
"Apa!!! Mengapa kau jadi beralih membelanya?" Erinka jadi kesal.
Ragna berusaha menjelaskan agar perdebatan diantara mereka selesai, "Bukan maksudku membelanya akan tetapi dia adalah rakyat jelata yang kelaparan kalau begitu bukankah sudah sewajarnya kita membantunya?"
Erinka yang kesal berkata, "Oh, begitu ya? Biaya makan miliknya lebih banya dari milik kita dan juga kurasa kau yang baik hati bisa membayarkannya karena uangku tak cukup..."
"Ah..." Ragna kebingungan beralasan dan iapun menatap setumpuk piring kotor yang telah kosong ada dimeja Regios, "Ah, sepertinya kau harus membayar makananmu sendiri..."
Regios menjadi agak kesal, "Hey, mengapa kau jadi beralih padanya?"
"Maaf saja, tapi kami tak punya banyak uang..."
"Cih..." Regios kebingungan, "Aku juga tak punya uang..."
"Itu bukan urusan kami!!!" Bentak Erinka.
"Akupun juga tak akan pesan banyak makanan bila kau tak terlalu menyombongkan dirimu, dasar bangsawan kikir..."
"Apa!!!!!" Erinka bertambah sangat kesal.
Mereka berdua berdebat dan hal itu membuat Ragna dan pelayan yang menagih bayaran kebingungan mau berpihak pada siapa.
Lalu orang-orang yang merupakan penguasa kota tersebut tanpa terduga masuk ke tempat itu yang tentu saja membuat para pengunjung dilanda kepanikan.
Si bos yang ditemani dua pengawalnya yaitu Han dan Juro tersenyum menyeringai, iapun menatap ke arah Regios, "Ketemu!! Mari segera habisi bocah itu!!!!"
Semua pengunjung tempat itu yang panik segera berlarian keluar karena menyadari bahwa akan terjadi perkelahian.
Ragna dan teman-temannya yang tak mengerti apapun tetap tenang disaat keributan sedang terjadi.
"Sebenarnya ada apa ini?" Tanya Erinka.
"Akupun juga ingin tau..." sahut Ragna
"Ah, aku bermasalah dengan mereka jadi kurasa mereka mencariku..." ucap Regios dengan santainya.
Han dan Juro segera berlari ke arah Regios akan tetapi mendadak Ragna menghadang.
"Siapa bocah itu?" Ucap Han.
"Entahlah, tapi bila ia menghalangi maka kita harus menghabisinya juga..." sahut Juro.
"Sepertinya mereka berdua kuat..." pikir Ragna yang berdiri tegak penuh dengan kewaspadaan.
Han melesat pukulan dengan tangan kanan akan tetapi Ragna menahan dengan menyilangkan kedua tangan didepan dada, "Jbbuuak!!" Ragna terdorong sedikit ke belakang akan tetapi ia dapat bertahan.
__ADS_1
Juro berlari lalu menunduk dan menendang satu kaki Ragna dari bawah, "Jbbuuak!!" Ragna kehilangan keseimbangan dan iapun jatuh ke lantai.
Disaat yang tepat Han menendang tubuh Ragna sekuat tenaga, "Jbbuuak!!" Ragna terlempar jauh menabrak beberapa meja.
Erinka terkejut karena Ragna dapat dijatuhkan dan iapun berteriak pada Regios, "Sebenarnya siapa mereka?"
"Aku juga tak kenal mereka akan tetapi mereka mengincarku..." jawab Regios dengan malas.
Erinka berteriak pada Han dan Juro, "Jangan ikutkan kami dalam masalah!!! Kami tak mengenalnya!!" Iapun menunjuk ke arah Regios.
Han dan Juro tetap berlari ke arah Erinka.
Han langsung saja mencengkram wajah Erinka dan membantingnya ke belakang, "Jbbuuak!!!" Erinka terjatuh ke lantai akan tetapi ia segera bangkit kembali dan langsung mencengkram balik Han kemudian membantingnya, "Jbbuuak!!"
Ahli bela diri itupun seketika tak sadarkan diri, "Baiklah, akan ku ladeni kalian semuanya!!!!!" Teriak Erinka penuh emosi.
Juro terkejut melihat rekannya dengan mudah dikalahkan akan tetapi hal itu malah membuatnya semakin kesal, "Gadis tengik!!!"
Juro berlari dan menjegal Erinka dari bawah akan tetapi Erinka berhasil menghindar dengan melompat lalu menendang kepalanya sekuat tenaga, "Jbbuuak!!!" Juro terhempas jatuh tepat pada meja yang penuh dengan makanan.
