The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 92 : Kami Kembali!!


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Kota Arsenia merupakan tempat berdirinya dua guild penyihir yang saling bermusuhan dan guild penyihir tersebut adalah Black Tiger dan White Tiger.


Black Tiger merupakan guild penyihir besar dengan beranggotakan 500 penyihir dan selain guild besar Black Tiger juga merupakan guild yang kaya raya dan terkenal.


Guild yang besar dan kuat itu memiliki banyak clien yang tentu saja banyak misi untuk dikerjakan dan hal itupun membuat guild itu sangat kaya raya dengan berbagai aset.


Lalu White Tiger adalah guild penyihir yang sangat kecil karena hanya memiliki anggota 20 orang saja, guild itupun sangat miskin dan punya banyak hutang.


Untuk menambah pemasukan hariannya saja White Tiger terpaksa menjadikan tempat mereka sebagai bar yang melayani kebutuhan makan penduduk.


Meskipun saling bertolak belakang dalam berbagai aspek kehidupan dan seakan Black Tiger unggul dalam segalanya atas White Tiger akan tetapi guild besar itu seakan menaruh rasa iri pada White Tiger.


*


Pagi yang cerah itu seorang gadis dengan pakaian mimim karena hanya mengenakan bra dan celana panjang saja masuk gerbang utama kota.


Dua pedang tersarung dipingganya dan ia menjadi pusat perhatian semua orang karena selain pakaiannya minim gadis itupun terlihat lusuh dan menghasilkan bau tak sedap dari tubuhnya.


Ya, gadis itu memiliki rambut pirang panjang sampai pinggul, ia bernama Kanna dan merupakan salah satu anggota White Tiger.


"Hah..." gadis itupun menghela nafas panjang, "Mengapa semua menatapku?" Ucapnya yang terus berjalan masuk tanpa mempedulikan.


Perutnya berbunyi dengan sangat keras, "Aku lapar..." ucap Kanna dengan memegangi perutnya, ia mempercepat langkah kakinya dan terlihat tak sabaran, "Aku ingin makan makanan buatan Sistina..."


Gadis lusuh itupun melewati kerumunan orang-orang dan sekejap saja bau menyengatnya menyebar, "Ugh!!"


"Bau busuk apa ini?"


"Baunya amis!!" Gerutu orang-orang yang mencium bau tersebut dan merekapun langsung menyingkir dari jalan Kanna.

__ADS_1


Meskipun begitu Kanna tak mempedulikannya, "Kenapa orang-orang malah menjauhiku?" Gumamnya dalam hati yang tak tau posisi.


"Berfikir positif saja!! Mungkin mereka menyingkir dari jalanku karena aku terlalu cantik..." gumamnya dalam hati yang malah kepedean.


Gadis lusuh itupun berjalan melewati pedagang dan langsung saja para pembeli berlarian karena tak tahan bau dari Kanna.


Ia melewati rumah makan dan seketika saja orang-orang yang makan disana kehilangan nafsunya bahkan ada diantara mereka yang langsung muntah.


Ada seekor kucing yang menemukan sisa makanan yang berupa ikan laut dan begitu Kanna lewat dihadapannya kucing itupun tak lagi nafsu makan ikan yang ia dapat dan berjalan mengikuti Kanna karena dirasa bau dari Kanna lebih amis dari ikan laut.


Kanna tersenyum ketika ada seekor kucing mengikutinya dari belakang, "Ternyata aku juga dicintai oleh binatang..." gumamnya dalam hati yang merasa senang.


Kanna terus berjalan dan kucing yang mengikutinya yang semula hanya satu ekor bertambah menjadi segerombolan dan jumlahnya tak dapat dihitung oleh jari.


Iapun sampai dipintu masuk Guild White Tiger, "Aku kembali!!" Ucapnya dengan riang gembira saat membuka pintu.


Ya, didalam guild ada Sistina, Reynhard, Djarot dan Master Mark.


Mereka semua langsung menutup hidungnya begitu Kanna muncul kecuali Djarot yang merupakan cyborg, ia yang merupakan robot tak begitu terpengaruh pada bau dari tubuh Kanna.


