The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 60 : Malam


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


"Namaku Kurogami Ragna dan aku memiliki sihir Devil Slayer' lalu aku punya sebuah pertanyaan..."


"Apa itu?" Ucap Kai Sinaga.


"Guild kalian sepertinya sangat besar jadi mengapa kalian mengajukan misi gabungan padahal guild besar pasti punya banyak anggotanya?"


"Hahahaha...!! Pertanyaan yang bagus anak muda..." ucap Pak Gamou dengan tertawa.


Kai menjelaskan, "Kami guild besar yang punya banyak misi dan asal kalian tau saja misi kali ini sangat berbahaya dan jauh dari markas kami..."


"Dalam perhitungan kami misi ini rugi bila dikerjakan akan tetapi kami tak ingin mengecewakan clien kami jadi kami memutuskan melakukan misi gabungan dengan bayaran yang murah..."


"Apa!!!!!" Sontak para anggota White Tiger itupun shock setelah mendengar alasan misi gabungan.


"Ya, singkatnya misi gabungan jauh lebih murah..." jelas Kai.


"Apalagi pembagian misi gabungan ini 80 : 20" ucap Pak Gamou.


Mereka dari White Tiger shock dan merasa dipandang murah hasil kerja mereka.


Erinka si mata duitan menjadi geram, "Aku tak setuju!! Jumlah anggota yang ikut menjalankan misi ini jauh lebih banyak jadi seharusnya pembagiannya 50 : 50"


"Emm..." ketiga istri Denjirou mengangguk.


"Woiy, jangan ngelunjak!! Kamilah yang mendapatkan misi ini dan kalian beruntung kami ajak!!" Protes gadis dari Sabertooth, Lisha.


"Bagaimana kalau kami mengalah dan pembagiannya jadi 60 : 40" ucap Denjirou.


"Emm..." ketiga istri Denjirou mengangguk.


"Pulang sajalah!! Kami tak membutuhkan kalian!!" Bentak Lisha yang masih tak setuju.


"Okey, kami akan pulang!!" Ucap Erinka yang jengkel.


"65 : 35" ucap Kai.


"Setuju..." sahut Ragna.


"Woiy!!!!" Bentak mereka semua yang tak setuju pada kesepakatan keduanya.


"Hahahaha...!!" Pak Gamou malah tertawa, "Aku setuju pada kesepakatan yang dibuat oleh Ragna dan Kai..."


"Sabertooth memang yang mendapatkan misi ini akan tetapi misi ini tak akan selesai tanpa bantuan White Tiger jadi kita saling membutuhkan..."


"Sekarang mari jalankan misi ini bersama!!"


"Hmph..." Lisha dan Erinka yang belum menerima kesepakatan itu saling memalingkan muka.

__ADS_1


"Hah..." Denjirou menghela nafas dan meski berat hati ia terpaksa menerima misi itu, "Apa boleh buat meski bayarannya kecil tapi kita harus tetap berkerja..."


"Hmm... anu... sebenarnya misi seperti apakah yang akan kita jalankan?" Tanya salah satu istri Denjirou yaitu Sumika.


Pak Gamou berkata, "Misi ini sangat berat dan belum jelas..."


"Hah??" Lisha dan Erinka sama-sama bertanya-tanya.


"Pak Gamou, apa maksudmu misi ini belum jelas?" Tanya Lisha.


"Hey, kau dari Sabertooth jadi seharusnya kau paham..." ejek Erinka.


"Cih, aku hanya asal ikut misi ini tau!!" Bentak Lisha.


Ragna yang melihat keduanya bertengkar bergumam dalam hati, "Mereka bagaikan kucing dan anjing saja..."


"Ehem... diamlah, aku akan menjelaskannya" ucap Pak Gamou.


"Baik..." jawab Erinka dan Lisha kompak, keduanya jadi lebih tenang sekarang karena ingin mendengarkan kejelasan misi yang akan mereka jalani.


Pak Gamou menjelaskan lagi, "Clien kami merupakan saudagar kaya raya yang menguasai pelayaran kota ini dan ia mengalami sebuah masalah besar yaitu kapal-kapal miliknya beserta penumpangnya tiba-tiba hilang dilautan..."


"Dia ingin kita memeriksa apa yang menjadi penyebab kapal-kapal milik hilang dan dia ingin masalah ini selesai..."


"Owh..." semua anggota White Tiger dan Lisha mengangguk paham.


Erinka yang mata duitan langsung bersemangat, "Lalu kapan kita akan berangkat?"


"Besok pagi dan untuk sementara kalian harus istirahat dan mengumpulkan persediaan..." ucap Kai.


