The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 48 : Master Guild


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Erinka mampu mengalahkan Gojou yang memiliki kemampuan melapisi seluruh tubuh meski harus bersusah payah.


Sedangkan disisi lain Ragna juga berhasil mengalahkan Jigra dengan memukulinya habis-habisan.


Keduanya mengalami kesuksesan dalam pertarungannya masing-masing akan tetapi disaat keduanya merasa lega dan hendak pergi dengan kemampuan teleport secara mendadak sebuah ledakan yang lumayan besar terjadi dilantai dua, "DHUUAARR...!!"


Semua orang-orang Black Tigaer yang melihatnya terkejut


Lalu Reynhard si keturunan pahlawan terlempar jatuh dari lantai dua tepat dihadapan Ragna dan Erinka.


"Apa...!!" Sontak hal itu membuat Erinka dan Ragna terkejut, keduanya segera mendekat.


"Reynhard, siapa yang menghempaskanmu dari lantai dua?" Tanya Erinka


"Katakan padaku..." sahut Ragna yang merasa hebat dengan kemampuan teleportnya.


Dengan terbata-bata dan terdengar tak berdaya, Reynhard berkata, "La-lari kalian tak akan menang melawannya..."


"Hah? Apa?" Kata-kata Reynhard terdengar tak jelas ditelinga Ragna dan Erinka.


Secara mendadak sebuah energi yang luar biasa mengerikan terasa diudara, "Apa ini?" Pikir Ragna dan Erinka dengan menatap ke atas


"Itu aku!! Akulah orang yang menyerangnya..." ucap seorang pria tua yang melayang dengan sebuah sayap mekanik, "Dan aku adalah Master Guild Black Tiger..."


"Jadi kalian adalah orang-orang dari White Tiger yang berani menyerang guildku, ya?" Ucapnya dengan santai dan ia meningkatkan energi yang luar biasa kuat dan terasa mengerikan, "Hmm... baiklah, kalian tak akan ku ampuni!!!"


Erinka terdiam membisu dan terlihat ketakutan begitu merasakan energi mengerikan dari musuh, "Tidak mungkin!! Kita tidak mungkin menang melawannya..."


"Apanya yang tidak mungkin!!" Teriak Ragna yang geram dan ia sangat marah, "Dia adalah bos dari orang-orang jahat dan aku akan mengalahkannya!! Aku tak akan membiarkan orang lain merasakan nasib buruk seperti Tuan Boon!!"


Erinka melirik ke arah rekannya yang masih semangat itu, "Ragna..."


Reynhard yang terluka perlahan berdiri dengan menggenggam erat pedangnya, "Jangan berfikir menang darinya itu sebuah tindakan konyol!! Kita harus lari!!"


"Tidak akan...!!!! Sudah ku bilang aku akan mengalahkannya...!!!" Ucap Ragna dengan sorot mata tajam penuh keseriusan.


"Hahahahaha..." Master Black Tiger malah tertawa saat mendengar perdebatan dari ketiganya itu, "Kau mau melawan dan menang dariku? Jangan bercanda, bocah!!"

__ADS_1


"Bahkan dalam mimpi sekalipun kemenangan tak akan pernah kau dapatkan dariku..." ucap Master Black Tiger dengan tatapan meremehkan.


Ragna menjadi geram dari pada sebelumnya, "Kau adalah pemimpin guild ini dan guild jahat ini tak boleh dibiarkan begitu saja...!!!"


"Aku akan melawanmu...!!"


"Hahahaha... kemarilah saja dan jangan banyak omong kosong..." ejek Master Black Tiger.


Ragna dengan sekejap mata menggunakan kemampuan teleport dan ia menghilang, "Zink!!"


"Teleport!!!" Gumam dalam hati Master Black Tiger yang sedikit terkejut.


Ragna muncul dari arah samping dan langsung menendang, "Jbbuuaak...!!!" Tapi tendangan itu ditahan dengan dengan mudah menggunakan lengan oleh Master Black Tiger.


"Kau pria kecil yang menarik karena mampu menggunakan teleport!!!" ucapnya dengan tersenyum menyeringai dan ia merasa tertarik pada Ragna, "Bergabunglah dengan guildku!!"


Ragna menjadi sangat geram setelah mendengar kata-kata dari Master Black Tiger itu. Iapun menjadi teringat dengan berbagai eksperimen jahat, mengerikan dan kejam yang dilakukan oleh orang-orang Black Tiger.


"Sialan!!! Kau orang yang sangat jahat jadi mana sudi aku bergabung denganmu...!!!" Ragna meningkatkan energi dan dari punggungnya muncul lengan-lengan bayangan yang mulai memukuli lawan.


