The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 93 : Pewaris


__ADS_3

Ragna dan Erinka kembali ke guild White Tiger setelah menjalankan misi gabungan dengan guild Sabertooth.


"Kami pulang!!!" Teriak keduanya dengan serentak lalu menuju ke tempat Sistina si gadis bartender.


Master Mark yang duduk disebuah kursi yang letaknya dihadapan Sistina berkerja bertanya, "Jadi bagaimana dengan misi kalian?"


Erinka menjawab dengan tersenyum lebar, "Khehehe... meski berjalan dengan penuh masalah tapi kami sukses menjalankan misi gabungan itu..."


"Fiuh, syukurlah..." Master Mark lega, "Ku dengar Denjirou dan ketiga istrinya juga ikut dengan kalian?"


"Cih..." mendadak ekspresi wajah Erinka yang semula ceria penuh dengan semangat berubah menjadi suram penuh rasa kesal, "Benar, mereka berempat ikut dan hal itu mengurangi bayaran yang kami dapat..."


"Oh..." Master Mark merespon datar.


Sistina bertanya, "Lalu dimana Denjirou dan ketiga istrinya sekarang?"


"Hmm..." Ragna berfikir sejenak, "Begitu sampai digerbang kota kami langsung berpisah dan kurasa Tifa, Sumika dan Makio sedang mengantar Denjirou-senpai ke rumah sakit terdekat..."


Sistina menjadi lega, "Aku juga ikut senang atas keberhasilan kalian menjalankan misi..."


"Hehehe..." Erinka tersenyum lebar dan merasa besar kepala.


Master Mark berkata, "Master Sabertooth telah memberikan laporan padaku dan dia mengatakan bahwa kalian sangatlah hebat dan iapun kagum pada kehebatan kalian..."


Erinka semakin besar kepala dan ia makin sombong saja, "Hehehe... terima kasih..."


Ketiganya berbincang-bincang akan tetapi pandangan Ragna teralihkan pada Kanna.


Ia yang melihat Kanna menjadi bertanya-tanya dan bergumam dalam hati, "Siapa gadis berambut pirang acak-acakan itu?"


Ragna memperhatikan dengan seksama, "Dia aneh sekali karena hanya mengenakan bra dan juga penampilan lusuh lalu sepertinya bau menyengat ini berasal darinya..."


"Ah, aku tau!! Dia salah satu orang aneh jadi ia pasti anggota White Tiger juga!!" Ragna berjalan mendekatinya dan bergumam dalam hati, "Sebagai anggota baru aku harus menyapanya agar lebih akrab..."


Ragna tanpa pikir panjang duduk dihadapan Kanna dengan memegangi hidungnya, "Anu... Aku adalah Kurogami Ragna dan aku merupakan anggota baru guild White Tiger..."


Kanna memiringkan kepala dan agak bingung, "Anggota baru?"


"Yap, aku adalah anggota baru White Tiger..."


Kanna mulai sedikit paham, "Emmmmm..." iapun berfikir agak lama dan sepertinya ingin mengatakan sesuatu.


"Hadeh..." gumam Ragna yang merasa kelamaan menunggu, "Anu, penampilanmu sangat lusuh dan kotor jadi misi seperti apa yang telah kau kerjakan?"


"Aku telah membunuh sesosok iblis..."


"Oh, jadi begitu tapi mengapa kau tak mandi atau merapikan diri setelah selesai menjalankan misi itu?"

__ADS_1


"Yah, kurasa dirimu akan jadi lebih cantik bila bersih dan rapi..." ucap Ragna seenaknya sendiri.


Kanna mendadak berdiri.


Ragna masih sibuk ngoceh sendiri tanpa mempedulikan lawan bicaranya, "Emm... dan juga bau tubuhmu sangat menusuk jadi kurasa kau juga membutuhkan wangi-wangian..."


Kanna langsung menendang meja yang ada dihadapannya dan meja itupun terlempar mengenai Ragna, "Brak...!!" Semua pandangan mata tertuju pada keduanya.


Master Mark panik, "Gawat!! Kanna marah dan sepertinya Ragna melakukan hal yang tak seharusnya dilakukan...!!"


"Ini salah kita karena tak memperhatikan..." ucap Erinka.


Sistina berteriak, "Kanna-chan, dia bukan musuh jadi jangan sakiti dia!!!!"


Kanna terlihat tak peduli dan iapun menarik dua pedang yang tersarung dipinggangnya lalu berjalan ke arah Ragna yang tertimpa meja, "Aku harus memberikan pelajaran pada orang yang telah mengejekku..."


Ragna perlahan berdiri lagi dan terlihat kesal pada Kanna, "Aduh, kepalaku jadi sakit memangnya apa maumu sih?"


"Tap... tap..." mendadak Djarot 'si cyborg' dan Reynhard berdiri dihadapan Ragna dengan sikap waspada.


