
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Sang Kaisar Sihir, Julius Nova muncul dan ia berhasil menghentikan perselisihan antara Guild White Tiger dan Guild Black Tiger.
Satu masalah telah usai akan tetapi mereka anggota Guild White Tiger telah memulai masalah yang baru yaitu mereka menerima tantangan Guild Black Tiger dalam festival antar guild nanti.
Tetapi sebelum mereka bertemu dalam acara tersebut, para penyihir White Tiger masih memiliki sedikit waktu untuk mengumpulkan kekuatan lalu berlatih untuk jadi lebih kuat lagi.
Lalu sambil latihan, mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya yaitu pergi ke guild untuk mengerjakan misi.
Lalu diesok hari yang cerah dan semuanya yang mulai berjalan seperti sedia kala.
Ragna dan Erinka pergi ke guild White Tiger.
"Yang benar saja!!!!" Teriak Erinka dengan suara keras saat masuk ke guild, ia yang berdiri didepan pintu masuk sangat terkejut begitu sampai disana dan melihat tempat itu sepi, "Tempat ini bagaikan kuburan saja...!!"
"Maaf saja bila tempat ini seperti pemakaman..." sahut Reynhard yang kebetulan lebih dulu sampai disana, ia nampaknya sedang sarapan dengan membaca koran pagi. Si keturunan pahlawan itu terkesan sangat sentai.
"Hey, tak bisakah kau tak berisik? Hari ini masih pagi jadi jangan buat kegaduhan..." ucap Ragna yang berdiri tepat disamping Erinka.
"Apanya yang kegaduhan? Lihatlah tempat ini sangat sepi sekali!!" Ucap Erinka yang membela diri.
"Tetap saja jangan berisik!!" Ucap Ragna.
"Aku bukannya berisik!! Aku hanya meramaikan tempat sepi ini!!"
"Banyak alasan!!" Bentak Ragna
Reynhard melerai mereka sebelum berdebat, "Hey, pergi dari sana dan kalian berdua menghalangi pintu masuk saja!! Kalian bisa menghalangi pelanggan yang akan masuk..."
"Ya, kami mengerti!!" Ucap keduanya yang kemudian masuk, keduanya mengerti bahwa bicara didepan pintu itu tak baik.
Ragna duduk berhadapan dengan Reynhard sementara itu Erinka menuju ke tempat pelayanan dimana Sistina sudah berada disana.
"Sistina, apa keadaanmu baik saja?"
"Yap, aku tak bisa terus berada dirumah sakit!! Aku gadis bartender jadi aku harus kembali ke tempat ini untuk melayani pelanggan..." ucap Sistina dengan semangat meski baru saja keluar dari rumah sakit.
"Hah..." Erinka menghela nafas panjang dan iapun menggerutu, "Ya, meskipun kau bilang begitu tapi hari ini tak ada satupun pelanggan..."
__ADS_1
"Hehehe..." Sistina malah tersenyum seakan hal itu bukan masalah meski rekannya menggerutu.
"Hmm... biasanya tempat ini ramai tapi kok sekarang sepi, jadi apa yang terjadi ditempat ini?" Tanya Ragna pada keturunan pahlawan yang duduk dihadapannya.
Reynhard menengguk secangkir kopi yang tersedia dihadapanya dan iapun berkata, "Bukankah sudah jelas..."
"Kemarin ditempat ini terjadi insiden yang menarik semua perhatian dan juga kita sedang berurusan dengan guild Black Tiger jadi wajar saja pelanggan takut masuk ke tempat ini..."
"Owh..." Ragna mengangguk paham sementara itu Erinka menjadi kesal, "Lagi-lagi semuanya diakibatkan oleh mereka!! Tak bisakah mereka berhenti menyusahkan kita?"
"Apa boleh buat!! Kita memang tak diuntungkan dalam segala aspek!! Dalam insiden kemarin jika saja Tuan Julius tak muncul mungkin guild ini sudah dibubarkan..." jelas Reynhard.
"Kok bisa gitu? Bukankah kita sudah berada dipihak yang benar?" Ragna tak mengerti.
"Kau bodoh!! Mereka memang membuat masalah dengan kita akan tetapi kitalah yang memulai penyerangan itu..."
"Lagi pula sulit untuk menyalahkan guild besar seperti mereka dan hal yang mudah adalah menyalahkan kita..."
Ragna semakin tak mengerti.
