
Tanpa disengaja Ragna bertemu dengan Nikita yang merupakan salah satu Komandan Pasukan Penyihir kerajaan Albion.
Pertemuan keduanya diwarnai kesalah pahaman akan tetapi kesalah pahaman itu sudah terselesaikan.
"Kita bukanlah musuh dan bukankah lebih baik bila kita berkerja sama?" Ucap Ragna.
"Bodoh, tentu saja aku menolak..." ucap Sang Komandan Penyihir dengan berdiri membelakangi Ragna.
Iapun melangkahkan kaki untuk pergi akan tetapi mendadak para pasukan dari organisasi Batalion Bayangan muncul dan mengepung mereka dari dua sisi yang berbeda.
"Kalian para penyusup menyerahlah!!!!"
"Cepat angkat tangan kalian!!"
"Kalian tak akan bisa berkeliaran lagi!!!"
Ragna dan Nikita menyadari bahwa pertarungan mereka telah menciptakan kegaduhan sehingga membuat musuh mengetahui keberadaan mereka.
"Sialan, ini akan jadi lebih merepotkan..." gumam Sang Komandan Penyihir.
Ragna berdiri membelakangi punggung Sang Komandan Penyihir dan berkata, "Sekarang bukankah lebih baik kita berkerja?"
"Akan ku pikirkan nanti bila kita berhasil melarikan diri dari mereka..." jawab Nikita
"Aku setuju..." sahut Ragna.
Karena keduanya tak menunjukan rasa menyerah maka pasukan yang mengepung mereka bertindak, "Tangkap mereka!!!"
Merekapun menyerang.
Ragna dan Nikita terpaksa harus bertarung melawan serbuan banyak orang sekaligus. Mereka dapat bertahan akan tetapi lama kelamaan keduanya mulai kewalahan.
Keduanya bertarung saling membelakangi, "Hey, bocah!! Siapa namamu?"
"Ragna!! Namaku Ragna!!" Teriak Ragna.
"Aku bisa saja lari dari tempat ini akan tetapi aku sangat mengkhawatirkanmu jadi sebisa mungkin mari berkerja sama untuk keluar dari situasi ini..."
"Bodoh!! Terbalik!! Aku bisa dengan mudah pergi dari sini menggunakan kemampuan teleport..." jelas Ragna.
"Apa!!!" Nikita tak mengerti.
"Seperti ini!!" Ragna menepuk bahu kanan Nikita lalu pergi menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"
Keduanya menghilang lalu muncul dibalik benteng tepatnya dibawah sebuah pohon besar yang rindang.
"Fiuh, beruntung kita bisa lari dari mereka..." ucap Ragna.
__ADS_1
Sang Komandan Penyihir dengan ekspresi serius berkata, "Baik, aku setuju!! Mari menyusup bersama!!"
"Eeehhh...!!" Ragna terkejut dengan perubahan sikap dari Nikita, "Apa yang membuatmu dengan mudah berubah pikiran?"
"Ya, itu karena kau memiliki kemampuan teleport yang sangat berguna dalam penyusupan ini..." jelas Sang Komandan Penyihir itu.
"Emm..." Ragna berfikir, "Kalau begitu aku menolak berkerja sama denganmu..."
Nikita menatap tajam, "Berhenti mempermainkanku, bocah..."
Ragna menanggapi dengan malas, "Aku tidak ada niat mempermainkanmu..."
"Ya, jika kau ingin berkerja sama denganku maka setidaknya perkenalkan dirimu dan apa tujuanmu ditempat ini agar aku bisa mempercayaimu..."
Sang Komandan Penyihir terdiam sejenak akan tetapi kemudian ia berkata, "Namaku Nikita dan aku dijuluki 'si mawar berduri'..."
"Aku merupakan salah satu dari 9 Komandan Penyihir kerajaan Albion..."
"Komandan Penyihir!!!!" Ucap Ragna yang agak terkejut.
"Benar..."
"Lalu ada kepentingan apa orang sepertimu ditempat ini?" Tanya Ragna.
Nikita menjelaskan, "Aku disini memiliki misi penyusupan tanpa terlibat pertarungan dengan mereka..."
"Benar, makanya harus dilakukan secara hati-hati!! Dan tujuan ku melakukan penyusupan adalah mengumpulkan informasi tentang apa yang sedang direncanakan oleh para pemuja iblis..." jelas Sang Komandan Penyihir itu.
Ragna mengangguk mengerti.
"Jadi sekarang giliranmu memperkenalkan diri..." ucap Nikita.
"Namaku Kurogami Ragna dan aku berasal dari guild White Tiger..."