"Mundur..." ucap Reynhard dengan sorot mata tajam.


"Kenapa dan ada apa?"


Djarot 'si cyborg' berkata, "Kami lupa memberitahu bahwa Kanna berbahaya..."


Reynhard berkata, "Kanna dulunya hidup dihutan sebatang kara dan ditemukan oleh Master Mark..."


"Penampilannya memang acak-acakan dan tak karuan akan tetapi ia menganggapnya hal itu sebagai sesuatu yang biasa dan bahkan ia sendiri tak menyadari bau menyengat dari tubuhnya sangat mengganggu semua orang..."


Djarot 'si cyborg' menjelaskan juga, "Jiwa dari Kanna itu polos dan tak menentu..."


"Ia tak tau bahwa bau busuknya mengganggu orang-orang yang ada didekatnya..."


"Lalu apa maksudmu dengan tak menentu?" Tanya Ragna.


"Suatu ketika Kanna datang ke guild dan saat itu sangat ramai lalu seorang pelanggan memprotes baunya langsung dihadapan Kanna..."


"Jiwa Kanna yang polos berubah dalam sekejap saja dan iapun tanpa ragu menyerang pelanggan itu..." jelas Djarot 'si cyborg'


"Yang dilakukan pelanggan itu dulu sama seperti yang kau lakukan sekarang ini..." sahut Reynhard.


"Itu gawat dong..." ucap Ragna yang jadi panik, "Lalu sekuat apa Kanna itu?"


"Tidak tau!!" Jawab Reynhard dan Djarot serentak.


"Kok tak tau sih? Bukankah kalian rekan satu guild?"

__ADS_1


"Belum ada dari kami yang menjalankan misi bersama Kanna..." jawab Reynhard.


"Satu-satunya orang yang pernah menjalankan misi bersama dengan Kanna dan mengetahui seberapa kuat Kanna adalah Pak Tua Boon..." jelas Djarot 'si cyborg'


Ragna menjadi semakin panik dan Kanna perlahan berjalan mendekat, "Menyingkirlah kalian berdua!! Orang itu telah mengatakan dusta..."


"Dia bilang penampilanku buruk dan bauku busuk tapi kenyataannya semua orang menyukaiku bahkan hewan-hewan mengikutiku..."


"Aku harus memberinya pelajaran..."


"Ragna hanya bercanda!!" Djarot 'si cyborg' mengarahkan telapak tangannya ke depan lalu dari telapak tangannya itu muncul sebuah lubang yang menembakan laser, "Sllash!!!"


"Shring!!!!" Kanna dengan sebilah pedangnya mampu membelah tembakan laser itu dan iapun langsung berlari ke arah Djarot.


Begitu sampai dihadapan si Cyborg, ia langsung menunduk dan menggenggam pedangnya erat-erat lalu memotong lengan Djarot yang diarahkan ke depan, "Sllash!!"


Djarot 'si cyborg' terkejut dengan pergerakan Kanna dan Reynhard ikut bergerak.


Si keturunan pahlawan itupun langsung menarik sebilah pedangnya dan menyerang Kanna dengan tebasan, "Cthing!!!!" Kanna menahan tebasan Reynhard dengan pedangnya tetapi disaat itulah Djarot 'si cyborg' mengambil kesempatan dengan menendang perut Kanna, "Jbbuuak!!"


Kanna terlempar dan jatuh menimpa meja kursi.


Erinka dan Sistina berteriak serentak, "Lari Ragna!!!!"


"Apa maksud kalian!!!" Ragna tak mengerti.


Mendadak Kanna yang terlanjur marah langsung saja melesat dari dalam tumpukan meja kursi, ia melompat dan menyerang dengan tusukan.


Ragna terkejut akan tetapi ia segera menggunakan kemampuan teleportnya untuk menghindar, "Zink!!!"


Kanna terkejut dan bercampur kesal karena sasarannya mendadak menghilang, "Dia mampu menggunakan teleport tapi meskipun begitu aku tak akan membiarkannya kabur..." gadis kumuh itupun segera berlari keluar guild.


Erinka yang melihat keduanya pergi berkata, "Aku akan mengejar mereka..."


"Ya..." jawab Master Mark.


*****


Diluar Ragna berlari dijalan yang penuh dengan lalu lalang orang-orang, "Sudah ku duga Guild itu berisikan orang-orang aneh dan menyebalkan..."


"Sialan, aku terpaksa harus berurusan dengan salah satu dari mereka..." teriaknya penuh kekesalan.


Iapun terus berlari tanpa memperhatikan sekitar dan tanpa Ragna sadari ia berpapasan dijalan dengan tiga anggota White Tiger yang lain.


Ya, ketiganya adalah Edward, Albert dan Rumia.


Sementara Ragna berlari menjauhi guild mereka malah bergerak menuju guild.

__ADS_1


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 94 : Pewaris II


__ADS_2