The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 91 : Anggota Guild


__ADS_3

Sang Kraken telah berhasil diusir dan sekarang ia telah kembali ke lautan bebas.


Lalu digelapnya lautan itu tiga buah kapal berukuran besar tengah berlayar.


Mereka terdiri dari para penyihir yang tengah menjalankan sebuah misi dan disalah satu kapal itu ada seorang penyihir kelas atas, ia adalah Master Black Tiger, Joe.


"Hmm..." Master Joe melihat sebuah peta, "Tak salah lagi disini adalah kordinat yang ditunjukan oleh peta..."


"Aku sudah tau..." sahut seorang penyihir elite dari Black Tiger yang berada dikapal bagian depan, ia membawa gada besi berduri dan dia bernama Manabu, "Aku bisa merasakan tekanan energi yang kuat didasar laut tepat dibawah kita..."


Master Joe menatap tajam dan berkata, "Jika begitu mari kita jalankan rencana kita menangkap Sang Kraken..."


"Ya..." ucap Manabu setuju dan iapun mengambil alat komunikasi yang merupakan penghubung ke kapal yang lainnya, "Disini Manabu, kita telah sampai ditempat tujuan jadi mari jalankan rencana kita..."


"Kami mengerti..." jawab dua orang yang menjadi lawan bicaranya.


Ketiga kapal itupun membentuk sebuah formasi dengan menyebar ketiga tempat yang berbeda.


Mereka mengaktifkan segel sihir sehingga dari ketiga kapal itu terhubung oleh garis cahaya.


Sebuah lingkaran sihir dengan segel berbentuk segitiga sama sisi tercipta.


Master Joe menatap tajam dan terlihat sangat serius, "Ya, dengan begini makluk itu akan segera menampakan diri jadi kalian bersiaplah..."


"Kami mengerti...!!!" Jawab para awak kapal.


Dan benar saja, tak butuh waktu lama ditengah-tengah garis cahaya yang berbentuk segitiga itu air laut terangkat dan munculah monster gurita raksasa.


"WOOAARRGGH...!!!!" Sang Kraken meraung dengan suara keras.


Iapun menatap ketiga kapal yang mengelilinginya dan mengaktifkan segel sihir dengan sorot mata tajam, "Sllash!!" Dengan sekali sabetan tentakel ia mampu menciptakan gelombang air.


Ketiga kapal itupun mampu bertahan lalu salah satu penyihir elite guild Black Tiger yaitu Manabu pergi mendekat dengan sebuah perahu kecil.


"WOOAARRGGH...!!" Sang Kraken meraung dengan keras karena menyadari energi kuat yang terpancar dari Manabu.


Penyihir elite dari Black Tiger itupun tersenyum menyeringai, "Sepertinya kau bersemangat sekali!! Baik, mari kita mulai saja pertarungannya..."


"WOOAARRGGH...!!!" Keduanya bertarung habis-habisan dan Master Joe memberikan perintah, "Mulai penyegelan!!!"


"Siap!!!!"


Ya, kelompok Black Tiger yang dipimpin langsung oleh Master Joe itupun bertarung ditengah lautan melawan Kraken.


Mereka mati-matian melawan 'sang monster lautan' dan seiring berjalannya waktu Kraken perlahan melemah lalu dapat disegel dalam tubuh salah satu penyihir elite Black Tiger.

__ADS_1


Manabu merasa ada hal setelah Kraken disegel dalam tubuhnya, "Ya, jadi begini rasanya kekuatan makluk mitologi!! Aku merasa kuat dan tak terkalahkan..."


"Plok... Plok... Plok..." dari atas kapal Master Black Tiger bertepuk tangan, ia tersenyum penuh rasa bangga, "Selamat Manabu, kau telah memiliki kekuatan Kraken..."


"Ya, dan sekarang mungkin aku lebih kuat dari pada dirimu, Master..." ucap Manabu agak sombong.


Master Joe hanya membalas dengan tersenyum, "Ku akui kau kuat akan tetapi terlalu dini bagimu untuk melampauiku..."


"Setidaknya kau mungkin setara dengan Komandan pasukan sihir..." ucapnya dengan rasa bangga.


Manabu berkata, "Dengan kekuatan ini aku bisa membawa kejayaan bagi Black Tiger...!!!!"


"Ya..." jawab Master Black Tiger.


Dengan begitu kekuatan Sang Krakan telah jatuh ke tangan guild penyihir Black Tiger.


*****


Ditempat lain.


Semua orang terkapar ditanah dan mereka terlihat tak sadarkan diri.


