The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 44 : Bersiaplah Untuk Dihajar!!


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Kematian Pak Tua Boon memicu konflik yang lain yaitu membuat guild White Tiger menyerang guild penyihir Black Tiger.


Ya, empat orang White Tiger secara terang-terangan menyerang guild yang merupakan saingan mereka.


Djarot dan Reynhard sudah selesai mengalahkan lawannya sementara itu pertarungan Rikie dan Erinka masih berlangsung.


Erinka berhasil memojokan 'Dragon Slayer' itu dengan kemampuan burung api Phoenix.


Ia menendang jatuh lawan keluar dari lantai 2 dan pertarungannya kini berlangsung di halaman depan guild Black Tiger.


"Hahahahaha...!!!" Jigra si 'Dragon Slayer' tertawa lepas begitu menginjakan kakinya dipermukaan tanah.


"Apanya yang lucu...!!!!" Erinka menjadi kesal dan iapun melesatkan tebasan secara langsung pada leher lawan akan tetapi Jigra mampu menghindar dengan melengkungkan tubuh kebelakang.


Jigra lalu menjaga jarak dan berkata dengan sombongnya, "Karena sudah diluar maka aku tak perlu menahan diri lagi..."


Erinka menjadi kesal, iapun menggenggam erat item sihir yang berupa pedang itu dan menusukannya pada lawan, "Omong kosong!!"


Jigra memiliki respon yang cepat, iapun mampu menahan tusukan itu dengan dua telapak tangan yang menekan pedang itu dari sisi kanan dan kiri, "Yang ku katakan bukan omong kosong..." ucapnya walau hampir sejengkal saja pedang itu mengenai dadanya.


Erinka langsung meningkatkan energi api Phoenix dan memfokuskannya pada pedang yang dicengkramnya.


Kobaran api biru mendadak muncul dipedang itu dan ujung pedang muncul tembakan bola api biru yang langsung mengenai dada Jigra, "DHUUAARR...!!!"


Serangan langsung pada si 'Dragon Slayer' itu berhasil membuatnya terdorong kebelakang, iapun masih berdiri tegak akan tetapi dirinya terbakar oleh api biru.


Erinka menancapkan pedang besarnya pada tanah dan berkata, "Selama aku punya api Phoenix maka aku tak akan kalah..."


"Kau terlalu sombong wanita..." ucap Jigra yang berdiri tegak meski tubuhnya terbakar, iapun meningkatkan energi dan tanah yang ada disekitarnya menjadi pasir.


"Didalam ruangan aku tak bisa menggunakan kekuatanku secara bebas..."


Erinka yang terkejut langsung melompat kebelakang, "Apa yang akan ia lakukan?" Pikirnya.


Pasir yang ada dibawah pijakan kaki Jigra perlahan menutupi tubuhnya dan membuat dirinya bagaikan kepompong pasir.


Erinka menatap tajam dan waspada sementara itu puluhan orang Black Tiger datang dan mengepungnya akan tetapi mereka berada cukup jauh tak berani masuk dalam wilayah pasir.

__ADS_1


"Jigra menunjukan kemampuannya!!"


"Kita tak perlu khawatir!!"


"Aku kasihan pada wanita itu!!" Ucap para penyihir Black Tiger yang ada dikejauhan.


Erinka melirik ke kanan dan ke kiri dimana ia terkepung, "Ini buruk..." pikir gadis itu yang harus fokus melawan Jigra dan disisi lain terkepung.


Dari kepompong pasir itu terdengar suara tawa, "Hahahahaha...!!!!"


Erinka waspada dan iapun meningkatkan energi sehingga lengan kanan lalu item sihir yang berupa pedang itu terbakar oleh kobaran api biru.


"DHUUAARR...!!!!" Kepompong pasir itu meledak dan pasirnya menyebar ke segala arah yang bagaikan cipratan air.


Jigra muncul dengan wujud barunya, iapun berubah warna menjadi hitam karena seluruh tubuh terlapisi dengan pasir besi.


Iapun juga memiliki sepasang sayap hitam yang terbuat dari pasir besi juga, "Khehehe..." Jigra tersenyum menyeringai dan membuat Erinka waspada, "Ya, mari mulai saja pertarungannya dan bersiaplah untuk dihajar...!!!"


Erinka menatap tajam akan tetapi ia tetap fokus dan tak terbawa emosi, "Jika aku kehilangan fokus maka dalam sekejap hanya kematian yang menungguku..." ucapnya dalam hati yang mampu merasakan kekuatan mengerikan dari lawan.


Jigra melesat dengan sangat cepat ke arah lawan, iapun segera mengepalkan tangan dan memukul sekuat tenaga, "Cthing...!!!" Kepalan tinju berlapiskan sarung tangan besi beradu dengan pedang Erinka.


