The Legend Of Ragna

The Legend Of Ragna
Chapter 120 : Serahkan Anak Iblis Itu!!


__ADS_3

Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'The Legend Of Ragna'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Berita kekacaun disalah satu gerbong kereta belum sampai ditelinga pemimpin divisi ke-8 Batalion Bayangan yaitu Satoru.


Satoru sendiri sedang sibuk melakukan penggledahan digerbong pertama.


"Tap... tap... tap..." terdengar langkah kaki cepat mendekatinya, "Hah... hah... hah..." dengan nafas tak beraturan salah satu bawahannya muncul dan berdiri tepat dihadapan pemimpin divisi ke-8 itu.


Satoru mengalihkan pandangan dan bertanya, "Apa apa? Apakah penggledahan dikereta ini sudah selesai?"


Ia mencoba mengatur nafasnya dan berkata, "Belum tuanku, kita dalam masalah lain..."


"Masalah? Apa maksudmu?"


"Ada tiga orang penyihir digerbong ke 7 dan mereka telah mengalahkan semua orang-orang kita..."


"Apa!!!!" Sontak Satoru terkejut, "Semuanya telah dikalahkan?"


"Benar sekali, tuanku..."


Satoru menjadi sangat geram dan iapun mengambil sebuah keputusan, "Sepertinya mereka kuat jadi aku sendirilah yang akan bertarung dan menghadapi mereka secara langsung...'


Pemimpin ke-8 Batalion Bayangan akhirnya bergerak juga.


*****


Sementara itu Ragna, Erinka dan Kanna berhasil mengalahkan semua pasukan Batalion Bayangan yang ada digerbong yang mereka naiki.


Kanna yang telah selesai menebaskan pedangnya secara perlalan menyarungkan pedangnya, "Yah, pada akhirnya kita membuat keributan juga..."


"Dan itu semua terjadi karena salah Erinka!! Seharusnya kita tak mengajaknya..." ejek Ragna.


Erinka yang kesal membela diri, "Hey, jangan salahkan diriku!! Mereka telah membuatku emosi jadi sudah sewajarnya aku menghajar mereka..."


"Cih, jangan banyak alasan untuk membela diri..."


"Memang salah bila aku membela diri?" Protes Erinka.


"Salah banget!!!"

__ADS_1


Ragna dan Erinka malah berdebat, Kanna mengabaikan keduanya dan iapun mengeluarkan Rikka dari tas punggung besar milik Ragna.


"Keluarlah, keadaan mulai aman..."


"Baik..." gadis kecil itupun keluar dan secara tak sengaja penutup kepalanya terbuka.


Kanna terkejut ketika melihat sepasang tanduk diatas kepalanya dan begitu diperhatikannya dengan seksama iapun menyadari bahwa Rikka juga memiliki ekor, "Kau adalah iblis..."


"Ah, maaf..." Ragna berhenti berdebat dan langsung berjalan mendekat, "Maaf karena telah menyembunyikan identitas Rikka padamu..."


"Seperti yang kalian lihat, Rikka adalah seorang iblis dan ku yakin orang-orang ini tengah mengincarnya..."


"Kenapa kau menyembunyikan identitasnya pada kami?" Tanya Kanna.


"Beberapa waktu yang lalu kau telah bertarung dengan iblis jadi aku berfikir bahwa kau pasti membencim mereka..."


Kanna tersenyum dan berkata, "Aku tak punya masalah dengan para iblis jadi tak ada alasan bagiku untuk membenci mereka, lagipula bagaimana bisa aku membenci gadis manis seperti Rikka ini..." ucapnya dengan menyentuh pipi Rikka.


"Kau seharusnya lebih jujur pada kami..." ucap Erinka.


"Hehehe... kalau begitu aku minta maaf..." ucap Ragnag


Erinka berubah menjadi serius, "Dulu mereka mengincar Kraken lalu Phoenix jadi ku yakin Rikka juga sangat spesial..."


"Kita tak boleh membiarkan organisasi jahat itu menangkap Rikka..."


"Sekarang tidak ada alasan lagi bagi kita ditempat ini jadi mari segera tinggalkan kereta..." ucap Erinka.


Mereka berniat meninggalkan kereta akan tetapi mendadak orang-orang dari Batalion Bayangan muncul dari pintu belakang dan depan gerbong kereta.


Mereka berempat terkepung dari belakang, "Sial, kita terlambat pergi..." ucap Ragna.


"Ragna, kau jaga Rikka..." ucap Erinka dengan melangkahkan kaki maju.


Kanna beralih ke sisi belakang, "Benar, kau harus menjaga Rikka dan biarkan kami berdua yang melawan mereka..."


Ya, Erinka dan Kanna bertarung melawan pasukan Batalion Bayangan itu dan mudah saja bagi keduanya untuk mengalahkan mereka.