"Singkatnya pihak Black Tiger memiliki banyak anggota dan merupakan guild besar diuntungkan sedangkan kita dirugikan..."
"Yah, semacam diskriminasi minoritas..." jelas Erinka.
"Oh..." ucap Ragna datar dengan menganggukan kepala meski tak paham, "Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?"
"Tentu saja kita harus mengalahkan guild Black Tiger dan semuanya akan jadi lebih baik..." ucap Reynhard.
"Mengatakannya memang mudah tapi mengalahkan guild sebesar Black Tiger tak akan mudah!! Lalu yang penting kita juga harus menemukan untuk cara bertahan dalam kondisi seperti ini..." ucap Erinka dengan berjalan menuju sebuah papan pengumuman yang besar.
Papan itu biasanya berisikan berbagai misi yang diberikan oleh pelanggan, "Hah... kenapa kosong seperti ini?" Gerutu Erinka dengan menghela nafas panjang.
"Hehehe... wajar saja, hari masih terlalu pagi..." ucap Sistina dengan tersenyum.
Mereka menunggu datangnya misi seharian dan untuk menghabiskan waktu mereka berempat membersihkan guild itu selagi kosong pelanggan.
Ragna dan Reynhard memperbaiki berbagai macam perlengkapan yang rusak seperti meja dan kursi bahkan dinding lalu dua gadis yang lainnya mencuci piring, gelas dan mengepel lantai.
Ya, tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa hari mulai sore.
"Hah..." Ragna dan Erinka menghela nafas panjang karena lelah dan mereka merasa sedih karena misi yang ditunggu- tunggu tak kunjung datang.
"Menyebalkan!!" Ucap Reynhard dengan berjalan menuju pintu keluar.
"Kau mau kemana?" Tanya Erinka.
"Hari sudah sore dan aku mau pulang lalu kembali lagi ke tempat ini besok..." ucap Reynhard.
__ADS_1
"Lalu bagaimana jika ada klien datang?" Tanya Erinka lagi.
"Hari sudah sore jadi kurasa bila ada pelanggan yang datang itu hanya kemungkinan kecil saja..." ucap Reynhard yang tak peduli lagi dan iapun pergi melewati pintu.
Erinka duduk lagi dan mencoba bersabar, ia berharap misi datang karena saat ini ia sangat butuh uang untuk membayar kontrakan dan untuk kebutuhan makan.
Ragna yang duduk tertidur karena lelah secara perlahan membuka mata, "Huuaamms..." ia menguap dengan mulut terbuka lebar, "Kurasa sudah waktunya untuk pulang..."
"Kita akan menunggu sebentar lagi!!" Ucap Erinka.
"Hmm..." Ragna memperhatikan wajah rekannya yang tengah serius, "Baiklah kalau begitu..." ucapnya dengan entengnya.
Ragna melihat Sistina yang masih bersih-bersih dan berkata, "Kau tak istirahat dulu?"
"Pekerjaannya tinggal sedikit jadi ku selesaikan dulu..."
"Oh..." Ragna beranjak dari tempatnya duduk dan mendekat pada Sistina, "Baik, sambil menunggu datangnya misi maka aku akan membantumu..."
"Hehehe... boleh saja!!" Jawab Sistina dengan senang hati.
Mereka bertiga menunggu lagi dan tak terasa sore hari telah berlalu berganti dengan malam.
Ragna mulai jenuh menunggu akan tetapi Erinka tetap semangat, "Tap... tap... tap..." sebuah harapan datang saat terdengar suara langkah kaki mendekat lalu masuk ke tempat itu.
"Selamat datang!!" Ucap Erinka ramah yang langsung berdiri dengan membungkukan badan.
"Yo..." orang itu adalah Master Mark.
"Ada urusan apa Master kemari?" Ucap Erinka yang semangatnya hilang karena yang datang master White Tiger dam bukan pelanggan.
"Yah, aku hanya mampir sebentar..."
"Lalu ada urusan apa ditempat ini?" Tanya Ragna.
"Aku berniat menempelkan selebaran ini pada papan misi!! Singkatnya aku mendapatkan misi kelas 'S' yang sangat berbahaya tapi ini misi gabungan..."
Erinka merebut selebaran yang dibawa oleh Master Mark dan berkata, "Kau tak perlu menempelkan misi ini!! Aku akan mengambil misi ini untuk ku sendiri...!!!" Iapun terlihat bersemangat.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 57 : Tiga Istri
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****