
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Sang Kraken terjatuh ke tanah karena pukulan yang dilancarkan oleh Erinka dan Ragna, pukulan yang telah dilapisi oleh kegelapan itupun sangat bertenaga.
Ya, meskipun begitu 'sang monster lautan' itupun segera bangkit lagi dan meraung dengan suara keras yang memekikan telinga, "WOOAARRGGH...!!!"
Ragna yang terbang diudara berkata, "Sepertinya dia sangat marah..."
"Bukan marah..." sahut Erinka dengan sorot mata tajam pada Sang Kraken, "Dengan adanya Phoenix dalam tubuhku maka aku sedikit bisa memahami apa yang ingin dia katakan..."
"Lalu apa yang dikatakan oleh monster itu?" Tanya Ragna.
"Yang ingin dia katakan adalah aku sang Kraken!! Aku datang untuk bertarung melawan Sang Phoenix jadi menyingkirlah kalian, bocah-bocah sialan..."
"Oh..." Ragna merespon datar, "Yah, ucapannya seperti itu rupanya..."
"Zink!!" Iapun mendadak berteleport dan muncul tepat dihadapan wajah Sang Kraken.
Ragna mengepalkan tangan yang berlapiskan kegelapan dan berubah menjadi sangat besar lalu menghantam wajah 'sang monster lautan', "Jbbllast...!!"
Serangan telak dan tak terduga itupun berhasil meninggalkan luka diwajah Sang Kraken, "Pergilah dari tempat ini, sialan!! Aku sudah muak denganmu!!"
Sang Kraken terdorong sedikit dari tempatnya semula karena pukulan mendadak dari Ragna dan iapun meraung lagi dengan sangat keras.
"Zink!!" Ragna berpindah tempat dengan kemampuan teleport tepat didekat Erinka.
"Kau ingin tau apa yang dia katakan?"
"Tidak, kita langsung hajar saja dia..." ucap Ragna dengan menatap Kraken yang sedang meraung, "Meski aku tak mengerti apa yang ia katakan tapi aku tau satu hal bahwa makluk itu sangat kesal padaku..."
Lalu dipermukaan tanah Sang Kraken mengarahkan semua tentakelnya ke atas, ia berusah menangkap Erinka dan Ragna.
Keduanya yang menyadari pergerakan makluk itupun langsung terbang meliuk-liuk untuk menghindar.
"Hey, Ragna!! Gunakan kemampuan teleport milikmu untuk berpindah tempat ke dekatnya lalu serang dia secara langsung..."
__ADS_1
"Tidak bisa!!" Jawab Ragna, "Energiku menipis karena pertarungan yang sebelumnya jadi untuk sekarang aku tak bisa menggunakan kemampuan teleport..."
Erinka agak kesal, "Dasar gak guna!!!" Ucapnya yang kemudian melesat dengan menukik ke bawah, "HIIIAAA...!!!!" Erinka menggenggam erat pedangnya yang berkobar api dan memotong tentakel-tentakel yang berusaha menangkapnya.
Ragna yang terbang diatas berkata, "Dasar, dia itu keras kepala sekali!!" Iapun juga bergerak terbang ke bawah.
Erinka menyerang dengan tebasan-tebasan pedang berbalutkan elemen api sementara Ragna memukuli tentakel-tentakel yang berusaha menangkapnya dengan lengan-lengan bayangan.
"WOOAARRGGH...!!" Sang Kraken meraung lagi dan iapun meregenerasi tentakel-tentakel yang telah terpotong.
Monster itupun bergerak menggila dengan menyerang mereka berdua secara acak.
Sebuah sabetan tentakel melesat cepat tanpa diprediksi dari belakang tempat mengenai Ragna, "Sllash!!!"
"Jbbuuak!!!" Pengguna sihir 'Devil Slayer' itupun terkena serangan telah sehingga ia jatuh dengan keras menembus beberapa dinding reruntuhan.
"Ragna!!!!" Sontak Erinka berteriak karena khawatir.
Disaat yang sama sebuah sabetan menyerang Erinka dari samping kanan dan kiri, "...!!!!" Erinka terkejut karena mendadak serangan datang padanya.
"Sllash!!" Mendadak seseorang melesatkan tebasan yang berlapiskan angin sehingga dua tentakel itupun terpotong.
"Apa!!!" Erinka terkejut, "Siapa yang menyelamatkanku?"
"Bodoh, jangan kehilangan konsentrasi dan fokusmu!!!!!" Teriak Kai.
Erinka menyadari bahwa yang sebelumnya menyelamatkan dirinya adalah Kai, "Aku sudah tau itu dan kau tak perlu meneriaki diriku..." ucapnya agak kesal.
