The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 16 : Selamatkan Kereta Ini!!


__ADS_3

Semua goblin bergerak menuju gerbong terakhir dan membuat semua penumpang yang ada didalamnya jadi panik tetapi dalam keadaan yang tak menentu itu seorang pria muncul.


"Hah..."


"Tak perlu khawatir lagi karena aku sudah sampai..."


"Dan kalian tak perlu bertanya siapa aku..."


"Aku adalah keturunan pahlawan yang dulu mengalahkan Raja Iblis..."


"Keturunan pahlawan? Memangnya siapa kau?" Tanya salah satu penumpang.


"Namaku Reynhard Sinaga..." ucapnya dengan melirik kebelakang, iapun melihat para penumpang wanita yang dalam setengah telanjang dengan tatapan biasa dan hal itupun membuat mereka merasa tak nyaman.


"Jangan khawatir, aku bukan pria cabul dan juga aku bisa menjaga pandangan mataku!!! Lagi pula aku tak tertarik pada wanita..." jelasnya meskipun hal itu tak penting.


Reynhard yang terlihat malas perlahan menarik pedang yang tersarung dipinggangnya dan berkata pada para goblin yang muncul, "Bersiaplah!! Akan ku habisi kalian, para makluk sialan...!!!"


Para goblin rendahan itu tanpa ragu segera menyerangnya dengan berlari dan melompat akan tetapi mereka semua terpotong-potong sebelum sempat menyentuh Reynhard.


"Ini merepotkan...!!!" Ucapnya dengan malas meski belum melakukan pergerakan apapun.


Para goblin mengepungnya dari berbagi sisi akan tetapi Reynhard malah menyarungkan pedangnya.


"Kalian merepotkan..." ucapnya dengan malas ketika para goblin menyerangnya dari berbagi sisi.


"Sllash!! Sllash!!" Para goblin yang hendak menyerang tiba-tiba terpotong-potong sebelum sempat menyentuh Reynhard.


"Selesai juga...!!" Ucapnya ketika para goblin rendahan itu telah kalah semua.


Darah goblin berceceran ke segala tempat termasuk mengotori tubuh para penumpang yang sekarang terciprat merah darah.


Para goblin tercabik-cabik sebelum menyentuh Reynhard dan membuat para penumpang terdiam membisu karena tak mengerti akan apa yang terjadi.


Reynhard berbalik badan dan melihat para penumpang wanita yang tersisa pakaiannya sudah compang-camping setelah diperkosa oleh para goblin.


"Hah... pakaian kalian minim sekali!! Yah, tapi jangan khawatir karena aku tak bernafsu pada kalian..."


"Kalian pasti mengalami shock berat dan trauma tapi tenang saja karena aku sudah tiba maka semuanya akan baik-baik saja..." ucapnya yang berusaha menenangkan para penumpang.


Setelah melihat kemampuan milik Reynhard para penumpang yang merupakan korban pemerkosaan itu menjadi tenang tak khawatir lagi.


Salah satu dari mereka berkata, "Kau memang kuat dan hal itu membuat kami merasa aman akan tapi sebelum kau sampai disini ada dua orang yang telah menyelamatkan kami..."


"Kekuatanmu dibutuhkan karena dua orang itu mungkin sedang dalam bahaya..."


Reynhard dengan malas menjawab, "Hmm... baiklah, aku akan segera pergi menyelamatkan mereka..."

__ADS_1


"Ku harap aku tak terlambat dan sampai tepat waktu..."


*****


Kereta uap itu melaju semakin cepat lalu digelapnya malam terjadi dua pertarungan yaitu Ragna vs Raja Goblin digerbong 6 dan Erinka vs Goblin Penyihir digerbong 5


Erinka, gadis bangsawan yang ceroboh tanpa disadarinya sudah terjebak dalam sihir ilusi milik Goblin Penyihir.


"Khehehehe..." Goblin Penyihir yang jumlahnya banyak tertawa terbahak-bahak karena Erinka sedang kesusahan.


"Hah... hah... hah..." dilain sisi, Erinka mulai kelelahan setelah berulang kali memukul tapi tak membuahkan hasil, "Sial... pukulanku hanya menembus mereka!!"


"Mereka hanya ilusi jadi sihir apiku seakan tak berguna melawannya..." gumamnya dalam hati dengan kobaran api dilengan kanannya.


Goblin Penyihir terus saja tertawa dan iapun berkata, "Tinggal menunggu waktu saja kau akan kelelahan dan tak berdaya lalu aku akan menghabisi dirimu..."


"Hahahahaha... meski kau memiliki sihir api tapi hal itu tak berguna jika kau sudah terperangkap dalam ilusi milikku..."


Erinka nampak bertambah kesal karena ilusi milik lawan sangat menjengkelkan, iapun bergumam dalam hati, "Cih, padahal hanya goblin tapi mengapa ia sangat merepotkan!!"


Gadis bangsawan itu mencoba untuk tenang dengan memahami situasi yang ada, iapun mulai berfikir bahwa ketenangan akan memecahkan masalah yang tengah menimpa dirinya, "Baiklah, kurasa satu-satunya cara untuk mengalahkan goblin ini adalah dengan menggunakan kekuatan baruku itu..."


