The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 125 : Aku Akan Menyelamatkannya!!


__ADS_3

Kanna terluka parah dan Hiruko berniat menghabisinya dengan melemparkan semua pisau yang dimilikinya, "Wuuss...!!"


Disaat yang tepat Rikka si anak iblis muncul tepat menghadang pisau-pisau itu dengan melentangkan kedua tangannya, "Apa!!" Sontak Hiruko menghentikan serangannya dan membuat pisau-pisau melayang diudara bagaikan waktu berhenti.


"Hehehe... kau telah menampakan diri dan sepertinya semua mulai berjalan lancar" ucap pemimpin ke-9 itu dengan tersenyum menyeringai.


Kanna yang melihat Rikka melindungi dirinya menjadi sangat emosi, "Bodoh, mengapa kau menampakan diri!! Mereka mengincarmu jadi lebih baik kau sembunyi!!" Teriaknya dengan berusaha berdiri tegak.


Rikka menoleh ke belakang dan tersenyum, "Terima kasih karena telah melindungiku tapi sudah cukup..."


Kanna terdiam membisu dan mengerti maksud dari senyuman dan kata-kata yang terucap dari mulut gadis kecil itu, iapun tau bahwa Rikka berniat mengorbankan dirinya, "Jangan lakukan hal itu!!!!" Teriaknya dengan lantang.


Meskipun begitu Rikka tetap berjalan ke arah Hiruko tanpa mempedulikan terikan Kanna, "Aku akan pergi denganmu akan tetapi jangan sakiti siapapun lagi..."


"Hahahahaha...!!!" Pemimpin ke-9 itupun malah tertawa lepas dan berkata, "Berani sekali kau memerintahku!! Kau pikir siapa dirimu?"


"Ku mohon!!!! Aku bukan siapa-siapa akan tetapi mereka telah berjuang mati-matian melindungi diriku yang bukan siapa-siapa bagi mereka!!"


"Ku mohon biarkan mereka hidup!!!" Teriak Rikka.


Hiruko kalah berdebat dan iapun merasa bahwa tujuannya telah ada didepan mata jadi tiada gunanya melakukan hal lain yang tak berguna, "Baiklah, mari pergi dari tempat ini!!!"


Kesepakatan telah dibuat dan Rikka pergi mengikuti Hiroku akan tetapi sebelum ia pergi jauh terlebih dahulu anak iblis itupun menoleh ke belakang dan berkata dengan suara pelan, "Terima kasih atas semuanya..."


Kata-kata itupun membuat Kanna terpukul dan ia yang tak berdaya merasa sangat sedih.


Beberapa waktu berlalu setelah Rikka pergi dan dengan sisa-sisa energi yang dimilikinya Kanna memulihkan diri dengan sihir regenerasinya.


Ia perlahan berdiri tegak tanpa melakukan apapun dengan wajah tertunduk dan merasa tak semangat.


"Tap... tap... tap..." terdengar suara langkah kaki cepat datang mendekat dan langkah kaki itu berasal dari Erinka.


Erinka sangat terkejut begitu melihat mayat yang semula adalah penumpang kereta berada disegala tempat, "Apa yang tengah terjadi ditempat ini?" Ucapnya yang merasa mual ketika melihat darah berceceran disegala tempat, "Siapa yang melakukan hal keji seperti ini?" Erinka menyadari bahwa semua mayat terluka akibat tusukan.


Iapun menatap hamparan mayat orang-orang baik itu tua, muda, anak-anak, laki-laki ataupun perempuan semuanya telah menjadi mayat.


Dalam hamparan mayat yang berserakan disembarang tempat itu, Erinka melihat Kanna berdiri tegak yang letaknya dikejauhan, iapun segera berjalan mendekatinya.


"Kanna, syukurlah kau selamat!! Sebenarnya apa yang tengah terjadi disini?" Tanya Erinka begitu berada didekat Kanna.


Kanna masih terdiam dengan posisi berdiri tegak.


"Hey, katakan padaku!! Apa yang terjadi ditempat ini?"


"Aku telah gagal melindungi semuanya..." ucap Kanna dengan wajah tertunduk.


"Hah? Apa maksudmu?" Erinka tak mengerti.

__ADS_1


"Karena aku lemah Rikka telah dibawa pergi oleh mereka..."


Erinka masih tak mengerti.


"Sebelumnya pemimpin ke-9 Batalion Bayangan ada ditempat ini!! Ia menggila dan menghabisi semua orang..."


"Aku melawannya dan berakhir dengan kekalahan lalu demi menyelamatkan diriku Rikka menyerahkan dirinya..."


"Apa!!!" Sontak Erinka terkejut dan ia sekarang paham apa yang terjadi sebelumnya ditempat itu, "jadi pembantaiam ini dilakukan oleh mereka, ya?" Gumam Erinka dalam hati.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Erinka.


"Entahlah...." jawab Kanna dengan nada putus asa.


Erinka menemui jalan buntu akan tetapi mendadak Ragna dan Jack Rakan sang Komandan Pasukan Sihir sampai.


