The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 85 : Lari!!


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Pak Gamou telah terbunuh ditangan Satoru 'sang dragon slayer'


Akan tetapi Ragna tersenyum menyeringai untuk memprovokasi emosi lawannya itu, "Sayang sekali dan maaf saja!!! Rekanmu telah terbunuh ditangan kami!!"


Satoru tak percaya dan menyangkal dengan entengnya, "Yang benar saja!! Koga itu kuat jadi tak mungkin dia mati oleh bocah-bocah seperti kalian..."


Ragna tersenyum licik lalu tertawa lepas agar emosi lawan memuncak, "Hahahaha... tak masalah jika kau tak percaya akan tetapi si serigala itu telah mati..."


"Lalu jika tak percaya maka kau bisa tanyakan sendiri pada mayatnya..."


Satoru menatap tajam dan meluapkan energi kuat, "Ku bunuh kau, bocah...!!!!" Iapun memperkuat pijakan kaki lalu melesat ke arah Ragna dengan sekali kepakan sayapnya.


Satoru langsung menyerang dengan menusukan cakarnya yang tajam pada Ragna akan tetapi beberapa milimeter sebelum kuku cakarnya menyentuh dada lawan terlebih dahulu Ragna menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


"Apa!!!" Satoru terkejut.


Ragna muncul tepat diatas 'sang dragon slayer' itu, iapun melapisi tangan kanan dengan kegelapan sehingga berubah menjadi sangat besar lalu memukul punggung lawan, "Jbbuuak...!!!"


"Uhuk...!!" Satoru memuntahkan darah dan bergumam dalam hati, "Sial, dia memiliki kemampuan teleport..." iapun segera berdiri tegak.


Lalu Ragna menarik nafas panjang lalu berteriak, "Sekarang serang dia, Kai...!!!"


"Aku mengerti!!!" Kai menggenggam erat pedangnya dengan dua tangan dan pedang itupun langsung berbalut kobaran api.


"HIIAA...!!!!!" Kai berlari ke arah musuh dan menebas sekuat tenaga, "Sllash!!!!" Satu tebasan dan lapisan besi terpotong.


"Tidak mungkin!!!!" Satoru terkejut pertahannannya dapat ditembus.


Kai menebas sekali lagi dengan lebih kuat, "Sllash!!!!"


"Cruat!!!!" Darah menyembur karena tebasan dari pedang yang membara itu.


Satoru tetap menjaga keseimbangan dan malah memperkuat pijakan kedua kakinya, "Aku tak akan kalah...!!!!!" Iapun meningkatkan energi dan menarik nafas panjang, "Auman Naga...!!!!"


"WUUSS...!!!" Kai terkejut dan iapun terkena serangan telak dari musuh.


"Hah... hah... hah..." Satoru setelah berulang kali terkena serangan mulai mengatur nafasnya akan tetapi mendadak Ragna muncul tepat dihadapannya dengan kemampuan teleport, "Zink!!!"

__ADS_1


"...!!!" Satoru kembali terkejut.


Ragna mengepalkan tangan yang sudah terlapisi oleh kegelapan lalu melesatkan pukulan-pukulan bertubi-tubi pada dada Satoru yang sudah tertebas oleh Kai, "Jbbuuak!! Jbbuuak!!"


Satoru terkena serangan telah dan dalam kondisi setengah sadar iapun bergumam dalam hati, "Benar, sekali!! Pertarunganku yang sebelumnya telah memperlemah pertahananku..."


"Ini untuk pak tua Gamou...!!!!!" Ragna melangkahkan satu kaki ke belakang, iapun memperbesar kepalan tangannya menjadi sangat besar seukuran truck.


Ragna memukul sekuat tenaga, "JBBLLAST...!!!!!" Satoru tak sempat menghindar dan terkena serangan telak.


Iapun terhempas jauh hingga menembus beberapa bangunan.


"Hah... hah... hah..." setelah melancarkan serangan secara bertubi-tubi akhirnya Ragna berhenti dan mulai mengatur nafasnya lagi.


Kai yang semula terkena serangan Satoru perlahan mendekat pada Ragna, "Kau berhasil mengalahkannya..."


"Aku memang mengalahkannya akan tetapi semua itu tak akan terjadi jika kau tak membuat celah untukku..." ucap Ragna.


Dikejauhan Denjirou berdiri didekat mayat Pak Gamou, "Sial, aku yang lemah membuat dirimu terbunuh, pak tua..."


