
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Setelah insiden pertarungan Sang Phoenix melawan Kraken.
Ragna, Kai dan Sumika terdampar disebuah pulau kecil yang letaknya ditengah-tengah samudra.
Mereka menghabiskan keseharian ditempat itu sambil menunggu datangnya bala bantuan tiba.
Lalu waktu terus berjalan dan ketiganya terus saja menunggu akan tetapi tak terasa sudah 3 hari telah berlalu sejak insiden pertarungan besar dua makluk mitologi.
"Hah..." Ragna menatap lautan dan terlihat sangat bosan, ia bergumam dalam hati, "Berapa lama lagi aku akan terperangkap dalam pulau ini?"
"Hmm... apa benar bantuan akan datang ya?" Ucap Ragna yang mulai terlihat putus asa dan ragu.
Iapun kembali ke dalam hutan dan disana Ragna melihat Sumika sedang mengumpulkan buat apel sementara Kai sedang memanjat sebuah pohon kelapa.
Ya, selama tinggal disana mereka bertiga telah membangun sebuah gubuk kecil yang atapnya terbuat dari daun kelapa tua sementara bangunannya terbuat dari batang pepohonan yang tumbuh dipulau itu.
"Hah..." Ragna meletakan ikan yang ia tangkap diatas sebuah batu.
Kai turun dari atas pohon, "Apa kau melihat ada sebuah kapal?"
"Apa wajahku terlihat ceria?" Ucap Ragna dengan cemberut.
"Begitu rupanya jadi belum ada tanda-tanda bantuan akan tiba..." ucap Kai yang memahami apa yang dikatakan oleh Ragna.
"Sampai berapa lama kita harus menetap ditempat ini?" Tanya Sumika dengan me.makan apel.
Keduanya terdiam karena tak bisa menjawab, mereka tak bisa mengandalkan kejelasan datangnya bantuan.
"Mungkin kita harus segera berlayar..."
"Apa maksudmu?" Tanya Kai.
"Bukankah kau sudah tau bahwa menunggu bantuan yang tak jelas kapan datangnya itu sangat melelahkan jadi sebaiknya kita berusaha sendiri keluar dari pulau ini dengan berlayar..." jelas Ragna.
"Aku setuju dengan ide itu..." sahut Sumika dengan semangat, ia tak sabar ingin bertemu kembali dengan Denjirou.
Kai mendadak berubah menjadi serius, "Yang jadi masalah dengan apa kita berlayar? Lalu ke arah manakah kita akan pergi? Ini lautan luas tanpa arah tujuan yang jelas kita akan terkatung- katung dilautan dan pada akhirnya akan mati juga..."
Ragna dan Sumika terdiam karena apa yang dikatakan oleh Kai semuanya benar.
Ragna menjadi sangat frustasi dan ia mendadak berteriak, "AAHH...!!!!! Aku tak peduli lagi!!!! Aku akan berlayar dengan membuat sebuah rakit dan aku akan mempertahuhkan semua keberuntunganku jadi aku tak takut pada semua resiko yang ada..."
__ADS_1
"Benar sekali aku ikut..." Sumika setuju, "Aku tak mau berdiam diri ditempat seperti ini lebih lama..."
Keduanya berteriak serentak, "Aku akan pergi meski kau melarang...!!!!"
Kai mendadak tersenyum menyeringai, "Jujur saja aku juga mau berlayar..."
"Eeehhh...!!" Keduanya terkejut.
"Baik, karena sudah diputu.skan mari segera buat rakit..." ucap Kai.
Keduanya masih terkejut keputusan Kai akan tetapi mereka berdua menjawab tanpa ragu, "Sip...!!! Mari buat rakit!!"
Yap, mereka bertigapun pergi ke dalam hutan untuk menebang beberapa batang pohon dan dibawa ke tepi pantai.
Ditepi pantai mereka bertiga mengikat batang-batang pohon itu menjadi satu dengan serat yang diciptakan dari pohon kelapa.
Sebelum berlayar menggunakan rakit sederhana itu terlebih dahulu ketiganya memetik kelapa dan apel sebanyak mungkin untuk dijadikan persediaan makanan karena tak tau berapa lama mereka akan berlayar.
"Yosh!!!! Mari menuju lautan bebas!!!" Teriak Ragna yang pertama kali naik ke atas rakit itu.
"Ya..." jawab Kai dan Sumika dengan ekspresi serius.
Merekapun mendorong rakit sederhana yang dibuat itu ke laut lepas lalu dilautan mereka mulai menggerakan rakit tersebut dengan dayung.
