
Setelah melalui kesalahpahaman akhirnya Ragna berkerja sama dengan Nikita yang merupakan salah satu Komandan Pasukan Sihir.
Tetapi ditempat lain Regios mengalami masalah yang sangat buruk karena berhadapan secara langsung dengan pemimpin ke-3 Batalion Bayangan.
Pemimpin ke-3 Batalion Bayangan itu bernama Albus Collosus.
"Majulah, bocah!!" Ucap Collosus dengan menancapkan kapaknya pada tanah.
Regios melesat ke arah musuh dengan sekali pijakan yang dipadukan dengan kepakan sayap es, "Akan ku balikan kesombonganmu itu!!! Aku akan menghajarmu sampai kau babak belur..." iapun mengepalkan tangan dan memukul.
"Jbbuuak!!" Collosus menahan dengan mudah menggunakan telapak tangan kanannya akan tetapi meski dapat ditahan pukulan Regios secara perlahan membekukan tubuhnya.
"Oh..." Collosus merespon datar, ia mengepal tangan kirinya dan balas memukul wajah Regios, "Jbbuuak!!"
Regios terlempar ke belakang akan tetapi ia berhasil membekukan sebagian tubuh bagian kanan lawannya.
"Sebagian tubuhnya membeku dan ini kesempatanku menyerang..." pikir Regios yang kemudian dengan sekali pijakan yang dipadukan dengan kepakan sayap.
"HIIAA...!!" Iapun melesat.
__ADS_1
Collosus mengibaskan lengan tangannya dan hal itu membuat es yang menutupi tubuh bagian kanannya hancur lebur.
"Apa!!!!" Regios yang mendekat terkejut dan iapun berhenti.
"Maaf saja tapi es milikmu tak mempan padaku..." ucap Collosus yang mengambil kembali kapaknya yang tertancap ditanah.
"Cih, kalau pembekuan tak mempan padamu maka akan ku hajar kau secara langsung..." teriak Regios dengan berlari ke arah musuh secepat mungkin, iapun mengepalkan tangan dan memukul.
"Jbbuuak!!" Sang pemimpin ke-3 menahan dengan gagang kapaknya dan ia sama sekali tak terdorong dari tempatnya berpijak.
Collosus tersenyum menyeringai, "Seranganmu bahkan tak berpengaruh padaku!! Bisakah kau melakukan hal yang lebih?"
Regios kesal dan iapun melompat ke belakang untuk menjaga jarak, "Ada sesuatu yang aneh dengannya?"
Iapun terdiam dan tengah memikirkan sebuah rencana.
Collosos mengejek lagi, "Ayolah, kenapa kau terdiam?"
"Cih, apa yang kau sembunyikan dariku? Mengapa instingku merasakan sesuatu yang buas dari dalam dirimu?" Ucap Regios dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
Pemimpin ke-3 menyeringai lagi, "Rupanya instingmu itu tajam juga..."
"Ya, itu karena aku adalah Dragon Slayer..."
"Dragon Slayer? Hmm... sungguh sihir yang menarik untuk diteliti..." ucap Collosus, "Sepertinya aku harus menangkapmu hidup-hidup..."
"Kau tak akan pernah bisa menangkapku..." ucap Regios, "Dan sekarang katakan padaku mengapa aura milikmu terasa sangat buas melebihi manusia pada umumnya? Atau kau ini sebenarnya bukan manusia?"
"Enak saja, aku ini manusia, bodoh!!! Hanya saja aura buas yang kau rasakan bukan berasal dari diriku akan tetapi berasal dari makluk mitologi yang tersegel didalam tubuhku..."
"Makluk mitologi?" Regios bertanya-tanya.
"Benar, dan kau baru saja melihatnya..." ucap sang pemimpin ke-3 dan hal itu membuat Regios tak mengerti.
Pemimpin ke-3 meningkatkan energi dan perlahan berubah bentuk, ia berubah memiliki sisik-sisik diseluruh tubuhnya, Collosus berubah bentuk menjadi hiu yang berdiri dengan dua kaki.
"Sialan!!!" Ucap Regios dengan ekspresi geram.
"Hahahahaha...!! Benar sekali!! Makluk mitologi yang ada dalam tubuhku adalah Megalodon dan saat ini aku menggunakan wujud hibrid ku..." ucap Collosus dengan sikap sombongnya.
__ADS_1
Regios semakin marah, "Jadi yang menenggelamkan kapal kami tadi adalah kau?"
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 162 : 5 Pengawal