
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Gojou kembali dan iapun menatap tajam penuh kekesalan pada Ragna.
Lalu disatu sisi Jigra dan Erinka bangkit sehingga ada empat orang yang siap bertarung.
"Mari kita mulai saja...!!!!" Teriak Jigra dengan lantangnya.
"Zink!!" Akan tetapi dalam sekejap Ragna muncul tepat dihadapannya dan langsung memukul wajah, "Jbbllast...!!!" Jigra terlempar.
Gojou terkejut saat kejadian itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat, "HIIAA...!!" Iapun segera melesat dengan niat menyerang Ragna akan tetapi dalam sekejap mata saja Ragna menghilang lagi dengan kemampuan teleport.
"Sial..." gumam Gojou yang agak jengkel.
Jigra memiliki fisik yang luar biasa jadi ia segera bangkit, "Ini semua terjadi karena kesalahanmu dia bisa mendapatkan kemampuan teleport..."
"Ini jadi semakin merepotkan saja..." ucap Jigra dengan mengusap darah yang menetes dari hidung.
"Cih, dari pada terus menerus menyalahkanku lebih baik kita kerja sama untuk menyerangnya..." ucap Gojou.
"Hanya ada satu cara untuk menang yaitu salah satu dari kita harus menjadi korban dan satunya lagi menyerang sekuat tenaga sebelum ia berteleport..."
"Aku mengerti..." ucap Gojou yang paham.
Ragna berteleport kembali ke tempat semula yaitu ke dekat Erinka.
"Kau tak apa, Ragna?"
"Ya, tapi berteleport terus menerus sangat menguras energiku..." jelas Ragna yang terlihat lelah.
Erinka berkata, "Kalau begitu aku akan ikut bertarung...!!"
"Tidak perlu..."
"Eehh?? Kenapa??"
"Kau bantu aku disaat terdesak saja!! Aku lebih diuntungkan karena bisa bergerak dalam sekejap..." jelas Ragna.
Erinka terdiam akan tetapi ia paham, "Siap, aku mengerti!!"
Jigra melangkahkan kaki ke depan sementara itu Gojou tetap berdiri dibelakang, iapun tertawa lepas dengan mulut terbuka lebar, "Hahahahaha..."
"Kenapa kau tertawa? Apa kau frustasi karena memikirkan cara untuk mengalahkanku?" Ragna memasang sorot mata tajam.
Jigra tersenyum menyeringai, "Alasan kenapa kalian menyerang kami adalah si tua Boon yang telah ku bunuh akan tetapi apakah kau tau cara seperti apa yang ku lakukan untuk membunuhnya?"
Ragna menatap tajam dan terlihat semakin emosi.
__ADS_1
"Ya, aku membunuhnya disaat ia lengah!! Dan setelah dia mati aku memotong kedua kaki dan tangannya..."
"Lalu supaya terlihat menyedihkan maka aku melepas semua pakaiannya dan memajang mayatnya dipintu masuk guild kalian agar semua orang tau...!!"
"Dan yang terakhir aku memberikan potongan kaki dan tangannya pada anjing-anjing peliharaan guild kami yang sepertinya mereka menyukainya..." ucap Jigra yang mencoba memprovokasi lawan agar kehilangan fokus.
"Kurang ajar sekali!!!" Ragna yang mendengarnya menjadi sangat emosi, "Kejahatanmu itu tak bisa diampuni...!!!"
"Zink!!" Iapun berteleport dan memukuli lawan dari arah depan tanpa ampun.
Jigra diam saja dan mampu bertahan dengan berjuang keras.
"Tunggu dulu, Ragna!! Tetap tenang dan jangan kehilangan fokusmu..." teriak Erinka yang ada dibelakang.
Jigra melawan balik, iapun mencengkram leher Ragna dengan cepat, "Kau tak bisa lari lagi...!!!"
"Ugh!!!" Rikie terkejut.
"Lakukan Gojou...!!!" Teriak Jigra.
Gojou berlari secepat mungkin berniat menghantam lawan dengan sikunya yang terlapisi batu, "Akan ku hancurkan kepalanya...!!!!"
Ragna benar-benar terkejut dan tak berdaya karena mulai kehabisan nafas lalu dilain sisi Gojou menyerang, "Sial, aku ceroboh..." pikir Ragna.
Erinka datang sebagai penolong, iapun menggenggam erat pedang besarnya yang merupakan item sihir, "HIIAA...!!!!!" Iapun menebaskan pedang itu sekuat tenaga dan menciptakan kobaran api.
"Apa...!!!" Ketiganya terkejut dan terhempas oleh api itu.
Hal itu membuat Ragna lepas dari kondisi terdesak dan segera berteleport kembali ke sisi Erinka, "Aku sangat berterima kasih padamu...!!!!" Ucapnya pada Erinka.
"Cih, terserah kau saja..." ucap Ragna.