Ombak laut menggulung tinggi dan hampir saja membalikan rakit yang mereka tumpangi akan tetapi dengan semangat yang luar biasa mereka bertiga mampu melalui satu persatu halangan yang ada.
Ya, dilautan yang ganas itu mereka bertiga berlayar dengan sebuah rakit sederhana.
Waktupun terus berjalan dan tak terasa hari yang semula siang berganti dengan sore hari.
"Hah... Lelahnya..." gerutu Ragna.
"Aku juga sangat lelah..." ucap Sumika dengan memakan apel.
"Wajar saja kita kelelahan!! Sepanjang hari kita melalui berbagai hal berat hari ini seperti menerjang ombak..." sahut Kai.
"Baik, waktunya istirahat tapi siapa yang jaga duluan?"
"Biar aku saja..." ucap Kai.
"Terima kasih..." ucap Ragna dan Sumika serentak, keduanya lalu bergegas untuk tidur.
Dalam gelapnya malam dan tenangnya lautan Kai menatap langit yang terang karena cahaya sang rembulan dan penuh bintang-bintang bertaburan.
"Apa kita akan berhasil selamat dari lautan yang ganas ini..." gumamnya dalam hati dan iapun me.natap ke arah dua rekannya yang sudah tertidur pulas karena kelelahan, "Ya, kita pasti selamat..." ucapnya yang kembali mendapatkan semangat setelah mengingat setiap perjuangan yang telah mereka lalui bersama.
Ditengah keheningan itu mereka tidur secara bergantian sepanjang malam.
Ya, tak terasa malampun berakhir dan dilautan itu terik matahari terasa sangat menyengat.
"Huh... panas sekali!!!" Gerutu Ragna yang mendayung disisi kanan rakit.
__ADS_1
"Ku harap persediaan air kita cukup..." ucap Kai dengan menatap kelapa yang ada diatas rakit.
Sumika yang berada diujung depan rakit dengan menggunakan batang bambu yang digunakan sebagai sebuah teropong sederhana dan iapun melihat sesuatu, "Disana ada sebuah kapal yang tengah berlayar...!!!"
"Apa...!!!" Ragna dan Kai terkejut.
Ragna yang penasaran segera menuju ke depan rakit, "Mana? Aku juga ingin lihat!!!" Ia langsung merebut batang bambu yang dipegang oleh Sumika dan memeriksa ke depan.
"Benar, disana ada sebuah kapal...!!!!" Teriak Ragna dengan ekspresi senang karena setelah penantian panjang menemukan sebuah harapan
"Biar aku memeriksanya..."
"Ini..." Ragna memberikan teropong bambu sederhana pada Kai.
Kai melihat ke depan dan ternyata disana benar-benar ada sebuah kapal, "Ya, itu memang kapal dan mereka tengah mengarah kemari..."
"Eeehh...!!" Sumika dan Ragna terkejut.
"Apa mereka adalah rekan-rekan kita?" Tanya Ragna.
"Sayang sekali!! Kabar buruknya kapak itu adalah kapal perompak dan disana sudah dapat dipastikan penuh dengan kriminal..."
Sumika jadi murung lagi, "Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ini?"
Kai terdiam akan tetapi Ragna punya sebuah ide, "Hahahaha... mari serahkan diri pada mereka!!"
Kai dan Sumika terkejut, "Apa maksudmu?" Tanya si keturunan pahlawan itu.
"Ya, dari pada terombang-ambing tak jelas disebuah rakit yang rawan terbalik oleh ombak bukankah lebih baik jika kita berada diatas kapal?"
"Dan juga ku yakin mereka akan membawa kita ke markas mereka yang merupakan daratan terdekat..."
"Aku setuju dengan idemu akan tetapi mereka perompak bukan regu penyelamat jadi ku yakin mereka tak akan membawa mereka jika kita berharga..."
"Hmm... benar juga" ucap Sumika.
Ragna tersenyum lebar, "Bukankah kau merupakan keturunan pahlawan dan Sumika seorang wanita? Jadi kurasa mereka sudah cukup tertarik untuk membawa kita..."
Keduanya sependapat, "Yap, kalau begitu mari kita tunggu para perompak itu..." ucap Kai.
Dilautan yang luas itu mereka menemukan sebuah kapal akan tetapi sayang sekali kapal tersebut milik perompak, jadi bagaimana mereka akan melalui masalah yang tengah datang?
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 69 : Bala Bantuan III
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
__ADS_1
Trima kasih atas perhatiannya.
*****