Erinka menjadi terdorong kebelakang sangat jauh akan tetapi ia masih berdiri tegak, "Kekuatannya benar-benar berbeda dari yang sebelumnya..." pikirnya.


"Hahahaha...!!! Kau luar biasa, wanita...!!!" Ucap Jigra dengan makin bersemangat, iapun melesat secepat mungkin ke arah lawan lagi.


Gadis bangsawan itu berlari tanpa rasa takut dan mengayunkan pedang besarnya sekuat tenaga dari atas, "Cthing...!!!!" Jigra diam saja ditempat dan pedang tersebut hanya mengenai keningnya.


Tebasan sekuat tenaga dari Erinka hanya membuat tanah tempat berpijak lawan jadi retak, "Tidak mungkin..." ucap gadis bangsawan itu yang mulai ragu.


"Hahahahaha...!!!" Jigra tanpa ragu menendang dari arah samping dan tepat mengenai wajah Erinka, "Jbbuuak...!!!!"


Erinka terlempar jauh dan jatuh tersungkur ditanah akan tetapi ia berusaha berdiri lagi.


Jigra tanpa ragu melesat lagi dan memukul lawan tepat pada hidungnya, "Jbbllast...!!" Gadis bangsawan yang bahkan belum berdiri tegak itu jatuh tersungkur lagi.


Bahkan orang-orang Black Tiger yang melihat perjuangan Erinka merasa sedikit iba, "Kasihan gadis itu!!"


"Lawannya Jigra jadi wajar saja dia kalah"


"Tapi Jigra memang tak kenal ampun meski lawannya adalah wanita..."


Orang-orang Black Tiger mulai menaruh rasa kasihan pada Erinka.


Dilain sisi, Erinka mencoba berdiri lagi meski dengan bantuan pedangnya, "Sial..."


"Jbbuuak...!!!" Jigra menendang perut wanita itu.

__ADS_1


"Uhuk..."


"Hey, ayolah!! Apa yang kau dapatkan dari berdiri lagi? Jika kau berdiri pasti hanya akan jadi samsak pukulanku..."


Mendengar kata-kata seperti itu bagaikan sebuah ejekan ditelingai Erinka, iapun menjadi sangat geram, "Sialan!! Aku memang lemah akan tetapi aku akan terus berdiri dan berdiri lagi meskipun kau menjatuhkan diriku..."


"Aku tak akan pernah memaafkan orang yang telah membunuh Tuan Boon!!! Tidak akan pernah..." ucap Erinka dengan sorot mata tajam.


"Jbbuuak...!!" Lagi-lagi Jigra menendang perut Erinka yang tak berdaya ditanah.


"Hahahaha...!! Kau banyak mulut, wanita..." Jigra malah tertawa lepas meski telah membunuh iapun tak merasa bersalah dan tetap menyiksa Erinka, "Kau yang lemah masih berani menantangku dan hal itu semakin membuatku ingin menyiksamu..."


Dengan sorot mata tajam, Erinka berkata, "Kau benar-benar lelaki yang tak pantas diampuni...!!!"


"Khi..." Jigra malah tersenyum menyeringai begitu mendengar kata-kata itu, "Baiklah, aku akan menyiksamu sampai mati..."


Jigra mengepalkan tangan dan berteriak, "Akan ku hancurkan wajahmu lebih dulu...!!!" Iapun tanpa ragu memukul wajah Erinka.


"Zink...!!" Akan tetapi secara mendadak Ragna muncul dengan kemampuan teleport tepat dihadapan Jigra dan ia langsung menendang wajahnya 'Dragon Slayer' itu, "Jbbuuak...!!!!"


Jigra terlempar jauh akan tetapi ia mampu menjaga keseimbangan dan tak sampai terjatuh.


Ragna melirik ke arah Erinka dan mengulurkan tangan, ia berkata, "Kau tak apa?"


"Khi..." Erinka menerima uluran tangan rekannya itu dan tersenyum, "Ya, aku baik-baik saja dan juga caramu datang barusan sangat keren, Ragna..."


"Khehehe... terima kasih..." ucap Ragna dengan tersenyum lebar, "Aku mendapatkan kemampuan baru..."


Jigra yang melihat Ragna muncul mendadak padahal sebelumnya berhadapan dengan Gojou menjadi sangat terkejut dan sangat geram, "Sialan...!!!!!"


Ragna mengalihkan pandangan, "Jangan teriak-teriak begitu!!! Persiapkan saja dirimu karena ini saatnya kau dihajar..."


"Aku tak akan berbelas kasih padamu..." ucap Ragna dengan sorot mata tajam.


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 45 : Aku Memakan Iblis!!


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****

__ADS_1


__ADS_2