"Siapa lagi yang siap dihajar!!" Teriak Erinka yang menantang semuanya.
Regios yang merupakan akar masalah tetap tenang dan duduk santai sambil memakan makanannya, "Wah, rupanya gadis bangsawan angkuh itu kuat sekali!! Kurasa aku harus tak cari masalah dengannya..."
Kanna dan Rikka beralih duduk dihadapan Regios.
"Aku pemilik sihir 'dragon slayer' tipe es..." jawab Regios, "Dan sepertinya kalian juga bukan bocah-bocah biasa..."
"Jangan panggil kami bocah karena kita seumuran!! Kami adalah penyihir dari Guild White Tiger..."
"Namaku Kanna..." Kanna membuka penutup kepala Rikka, "Dan dia adalah Rikka..."
Regios terkejut saat melihat dua tanduk diatas kepala Rikka, "Dia iblis...!!!"
"Benar sekali!!" Ucap Kanna.
"Lalu wanita yang ada disana adalah Erinka dan pria yang sebelumnya berbicara denganmu adalah Ragna si pemilik sihir langka yaitu 'Devil Slayer'..."
"Khehehehe..." Regios tertawa.
Rikka yang merupakan anak kecil bertanya, "Apanya yang lucu?"
"Guild penyihir yang terdiri dari iblis, pemburu iblis dan juga gadis bangsawan angkuh kedengarannya menarik juga!!! Ya, aku juga akan bergabung dengan kalian..." ucap Regios dengan semangat.
*
__ADS_1
Lalu disisi lain.
Si bos yang melihat kedua bawahan telah dijatuhkan oleh Erinka menjadi sangat geram, "Sialan, dia telah mengalahkan Juro dan Han!!! Gadis itu tak bisa dimaafkan..."
"Angkat senjata kalian!!!" Teriaknya memberikan perintah.
10 bawahan yang ada dibelakangnya melangkahkan kaki ke depan dan semuanya menodongkan senapan ke arah Erinka.
"Sial..." Erinka menjadi sangat geram akan tetapi ia bergumam dalam hati, "Ya, tak masalah terkena tembakan mereka memang sangat sakit akan tetapi aku bisa segera pulih dengan regenerasi Phoenix..."
Si bos tersenyum menyeringai, "Mari lubangi seluruh tubuhnya!!! Semuanya tembak...!!!!!"
"DOORR...!! DOORR...!!" Pelatuk ditarik dan peluru-peluru melesat.
Erinka bersiap akan tetapi mendadak Ragna muncul tepat dihadapannya dengan kemampuan teleport, "Zink!!"
"Kau terlaku gegabah, gadis kunyuk!!" Ragna mengarahkan dua telapak tangannya ke depan dan melapisinya dengan kegelapan pekat.
Ya, tembakan-tembakan itupun diserap oleh kegelapan milik Ragna.
Erinka terkejut akan tetapi ia merasa lega, "Kau datang disaat yang tepat..."
"Sudah ku bilang bahwa kau terlalu ceroboh..."
Si bos yang melihat tembakan-tembakan senapan berhasil ditangkis menjadi sangat kesal, "Sialan, rupanya mereka penyihir..."
Iapun memberikan perintah, "Semuanya mundur!!!!"
"Zink!!" Ragna berteleport dan muncul tepat dihadapan si bos, "Kalian tak akan pergi kemanapun..." ucapnya dengan sorot mata tajam.
"Sialan, kau pikir siapa dirimu, bocah!!!" Bentak si bos.
Ragna tak peduli, ia langsung mencengkram wajah si bos dan membantingnya ke belakang, "Jbbuuak!!" Si bos seketika tak sadarkan diri.
Para bawahan terkejut dan mereka langsung menodongkan senjata pada Ragna yang kemudian tanpa ragu menembak, "DOORR!! DOORR!!"
Ragna mengambil keputusan tepat, ia meledakan kegelapan dari kedua pijakan kakinya dan menciptakan lengan-lengan bayangan lalu menangkap peluru-peluru itu.
"Apa!!!!" Orang-orang yang membrondong tembakan terkejut.
Ragna tersenyum menyeringai dan berkata, "Sekarang giliranku membalas!!!" Lengan-lengan bayangan itu pun bergerak dengan sendirinya dan memukul orang-orang itu secara bertubi-tubi.
Ya, mereka pun babak belur dengan penuh benjolan diseluruh tubuhnya.
Mereka semua berhasil ditumbangkan, "Khehehe... rasakan itu!!" Ucap Ragna penuh dengan rasa bangga.
__ADS_1
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 154 : Sang Cahaya