"Yang jadi masalah adalah aku tak bisa mengendalikan kekuatan baru tersebut..."


"Aku harus tetap tenang dan mengeluarkannya secara perlahan..." pikir Erinka yang tetap fokus.


Semua bayangan ilusi dari Goblin Penyihir memegang senjata pedang ditangannya dan bersiap menyerang meskipun begitu Erinka tetap tenang, ia memfokuskan energi sihir pada lengan kanannya, "DHHUUAARR...!!!" Secara mendadak kobaran api ditangan kanan yang semula berwarna merah berubah menjadi biru dan terlihat sangat kuat.


"Api Phoenix!!!!!" Ucap Erinka dengan sorot mata tajam.


"Apa...!!!" Bayangan ilusi dari Goblin Penyihir maupun yang asli terlempar.


Semua ilusi mendadak terbakar dan hanya menyisahkan yang asli, "Ini tidak mungkin!! Apinya membakar semua ilusiku...!!" Ucap Goblin Penyihir yang melihat kobaran api biru dilengan kanan Erinka.


"Sebenarnya api biru itu apa?"


Erinka tersenyum menyeringai, "Ini adalah api dari Burung Api Phoenix!! Dan inilah kekuatanku yang sebenarnya...!!"


Goblin Penyihir menjadi geram atas kesombongan Erinka, "Hanya karena kau bisa mengatasi ilusiku jangan merasa kau sudah menang, gadis kecil..."


Erinka mengabaikan kata-kata lawannya dan iapun berlari mendekat dengan bereriaknya lantang, "HIIAA...!!!"


"Jbbllast...!!!" Erinka tanpa ragu memukul sekuat tenaga dengan kobaran api yang luar biasa itu.


"AARRGGHH...!!"


"Panas sekali!!!!" Goblin Penyihir yang meremehkan lawannya terbakar oleh api dan hangus terbakar oleh api biru Sang Burung Api Phoenix.

__ADS_1


"Fiuh..." Erinka menghembuskan nafas lega setelah mengalahkan musuhnya.


*****


Digerbong 6.


Ragna dibuat babak belur oleh sang Raja Goblin


"Jbbllast...!!!" Raja Goblin menyerang dengan hantaman kuat yang dilesatkan dari atas tetapi Ragna membentuk telapak tangan raksasa dari elemen kegelapan untuk menahan.


Lutut Ragna sampai menyentuh lantai gerbong karena kuatnya hantaman Raja Goblin itu, "Jika terkena secara langsung pada kepalaku pasti aku seketika akan pingsan atau malahan akan mati..." gumamnya dalam hati yang geram.


Raja Goblin mengangkat senjatanya lagi dan berkata dengan penuh hasrat, "Hahahahaha...!! Sihir kegelapan yang menakjubkan karena dapat digunakan untuk menyerang dan bertahan..."


Iapun menendang dan Ragna menahan dengan menyilangkan kedua tangan, "Jbbuuak!!!" Ragna terdorong.


"Cih..." Ragna menjadi sangat kesal, ia meningkatkan energi lalu dari punggungnya tercipta kepalan tangan yang tak terhitung jumplahnya.


"Sekarang giliranku menyerang!!!!" Teriaknya dengan melesatkan tinju ke arah Raja Goblin secara bertubi-tubi, "Jbllast...!!! Jbllast...!!"


Sambil melesatkan serangan Ragna berteriak, "Aku akan mengalahkan dirimu dan keluar dari tempat ini...!!!"


"Akan ku selamatkan semua penumpang kereta ini...!!"


Tubuh besar Raja Goblin menjadi samsak tinju bayangan milik Ragna


Meskipun begitu seakan-akan pukulan-pukulan tak berarti bagi Raja Goblin yang tubuhnya kekar penuh otot itu, "Khi..." Raja Goblin tersenyum menyeringai.


"Hah... hah... hah..." setelah melesatkan serangan tanga jeda, Ragna mengatur nafas dan terlihat kelelahan, iapun menghentikan serangannya.


Raja Goblin berdiri tegak dihadapan Rikie dan menggenggam erat gada besi berdurinya, "Sungguh cepat akan tetapi tak berenergi sama sekali...!!"


Iapun mengangkat gada besi berdurinya ke atas dan mengayunkan dengan cepat dari arah samping, "Jbbllast...!!!" Serangan cepat itu tak mampu dihindari oleh Ragna


Ragna terlempar menembus dinding kereta dan meninggalkan sebuah lubang di dinding.


Raja Goblin berteriak dengan lantang penuh dengan kesenangan, "Aku menang!! Aku tak terkalahkan dan kereta ini sekarang milikku...!!!"


"Tap... tap... tap..." disaat Raja Goblin meneriakan kemenangannya sebuah langkah kaki terdengar mendekat.


Dia adalah keturunan pahlawan dan ia sudah berdiri dihadapan Raja Goblin.


"Maaf mengecewakan dirimu!! Tapi kau bukan pemilik kereta ini dan aku akan menghabisimu..."


"Aku akan menyelamatkan semua penumpang yang ada dikereta ini...!!" ucap Reynhard si keturunan pahlawan dari guild White Tiger itu dengan nada malas.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 17 : Melaju Semakin Cepat

__ADS_1


__ADS_2