Tetapi sehebat apapun mereka berdua menyingkirkan setiap pasukan yang datang tapi tetap saja Erinka dan Kanna mulai kelelahan karena pasukan Batalion Bayangan terus berdatangan seolah tak menunjukan akhir.


"Kami tak mungkin menang..." pikir Erinka dan Kanna yang mulai mengatur nafasnya.


Ragna bergumam dalam hati, "Sialan, mereka terus saja bermunculan dan kami tak mungkin menang bila bertarung dengan mereka secara langsung..."


"Ya, benar sekali!! Kami harus secepatnya melarikan diri..."


Keadaan bertambah buruk karena mendadak dari pintu depan gerbong, Satoru yang merupakan pemimpin ke-8 Batalion Bayangan menampakan diri.

__ADS_1


"Oh, rupanya kalian!! Wajar saja semua pasukanku kalah..." ucap Satoru dengan datar.


Ragna sangat kesal dan Erinka yang sebelumnya menjadi incaran mereka jadi sangat geram.


"Baguslah, dulu aku memang gagal mendapatkan Sang Phoenix dan aku sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk menangkap Sang Phoenix lagi..." ucap Satoru dengan entengnya.


Erinka yang berdiri tepat dihadapan pemimpin divisi ke-8 itupun berkata, "Yang benar saja!! Kau tak mungkin dapat menangkapku..." iapun mengambil item sihir yang berupa pedang dari punggungnya dengan tangan kirinya.


Lengan kirinya mendadak berkobar api yang menyelimuti sampai pedang besar tersebut.


"Akan ku pijamkan sedikit kekuatanku padamu..." ucap Ragna yang dari kejauhan melemparkan sebuah bola kegelapan.


Erinka menangkapnya dengan tangan kanan dan seketika kegelapan itu menyatu dengan tangan kanannya, "Terima kasih..."


"Gadis kecil, apa kau pikir dapat mengalahkanku?" Ucap Satoru dengan sorot mata tajam.


Erinka tersenyum menyeringai lalu berkata, "Diriku yang kemarin mungkin saja tak dapat menang darimu akan tetapi sekarang berbeda..."


"Aku yang sekarang lebih kuat jadi mengalahkanmu bukanlah hal yang mustahil..."


"Omong kosong..." Satoru meningkatkan energi sehingga seluruh tubuhnya terlapisi sisik-sisik hitam lalu sepasang sayap muncul dipunggungnya.


Ia menumbuhkan kuku cakar tajam dikaki dan ditangan lalu sebuah tanduk muncul dikeningnya dan terakhir sorot matanya berubah menjadi tajam, "Bagiku kau sama saja!! Tiada bedanya dirimu yang dulu dengan yang sekarang, gadis kecil..."


"HIIAA...!!!" Satoru melesat sangat cepat dengan sekali pijakan yang dipadukan kepakan sayapnya, iapun menyerang dengan cakaran, "Sllash!!!"


Erinka menggenggam erat pedangnya dengan kedua tangan dan mengayunkan dari arah samping, "Sllash!!"


Cakar tajam Satoru mengores pipi Erinka sementara itu tebasan Erinka mengenai perut bagian samping Satoru.


Satoru terkena serangan telak dan iapun terlempar menembus dinding gerbong hingga keluar kereta.


Ragna yang melihat keunggulan Erinka itu tertawa pelan, "Khihihi... si gadis bangsawan angkuh itu telah berubah!! Ia telah berubah menjadi lebih kuat!!"


"Ya, sekarang giliran kita mengalahkan mereka semua..." ucapnya yang telah dikepung banyak sekali pasukan Batalion Bayangan.


Ragna melapisi kedua kepalan tangannya dengan kegelapan sehingga ukurannya berubah menjadi sangat besar, "Kanna, kau yang telah lelah mundurlah dan biarkan aku yang mengatasi mereka..."


Kanna melompat ke belakang, "Aku mengerti dan sekarang biarkan aku yang melindungi Rikka..."


"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan Ragna maju kepada pasukan Batalion Bayangan itu, "Yah, sekarang waktunya kita bermain-main..."


Salah satu dari mereka menjadi sangat geram, "Sialan!!! Jangan meremehkan kami!!" Iapun tanpa ragu melesat dan menebas.


Mudah saja bagi Ragna untuk menghindari tebasan itu dan iapun mengepalkan tangan lalu balas memukul pria itu sekuat tenaga, "Jbbuuak!!!" Hantaman kuat dari Ragna itu menghempaskan pria tersebut hingga keluar dari gerbong kereta.


Mereka yang lainnya menjadi agak takut pada Ragna, "Nah, sekarang siapa lagi yang mau ku pukul?"

__ADS_1


Bersambung Ke The Legend Of Ragna Chapter 121 : Pertarungan Ulang


__ADS_2