"Tap... tap... tap..." Ragna dan Kai mendekat.


"Kita boleh membiarkan perjuangan Tuan Gamou sia-sia..." ucap Ragna.


"Benar, sang Kraken belum dihentikan dan semua ini belum selesai..." sahut Kai.


Denjirou berkata, "Beberapa tulangku patah jadi aku tak bisa berbuat banyak dalam pertarungan!! Kalian pergilah dulu ke tempat Sang Kraken sementara itu aku akan membawa jenazah Tuan Gamou ke tempat yang aman..."


"Ya, idemu boleh juga..." ucap Kai.


"Kami pergi dulu..." ucap Ragna.


Sang Dragon Slayer telah dikakahkan dan Ragna maupun Kai segera bergerak ke medan perang melawan Kraken.


*****


Sementara itu.


Sang Kraken melawan Master Sabertooth.


"Hah... hah... hah..." nafas Master Sabertooth tak beraturan, pakaiannya kotor dan lusuh, iapun terlihat sangat lelah.


"Menyebalkan sekali!!! Staminaku hampir habis dan sekarang aku mengerti bahwa makluk mitologi sangatlah kuat..." gumamnya dalam hati.


"WOOAARRGGH...!!!!!" Sang Kraken meraung dengan sangat keras, iapun mengayunkan tentakelnya ke arah Master Sabertooth, "DYYEESS...!!!" Master Sabertooth berhasil menghindar dengan melompat ke atas akan tetapi serangan itu berhasil menghempas puing-puing bangunan.


Master Sabertooth menatap tajam dan memberikan sebuah perintah, "Angin!! Bentuklah pedang!!"

__ADS_1


Dalam cengkraman Master Sabertooth muncul sebuah pusaran angin kuat, "Terima ini!!!" Iapun melemparkan pedang angin itu begitu saja.


"WUUSS..." Pedang itupun melesat langsung ke kepala Sang Kraken dan menembus kepala momster lautan itu.


Sang Kraken mulai menyembuhkan kepalanya yang terluka dengan kemampuan regenerasi dan hal itupun membuat pemimpin guild Sabertooth geram, "Sial, sampai kapan pertarungan ini akan berlangsung..." wanita itu mulai lemah


Sang Kraken melingkarkan tentakelnya lagi mulai membentuk bola petir ditengah-tengah tentakelnya.


"Serangan itu lagi..." Master Sabertooth menatap tajam lalu memberikan perintah sebelum Kraken menembakan bola petir, "Tanah, bergelombanglah!!!"


Ya, secara mendadak tanah bergelombang dan membuat Sang Kraken kesulitan untuk menjaga keseimbangan, "HIIAA...!!" Master Sabertooth melesat dengan bola angin dikedua kakinya dan iapun memberikan perintah, "Angin, bentuk cakar pemotong!!!!"


Kuku cakar Master terlapisi angin pemotong dan iapun memotong-motong tentakel-tentakel Sang Kraken secara langsung.


"Aku sudah muak denganmu!!! Kembalilah ke lautan lagi!!!" Teriak Master Sabertooth dengan mencabik-cabik.


Sang Kraken kesakitan dan untuk melawan itupun menghasilkan cairan hitam dari tentakel-tentakelnya, "Cruat!!!" Hal itupun memaksa Master Sabertooth untuk mundur.


"Aku juga tau monster ini juga tengah melemah..." pikir Master Sabertooth.


*****


Lalu dikejauhan Erinka dan Lisha malah mendekat.


"Hey, bukankah seharusnya kau tak boleh kemari!!!" Teriak Lisha yang berlari dibelakang.


"Aku tak mau sembunyi atau lari lagi!!! Semua ini terjadi karena diriku jadi aku juga akan berusaha menghentikan Sang Kraken..." ucap Erinka.


Iapun memasuki medan pertarungan akan tetapi mendadak dadanya terasa sesak, "Ugh!! Sial..."


"Memangnya kenapa?"


Erinka nampak geram dan berkata, "Sepertinya Sang Phoenix merespon keberadaan Kraken dan ia sepertinya akan mengamuk lagi..."


"Apa!!!!" Sontak ucapan Erinka itu membuat Lisha shock.


Akankah keadaan bertambah buruk lagi?


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 86 : Kekuatan Phoenix


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi

__ADS_1


Trima kasih atas perhatiannya.


*****


__ADS_2