Ya, salah satu kelompok White Tiger tengah menjalankan sebuah misi yaitu mengalahkan para perompak.


Ketiga anggota White Tiger itupun berhasil menumbangkan semua perompak tanpa terkecuali dan mereka menganggap misi yang dikerjakan terlalu mudah.


"Yang benar saja!!! Dari pada perompak mereka lebih pantas disebut sebagai sampah lautan..." ucap salah satu anggota White Tiger yang berpakaian sangat rapi dan ia mengenakan sebuah jas bagaikan mau ke kantor.


Pria itu bernama Albert.


Albert bahkan meletakan satu kakinya diatas salah satu perompak yang tak sadarkan diri, "Woiy, diantara kalian siapa yang paling kuat?"


Pria itupun tak menjawab dan membuat Albert makin jengkel, "Apa dia sudah mati?" Ucapnya dengan menggoyang-goyangkan kepala orang itu dengan kakinya.


"Dasar, Albert yang bodoh!! Bukankah kau sudah tau? Pria itu telah pingsan dan tentu saja ia tak menjawab..." ucap seorang wanita dalam kelompok itu, ia bernama Rumia.


Rumia sedang sibuk menghitung harta milik para perompak itu, "Hahahaha... misi menangkap para perompak ini membuat kita kaya..."


"Selain mendapat bayaran dari misi kita juga bisa merampas harta para perompak ini..." ucap wanita dari White Tiger itu dengan ekspresi senang.


Albert yang melihat rekan wanitanya bergumam dalam hati, "Dasar wanita mata duitan!! Untung saja dia kuat dan jika tidak pasti ia hanya akan jadi beban..."


Kedua anggota White Tiger itu sibuk dengan urusannya masing-masing akan tetapi seorang lagi dari mereka sedang duduk tenang diatas sebuah meja.


Pria dengan badan kekar itu bernama Edward.

__ADS_1


Ia sedang membaca sebuah koran dengan ditemani secangkir kopi, "Teman-teman, ada kabar menarik tentang guild kita!!"


"Hah?" Albert dan Rumia mengalihkan pandangan pada rekan mereka.


"Memang ada apa dengan guild kita?" Tanya Albert.


"Benar sekali!! Jarang sekali White Tiger masuk koran jadi apa yang terjadi?" Rumia juga penasaran.


Edward tersenyum menyeringai lalu berkata, "Guild kita telah hancur karena pertarungan dengan guild Black Tiger..."


"Apa!!!!" Sontak keduanya terkejut.


"Jadi apakah guild kita dihancurkan oleh mereka?" Tanya Albert.


"Dalam berita ini disebutkan yang mengalami kehancuran lebih parah adalah guild Black Tiger..."


"Kok bisa gitu?" Rumia penasaran.


"Ya, tentu saja pertarungan dua guild itu berakhir seimbang lalu Dewan Sihir dan Tuan Julius muncul menjadi penengah..." jelas Edward dengan membaca koran tersebut.


"Jika Dewan Sihir dan Kaisar Sihir terlibat pasti telah terjadi sesuatu yang besar..." ucap Albert.


Edward yang membaca koran berkata, "Dikoran ini dikatakan bahwa dua guild bersepakat berdamai sementara akan tetapi mereka membuat sebuah taruhan bahwa siapa yang kalah dalam Festival Guild harus dibubarkan..."


Rumia sedikit heran, "Aku tak menyangka bahwa Black Tiger mau menerima tawaran pertaruhan yang tak menguntungkan mereka itu?"


"Disini disebutkan bahwa jika Black Tiger menang maka White Tiger harus bubar dan menyerahkan anggota mereka Kurogami Ragna..." jelas Edward.


"Kurogami Ragna? Memangnya siapa dia?" Tanya Rumia.


"Sepertinya selama kita pergi guild telah merekrut anggota baru dan sepertinya pria yang bernama Kurogami Ragna ini sangat spesial sampai Master Joe menginginkannya..." jelas Edward.


"Begitu rupanya..." gumam keduanya dalam hati dengan mengangguk.


Edward bangkit dan berdiri tegak, ia terlihat sangat serius, "Kawan-kawanku, sepertinya kita harus segera kembali ke guild dan segera menemui Kurogami Ragna..."


"Ya, aku setuju..." ucap Albert.


"Hahahaha... seperti apa pria itu, ya?" Rumia agak penasaran.


Black Tiger telah mendapatkan kekuatan Kraken dan tiga anggota White Tiger telah menampakan diri.


Arc baru telah dimulai...!!!


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 92 : Kami Kembali!!

__ADS_1


__ADS_2