"Dia lagi..." gumam Reynhard si keturunan pahlawan agak kesal pada kemunculan Kanna.


Djarot 'si cyborg' yang duduk semeja dengan Reynhard malah tertawa dengan suara pelan, "Jangan begitu dia juga merupakan anggota White Tiger meski kelakuannya paling aneh..."


"Kalau begitu mengapa kau tak dekati dia dan suruh dia untuk membersihkan diri?"


Reynhard berkata, "Jujur saja aku tak ingin terlibat masalah dengannya..."


"Hehehe... rupanya kau juga takut berurusan dengannya..." ucap Djarot 'si cyborg' dengan ekspresi mengejek.


*


Setelah membuka pintu Kanna langsung bergerak menuju ke tempat Sistina, iapun mengusir semua kucing yang mengikutinya dan menutup kembali pintu guild.


Kanna memperhatikan sekitar dan nampak ada yang berbeda, "Hmm... aku merasa ada yang berbeda dari tempat ini? Entah mengapa aku merasa guild terasa lebih sepi dari pada yang biasanya..." ucapnya yang melihat semua bangku kosong pengunjung dan ia hanya melihat Reynhard dan Djarot 'si cyborg' yang duduk berhadapan disalah satu meja.


Sistina si gadis bartender berkata, "Ada banyak hal selama kau pergi..."


"Eeeehhh...!!! Memangnya apa saja yang terjadi selama aku tidak ada ditempat ini?" Kanna menjadi penasaran.

__ADS_1


Sistina tertunduk dan teringat kejadian pahit yang beberapa waktu dialaminya.


Master Mark menyela dan merahasiakan kematian Pak Boon agar Kanna tak sedih dan agar trauma Sistina tak kembali terungkit lagi, "Anu, ngomong-ngomong Kanna-chan bagaimana dengan misimu?"


"Master Mark!! Aku senang melihatmu!!" Ucap Kanna dengan ceria, "Aku menjalankan misi dengan sangat lancar dan tak ku sangka yang menyerang desa itu adalah sesosok iblis..."


"Iblis!!" Sistina dan Master Mark agak terkejut.


"Tenang saja, meskipun iblis tapi aku berhasil memotong-motong dia dengan pedangku..." jelas Kanna dengan entengnya.


"Fiuh, aku senang kau baik-baik saja..." ucap Sistina lega.


"Itu menjelaskan mengapa celana panjangnya penuh bercak darah!! Ku yakin itu darah iblis..." ucap Master Mark.


"Ya, akupun juga berfikir begitu..." sahut Sistina.


Kanna melupakan pertanyaannya mengapa guild menjadi lebih sepi dari pada biasanya karena mendadak perutnya berbunyi dengan keras.


"Kau lapar?" Tanya Sistina.


"Emm..." Kanna mengangguk.


"Kalau begitu duduklah disalah satu meja yang ada disana dan aku akan menyiapkan makanan untukmu..." ucap si gadis bartender itu.


"Yeah!!!" Teriak Kanna kegirangan dan iapun langsung berlari ke salah satu meja yang kosong lalu duduk manis menunggu pesanan datang.


Sistina hanya tersenyum melihat tingkah rekannya yang seperti anak-anak itu.


Master Mark berkata, "Yah, meskipun aneh dan sangat jarang sekali mandi tapi Kanna adalah gadis yang sangat baik, sifatnya kekanak-kanakan, dia kuat dan tentu saja polos..."


"Hmm... jika saja ia mampu merawat dirinya sendiri dengan baik maka ku yakin akan banyak lelaki yang tertarik padanya..."


"Aku pun juga berfikir seperti itu..." sahut Sistina dengan memasak makanan kesukaan Kanna.


Sistina memasak lalu secara mendadak pintu masuk guild terbuka, Erinka dan Ragna muncul dari pintu yang terbuka itu. "Kami pulang!!" Teriak mereka secara serentak.


Semua pandangan mata teralihkan pada dua anggota White Tiger yang baru saja menjalankan misi itu.


Master Mark menjawab dengan ramah, "Selamat datang kembali dirumah..."

__ADS_1


Dua orang pembuat onar telah kembali lagi!!


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 93 : Pewaris


__ADS_2