau begitu aku mau...!!!" Teriak Erinka yang mulai kembali bersemangat seakan mendapatkan berkah yang luar biasa dalam keputusasaan.
"Khihihi..." Ragna juga sangat senang, "Jadi dimana letak stasium kereta yang merupakan tumpangan kami nanti?"
"Kalian bisa pergi ke bagian utara kota ini dan disana kalian bisa mememukan sebuah stasiun..." jelas pelayan itu dengan memberikan selebaran promo yang dimana tergambar promosi-promosi perjalanan.
Mereka berdua yang sudah terlanjur bersemangat segera pergi menuju bagian utara kota dan mencari sebuah bangunan yang merupakan lokasi stasiun.
Tak butuh waktu lama mereka menemukan sebuah bangunan baru yang merupakan stasiun kereta.
Disana mereka sedikit heran karena tak banyak berjumpa dengan orang.
Stasiun yang katanya baru diresmikan itu nampak sepi pengunjung meski baru saja dibangung dan sedang melakukan promo besar-besaran.
"Kok tempat ini agak sepi, ya?" Ucap Ragna yang semula bersemangat kini memasang ekspresi curiga.
"Ya, aku juga berfikir begitu!! Padahal baru saja dibangun dan sedang melakukan promo seperti perjalanan gratis tapi kok sepi pengunjung..." Erinka setuju pada pendapat rekannya itu.
Keduanya menaruh rasa curiga akan tetapi mereka berdua yang tak punya banyak uang disaku celana dan tak punya pilihan terpaksa harus menaiki kereta yang perjalanannya gratis meski mencurigakan.
Kereta datang dan mereka berdua naik ke atasnya karena tak memiliki pilihan.
Erinka tak peduli lagi dan ia yang tengah bersemangat berteriak pentuh keceriaan, "Ayo pulang ke Guild White Tiger...!!!!"
"Ya, ayo berangkat!!" Sahut Ragna dengan semangat juga.
Kereta bergerak dan perjalanan mereka berdua baru saja dimulai...!!
__ADS_1
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 12 : Ilusi