"Kurogami? Tapi kok rambut mu putih?"
"Cih, jangan dipermasalahkan..." ucap Ragna agak kesal, "Aku disini untuk membawa kembali rekanku yang ditangkap oleh mereka..."
"Mereka diculik oleh seorang penyihir elemen cahaya dari organisasi pemuja iblis yang ada disini..."
"Aku juga tak berniat terlibat pertarungan dengan mereka karena selain kalah jumlah organisasi mereka terlalu kuat untuk dilawan..."
Sang Komandan Penyihir itupun terdiam lalu membuat keputusan, "Baguslah kalau kau ingin menyelawatkan temanmu secara diam-diam yang artinya kita bisa berkerja sama menyusup ditempat ini..."
"Ya, mari kita menyusup bersama..." sahut Ragna dengan nada tegas.
Sang Komandan Pasukan Sihir yaitu Nikita 'si mawar berduri' akhirnya menerima ajakan Ragna berkerja sama dalam penyusupan.
__ADS_1
*****
Lalu ditempat lain tepatnya ditepian pulau Regios 'sang dragon slayer' tipe es terdampar disebuah karang laut yang letaknya dibawah tebing.
"Ugh!!" Regios meringis kesakitan dan ia perlahan membuka mata, "Sial, yang tadi itu benar-benar tindakan gila karena melompat dari kapal ke laut lepas..." ucapnya dengan memegangi kepala.
Regios perlahan berdiri tegak dan iapun menatap tingginya tebing pulau, "Nah, sekarang bagaimana caraku naik ke atas sana?"
Ia menatap karang-karang yang dihantam oleh kuatnya ombak, "Sial, karang yang ku pijak ini sebenar lagi akan tenggelam bila pasang tiba nantinya..."
Regios mendadak meningkatkan energi sehingga dari pijakan kedua kakinya mengeluarkan hawa dingin yang membekukan lautan disekitarnya, "Es milikku tak akan bertahan lama..." ucapnya yang kemudian mengembangkan sepasang sayap yang terbuat dari elemen es.
"WUUSS...!!" Iapun melesat ke atas dengan sekali pijakan.
"Tap..." Regios mendaratkan kaki secara perlahan pada tebing curam pulau.
"Fiuh, akhirnya aku sampai diatas juga..." ucap sang dragon slayer itu dengan nada lega.
"Lama sekali!! Aku sampai lelah menunggumu ditempat ini..." ucap seseorang yang berdiri tepat dihadapan Regios.
Regios mendadak waspada dan memasang sorot mata tajam, "Siapa kau?"
Orang itu tersenyum menyeringai lalu berkata, "Seharusnya akulah yang bertanya..."
"Berisik!!" Teriak Regios yang merasakan aura berbahaya dari pria yang ada dihadapannya itu.
"Baik, aku akan memperkenalkan diriku padamu, bocah!! Aku adalah pemimpin ke-3 Batalion Bayangan dan namaku adalah Albus Collosus..." ucap pria itu yang secara perlahan mengambil sebuah kapak dari punggungnya, "Nah, bocah, sekarang apa tujuanmu dimarkas kami?"
Regios yang mampu merasakan pancaran energi kuat dari orang yang ada dihadapannya menjadi sangat geram, "Sialan!!!" Iapun meningkatkan energi dan mengembangkan sepasang sayap es dipunggungnya.
"Siapa kau, bocah? Ya, jika kau tak mau menjawabnya maka aku terpaksa membunuhmu karena telah menyusup ke markas kami..." ucap pemimpin ke-3 dengan meningkatkan energi, iapun mengangkat kapaknya ke atas, "HIIAA...!!!"
Ia menebas, "Sllash!!" Sebuah pisau air melesat ke arah Regios.
Regios diam saja ditempatnya karena serangan itu tak mengenainya melainkan hanya mengenai tanah disampingnya.
Meskipun begitu tanah yang merupakan tebing itupun terpotong dan membuatnya jatuh ke laut.
"Kau hanya mencoba mengetes kekuatanmu saja dan mencoba menakut-nakutiku..." ucap Regios dengan menggertakan gigi-giginya.
Pemimpin ke-3 berkata dengan datar, "Maaf saja karena telah membuatmu takut akan tetapi aku hanya ingin tau apakah senjataku masih tajam atau tumpul karena jarang digunakan..."
Regios menjadi kesal, "Akan ku balikan kesombonganmu itu!!! Aku akan menghajarmu sampai kau babak belur..." ucapnya yang kemudian melesat ke arah musuh dengan sekali pijakan.
Ya, Regios mememukan lawan yang tangguh.
Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 161 : Sang Hiu
__ADS_1