
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Jigra yang melihat Ragna muncul mendadak dengan kemampuan teleportasi padahal ia sebelumnya melawan Gojou menjadi sangat terkejut dan sangat geram, "Sialan...!!!!!"
Ragna mengalihkan pandangan dan menatap Jigra dengan tatapan remeh, "Jangan teriak-teriak begitu!!! Persiapkan saja dirimu karena ini saatnya kau dihajar..."
"Omong kosong!! Kau sedikitpun tak akan bisa melukaiku..." ucap Jigra yang menjadi semakin jengkel.
"Benarkah? Ya, kalau begitu kita buktikan saja..." ucap Ragna dengan santainya, iapun mendadak menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"
Ia muncul lagi dari samping dan langsung memukul, "Jbbuuak!!" Wajah Jigra memerah bekas kepalan tangan.
Ragna menghilang kembali dengan kemampuan teleport, "Zink!!" Ia muncul lagi dari arah belakang dan langsung mencengkram kepala Jigra lalu menghantamkan wajahnya ke depan.
"DYYEESS...!!!" Tercipta sebuah cekungan luas dipermukaan tanah akibat wajah Jigra menghantam tanah.
Semua orang yang melihat hal itu tak percaya Ragna dengan kecepatan singkatnya dapat membuat Jigra terdesak, "Apa...!!" Baik itu Erinka maupun orang-orang Black Tiger terkejut.
Ragna lalu melompat menjauhi Jigra dengan tersenyum lebar, "Khehehe..."
Sang 'Dragon Slayer' perlahan berdiri lagi dan iapun nampak baik-baik saja karena seluruh tubuhnya terlapisi lapisan besi hitam dari pasir besi, "Sial, aku lengah..." ucapnya yang terlihat kesal.
Jigra menatap tajam Ragna dan bertanya, "Bagaimana mungkin kau bisa ada disini padahal kau sebelumnya sedang bertarung melawan Gojou? Apakah kau mengalahkannya?"
"Khehehe..." Ragna tetap tersenyum lebar dan menjawab, "Kau sangat penasaran rupanya..."
"Jangan basa-basi, sialan!! Jawab saja pertanyaanku itu...!!!" Teriak Jigra makin emosi.
Ragna menarik nafas panjang dan mulai menjelaskan dengan wajah santainya, "Yap, aku mengalahkan pria yang bernama Gojou itu dan pertarunganku itu sungguh sangat mengejutkan bahkan untuk diriku sendiri..."
"Aku sangat beruntung..."
*
Beberapa saat yang lalu diruang bawah tanah guild Black Tiger.
Ragna yang terhempas oleh serangan Gojou terhempas hingga menembus beberapa dinding tanah dan sekarang ini berada disebuah ruangan yang cukup luas.
Iapun berada ditengah-tengah ruangan itu dan tanpa sengaja dihadapannya ada sebuah bongkahan daging yang terlindungi oleh kotak kaca, "Hmm... Apa ini?" Ucapnya dengan mengamati teliti, iapun bahkan memutarinya.
Gojou muncul dari lubang dinding yang hancur dan langsung berteriak, "Jangan sentuh dan jangan mendekatinya!!!"
__ADS_1
"Itu adalah daging iblis yang merupakan bahan penelitian kami yang sangat berharga...!!!!!"
Ragna terdiam, iapun mengingat kata-kata Reynhard dan Pak Tua Boon beberapa waktu yang lalu, "Sihirmu adalah 'Devil Slayer', sebuah sihir didapat dari memakan iblis..." ucap keduanya pada Ragna kala itu.
"Sekarang aku mengerti..." ucap Ragna dengan tersenyum menyeringai, iapun menghancurkan kotak kaca itu dan mengambil daging iblis.
"Mau kau apakan?"
"Hehehe... tentu saja aku mau memakannya" secara perlahan Ragna memasukannya ke dalam mulut.
"Apa!!!!" Gojou terkejut dan menganggap kata-kata Ragna sebagai gurauan.
"Uhuk...!!!" Begitu sampai diperut itupun terlihat sangat kesakitan, tubuhnya memutih dan pandangan matanya seakan memudar karena keracunan, "ARRRGGGHH...!!!!" Iapun berteriak sekeras mungkin dan jatuh ke tanah
"Dasar bodoh!!!" Gojou yang jengkel, "Sebenarnya apa yang coba kau lakukan...!!!!" Iapun langsung berlari mendekat dan menendang perut lawan, "Jbbuuak...!!"
"Cepat muntahkan!!!"
Gojou memukuli perut Ragna berulang kali dan berharap ia memuntahkan daging iblis yang dimakannya sebab itu adalah aset penelitian milik Black Tiger yang sangat berharga.
"Sial, dia tak dapat memuntahkannya dan sepertinya ia mati keracunan..." ucap Gojou yang telah menghajar Ragna habis-habisan dan tak kunjung mendapatkan daging iblis yang dimakan.