"Siap...!!!" Jawab mereka serentak dan Pak Gamou hanya tertawa saat melihat semangat mereka.


*****


Mereka dari White Tiger mengikuti ketiga anggota Sabertooh itu.


"Kemana kita akan pergi?" Tanya Erinka dengan menaruh rasa curiga.


Lisha agak jengkel dan iapun melirik ke belakang lalu mengejek, "Kita akan cari tempat bermalam dan yang jelas tempatnya pasti akan mewah karena kami dari guild yang kaya..."


"Yah, kalian guild kecil pasti tak bisa seperti kami.


Erinka agak emosi, "Apa katamu?"


Keduanya akan bertengkar lagi akan tetapi Pak Gamou berkata, "Lisha, berhentilah meremehkan mereka!! Mereka adalah sekutu kita dan kita membutuhkan kekompakan mereka agar misi ini berhasil..."


Lisha tertunduk dan terlihat menyesal, "Maaf, aku tak akan mengulanginya lagi!!" Ucapnya pada anggota White Tiger.


Erinka hanya terdiam dan tak membalas ejekan lawan, ia menyadari bahwa Sabertooth adalah kelompok yang di


Malam harinya mereka bermalam disebuah penginapan yang sudah dipesankan oleh clien Sabertooth


Lalu tengah malam terasa sepi senyap tanpa keributan dari aliansi dua guild itu, merekapun beristirahat total dengan tidur pulas karena menyadari esok hari ada misi besar yang harus dikerjakan.


"Hachu..." Ragna yang berada diluar penginapan bersin-bersin dan nampaknya ia mengalami gejala flu, "Aku tak menemukan toilet dimanapun jadi aku keluar penginapan untuk buang air kecil tapi tak pernah ku sangka udara malam hari ditempat ini sangat dingin..." iapun bergegas kembali ke dalam kamarnya untuk melanjutkan tidur.


Ia menuju ruangannya kembali tanpa sengaja bertemu dengan salah satu istri Denjirou yaitu Sumika.

__ADS_1


"Emm... anu... darimana saja kau?" Tanya Ragna dengan merasakan dinginnya udara luar.


"Aku hanya pergi membeli beberapa perlengkapan dan persediaan yang akan dibawa besok..."


"Tengah malam?" Ragna heran.


"Yap..." jawab Sumika dengan singkat.


Ragna menggigil, "Udara malam hari dan diluar ruangan terasa sangat dingin jadi mari kembali"


"Kau benar, kita harus kembali!! Udara ditempat ini bisa membuat kita terkena flu..." ucap Sumika.


Keduanya bergegas kembali, "Lalu kau sendiri sedang apa diluar?"


Ragna kebingungan untuk menjawab dan ia merasa malu, "Jangan ditanya lagi"


"Kenapa?"


"Cih, Aku tak menemukan toilet didalam penginapan jadi aku pergi keluar untuk buang air kecil..." jelas Ragna dengan agak malu.


Sumika tersenyum manis lalu tertawa pelan, "Kau itu lucu!! Bagaimana mungkin kau tak menemukan toilet didalam penginapan? Memangnya kau tinggal dimana kok begitu kampungan..."


"Aku tinggal dihutan..." jawab Ragna agak kesal.


"Serius?" Sumika tak percaya.


"Apa wajahku terlihat bercanda?"


Sumika melihat keseriusan diwajah Ragna dan iapun malah tertawa, "Hahahaha... lucu sekali!! Lelaki hutan menuju ke kota dan ku yakin kau pasti selalu kebingungan disegala tempat..."


Ragna agak kesal akan tetapi sesekali ia merasa bahwa Sumika itu adalah gadis yang cantik dengan rambut pirang terurai apalagi ia yang tertawa membuatnya bertambah manis, "Sial, jika saja dia bukan istri orang maka aku sudah menyukainya..." pikirnya dalam hati.


"Hmm... kau tau?"


"Apa?"


"Kau dan Denjirou-sama memiliki banyak kesamaan yaitu kalian sama-sama tak bisa diandalkan!! Yah, seperti yang kau lihat aku membeli berbagai perlengkapan karena Denjirou-sama lupa membelinya..."


"Lalu apa yang membuatmu mau menjadi istrinya?"


Sumika kebingungan untuk menjawab, "Entahlah, aku hanya menyukainya saja!!"


Ragna semakin iri dan berteriak dalam hati, "Sialan!!!! Dia wanita langka karena suka pada seseorang apa adanya!!!"


"Lelakinya aja yang breengsek dan tak berguna..." gumamnya dalam hati yang menyalahkan Denjirou karena rasa iri.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 61 : Berlayar


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2