"Jbbuuak...!! Jbbuuak...!!" Ragna melesatkan pukulan pada lawan secara bertubi-tubi akan tetapi Master Black Tiger menahannya dengan berlindung menggunakan sayap mekaniknya.


"Oh..." iapun merespon dengan datar dan cukup terkejut pada apa yang dilakukan Ragna, "Kemampuan membentuk kegelapan rupanya..."


"Ya, sebuah kemampuan yang cukup menarik..." Master Black Tiger menggunakan ekor mekaniknya yang langsung digunakan untuk meliliti salah satu kaki dan menarik Ragna.


Master Black Tiger memutar-mutar tubuh Ragna diudara dan membantingnya ke tanah dengan keras, "DYYEESS...!!" Ragna jatuh ke tanah hingga membekas.


"Ragna...!!!" Teriak Erinka dan iapun segera berlari mendekat bersama dengan Reynhard.


"Kau tak apa?"


"Ya..."


Reynhard berdiri tegak dengan memegang pedang dan sorot mata tajam pada lawan, "Kawan-kawan, sepertinya jalan kabur kita akan jadi lebih sulit..."


Ragna berusaha berdiri tegak lagi, "Aku tau itu..."


"Baik, kurasa kita harus berkerja sama..." ucap Erinka yang juga berdiri tegak dengan memegang item sihir yang berupa pedang besar itu.


Master Black Tiger yang melihat 3 anggota White Tiger menantangnya bertarung malah tertawa lepas, "Hahahaha...!! Kalian ini bodoh atau apa? Aku adalah Master guild yang bisa saja menghabisi kalian dalam sekejap..."


"Kalianlah yang terlalu meremehkanku dan sekarang rasakan akibatnya..." Master Black Tiger yang semula terlihat santai secara mendadak merubah sorot matanya menjadi tajam.


Iapun mengarahkan dua telapak tangannya ke depan dan dari telapak tangannya itu muncul sebuah lubang.


Lubang itu mulai terfokus energi dan iapun menembakan laser-laser yang bagaikan pisau pemotong, "Sllash...!!! Sllash...!!!"

__ADS_1


Ragna, Erinka dan Reynhard terkejut dan mereka terpaksa harus menghindari serangan itu meski harus bersusah payah.


"Sial..." pikir Ragna dan iapun berteleport dalam sekejap tepat dihadapan lawan lalu segera memukul pada bagian wajah, "Jbbuuak...!!" Kepalan tinju Ragna ditahan dengan sayap mekanik.


Master Black Tiger menatap ke arah Ragnj dan mengarahkan telapak tangannya padanya, "Jika kau tau mau bergabung maka kau harus dihabisi..."


"Sllash..." tanpa ragu laser ditembakan.


"...!!!" Ragna terkejut dengan respon cepat dari lawan dan iapun segera berteleport menjauh. Ragna berhasil menghindari tembakan laser tersebut.


"Lumayan..." ucap Master Black Tiger atas respon cepat Ragna dan iapun terus menerus menembakan laser yang bagaikan pisau pemotong itu, "Ya, akupun ingin tau seberapa lama kalian dapat menghindar..."


Reynhard, Erinka dan Ragna terpaksa bergerak kesana kemari hanya untuk menghindari serangan musuh.


Akan tetapi dari kejahuhan Djarot 'si cyborg' memfokuskan energi pada telapak tangannya dan menembakan laser, "Sllash...!!!" Laser itu tepat mengenai kepala Master Black Tiger dari arah samping.


Kepala Master Black Tiger hancur separuh dan iapun terjatuh ke tanah, "...!!!" Reynhard, Erinka maupun Ragna terkejut dengan hal itu.


Mereka tak mengetahui kalau Djarot 'si cyborg' adalah orang yang menembak Master Black Tiger.


Djarot 'si cyborg' melesat mendekat pada kawan-kawannya dengan roket pendorong dikedua kakinya, "Tiada waktu untuk melamun!! Ayo pergi!!"


"Ahh... ya" jawab ketiganya yang bergegas pergi.


Akan tetapi disaat mereka bergegas pergi secara mendadak tekanan energi kuat terasa dan seolah-olah gravitasi menjadi berat, "Apa!!" Keempatnya seakan tak bisa bergerak.


Master Black Tiger berdiri kembali meski sebagaian kepalanya hancur dan iapun terlihat sangat marah.


"Kalian tak akan pergi kemanapun..." dengan kemampuan elektrik luka dikepalanya itu secara perlahan pulih.


Tetapi hal yang lebih mengejutkan terjadi yaitu seseorang jatuh dari angkasa tepat didepan Master Black Tiger dengan hantaman yang sangat keras hingga membentuk sebuah cekungan, "Biarkan anak-anakku meninggalkan tempat ini...!!!"


Ya, dia adalah master guild White Tiger.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 49 : Yang Terkuat!!


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2