
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Sang Monster Lautan yaitu Kraken kembali menampakan diri dan kini ia tengah menghancurkan pelabuhan.
Dengan lilitan tentakelnya, Kraken mampu menghancurkan menara mercucuar.
Semua penduduk yang berada didekat area tersebut dilanda kepanikan yang luar biasa, mereka berlarian ke sana ke mari tak tentu arah.
"Lari!!"
"Selamatkan diri kalian!!"
"Ada monster lautan!!" Teriak para penduduk yang dalam kepanikan.
Kraken meliliti sebuah kapal berukuran kecil lalu melemparkannya ke arah penduduk yang berlarian.
"Sllash!!" Sebelum kapal itu jatuh menimpa penduduk yang lari terlebih dahulu seseorang muncul dan melesatkan tebasan-tebasan sehingga kapal itupun terpotong-potong menjadi kecil-kecil.
Ya, orang itu adalah Denjirou.
"Cih, sebelum pulang ke guild terlebih dahulu kami ingin berbelanja tapi tak ku sangka Sang Kraken muncul lagi tepat dihadapan kami..." ucap Denjirou.
"Denjirou-sama, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya salah satu istri Denjirou yaitu Sumika.
Denjirou agak kesal akan tetapi ia membuat keputusan, "Jika hanya kita berempat maka menghentikan Sang Kraken adalah hal yang mustahil jadi yang bisa kita lakukan hanyalah mengevakuasi para penduduk..."
"Siap, kami mengerti!!" Jawab ketiga istri Denjirou serentak.
Ya, kelompok yang sedang mencari oleh-oleh sebelum pulang itupun harus berhadapan dengan Sang Kraken secara langsung.
Mereka bergerak mengevakuasi para penduduk yang sedang dalam kepanikan yang luar biasa itu.
Sang Kraken mengeluarkan sebuah tinta dari tentakel-tentakelnya dan setiap apa yang terkena tinta itu langsung meleleh.
"Sepertinya aku harus berhati-hati pada cairan hitam itu..." pikir Denjirou yang menggendong anak kecil dipunggungnya.
Iapun membawa gadis kecil itupun ke tempat yang aman dan setelahnya ia menatap ke Sang Monster Lautan yang bergerak memasuki kota.
"Sumika, Tifa dan juga Makio..."
"Ya, ada apa Denjirou-sama..." ucap ketiganya serentak.
Denjirou dengan tatapan serius berkata, "Kalian evakuasi para penduduk sementara aku akan berusaha menghadang Sang Kraken agar tak lebih jauh masuk ke kota..."
Ketiganya khawatir.
__ADS_1
"Tapi Denjirou-sama, itu adalah hal yang sangat berbahaya..." ucap Makio.
"Benar, kami tak akan membiarkanmu melakukan hal itu..." ucap Tifa.
Sumika memiliki pendapat yang berbeda, "Kau harus tetap pergi, Denjirou-sama!! Kami sangat mengkhawatirkan anda akan tetapi keselamatan penduduk yang tak berdaya jauh lebih penting..."
Denjirou berkata pada para istrinya yang khawatir, "Aku memang akan dalam bahaya tetapi percayalah aku akan kembali dengan selamat lalu pulang bersama-sama..."
"Ya, setelah pulang aku ingin kita bersama-sama minum-minum dengan Ragna dan si angkuh Erinka..."
"Kau janji akan kembali?" Ucap Makio.
"Tentu saja aku janji!!"
"Kalau begitu segeralah pergi dan tepatilah janjimu itu, Denjirou-sama..." ucap Tifa.
Meski berat hati tapi Tifa dan Makio merelakan Denjirou pergi.
*
Kraken perlahan memasuki pemukiman padat penduduk dan iapun mulai menghancurkan setiap apa yang ada dihadapannya.
"WOOAARRGGH...!!!" Ia meraung dan dari tentakel-tentakelnya memuncratkan tinta hitam.
Ya, sebuah pondasi bangunan terkena cairan itu dan secara perlahan meleleh.
Bangunan itupun condong dan diatas lalu didalam bangunan terdapat banyak sekali penduduk yang hendak melarikan diri.
"Bahaya!!"
"Kita semua akan mati!!" Teriak orang-orang yang ada didalam bangunan itu yang dalam keputusasaan.
Bangunan itupun condong lalu miring dan berakhir secara perlahan jatuh akan tetapi mendadak Master Sabertooth muncul dan iapun menggunakan kemampuan sihirnya.
Dengan sorot mata tajam iapun berkata, "Berdiri!!! Berdirilah kembali!!"
Master Sabertooth memberikan perintah dan secara perlahan bangunan itupun berdiri lagi seperti semula, "Pak Tua, segera evakuasi penduduk yang terperangkap disana!!"
"Baik..." jawab Pak Gamou.