Jigra dan Gojou secara perlahan berdiri setelah dihempaskan oleh kobaran api milik Erinka.
"Sial, kita gagal mengalahkannya dengan sekali serang..." ucap Jigra.
"Ini jadi buruk karena kita melupakan keberadaan wanita itu dan sekarang ku yakin mereka menjadi semakin waspada..." ucap Gojou.
"Zink!!" Sebelum keduanya bersiaga Ragna berteleport dalam sekejap tepat diatas Gojou dan langsung menendang wajahnya, "Jbbuuak...!!!" Pria dengan lapisan batu itu terlempar.
Gojou dengan cepat berusaha bangkit lagi akan tetapi Erinka segera berlari dan menendang tubuhnya, "Jbbuuaak...!!!!"
Pria dengan lapisan batu diseluruh tubuhnya itu bahkan tak diberikan kesempatan berdiri dan dihajar habis-habisan oleh Erinka.
Erinka meningkatkan energi, "Aku tak akan pernah memaafkan perbuatan kalian!!! Dosa kalian tak bisa diampuni...!!!" Iapun memfokuskan energi pada kepalan tangan kanan yang kemudian berkobar api merah.
"HIIAA...!!!"
"Jbbblllast...!!!" Erinka memukul perut Gojou sekuat tenaga.
Kepalan tangannya sampai berdarah akan tetapi lapisan batu diperut Gojou retak lalu hancur dan bahkan ia terhempas jauh menabrak dinding guild Black Tiger.
"Mustahil!!"
"Gojou dikalahkan!!"
__ADS_1
"Ini tidak mungkin!!" Orang-orang Black Tiger terkejut melihat salah satu petarung elite dari mereka dapat dikalahkan.
Jigra terkejut saat melihat rekannya dikalahkan oleh Erinka dan terlihat tak berdaya, ia segera berlari menuju ke arahnya dan tanpa ragu memukul
"Zink!!" Ragna muncul tepat dihadapan Jigra, "Jbbuuak...!!!" Iapun menahan pukulan sarung tangan besi yang membara itu dengan menyilangkan dua tangan yang berlapiskan kegelapan.
"Lawanmu adalah aku, sialan...!!" Ragna meningkatkan energi dan menciptakan lengan-lengan bayangan dari punggungnya yang digunakan untuk memukul balik.
Pukulan lengan-lengan bayangan itu gagal karena Jigra langsung memundurkan langkah kaki, "Cih..."
"Zink!!" Ragna muncul dibelakang Jigra, "Sudah ku bilang kau tak dapat lari dariku...!!!"
Jigra terkejut dan iapun melompat menjauh akan tetapi Ragna menarik salah satu kakinya dan memutar-mutar lawan dengan lengan bayangan lalu ia membantingnya ke tanah sekuat tenaga, "HIIAA...!!!!"
"DYYEESS...!!" Jigra membentur tanah dengan keras dengan posisi punggung dibawah.
Ragna belum selesai dan iapun jatuh tepat diatas perut lawan, "Uhuk...!!!"
Iapun mengepalkan kedua tangan, "Jangan pingsan dulu karena aku belum selesai...!!!"
"Jbbllast...!! Jbbllast...!!" Ragna memukuli perut Jigra dari atas sekuat tenaga dan secara beruntun berulang kali.
Semua orang Black Tiger merasa sangat kasihan pada kondisi Jigra yang tak berdaya dan terus dihajar akan tetapi mereka tak bisa membantunya.
"Hah... hah... hah..." Ragna menghentikan pukulannya setelah mengetahui lawannya tak bisa membalas karena sudah pingsan.
"Kau bahkan jauh lebih lemah dari Pak Tua Boon..." ucap Ragna yang sedikit menjauh dari lawannya yang telah pingsan itu.
Erinka mendekat, "Kau menang Ragna!! Kau telah menghajar orang yang telah membunuh Tuan Boon..."
"Ya, dan sekarang waktunya meninggalkan tempat ini..." ucap Ragna yang mengamati dikanan dan dikiri sudah ada kepungan musuh, "Dengan kemampuan telepor jalan lari kita terasa mudah..."
"Ya..." jawab Erinka dengan tersenyum.
Akan tetapi disaat keduanya merasa lega secara mendadak sebuah ledakan yang lumayan besar terjadi dilantai dua, "DHUUAARR...!!"
Semuanya terkejut dan Reynhard terlempar dari sana lalu si keturunan pahlawan itu jatuh tepat didekat Ragna dan Erinka.
"Apa...!!" Erinka ataupun Ragna terkejut, "Siapa lagi yang dapat melakukan ini padamu, Reynhard?"
Reynhard berusaha berdiri dan tak menjawab.
"Itu aku..." ucap seorang pria tua yang melayang dengan sebuah sayap mekanik, "Dan aku adalah Master Guild Black Tiger..."
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 48 : Master Guild
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1
*****