Iapun kembali waspada dan berusaha mendekati kepala Sang Kraken untuk melesatkan tebasan lagi.
Dilain sisi Ragna yang semula dihempaskan jatuh secara perlahan berdiri lagi, "Sialan, yang tadi itu sakit sekali..." ucapnya dengan memegangi kepalanya.
Iapun kembali mengembangkan sepasang sayap kegelapan dan terbang lagi untuk mendekati Master Sabertooth, "Master, kurasa kita bisa mengalahkannya!! Monster itu sepertinya mulai melemah..."
"Cih, aku sudah tau!! Tetapi aku juga dalam keadaan yang sama, energi milikku sudah sangat menipis dan juga dengan sisa energi yang ku miliki aku hanya bisa menggunakan tiga perintah..."
"Oh, begitu!! Itu sudah lebih dari cukup dan kau bisa menggunakan satu perintah pada kami..." ucap Ragna.
"Apa maksudmu?" Tanya Kai dengan ekspresi serius.
Master Sabertooth tersenyum menyeringai, "Aku paham bentul apa yang kau katakan!! Kalian bertiga akan jadi kelompok penyerang dengan diperkuat oleh perintahku..."
"Ya..." jawab Ragna.
__ADS_1
Kai menjadi agak kesal, "Hey, setidaknya bila kalian punya rencana beritahu aku..."
"Ragna ingin menjadikan kemampuanku sebagai tambahan penguat kalian bertiga dalam meningkatkan serangan..." jelas Master Sabertooth.
Kai sedikit mengerti akan tetapi ia belum paham sepenuhnya dan karena situasi agak kritis iapun memilih untuk diam lalu mengikuti rencana Ragna.
"Akan ku gunakan dua perintah pada kalian bertiga..." ucap Master Sabertooth dengan tersenyum lebar dan ia mengumpulkan semua energi yang tersisa miliknya.
"Bersiaplah!!" Ucap Ragna.
"Ya..." jawab Kai meski belum mengerti rencana yang akan dilakukannya.
Master Sabertooth menarik nafas panjang lalu memberikan perintah pada ketiganya, "Ragna, Erinka dan juga adikku tersayang, kalahkan Sang Kraken!!!!"
"Lalu berhati-hatilah!!!!"
"Siap...!!!" Jawab Ragna dan Kai serentak.
Berkat perintah langsung dari Master Sabertooth mendadak energi ketiganya meningkat pesat.
Kai menarik pedangnya secara perlahan lalu begitu lepas dari sarungnya pedang tersebut langsung berbalutkan api yang berkobar-kobar, ia bergumam dalam hati, "Sekarang aku mengerti!! Dengan kemampuan kakak, kami bisa memaksakan seluruh kekuatan dan potensi yang kami miliki..."
"Ya, aku tak tau rencana ini berhasil atau tidak akan tetapi sepertinya rencana ini layak dicoba..."
*
Dikejauhan Erinka yang seorang diri bertarung melawan Kraken merasa ada yang janggal pada dirinya.
"Apa-apaan ini? Mengapa mendadak energi yang ada didalam diriku meningkat pesat? Sebenarnya apa yang tengah terjadi?" Pikir Erinka saat sayap biru yang ada dipunggungnya semakin berkobar-kobar dan semakin besar.
Iapun menggenggam erat pedang besarnya dan memotong tentalkel Kraken yang ada didekatnya, "Sllash!!"
"Dengan energi seperti ini aku bisa mengalahkannya..." pikir Erinka yang bersemangat.
"Zink!!" Mendadak Ragna muncul tepat dihadapan wajah Sang Kraken, ia mengepalkan tangan kanan yang berbalutkan kegelapan sehingga ukurannya sangat besar, "Jbbllast...!!!"
Sang Kraken terlempar sedikit ke belakang akan tetapi dengan kemampuan teleport ia sudah berada dibelakang, "Kami akan menghajarmu!!!" Ucap Ragna dengan kembali melesatkan pukulan.
"Jbbllast...!!" Kraken terlempar lalu Kai berlari dengan sangat cepat dan menusukan pedangnya pada tubuh Sang Kraken, "WOOAARRGGH...!!!" Makluk itupun meraung kesakitan karena kobaran api menyebar ke seluruh tubuhnya.
Kai berteriak pada Erinka dan Ragna, "Kekuatan tambahan dari kakak ku tak akan bertahan lama jadi kita secepatnya harus segera mengalahkannya..."
"Kami mengerti!!!!" Jawab keduanya dengan semangat karena mendapatkan tambahan energi dari Master Sabertooth.
__ADS_1
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 89 : Hari Yang Cerah