Iapun melihat sebuah pedang yang ada di dinding ruangan, "Aku akan membedah perutnya dan mengambil daging iblis itu kembali..." ucapnya yang berjalan menuju dinding.
Gojou mengambil pedang itu dan berniat kembali akan tetapi ia dikejutkan dengan menghilangnya tubuh Ragna, "Hilang?? Padahal aku sudah memastikan bahwa dia mati tapi mengapa jasadnya tidak ada?" Pikirnya yang jadi waspada.
"Zink!!!" Mendadak Ragna muncul tepat dihadapan Gojou dengan kemampuan teleport dan langsung memukul wajahnya, "Jbbuuak...!!!"
Gojou terlempar dan terkejut karena lawan muncul dengan berteleport.
"Hahahaha...!!!" Ragna tertawa lepas, "Kau mencariku? Ya, sekarang kau tak perlu mencarinya lagi karena aku sudah ada disini tepat dihadapnmu...!!!"
"Sialan...!!!" Gojou perlahan berdiri lagi dan terlihat sangat kesal, "Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Aku merasakan energi sihir yang berbeda setelah kau memakan daging iblis itu!!"
Ragna tersenyum lebar dan berkata dengan entengnya, "Sebenarnya sihirku adalah Devil Slayer yang mampu menyerap kekuatan iblis dari memakan daging mereka dan sepertinya aku sekarang memiliki kemampuan teleport setelah memakan daging iblis barusan..."
"Itu mustahil..." ucap Gojou dengan sorot mata tajam.
"Kenyataannya begitu..."
Gojou memang tak mau mempercayainya akan tetapi pada kenyataannya Ragna mampu menyerap kekuatan iblis, "Sialan..."
Pria dari Black Tiger itupun menjadi sangat waspada karena lawannya sekarang mampu berteleport, "Kemampuan teleport milikmu tak akan bisa mengalahkanku..." ucap Gojou yang meningkatkan energi dan seluruh tubuhnya kembali terlapisi oleh batu.
Ragna tersenyum lebar dan dari punggung menciptakan empat buah lengan bayangan berukuran besar, "Kita lihat saja!! Aku atau dirimu yang lebih kuat..."
Keduanya siap bertarung dengan saling menatap tajam.
"Zink!!!" Mendadak Ragna menghilang dengan teleport dan memukul punggung batu Gojou yang membuatnya terjatuh ke depan, "Jbuuak!!"
__ADS_1
"Sial..." Gojou menjadi kesal dan segera berbalik akan tetapi ternyata Ragna sudah menghilang lagi dengan kemampuan teleport.
Gojou terdiam dan berfikir untuk mencari-cari keberadaan pengguna kemampuan teleport itu, "Ini benar-benar merepotkan!! Akan muncul dimana dia?"
"Dari yang ku dengar saja untuk mendapatkan daging iblis itu Master harus turun tangan sendiri..."
"Jadi sekarang apa aku mampu menang melawannya seorang diri?" Gumamnya dalam hati yang sedikit mulai ragu.
"Zink!!!" Mendadak Ragna muncul dihadapan Gojou dengan kemampuan teleport, "Jangan melamun...!!!!" Teriaknya dengan lantang lalu memukul wajahnya, "Jbbuuaak...!!!!"
Gojou terkejut dan tak berdaya dihadapan kemampuan teleport karena setelah menyerang Ragna menghilang lagi, "Sialan!!! Lawan aku dengan sungguh-sungguh!!! Tunjukan dirimu dan bertarunglah selayaknya seorang pria...!!!" Teriak Gojou penuh emosi.
Iapun berteriak kesana kemari akan tetapi tetap waspada jika saja Ragna muncul lagi, "Tunjukan dirimu, sialan...!!"
Gojou menunggu lawan menyerang akan tetapi tak juga kunjung datang, "Kemana dia?" Pikirnya dengan tetap waspada.
*****
Kembali ke atas yaitu permukaan tanah, Ragna menatap Jigra.
"Yap, begitulah ceritanya!!" Ucap Ragna
Erinka sedikit kecewa, "Jadi kau belum mengalahkan lawanmu?"
"Memang belum..."
"Kalau begitu kau payah..." ejek Erinka.
"Kau menyebalkan..." Ragna menjadi kesal dan iapun menatap tajam pada Jigra, "Tujuan awal kita menyerang Black Tiger adalah demi mengalahkan orang ini dan yang lain urusan nanti saja!! Ya, itulah yang ada dipikiranku..."
"Hahahaha..." Jigra 'sang dragon slayer' tertawa lepas dan meremehkan lawan, "Kau pikir dengan kemampuan teleport dirimu lebih kuat dariku?"
"Jangan bercanda!!! Dengan kemampuan apapun aku lebih kuat darimu, pecundang...!!" Ucap Jigra dengan tersenyu menyeringai.
Ragna berkata dengan tegas, "Kita lihat saja siapa yang akan jadi pecundang nanti setelah pertarungan ini berakhir...!!!
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 46 : Aku Masih Lebih Kuat!!
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****
__ADS_1