"Lakukan pekerjaanmu dengan cepat, Pak Tua!!! Sihirku tak berlangsung selamanya!! Bangunan itu akan roboh kembali..."
"Aku mengerti..." Pak Gamou pergi.
"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan dan sorot mata tajam, Master Elena melangkahkan kaki mendekati Kraken yang sedang mengamuk, "Sekarang tinggal aku dan kau!! Mari buktikan siapa yang lebih kuat...!!" Iapun meluapkan energi sihir yang sangat kuat.
Sang Kraken menyadari keberadaan Master Sabertooth lewat energi kuat yang dikeluarkannya, "WOOAARRGH...!!" Gurita raksasa itupun meraung dengan sangat keras, ia yang telah meliliti bangunan mercucuar melemparkan bangunan tersebut, "WUUSS...!!"
Sebongkah menara melesat dan jatuh pada Master Sabertooth akan tetapi wanita itu tetap tenang dan menatap tajam, iapun memberikan perintah, "Hancur...!!!!"
"DHUUAARR...!!!" Bongkahan menara itupun hancur lebur oleh kemampuan Master Sabertooth.
Iapun menyentuh sebuah batangan besi yang jatuh dari pungi-puing, "Besi berubahlah jadi tombak!!" Ucapnya dengan tegas dan secara perlahan batangan besi itupun membentuk sebuah tombak.
__ADS_1
Master Sabertooth menggenggam erat tombak itu dan melemparkannya, "WUUSS...!!"
"Jlleebb...!!!" Tombak itupun menembus pada salah satu tentakel hingga menancap pada permukaan tanah.
"WOOAARRGGH...!!!" Kraken itupun meraung kesakitan dan dengan tentakelnya melancarkan hantaman pada Master Sabertooth, "DYYEESS...!!!" Semua yang terhantam oleh tentakel itupun hancur akan tetapi Master Sabertooth berhasil menghindar.
Kini ia berada diudara dengan berpijak pada sebuah awan, "Sudah ku duga peliharaan raja iblis memang kuat..." ucapnya yang melihat Kraken mengamuk.
Iapun memberikan perintah dan mengarahkan telapak tangan kanannya ke atas, "Bola angin!!" Secara perlahan sebuah pusaran angin yang kuat tercipta ditelapak tangan Master Sabertooth.
Wanita itupun memberikan perintah lagi, "Awan, bawa aku mendekat padanya!!" Iapun melesat cepat ke arah Kraken dan menghantamkan bola angin yang tercipta ditelapak tangannya, "HIIAA...!!!!"
"DYYEESS...!!!" Sang Kraken terkena serangan kuat meskipun begitu ia nampak baik-baik saja dan tak bergeming dari tempatnya semula karena meliliti bangunan-bangunan yang ada.
"Cih, kuat sekali!!" Ucap Master Sabertooth dengan mundur sejenak.
Sang Kraken melesatkan sabetan tentakel dengan sangat cepat, "WUUSS...!!" Master Sabertooth tak dapat menghindar dan iapun terhempas jatuh menembus beberapa bangunan.
Ya, meskipun begitu wanita itu nampak baik-baik saja, "Sial, aku lengah..." ucapnya yang secara perlahan berdiri kembali.
Pak Gamou yang sudah selesai mengevakuasi penduduk yang terperangkap dalam gedung menatap ke arah pertarungan Kraken melawan Master Sabertooth, "Master memang kuat akan tetapi peliharaan Raja Iblis itu tak bisa dianggap remeh..."
"Kraken memiliki kemampuan regenerasi dan serangannya mematikan serta kuat lalu dilain sisi kemampuan 'Absolute Order' memiliki berbagai kelemahan..."
"Aku juga harus segera membantu Master..." ucap Pak Gamou yang secara perlahan berubah menjadi bison dan mendekat pada pertarungan.
*****
Dan diatas sebuah bangunan yang letaknya sangat jauh dari pertarungan Kraken melawan Master Sabertooth ada dua orang yang sedang mengamati.
Salah satu dari mereka adalah Koga sang pemimpin ke-9 Batalion Bayangan.
"Hahahaha... ada orang bodoh yang sedang berhadapan dengan Kraken dan sepertinya orang bodoh itu sangat kuat..."
"Aku juga ingin ikut bertarung bersama dengan mereka...!!!"
"Keberadaan mereka adalah hal yang sangat menguntungkan bagi kita karena kita bisa lebih fokus pada Sang Phoenix...!!!" Ucapnya dengan santai dan ia merupakan pemimpin ke-8 Batalion Bayangan.
"Ya, dan aku sudah merasakan energi burung api itu yang perlahan bangkit..." ucap Koga.
"Kalau begitu mari tangkap burung api itu..." ucap sang pemimpin ke-8 Batalion Bayangan itu dengan ekspresi serius.
Mereka bergerak dan Erinka dalam bahaya besar...!!!
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 78 : Batalion Bayangan
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****