"Sial, kita terlambat..." ucap Jack Rakan dengan malasnya akan tetapi ia sangat menyesal saat melihat mayat-mayat berglimpangan disegala tempat.


"Sebenarnya apa yang terjadi ditempat ini?" Ucap Ragna.


"Bukankah sudah jelas!! Ini adalah pembantaian!! Kelompok mereka memang tak memberi ampun..."


"Cih, sekarang bagaimana keadaan mereka?" Ragna mengkhawatirkan kondisi rekan-rekannya.


Ia nampak murung dan sangat cemas akan tetapi secara perlahan menemukan titik terang ketika dikejauhan melihat Erinka dan Kanna berdiri tegak, "Mereka ada disana!!" Ia mendapatkan kembali semangatnya dan langsung saja berlari ke arah mereka berdua.


"Ragna!!" Teriak Erinka dengan ceria.


Ragna mendekati mereka dan Kanna secara spontan berkata, "Aku kehilangan dia yang seharusnya ku lindungi..."


"Apa maksudmu?"


"Ragna, mereka telah mendapatkan Rikka..." jelas Erinka.


"Apa!! Bagaimana bisa?" Ragna secara spontan terkejut begitu mendengarnya.


"Itu terjadi karena diriku lemah!! Pemimpin ke-9 Batalion Bayangan ada disini dan ia membantai semua orang lalu aku berusaha menghentikannya dan malah mengalami kekalahan..."


"Untuk menyelamatkan diriku, Rikka menampakan diri dan ia yang menjadi incaran menyerahkan diri untuk menjamin keselamatanku..." jelas Kanna dengan wajah tertunduk.


"Begitu rupanya..." Ragna yang mendengar penjelasan itupun jadi murung, ia bergumam dalam hati, "Padahal gadis kecil itu telah percaya padaku akan tetapi aku malah tak sanggup melindunginya..."


"Ini semua salahku karena sejak awal terlalu meremehkan kelompok mereka..." Ragna juga merasa bersalah.


Erinka berkata, "Lalu karena kejadian sudah terjadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


Ekspresi wajah Ragna mendadak berubah menjadi ceria, "Benar sekali!! Mereka pasti belum jauh dari tempat ini jadi mungkin masih ada kesempatan bagi kita untuk merebut Rikka kembali...!!!"

__ADS_1


Kanna mendapatkan sedikit semangatnya kembali, "Apa itu mungkin?"


"Percayalah dan jangan menyerah...!!!" Semangat Ragna telah kembali ke semula.


"Hah..." Erinka terlihat malas dan iapun berkata, "Karena sudah terlanjur terlibat dalam masalah kalau begitu kita langsung saja mengejar mereka..."


"Ya...!!!!" Jawab keduanya dengan semangat.


"Tunggu dulu!!!!" Ucap Jack Rakan yang mendekat pada mereka.


"Siapa dia?" Tanya Kanna.


"Dia adalah salah satu Komandan Pasukan Penyihir kerajaan Albion, Jack Rakan 'si seribu pedang'..." jelas Ragna.


"Komandan Penyihir?" Ucap Erinka.


"Ya, memangnya ada apa?" Tanya Ragna.


"Tidak ada apa-apa hanya saja kakak ku juga merupakan Komandan Pasukan Penyihir..."


Ragna menjadi terkejut, "Kenapa kau tak pernah bilang padaku?"


"Memangnya untuk apa aku bilang padamu?"


"Yah... itu karena..." Ragna kebingungan beralasan, "Ah... sudahlah!! Itu tak penting!!"


Jack Rakan berkata, "Kalian tak boleh pergi mengejar mereka..."


Ragna keberatan, "Kami akan tetap melakukannya meski kau melarang..."


Dengan malasnya Jack Rakan berkata, "Ya, sudahlah kalian boleh pergi tapi bukan sekarang!!"


"Jika tak sekarang mereka akan membawa Rikka pergi menjauh dan kami tak akan sempat mengejar mereka..." ucap Kanna.


"Aku tau tempat persembunyian mereka!! Dan jika kalian yang telah terluka seperti ini masuk ke tempat persembunyian mereka maka sama halnya kalian menyerahkan nyawa..."


"Disana ada dua petarung kuat yang tak dapat kalian tandingi bahkan mungkin aku akan kalah bila bertarung dengan keduanya sekaligus..."


"Lalu apa yang harus kami lakukan?" Ucap Ragna


"Setidaknya kalian harus istirahat selama 2 hari dan setelahnya aku akan mengantar kalian..." jelas Jack Rakan.


Ragna terdiam sejenak lalu membuat keputusan,"Setuju!! Tapi kau harus berjanji mau mengantarkan kami!!"


"Tentu saja!! Lelaki selalu memegang kata-katanya..." ucap Jack Rakan dengan nada malas, "Dan juga kita harus segera pergi dari tempat ini!! Sebentar lagi pihak keamanan sampai dan bisa-bisa kita dituduh yang melakukan pembunuhan ditempat ini..."


"Ya..." ketiganya setuju untuk meninggalkan tempat penuh mayat itu.

__ADS_1


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 126 : Menyusup


__ADS_2